Tak Mau Kelebihan Antibiotik, Dewi Lestari Hindari Bawang
Kapanlagi.com - Penulis dan penyanyi, Dewi Lestari, tidak lagi mengkonsumsi bawang sebagai bumbu dalam masakan, karena kandungan antibiotiknya.
"Bawang memiliki efek medicine. Tetapi bawang kan bukan makanan. Jadi kalau makan bawang terus-terusan sama dengan makan antibiotok setiap hari, sedangkan antibiotik kita konsumsi saat sakit," kata Dewi, usai menghadiri acara talk show dalam peluncuran produk susu anak, di Jakarta, Kamis (22/3).
Ia mengatakan sehari-hari ia sudah tidak lagi menggunakan bawang dalam masakan dan menurut dia tidak ada perbedaan mencolok dalam rasa.
"Jadi untuk konsumsi sehari-hari saya sudah lepas dari bawang, lagipula di vegetarian umum juga sudah tidak makan bawang," katanya.
Advertisement
Untuk menghindari memakan bawang, Dewi harus memasak sendiri makanannya atau makan di restoran vegetarian.
"Kalau untuk di cara-cara tetentu seperti kawinan, ya saya lebih memilih makanan pencuci mulutnya," kata istri dari penyanyi Marcell Siahaan ini.
Bawang diketahui mengadung antibiotik, terutama bawang putih yang menjadi makanan pengobatan terbaik.
Bawang putih juga mengandung yodium dan digunakan sebagai antibiotik seperti penisilin. Bawang putih dapat meningkatkan sistem kekebalan, membantu tubuh mengeluarkan toxin, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi dan lain-lain. Sayangnya, karena begitu banyak manfaatnya, terlalu banyak makan bawang putih dapat menyebabkan demam, kembung dan diare.
Sementara itu, menurut National Cancer Institute, bawang putih adalah salah satu anti kanker terbaik, selain mengurangi berkembangnya resiko kanker perut.
Sedangkan bawang merah juga diketahui sebagai pengganti antibiotik, penurun tekanan darah, kolesterol serta penurun kadargula darah dengan peranannya terhadap insulin bahkan untuk sekedar meningkatkan vitalitas.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/boo)
Advertisement












































