Uji Elektabilitas, Ashanty Didorong Untuk Jadi Wakil Walikota Malang

Rabu, 20 September 2017 11:45 Penulis: Ahmat Effendi
Uji Elektabilitas, Ashanty Didorong Untuk Jadi Wakil Walikota Malang Ashanty ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Artis Ashanty bukan tidak mungkin maju menjadi kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang. Komunikasi dan elektabilitas istri Anang Hermansyah itu akan menjadi penentunya.

Dito Arief, Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Malang yang selama ini mendorong pencalonan Ashanty, mengaku terus melakukan komunikasi politik. Pihaknya sedang membangun gerbong agar bisa mengusung calon yang disepakati oleh partai koalisi nantinya.

"Kita uji ke masyarakat, kira-kira bagaimana responnya. Kalau ada dukungan dari masyarakat, bukan tidak mungkin benar-benar maju. Cuma yang menjadi proyeksi bukan N1 (Walikota), tetapi di N2 (Wakil Walikota)," kata Dito di Kota Malang, Selasa (19/9).

Dito mengaku telah berkomunikasi dengan Ashanty dan juga suaminya, Anang Hermansyah. Keduanya mendukung untuk mendorong agar nama Ashanty dipertarungkan di Kota Malang.

Ashanty dikabarkan bakal diusung sebagai Wakil Walikota Malang. ©KapanLagi.comAshanty dikabarkan bakal diusung sebagai Wakil Walikota Malang. ©KapanLagi.com

"Mas Anang mempersilakan nama Ashanty didorong, karena permintaan DPP PAN memang begitu. DPP PAN, masyarakat dan pengusaha memang mendorong. Sebelumnya, Mbak Ashanty di Jakarta, memang belum berkenan, tetapi seiring waktu komunikasi terus kami lakukan," katanya.

Sebelumnya, spanduk artis Ashanty bertebaran di sejumlah titik di Kota Malang. Wajah cantiknya yang mengenakan kerudung kembang-kembang, berjajar dengan politisi Kota Malang, Yaqud Ananda Qudban.

Spanduk dengan background putih itu bertulis Generasi Kendedes Untuk Kota Malang. Wajah Ashanty berada di sebelah kiri, sementara wajah Nanda, yang merupakan Ketua DPD Hanura Kota Malang, berada di sebelah kanan.

Tidak dipungkiri makna spanduk tersebut bernuansa politis, terkait pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang. Namun baik PAN maupun Hanura menolak disebut sebagai pemasang spanduk tersebut.

"PAN dan Partai Hanura menjadi satu, tetapi belum mendorong satu nama, rekomendasi juga belum turun. Kita komunikasi dengan partai lain, untuk membangun satu gerbong. Terlepas nanti mengusung calon sendiri, dengan Abah Anton, atau yang lain sah-sah saja. Masih terbuka dan dinamis," jelasnya.

(kpl/dar/sjw)

Reporter:

Darmadi Sasongko


REKOMENDASI
TRENDING