CLOSE

Cara Menanam Salsify, Sayuran Akar yang Bentuknya Mirip Wortel Panjang

Cara Menanam Salsify, Sayuran Akar yang Bentuknya Mirip Wortel Panjang
Menanam Salsify

Kapanlagi.com - Pernah melihat sayuran akar yang bentuknya menyerupai wortel, tetapi ukurannya lebih panjang dan warnanya cenderung putih kecokelatan? Tanaman tersebut dikenal dengan nama salsify, salah satu sayuran akar yang masih belum terlalu familier bagi masyarakat Indonesia.

Salsify sendiri memiliki nama ilmiah Tragopogon porrifolius dan dikenal juga sebagai oyster plant karena rasa akarnya sering digambarkan menyerupai tiram setelah dimasak. Tanaman ini berasal dari kawasan Mediterania dan telah lama dibudidayakan sebagai sayuran di sejumlah negara Eropa.

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah akarnya yang memanjang. Selain bisa diolah menjadi sup, tumisan, dan hidangan panggang, salsify juga menarik untuk ditanam sebagai koleksi sayuran unik di kebun rumah.

Meski bentuknya mirip wortel, cara menanam salsify memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan. Lantas bagaimana cara menanam salsify agar akarnya tumbuh panjang dan bisa dipanen? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (4/11/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kenali Jenis Salsify yang Akan Ditanam

Sebelum mulai menanam, penting untuk mengenali jenis salsify yang akan dibudidayakan. Salsify putih memiliki nama ilmiah Tragopogon porrifolius. Tanaman ini menghasilkan akar panjang berwarna putih krem hingga kecokelatan.

Salsify sering disebut oyster plant karena rasa akarnya setelah dimasak memiliki sedikit kemiripan dengan tiram. Bagian akarnya dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sup, tumisan, puree, hingga sayuran panggang.

Ada pula black salsify atau scorzonera yang mempunyai akar berwarna cokelat kehitaman. Keduanya masih berkerabat, tetapi berasal dari spesies berbeda. Jadi, pastikan benih yang dibeli memang salsify putih jika ingin menanam jenis yang bentuknya menyerupai wortel panjang berwarna pucat.

Menurut Royal Horticultural Society (RHS), akar salsify putih dapat tumbuh hingga sekitar 30 cm. Tanaman ini juga termasuk tumbuhan dua tahunan yang umumnya dipanen bagian akarnya pada tahun pertama.

2. Pilih Lokasi dengan Sinar Matahari yang Cukup

Salsify membutuhkan pencahayaan yang cukup agar pertumbuhannya berjalan optimal. Karena itu, pilih area pekarangan yang mendapatkan sinar matahari langsung dan tidak terlalu banyak terhalang bangunan maupun pohon besar.

Tanaman ini berasal dari kawasan beriklim sedang dan dikenal sebagai sayuran musim sejuk. Sehingga, perlu diperhatikan jika Anda ingin membudidayakannya di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

Untuk daerah dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk, peluang pertumbuhannya bisa lebih sesuai dibandingkan dataran rendah yang panas. Maka dari itu, sebaiknya lakukan penanaman percobaan terlebih dahulu untuk melihat respons tanaman terhadap kondisi lingkungan setempat.

Hindari lokasi yang selalu tergenang air setelah hujan. Salsify lebih menyukai tanah dengan drainase baik sehingga akar tidak mudah mengalami kerusakan akibat kondisi terlalu basah.

3. Siapkan Media Tanam yang Dalam dan Gembur

Salah satu hal terpenting dalam cara menanam salsify adalah menyiapkan media tanam yang cukup dalam. Berbeda dengan sayuran daun, tanaman ini mengembangkan akar utama yang memanjang ke bawah. Sehingga membutuhkan ruang tumbuh lebih luas.

Gunakan tanah yang gembur, ringan, dan tidak mudah memadat. Campuran tanah kebun, kompos matang, serta sedikit pasir dapat digunakan untuk membantu memperbaiki struktur media tanam Namun, selama campuran tersebut tetap mampu menyimpan kelembapan secukupnya.

Singkirkan batu, kerikil besar, dan sisa akar tanaman lain sebelum menanam. Benda-benda tersebut bisa menghalangi perkembangan akar sehingga bentuknya menjadi bercabang, bengkok, atau tidak beraturan.

Virginia Cooperative Extension menyarankan kedalaman tanah sekitar 18 inci atau 45 cm untuk tanaman salsify. Kebutuhan ini penting diperhatikan, terutama jika ingin mendapatkan akar yang panjang dan relatif lurus.

4. Tanam Benih Langsung ke Media Tanam

Setelah media tanam siap, proses berikutnya adalah menanam benih salsify. Sebaiknya gunakan benih yang masih segar karena kemampuan perkecambahannya dapat menurun seiring waktu penyimpanan.

Buat lubang atau alur tanam dengan kedalaman sekitar 1 cm. Letakkan benih secara tipis dan merata, kemudian tutup kembali menggunakan lapisan tanah halus.

Jika menanam di bedengan, berikan jarak antarbari sekitar 30 cm. Setelah bibit mulai tumbuh dan memiliki beberapa daun, lakukan penjarangan hingga jarak antartanaman sekitar 10 cm agar setiap akar memiliki ruang berkembang.

Menurut panduan RHS, benih salsify dapat membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk berkecambah. Prosesnya bisa berlangsung tidak seragam sehingga jangan terburu-buru menganggap benih gagal tumbuh jika belum muncul tunas dalam beberapa hari.

