PERSONAL
Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih dikenal dengan SBY merupakan Presiden RI keenam. Dilahirkan di Kabupaten Pacitan, 9 September 1949 silam dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Jika ditelusuri dari silsilah ayahnya, dapat dikatahui bahwa beliau masih keturunan Pakubuwana, serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II.

Yudhoyono yang dipanggil 'Sus' oleh orang tuanya, kini populer dengan panggilan 'SBY'. SBY melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan, kota kelahirannya. Saat ini, beliau merupakan seorang pensiunan militer, yang selama masih aktif di militer lebih dikenal dengan nama Bambang Yudhoyono.

Pada tanggal 30 Juli 1976, SBY menikahi Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo adalah salah satu tokoh yang turut berjasa menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua putra, Agus Harimurti Yudhoyono (1979), yang kemudian menikah dengan Annisa Pohan, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (1982).

Juni 2005, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya di 0811109949. Sayangnya, esok harinya terjadi gangguan teknis karena banyaknya SMS yang masuk. Untuk mengantisipasi hal itu, nomor diganti cukup dengan SMS ke 9949, setelah itu SMS akan dipilih dan disampaikan ke presiden. Nomor 9949 adalah tanggal lahir beliau (9 September 1949).

Kesan merakyat juga kembali ditampakkan ketika tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba. Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.

Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) menjadi prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga sebagai beban berat yang membutuhkan kerja keras bersama pimpinan dan rakyat.

Di masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam seperti gelombang tsunami, gempa bumi dan banyak lagi bencana lainnya. Semua ini merupakan tantangan tambahan bagi Presiden yang masih bergelut dengan upaya memulihkan kehidupan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.

Selain berbagai prestasi di bidang militer dan politik, Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.

SBY yang pernah ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (PhD) bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand). Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.

KARIR
Beliau mengawali karirnya setelah menamatkan pendidikannya di Akademi Militer Indonesia pada 1973 sebagai murid lulusan terbaik dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. Bermula di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad pada 1974-1976, dan pada 1976-1977 berlanjut di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), Paban Muda Sops SUAD (1981-1982), dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Setelah melanjutkan sekolah di US Command and General Staff College pada tahun 1991, ia menjadi Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994), Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial TNI.

Pada 1999 karier militernya terhenti karena beliau diangkat oleh Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi. Selanjutnya SBY menerima amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (2000-2001).

Salah satu pendiri Partai Demokrat ini akhirnya maju dalam bursa calon presiden pada Pemilu 2004. SBY berhasil unggul dan terpilih sebagai Presiden RI pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Bersama M Jusuf Kalla, SBY memerintah dari 2004 hingga 2009. Dan pada Pemilu 2009, SBY kembali terpilih menjadi Presiden RI bersama Wakil Presiden Boediono.

Presiden SBY dikenal memiliki hobi seni, dan hobinya ini disalurkan dengan menciptakan album. Bahkan saat mudanya, beliau sempat bergabung dengan grup musik Gaya Teruna. HIngga kini, sudah tiga album yang dirilis oleh SBY. Debut album pertama lewat RINDUKU PADAMU di Oktober 2007, dan berlanjut di album kedua EVOLUSI pada Januari 2009, dan pada Januari 2010 SBY merilis album ketiganya, KU YAKIN SAMPAI DI SANA.

PENGHARGAAN
Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
Satya Lencana Seroja, 1976
Honor Graduate IOAC, USA, 1983
Satya Lencana Dwija Sista, 1985
Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
Dosen Terbaik Seskoad, 1989
Satya Lencana Santi Dharma, 1996
Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
Wing Penerbang TNI-AU, 1998
Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
Bintang Dharma, 1999
Bintang Maha Putera Utama, 1999
Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek
Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei
Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio
Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin
100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009, oleh TIME

DISKOGRAFI
RINDUKU PADAMU (2007)
EVOLUSI (2009) bersama Yockie Suryoprayogo
KU YAKIN SAMPAI DI SANA (2010)

BUKU
MENGATASI KRISIS, MENYELAMATKAN REFORMASI (2000)
TAMAN KEHIDUPAN: KUMPULAN PUISI (2004)
REVITALIZING INDONESIAN ECONOMY: BUSINESS, POLITICS, AND GOOD GOVERNANCE (2004)
TRANSFORMING INDONESIA: SELECTED INTERNATIONAL SPEECHES (2005)

Baca Profil Lengkap Susilo Bambang Yudhoyono ▼



Show More ▼