Kapanlagi.com - Bagaimana jika barang bekas di rumah bisa disulap menjadi celengan unik yang tidak hanya membantu kebiasaan menabung, tetapi juga berpotensi dijual di marketplace? Faktanya, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan hanya sebagian kecil yang benar-benar didaur ulang.
Membuat celengan dari barang bekas adalah langkah kecil yang menyenangkan untuk turut mengurangi timbunan sampah sekaligus mengasah kreativitas.
Advertisement
Tren upcycling — mengubah barang bekas menjadi produk bernilai lebih tinggi — terus berkembang di Indonesia. Komunitas kerajinan daur ulang di media sosial semakin aktif, dan produk buatan tangan dari bahan daur ulang kini dicari konsumen yang peduli lingkungan.
Dilansir dari The Jakarta Post, Indonesia merupakan kontributor sampah plastik laut terbesar kelima di dunia, sehingga setiap upaya daur ulang — sekecil apa pun — membawa dampak positif. Sementara itu, berdasarkan data World Bank, sekitar 4,9 juta ton sampah plastik Indonesia tidak terkelola dengan baik setiap tahunnya. Momen sekarang adalah waktu paling tepat untuk memulai, karena bahan baku tersedia gratis di sekeliling rumah.
Sebagaimana dikutip dari CNN, riset terbaru menemukan bahwa berkegiatan seni dan kerajinan tangan memiliki manfaat kesehatan mental yang setara dengan dampak positif dari memiliki pekerjaan. Dr. Frank Clark, psikiater di Prisma Health, dikutip dari CNN menyatakan, "Semua bentuk seni bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental. Manfaatnya termasuk peningkatan harga diri, pengurangan kecemasan dan stres, peningkatan komunikasi, dan pengembangan kreativitas."
Dr. Daisy Fancourt, peneliti di jaringan kesehatan mental UCL MARCH, dikutip dari Crafts Council UK menyatakan, "Aktivitas kultural mendorong gerakan lembut, mengurangi isolasi sosial, dan menurunkan hormon stres seperti kortisol." Aktivitas repetitif seperti menggunting, mengecat, dan merekatkan bahan saat membuat celengan membantu pikiran masuk ke kondisi flow — keadaan fokus mendalam yang menenangkan.
Membuat kerajinan tangan melatih problem solving, koordinasi tangan-mata, dan kreativitas. Bagi anak-anak, aktivitas ini juga menjadi sarana belajar menabung yang menyenangkan dan mengajarkan konsep delayed gratification secara nyata.
Celengan custom dari bahan bekas bisa dijual di Tokopedia, Shopee, atau bazar sekolah. Dengan modal bahan di bawah Rp 20.000, celengan hias bisa dipasarkan mulai Rp 25.000–75.000 per unit tergantung desain dan tingkat detail.
Alat/BahanEstimasi Harga (Rp)Sumber Botol plastik bekas 500 ml–1 literGratisDapur rumah Kaleng bekas (susu/keripik)GratisDapur rumah Kardus bekasGratisSisa paket belanja daring Gunting atau cutter tajamRp 10.000–25.000Toko ATK / Shopee Lem tembak + isi ulangRp 20.000–45.000Tokopedia / toko bangunan Cat akrilik (set kecil)Rp 15.000–35.000Tokopedia / Gramedia Kain flanel (beragam warna)Rp 3.000–5.000/lembarShopee / toko kain Mata boneka, pita, stikerRp 5.000–15.000Shopee Spidol permanenRp 5.000–10.000Toko ATK
Baca juga: Cara Menggunakan Lem Tembak untuk Proyek Kreatif
Pilih botol plastik bekas ukuran 500 ml hingga 1 liter — semakin besar botolnya, semakin banyak uang yang bisa dikumpulkan. Cuci botol dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan label dan sisa minuman, lalu keringkan sempurna. Untuk kaleng bekas, pastikan tidak ada sisi yang tajam dan bersihkan sisa makanan dengan menyeluruh.
Baca juga: Cara Menggunakan Perekat dalam Botol untuk Hasil Rekatan Kuat
Dengan menggunakan cutter tajam, buat slot berukuran sekitar 0,5 x 5 cm di bagian tengah atas botol saat diposisikan menyamping. Pastikan lubang cukup lebar untuk uang kertas yang dilipat dan koin, tetapi tidak terlalu besar agar koin tidak mudah jatuh keluar. Untuk keamanan, haluskan tepi potongan menggunakan kertas amplas halus agar tidak melukai jari.
Penting: Proses pemotongan harus dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak hanya dilibatkan pada tahap menghias dan merakit.
Posisikan botol secara horizontal dengan tutup botol sebagai "kepala". Rekatkan empat tutup botol bekas di bagian bawah sebagai kaki menggunakan lem tembak. Pastikan posisi slot koin berada di atas dan empat kaki menapak rata agar celengan bisa berdiri stabil.
Lapisi seluruh permukaan botol dengan cat akrilik berwarna dasar — misalnya merah muda untuk celengan berbentuk babi, atau cokelat untuk beruang. Cat akrilik merupakan pilihan terbaik karena mudah menempel pada plastik dan tersedia dalam berbagai warna. Oleskan dalam lapisan tipis dan biarkan mengering sempurna sebelum menambahkan lapisan kedua untuk hasil yang lebih merata.
Baca juga: Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Bekas yang Mudah
Inilah bagian paling menyenangkan. Gunting kain flanel menjadi bentuk telinga, tambahkan mata boneka dengan lem tembak, dan gambar lubang hidung pada tutup botol menggunakan spidol permanen. Untuk ekor khas celengan babi, lilitkan kawat bulu (pipe cleaner) membentuk spiral dan tempelkan di bagian bawah botol.