5. Lakukan Penyiraman secara Teratur

Salsify membutuhkan kelembapan tanah yang cukup, terutama ketika benih baru ditanam dan bibit masih berukuran kecil. Penyiraman perlu dilakukan secara teratur agar media tanam tidak terlalu kering selama proses perkecambahan.

Namun, bukan berarti tanaman harus terus-menerus disiram hingga tanah menjadi becek. Kondisi terlalu basah justru bisa mengganggu pertumbuhan akar dan meningkatkan risiko masalah pada tanaman.

Setelah tanaman tumbuh lebih kuat, penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Periksa bagian permukaan tanah sebelum kembali menyiram agar kebutuhan air tidak berlebihan.

RHS juga mengingatkan bahwa kekurangan air dalam periode kering dapat membuat akar salsify pecah atau menjadi lebih berserat. Oleh karena itu, menjaga kelembapan tanah tetap stabil menjadi salah satu kunci mendapatkan hasil panen yang baik.

6. Bersihkan Gulma dan Berikan Perawatan Secukupnya

Salsify termasuk tanaman yang pertumbuhannya relatif lambat, terutama ketika masih muda. Kondisi tersebut membuat bibit mudah kalah bersaing dengan gulma yang tumbuh di sekitarnya.

Karena itu, bersihkan rumput liar secara berkala agar tanaman tidak harus bersaing mendapatkan air, cahaya, dan unsur hara. Lakukan penyiangan dengan hati-hati, terutama di sekitar pangkal tanaman supaya akar yang mulai berkembang tidak terganggu.

Untuk membantu menjaga kelembapan tanah, tambahkan mulsa dari bahan organik yang sudah matang di sekitar tanaman. Pastikan mulsa tidak menumpuk langsung pada pangkal batang.

Pemupukan juga perlu dilakukan secara bijak. Gunakan kompos matang atau pupuk sesuai kebutuhan tanah. Hindari pemberian pupuk kandang yang masih segar atau terlalu banyak bahan organik yang belum terurai karena dapat membuat akar tumbuh bercabang dan tidak beraturan.

RHS menyebutkan bahwa salsify sebenarnya tidak membutuhkan banyak perawatan setelah tumbuh dengan baik. Fokus utamanya adalah menjaga area tetap bebas gulma, mempertahankan kelembapan, dan melindungi bibit muda dari siput maupun bekicot.

7. Panen Akar Salsify dengan Hati-Hati

Setelah melalui proses pertumbuhan selama beberapa bulan, salsify akhirnya bisa dipanen. Waktu panen bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, dan perkembangan tanaman.

Panduan Virginia Cooperative Extension memperkirakan tanaman salsify membutuhkan sekitar 120–150 hari hingga matang. Namun, angka tersebut berasal dari panduan budidaya di wilayah beriklim berbeda sehingga waktu panen di Indonesia perlu disesuaikan dengan hasil pengamatan tanaman.

Sebelum mencabutnya, perhatikan ukuran akar dan kondisi daun. Jika akar sudah berkembang dengan baik, gunakan garpu kebun untuk menggemburkan tanah di sekelilingnya.

Jangan langsung menarik bagian batang karena akar salsify cukup panjang dan mudah patah. Angkat perlahan dari bagian bawah tanah hingga seluruh akar berhasil dikeluarkan.

Setelah dipanen, bersihkan tanah yang menempel dan simpan akar di tempat sejuk. Jika ingin mempertahankan kualitasnya lebih lama, akar dapat disimpan dalam kondisi dingin dengan kelembapan yang sesuai.

Menariknya, akar salsify bisa diolah menjadi berbagai hidangan. Kulitnya cukup keras dan dapat mengeluarkan getah lengket ketika masih mentah. Karena itu, RHS menyarankan memasaknya terlebih dahulu sebelum dikupas agar proses pengolahannya lebih mudah.

8. Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menanam Salsify

1. Apakah salsify bisa ditanam di Indonesia?

Bisa dicoba, terutama di daerah dataran tinggi yang memiliki suhu lebih sejuk. Namun, karena salsify merupakan sayuran musim sejuk, hasil pertumbuhannya di dataran rendah tropis belum tentu optimal.

2. Berapa lama salsify bisa dipanen?

Salsify umumnya membutuhkan sekitar 120–150 hari untuk mencapai kematangan, bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya.

3. Apakah salsify bisa ditanam di pot?

Bisa. Gunakan pot besar dengan kedalaman dan lebar minimal sekitar 30 cm, serta media tanam yang gembur. Namun, wadah yang lebih dalam akan memberikan ruang lebih baik bagi akar untuk berkembang.

4. Apa perbedaan salsify dan wortel?

Keduanya sama-sama sayuran akar, tetapi berasal dari keluarga tanaman yang berbeda. Salsify putih memiliki nama ilmiah Tragopogon porrifolius, sedangkan wortel dikenal sebagai Daucus carota. Salsify memiliki akar berwarna putih krem dan rasa yang sering digambarkan menyerupai tiram setelah dimasak.

5. Mengapa akar salsify bisa tumbuh bercabang?

Penyebabnya bisa berupa tanah yang terlalu padat, adanya batu atau penghalang di dalam media tanam, serta penggunaan pupuk kandang segar. Karena itu, tanah perlu diolah cukup dalam sebelum benih ditanam.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending