Kapanlagi.com - Kl Lovers, siapa nih yang tertarik menggunakan roster di rumah karena tampilannya estetik dan bisa membuat hunian terasa lebih unik? Namun, jangan sampai hanya mengejar tampilan, karena kesalahan memasang roster yang bikin rumah jadi panas dan gelap justru bisa membuat kenyamanan di rumah terganggu. Pemasangan yang kurang tepat dapat membuat sirkulasi udara tidak maksimal dan cahaya alami yang masuk pun menjadi terbatas.
Perlu Kl Lovers ketahui, roster bukan cuma berfungsi sebagai pemanis dinding. Elemen berlubang ini juga punya peran penting dalam membantu mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah. Jika ukuran lubang, posisi pemasangan, hingga arah datangnya angin tidak diperhitungkan dengan baik, roster justru bisa menghambat udara dan membuat ruangan terasa lebih pengap serta panas.
Karena itu, jangan asal memasang roster hanya karena melihat desainnya yang cantik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari posisi dinding, arah bangunan, pemilihan material, hingga pola pemasangannya. Lantas, apa saja kesalahan memasang roster yang bikin rumah jadi panas dan gelap? Yuk, Kl Lovers, simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (8/8/2026).
Advertisement
Kesalahan paling umum adalah memasang dinding roster secara masif di bagian depan rumah, tetapi menutup rapat sisi belakang atau samping bangunan. Dalam fisika bangunan, udara tidak akan bisa mengalir masuk jika tidak ada jalur untuk keluar, fenomena ini sering menggagalkan prinsip cross ventilation (ventilasi silang).
Memasang roster pada dinding yang menghadap langsung ke Barat atau Timur tanpa perlindungan tambahan (overstek/kanopi) adalah resep bencana kenyamanan termal. Sinar matahari sore yang rendah akan menembus lubang roster secara tegak lurus, membawa serta radiasi panas yang ekstrem.
Tidak semua roster diciptakan sama; beberapa model memiliki lubang hiasan yang sangat kecil sehingga rasio bukaan efektifnya di bawah 20%. Memilih model seperti ini untuk dinding utama akan memblokir sebagian besar cahaya dan angin.
Banyak orang hanya memasang roster di level ketinggian tubuh manusia (jendela), tetapi lupa memasangnya di area dekat plafon (sopiman). Padahal, udara panas memiliki massa jenis ringan dan selalu bergerak naik ke atas.
Kesalahan ini sering tidak disadari; dinding roster sudah terpasang benar, tetapi di depannya diletakkan lemari tinggi, partisi masif, atau gorden tebal yang permanen.
Menggunakan roster beton yang sangat tebal dan padat di area yang terpapar matahari seharian bisa menjadi bumerang. Beton memiliki massa termal tinggi, yang berarti ia menyerap panas di siang hari dan melepaskannya perlahan ke dalam rumah saat malam hari.
Seringkali roster dipasang tanpa memikirkan musim hujan dan polusi. Akibatnya, penghuni akhirnya menutup lubang roster dengan mika atau kaca secara permanen karena tidak tahan air hujan dan debu.
Apakah dinding roster aman dari nyamuk dan serangga?
Secara alami roster memiliki lubang yang bisa dilewati serangga. Solusi terbaik adalah memasang kawat nyamuk (mosquito net) berbahan fiberglass atau stainless steel di sisi dalam dinding roster. Kawat ini tetap memungkinkan udara dan cahaya masuk, namun efektif menahan nyamuk dan debu kasar agar tidak masuk ke dalam rumah.
Bolehkah roster dijadikan dinding pemikul beban (struktur utama)?
Tidak disarankan. Mayoritas roster, terutama roster keramik dan beton dekoratif, didesain sebagai dinding partisi (non-structural). Menjadikannya tumpuan beban atap lantai 2 sangat berbahaya dan berisiko ambruk saat gempa. Selalu gunakan kolom praktis dan balok beton bertulang sebagai bingkai penguat di sekeliling susunan roster untuk keamanan jangka panjang.
Mana yang lebih baik untuk rumah sejuk, roster beton atau roster tanah liat?
Untuk iklim tropis yang panas, roster tanah liat (terakota) umumnya lebih unggul karena sifat materialnya yang tidak menyimpan panas sebanyak beton (insulasi lebih baik). Namun, roster beton lebih kuat dan tahan cuaca ekstrem. Pilihan terbaik bergantung pada posisi dinding: gunakan tanah liat untuk area yang terkena matahari langsung, dan beton untuk area fasad yang membutuhkan kekokohan ekstra.
(kpl/ibr)