INDONESIA

'RADIT DAN JANI', Mampukah Cinta Mengalahkan Segalanya?

Rabu, 23 Januari 2008 17:45 | 

Vino G Bastian




KapanLagi.com - Pemain: Vino G Bastian, Fahrani, Mario Merdhitia, Nungki Kusumastuti, Joshua Pandelaki

Awal tahun 2008, dunia perfilman Indonesia dihujani dengan film-film bergenre drama romantis. Tak ketinggalan rumah produksi Investasi Film Indonesia (IFI) yang sebelumnya pernah membuat COKLAT STROBERI pada 2007, kali ini mereka merilis film yang diklaim sebagai "film hot pertama di Indonesia", RADIT DAN JANI.

Tak seperti lazimnya film tentang percintaan yang bercerita tentang perjuangan mendapatkan cinta atau mempertahankan cinta dari 'serangan' orang lain, kali ini RADIT DAN JANI berkisah tentang upaya mempertahankan cinta di tengah kondisi serba kekurangan dan belitan narkoba. Mereka berusaha mempertahankan cinta akibat kebodohan mereka sendiri.

Film ini memasang model internasional Fahrani sebagai Anjani yang biasa dipanggil Jani dan aktor Vino G Bastian sebagai Radit. Jani adalah anak yang dicap telah merusak masa depannya sendiri oleh keluarganya karena nekat minggat dari rumah dan menikah dengan Radit. Padahal Radit adalah anak band yang bahkan demo albumnya belum terdengar oleh produser. Yang lebih parah, Radit juga pecandu narkoba.

Tanpa bekal uang dan pekerjaan tetap, kehidupan yang keras harus mereka jalani. Apalagi ketergantungan Radit terhadap narkoba membuat langkah mereka semakin berat. Pasangan ini bahkan melakukan apa saja seperti mencuri di supermarket, atau menyantroni rumah kosong untuk bertahan hidup. Namun, kekuatan cinta mereka membuat semua kepahitan hidup tidak terasa.

Sayangnya pernikahan tak selalu seindah yang diharapkan. Apalagi setelah Jani diketahui hamil, mereka pun dibangunkan oleh kenyataan, bahwa hidup mereka harus berubah. Radit harus segera melepaskan diri dari jeratan narkoba dan juga mendapat pekerjaan agar dapat membahagiakan Jani dan memberi masa depan kepada anak mereka.

Akan berhasilkah usaha Radit? Sebesar apakah cinta yang dibutuhkan untuk dapat menghalau semua rintangan kenyataan? Benarkah cinta dapat mengalahkan segalanya?

Mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi tampaknya memang disukai sang sutradara, Upi, yang sebelumnya membuat 30 HARI MENCARI CINTA, REALITA, CINTA & ROCK N ROLL, serta segmen CERITA JOGJA di PEREMPUAN PUNYA CERITA. Tak terkecuali film ini. Bahkan saking beraninya mengangkat hal tabu, Lembaga Sensor Indonesia terpaksa menggunting beberapa adegan. Meski terpotong, namun pesan moral yang coba dihadirkan tetap dapat ditangkap, yaitu pelajaran berharga bagi remaja tentang gaya pacaran dan bahayanya narkoba. Pasalnya, gaya pacaran remaja sekarang sudah mengarah yang melanggar etika.

Yang paling seru adalah kemampuan Upi dalam menggambarkan perjuangan dan penderitaan yang dijalani Radit dan Jani. Awalnya penonton disuguhi adegan-adegan yang menunjukkan betapa seru dan hedonistiknya kehidupan mereka. Lama kelamaan, Upi menghadirkan kenyataan-kenyataan yang membuat miris penonton.

Sayangnya, film berdurasi 110 menit ini terlalu banyak mengeksploitasi kemesraan Radit dan Jani. Tidak ada yang salah sebenarnya, toh film ini bercerita tentang suami-istri yang saling menyayangi. Hanya saja sesuatu yang berlebihan memang terasa memuakkan. Yang terlihat malah terlalu seringnya dua orang bertengkar, kemudian menangis, begitu berulang-ulang.

Selain itu, saat nyaris putus asa, Radit selalu berkata, "Sabar ya, Bodoh (panggilan sayang mereka-red), suatu saat aku pasti bisa ngebahagiain kamu." Kalimat itu (terutama panggilan 'Bodoh') kerap kali diucapkan. Saking seringnya 'Bodoh' terdengar, sampai-sampai rasanya sedikit menyesal telah menghabiskan waktu hampir dua jam menonton orang-orang 'bodoh'. (kpl/lin)




    KIRIM KOMENTAR

    Twit komentar kamu
    Nama
    Email
    Komentar
     

    Komentar Pembaca (2)