Variasi karakter yang bisa dibuat: bentuk kucing, kelinci, kura-kura dari spons, atau bahkan mobil dari dua botol yang digabungkan. Bebaskan anak memilih karakter favoritnya untuk membangun rasa kepemilikan terhadap celengan.
Mengacu pada panduan kerajinan dari Instructables, salah satu fitur cerdas yang bisa ditambahkan adalah sistem buka-tutup tanpa merusak celengan. Caranya, potong botol menjadi dua bagian dengan sedikit tumpang tindih, sehingga bagian kepala bisa dimasukkan ke bagian badan dan dilepas saat ingin mengambil uang. Untuk celengan yang ingin lebih awet, lapisi dengan satu lapis clear coat agar cat tidak mudah terkelupas.
Masukkan beberapa koin untuk menguji kestabilan celengan. Pastikan kaki menopang dengan kokoh dan slot koin berfungsi lancar. Letakkan celengan di meja belajar anak atau di tempat yang terlihat agar menjadi pengingat harian untuk menyisihkan uang.
PeriodeTarget Minggu 1Buat celengan pertama (bentuk dasar sederhana) Bulan 1Kuasai 3 model berbeda (babi, kucing, kura-kura) Bulan 3Eksplorasi bahan baru (kaleng, kardus, toples) dan teknik decoupage Bulan 6Siap jual di marketplace atau bazar sekolah
Baca juga: Ide Bisnis Kerajinan dari Kaleng Bekas yang Anti Mainstream
Professor Susan Luckman dari University of South Australia, dikutip dari Sew n Sew menyatakan, "Dengan apa yang semakin disebut sebagai 'mindfulness' menjadi kualitas yang sangat diinginkan banyak orang, tidak mengherankan jika kerajinan tangan dicari karena manfaat mental dan bahkan fisiknya."
Di Indonesia, komunitas ibu rumah tangga di platform Lemon8 dan TikTok telah aktif membagikan tutorial celengan dari galon bekas, toples, hingga kaleng susu. Salah satu kreator yang konsisten membagikan ide celengan custom adalah akun @Keyme di Lemon8, yang membuat celengan dari bahan daur ulang dengan konsep anti maling — disimpan di wadah tak terlihat agar tidak tergoda membongkarnya.
Dini Trisyanti, Direktur Sustainable Waste Indonesia, dikutip dari Green Network Asia menyatakan, "Kolaborasi lintas sektor diperlukan, termasuk edukasi konsumen dalam memilah sampah dari sumbernya."
KomponenBiaya per Bulan (Rp) Bahan bekas (botol, kaleng, kardus)Gratis Cat akrilik dan kuas15.000–35.000 Kain flanel (5 lembar)15.000–25.000 Lem tembak + isi ulang10.000–20.000 Aksesoris (mata boneka, pita)10.000–20.000 Total Modal Bulanan Rp 50.000–100.000
Dengan modal tersebut, Anda bisa memproduksi 10–15 celengan per bulan. Jika dijual dengan harga Rp 25.000–75.000 per unit, potensi omzet mencapai Rp 250.000–1.125.000 per bulan — asumsi konservatif.
Estimasi waktu untuk mulai menghasilkan: 1–2 bulan jika konsisten memproduksi dan memasarkan secara daring. Kunci sukses terletak pada pemilihan micro-niche — misalnya fokus pada celengan karakter kartun anak atau celengan target pernikahan.
Untuk pemula, satu celengan sederhana bisa diselesaikan dalam 30–60 menit, termasuk proses mengecat dan mengeringkan. Celengan dengan detail karakter yang lebih rumit mungkin memerlukan 1–2 jam, terutama jika menggunakan kain flanel dan banyak aksesoris. Seiring meningkatnya keterampilan, waktu pengerjaan akan semakin efisien.
Aman, dengan catatan proses pemotongan botol dan penggunaan cutter dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak bisa dilibatkan pada tahap mengecat, menempel, dan menghias. Pastikan tepi potongan sudah dihaluskan, dan gunakan cat berbasis air (water-based) yang tidak beracun. Untuk anak di bawah 5 tahun, hindari penggunaan aksesoris kecil yang bisa tertelan.
Botol plastik bekas air mineral ukuran 500 ml–1 liter adalah bahan paling mudah dan aman untuk pemula karena ringan, mudah dipotong, dan mudah dihias. Toples plastik bekas selai juga pilihan bagus karena sudah memiliki tutup yang bisa dibuka-tutup. Setelah lebih terampil, Anda bisa bereksperimen dengan kaleng bekas dan kardus tebal untuk desain yang lebih kompleks.
Baca juga: Cara Menghemat Sumber Daya Alam untuk Kehidupan Berkelanjutan
Membuat celengan dari barang bekas bukan sekadar proyek kerajinan tangan — ini adalah langkah nyata menuju kebiasaan menabung, gaya hidup berkelanjutan, dan bahkan peluang penghasilan tambahan dari rumah. Ambil satu botol bekas di dapur Anda sekarang, siapkan gunting dan cat, dan biarkan kreativitas mengalir. Saat celengan pertama Anda berdiri tegak di atas meja — penuh warna, penuh karakter, dan siap diisi koin pertama — Anda akan tahu bahwa langkah kecil ini membawa arti besar.
Baca juga: Cara Membuat Diorama Sederhana untuk Pemula
Daftar Referensi
(kpl/fed)