Kapanlagi.com - Tanaman hias yang aman dari hewan peliharaan bisa menjadi pilihan untuk mempercantik rumah tanpa terlalu khawatir terhadap risiko keracunan pada kucing atau anjing. Namun, pemilik tetap perlu cermat karena tidak semua tanaman cocok berada di lingkungan yang dihuni sahabat berbulu tersebut.
Dilansir dari Petitti Garden Center, ada sejumlah tanaman hias yang aman dari hewan peliharaan karena tergolong tidak beracun bagi kucing dan anjing berdasarkan daftar American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA). Pilihannya pun beragam, mulai dari tanaman berbunga hingga sukulen.
Beragam tanaman hias yang aman dari hewan peliharaan tersebut bisa mempercantik sudut rumah sekaligus membuat pemilik lebih tenang. Meski begitu, hewan tetap perlu diawasi agar tidak mengunyah tanaman secara berlebihan karena tetap ada risiko gangguan seperti muntah atau diare.
Advertisement
Violet Afrika termasuk tanaman hias berbunga yang populer karena perawatannya relatif mudah dan mampu tumbuh dalam kondisi ruangan biasa. Tanaman ini juga dapat menghasilkan bunga sepanjang tahun apabila kebutuhan tumbuhnya terpenuhi.
Warna bunganya cukup beragam, mulai dari ungu, merah muda, hingga putih. Kelopaknya dapat tumbuh dalam bentuk tunggal maupun ganda sehingga memberikan tampilan menarik sebagai dekorasi meja atau sudut rumah. Menurut daftar ASPCA, Violet Afrika tergolong tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda.
Tanaman aluminium atau dikenal juga sebagai Watermelon Plant memiliki daun kecil dengan perpaduan warna hijau dan perak. Coraknya menyerupai pola kulit semangka sehingga menjadi daya tarik tersendiri ketika dijadikan tanaman hias dalam ruangan.
Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat tanaman ini cocok ditempatkan di sudut meja maupun ambang jendela. Perawatannya juga relatif sederhana selama kebutuhan cahaya dan air terpenuhi. ASPCA memasukkan tanaman aluminium sebagai salah satu tanaman yang tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda.
Baby Rubber Plant merupakan sebutan yang digunakan untuk kelompok tanaman Peperomia. Tanaman ini memiliki daun tebal dan berdaging sehingga sekilas terlihat seperti sukulen. Karakter tersebut membuatnya tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering dibandingkan beberapa tanaman hias berdaun tipis.
Peperomia memiliki banyak varietas dengan bentuk dan corak menarik. Beberapa di antaranya adalah Peperomia Green Bean, Rippled, Watermelon, Rosso, Frost, dan Hope. Tanaman ini cocok diletakkan di meja, rak, atau ambang jendela. Berdasarkan daftar ASPCA, Peperomia tergolong tidak beracun bagi anjing dan kucing.
Tidak semua jenis pakis aman bagi hewan peliharaan. Namun, beberapa varietas yang tercantum dalam daftar ASPCA sebagai tanaman tidak beracun bagi kucing dan anjing adalah Pakis Boston, Pakis Tanduk Rusa, dan Pakis Kaki Kelinci.
Pakis Boston (Nephrolepis exaltata) memiliki daun rimbun yang cocok ditanam dalam pot gantung. Sementara itu, Pakis Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum) mempunyai bentuk daun unik menyerupai tanduk. Adapun Pakis Kaki Kelinci dikenal dengan rimpangnya yang berbulu serta dedaunan yang tumbuh lebat. Ketiganya dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan nuansa hijau di rumah.
Kaktus Natal merupakan tanaman hias yang dikenal memiliki daya tahan cukup baik dan dapat tumbuh selama bertahun-tahun. Tanaman ini juga cocok dijadikan dekorasi dalam ruangan sepanjang tahun, terutama jika ditempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung.
Kaktus Natal biasanya mulai membentuk kuncup bunga ketika memasuki musim gugur dan mendapatkan paparan suhu yang lebih sejuk. Bunganya kemudian mekar menjelang perayaan Natal. Selain tampilannya yang menarik, tanaman ini juga tercatat tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda menurut daftar ASPCA.
Echeveria dan Hens and Chicks merupakan tanaman sukulen dengan daun berdaging yang tersusun membentuk roset. Keduanya memiliki tampilan menyerupai bunga yang sedang mekar, dengan warna daun mulai dari hijau hingga kebiruan.
