Wanita berdarah Aceh dan Cina-Madura ini, mengawali karirnya sebagai bintang iklan, model foto dan peragawati sejak usia 14 tahun. Pertemuannya dengan produser Tuty Soeprapto, dalam sebuah arena bermain ski di Jakarta menjadi awal dirinya berkarir.

Yenny Rachman yang lahir 18 Januari 1959 itu telah memiliki usaha keras untuk dapat menjadi seorang bintang film. Banyak peran film figuran yang telah dibintanginya, sebelum kemudian dirinya berhasil menjadi bintang. Debutnya memerani peran utama lewat film RAHASIA GADIS (1975).

Pada 1990, mantan istri Romo Niti Yudho ini, kemudian berhasil meraih Piala Citra FFI 1980, lewat film KABUT SUTRA UNGU, arahan sutradara Sjumandjaja. Menyusul Piala Citra FFI kedua direbutnya melalui film karya Sutradara Chaerul Umam, GADIS MARATHON (1982). Film Yeyen lainya di antaranya, NOVEMBER 1828 arahan sutradara Teguh Karya, BUKAN SANDIWARA, KARTINI (Sjumandjaja), dan DOEA TANDA MATA (Slamet Rahardjo).

Meski tidak lagi sebagai aktris aktif, Yenny memiliki kepedulian terhadap nasib kehidupan para aktris. Melalui kongres PARFI 2006, Yenny terpilih sebagai ketua umum organisasi Aktor dan Aktris Film Indonesia untuk periode 2006-2010, menggantikan Eva Rosdiana Dewi.

Terkait kehidupan pribadinya, Yeyen telah dua kali bercerai. Suami pertamanya adalah pengusaha Budi Prakoso, yang juga adik pengusaha dan seniman Setiawan Djodi. Perceraian kedua dialami pada 11 Desember 2007, setelah pengadilan Agama Jakarta Pusat memutus cerai atas gugatanya pada Romo Niti Yudho atau Robert Wahyu.

Yenny pada 18 April 2008 kembali menikah untuk kali ketiga dengan Supradjarto (52), seorang direksi Bank BRI. Pernikahan keduannya berlangsung di Amarta Ballroom Hotel Melia Purosani Yogyakarta.

Baca Profil Lengkap Yenny Rachman ▼



Show More ▼