Nggak Kuat Tahan Panas, Proses Perjuangan Member BYODEE di Video Musik Jangan Coba-coba

Kapanlagi.com - Kabar yang ditunggu-tunggu para fans BYODEE akhirnya muncul juga. Rara LIDA, Meli LIDA, Putri DA, Aulia DA dan Nia DA yang tergabung dalam BYODEE akhirnya merilis single dengan genre dangdut – Kpop berjudul Jangan Coba-coba.

Lirik yang lugas dalam lagu ciptaan Razi Rais ini sangat jelas ingin menyampaikan pesan bahwa jangan remehkan kaum wanita dan menganggap kaum yang lemah. "Lagu ini memang diciptakan khusus untuk Byoode, proses penggarapannya pun, terinspirasi dari sosok Kartini, melihat Byoode juga beranggotakan perempuan semua dan para jawara ajang kompetisi menyanyi, jadi sangat cocok membawakan lagu dengan pesan tersebut," jelas Razi Rais.

Kesan berani dan mandiri dalam lirik tersebut pun dibalut dalam musik elektronik yang terasa agresif dan mampu memberikan semangat bagi para pendengarnya. Pernah mengalami perjuangan yang sama, para personil pun merasa tak ada kendala saat membawakan lagu ini. "Kita tuh punya cerita masing-masing, gimana kita harus bertahan saat menghadapi cobaan hidup, nah di lagu ini menunjukkan meski kita cewek, kita nggak mudah patah semangat," tutur Rara LIDA.

Advertisement

"Lirik di lagu ini pun juga menggambarkan semangat kita untuk bisa sampai di titik ini sih, dulu susah berkat perjuangan, kita bisa. Jadi jangan remehkan kaum wanita, bukan cuma laki-laki yang strong" sambung Aulia DA.

Namun, ketika bicara soal rekaman, mereka merasa tertantang. "Kendala terbesar itu jadwal. Kebetulan aku masih sekolah juga, jadi bentrok-bentrok, akupun jadinya rekaman terakhir dikejar deadline", kata Putri DA.

"Aku dapat yang pertama kali rekaman belum tahu lagunya, jadi benar-benar kilat banget belajar nyanyinya, tapi di sini kita pengin nunjukkin sih, meski kita anak dangdut, kita bisa juga mengkolaborasikan dengan musik kpop," papar Meli LIDA.

Byoode luncurkan single perdana mereka yang ditunggu-tunggu.

Jadwal on-air yang padat, belum lagi harus menghadapi ujian sekolah, membuat syuting music video yang harusnya di dua tempat, diefisienkan menjadi satu lokasi saja. Meski hanya memiliki waktu kurang dari satu hari, ketika sampai di lokasi kelima personil Byoode langsung bersemangat melihat hamparan luas Heliport (Bandar Udara Helikopter), yang berlokasi di Cengkareng.

Apalagi menurut Ryan Wiedaryanto, sang sutradara, Heliport ini ditutup khusus untuk pembuatan music video Jangan Coba Coba, "Jadi di hari itu tidak ada penerbangan sama sekali," Jelasnya.

"Perasaan aku wooow excited, ini tuh pertama kali aku naik Helikopter, beda deh sama naik pesawat, pandangan kita lebih luas rasanya dan seneng banget. Padahal awalnya aku mikir kita cuma syuting di depan helikopternya aja, ternyata beneran terbang, haha," Ungkap Nia.

Namun, sebelum mereka dimanjakan naik helikopter, syuting pagi hari dimulai dengan menari ditengah lapangan pendaratan helikopter, kondisi panas terik membuat para personil kesulitan menari. "Waktu itu kita nggak kuat nahan panas, padahal masih pagi ya masih jam 9, tapi teriknya bukan main, sampai mata tuh silau banget nahan matahari, sambil nge-dance, nahan panas, ekspresi bener-bener nggak kekontrol, sampai koreografernya bilang, ayo dibuka matanya, sedangkan kita nggak kuat nahan panasnya, haha, ya ampun luar biasa banget perjuangannya" jelas Meli LIDA.

Mulai dari pembuatan lagu hingga pembuatan music video-nya Byoode sangat totalitas, karena selain ingin pesan lagunya tersampaikan, sebagai penyanyi mereka ingin memberikan karya terbaiknya. "Lagu ini kan aslinya memang Kpop, sedangkan kita kan anak dangdut, jadi kita kasih sedikit cengkok dangdut yang diwakilkan oleh Meli LIDA," tutur Rara LIDA.

Di bawah naungan 3D Entertainment sebagai label rekamannya dan STREAM Entertainment sebagai artist management Nia pun mengungkapkan sedikit pandangannya pada musik dangdut. "Intinya, Dangdut juga bisa dikolaborasikan dengan berbagai jenis musik, dan melalui karya ini kita mau membuktikan itu," tutup Nia. Melalui lagu Jangan Coba-coba ini, semoga musik dangdut dapat menjadi tren dikalangan anak muda dengan balutan musik Kpop modern.

    (kpl/cvn)