PERSONAL
Trie Utami Sari lahir di Bandung, pada tanggal 8 Januari 1968, dari pasangan Soedjono Atmotenojo dan Soerjani Oesoep. Putri bungsu dari tiga bersaudara ini biasa dipanggil Iie. Kedua kakaknya bernama Purwa Tjaraka dan Thea Ika Ratna.

Meski sejak bayi sudah akrab dengan musik, Iie baru benar-benar mengenal musik saat duduk di SD. Bersama kedua kakaknya, sejak tahun 1972 - 1986, ia mengikuti les piano. Selain dilatih oleh Alfons Becalel, seorang pria asal Hongaria, Iie juga belajar piano kepada Rhinno dan Linda dari YPPM (Yayasan Pusat Pendidikan Musik) Bandung. Tahun 1978, Iie mengikuti pendidikan musik di Bina Musika Bandung.

Meski tidak belajar vokal secara khusus, diam-diam Iie juga pintar menyanyi. Karena kemampuan menyanyi dan main piano, pihak sekolah memercayai Iie untuk memimpin drum band sekolah sebagai mayoret.

Tahun 1991, Iie menikah dengan Viva Permadi, akrab dipanggil Wiwie GV, seorang musisi. Sayangnya pernikahan tersebut tidak berlangsung lama dan bercerai tahun 1992.

Tiga tahun kemudian Iie menikah lagi dengan Andi Analta Baso Amir, putra dari Andi Baso Amir, seorang tokoh masyarakat Sulawesi Selatan. Setelah enam bulan saling mengenal, nyaris tanpa pacaran, keduanya pun menikah pada 23 November 1995.

Pernikahan inipun kandas setelah 10 tahun bertahan. Setelah bercerai Iie menanggalkan jilbab yang mulai dikenakannya sejak tahun 1998.

KARIR
Pada tahun 1977, untuk pertama kalinya Iie tampil di layar TVRI bersama Bu Mul dalam acara Ayo Menyanyi, semacam kompetisi menyanyi yang diikuti anak-anak usia SD dan disiarkan langsung di televisi. Beberapa tahun kemudian Iie mengikuti lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan di Bandung dan berhasil meraih juara kedua.

Saat SMA Iie terus mengasah kemampuan bermusiknya. Ia belajar main keyboard, saksofon, dan berlatih membuat aransemen lagu di kelompok drum band GWDC (Genta Winaya Drum Corps) Bandung.

Setelah lulus SMA dan tidak mampu melanjutkan sekolah di Amerika, Iie memilih untuk tetap melakukan kegiatannya semasa SMA yaitu menjadi penyiar di Radio OZ 103 FM di Bandung, menjadi lead vocal band Kahitna, dan terus berlatih musik.

Tahun 1986, bersama band Krakatau, Iie membuat rekaman pertamanya. Namun, namanya mulai dikenal publik setelah ia berhasil mengantar lagu Keraguan, karya Edwin Saladin dan Adelansyah, sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987). Bahkan, albumnya itu berhasil meraih meraih BSAF Award sebagai album terlaris 1987.

Namanya benar-benar mulai melambung saat Iie berhasil menjuarai Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989 dan sebagai runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, sebagai Best Performer on TV, dan BASF Award Winner.

Pada 1991, Iie meraih Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania. Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music. Pada tahun 2004, sebagai pencipta lagu, ia pun pernah terpilih sebagai komposer terbaik untuk lagu anak-anak versi AMI (Anugerah Musik Indonesia).

Sejumlah lagunya juga sempat menjadi hit, antara lain Kau Datang, Untuk Ayah dan Ibu (ciptaannya sendiri), serta Nurlela 1 dan Nurlela 2. Yang terakhir ini dinyanyikannya berempat bareng Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malida, yang tergabung dalam kelompok Rumpies. Pada saat itu, tahun 1988, Rumpies sempat melejit, dan sering diundang manggung ke berbagai daerah.

Iie juga menyanyi untuk soundtrack sejumlah film, antara lain ELEGI BUAT NANA, PERISAI KASIH YANG TERKOYAK, dan KEMBANG ILALANG.

DISKOGRAFI
1991 - UNTUK AYAH DAN IBU TERCINTA
2007 - KEKASIH BAYANGAN

Baca Profil Lengkap Trie Utami ▼



Show More ▼