Tanaman ini relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak perhatian untuk tumbuh dengan baik. Keduanya cukup ditempatkan di area bercahaya terang serta ditanam menggunakan media dengan drainase baik. Menurut daftar ASPCA, jenis Echeveria tertentu dan Hens and Chicks tergolong tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda. Namun, tidak semua jenis sukulen memiliki tingkat keamanan yang sama.
Burro's Tail atau Donkey's Tail merupakan tanaman sukulen dari kelompok Sedum yang memiliki batang menjuntai dengan daun kecil dan tebal. Bentuknya yang unik membuat tanaman ini cocok ditempatkan dalam pot gantung maupun rak tanaman.
Perawatannya cukup sederhana sehingga bisa menjadi pilihan bagi pemula yang baru mulai mengoleksi tanaman hias. Burro's Tail menyukai paparan cahaya matahari yang cukup dan media tanam dengan drainase baik. Penyiramannya pun tidak perlu terlalu sering karena daun tebalnya mampu menyimpan air. Tanaman ini tercantum sebagai salah satu jenis yang tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda menurut ASPCA.
Prayer Plant atau Maranta dikenal sebagai tanaman hias daun dengan bentuk oval dan corak warna yang menarik. Beberapa sebutan lainnya adalah Peacock Plant dan Zebra Plant. Tanaman ini masih berkerabat dengan Calathea dan memiliki kebiasaan unik, yaitu melipat daunnya ke atas ketika malam hari sehingga menyerupai posisi tangan sedang berdoa.
Ukurannya relatif cocok untuk menghiasi ambang jendela, meja, maupun taman mini dalam ruangan. Perpaduan warna dan pola pada daunnya juga membuat tanaman ini menarik meskipun tidak menghasilkan bunga mencolok. Menurut daftar ASPCA, Prayer Plant tergolong tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda.
Lili Paris atau Spider Plant merupakan tanaman hias klasik yang mudah dirawat. Ciri khasnya terlihat dari daun panjang yang melengkung dengan perpaduan warna hijau dan putih. Tanaman ini juga menghasilkan batang menjuntai yang dapat menumbuhkan anakan kecil di ujungnya.
Anakan tersebut bisa dibiarkan tumbuh pada tanaman induk sebagai hiasan atau dipisahkan untuk diperbanyak menjadi tanaman baru. Lili Paris cocok ditanam dalam pot gantung maupun ditempatkan di atas penyangga tanaman. Selain dikenal sebagai tanaman hias yang mudah dipelihara, jenis ini juga tercantum sebagai tanaman tidak beracun bagi anjing dan kucing menurut ASPCA.
Zebra Plant merupakan tanaman hias asal Brasil yang dikenal karena corak daunnya menyerupai garis-garis zebra. Daunnya berwarna hijau tua dengan pola putih mencolok, sementara bunganya dapat tumbuh berwarna kuning cerah.
Tanaman ini cocok dijadikan dekorasi dalam ruangan karena memiliki tampilan daun yang menarik sekaligus bunga yang mencolok. Zebra Plant menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang dijaga kelembapannya. Tanah sebaiknya tidak dibiarkan mengering sepenuhnya. Menurut daftar ASPCA, tanaman ini tergolong tidak beracun bagi anjing, kucing, dan kuda.
Apa saja tanaman hias yang aman dari hewan peliharaan?
Beberapa pilihannya adalah violet Afrika, tanaman aluminium, baby rubber plant, pakis Boston, kaktus Natal, echeveria, prayer plant, dan lili Paris.
Apakah semua jenis pakis aman untuk kucing dan anjing?
Tidak. Hanya beberapa jenis pakis, seperti pakis Boston, pakis tanduk rusa, dan pakis kaki kelinci, yang termasuk dalam daftar tanaman tidak beracun bagi hewan peliharaan.
Apakah sukulen aman diletakkan di rumah yang memiliki hewan peliharaan?
Tidak semua sukulen aman. Echeveria, hens and chicks, serta burro's tail termasuk jenis yang dikategorikan tidak beracun bagi kucing dan anjing.
Bagaimana cara memilih tanaman hias yang aman untuk hewan peliharaan?
Periksa nama tanaman melalui daftar ASPCA sebelum membelinya. Pastikan juga jenis atau varietasnya sesuai karena beberapa tanaman memiliki nama umum yang mirip, tetapi tingkat keamanannya berbeda.
Apakah tanaman yang tidak beracun boleh dimakan oleh hewan peliharaan?
Sebaiknya tidak. Meski tergolong tidak beracun, tanaman hias tetap bukan makanan bagi kucing atau anjing. Letakkan pot di area yang sulit dijangkau dan awasi kebiasaan hewan peliharaan.
(kpl/sel)