Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Cepat, dari Bahan Alami hingga Tindakan Dokter
cara menghilangkan sakit gigi (h)
Sakit gigi bisa datang tiba-tiba dan langsung mengganggu makan, tidur, serta konsentrasi. Cara menghilangkan sakit gigi yang paling cepat biasanya adalah berkumur air garam hangat, mengompres pipi dengan es, dan minum obat pereda nyeri.
Selain itu, bahan alami seperti bawang putih, cengkeh, dan jahe juga bisa meredakan nyeri untuk sementara. Perlu diingat, cara menghilangkan sakit gigi ini hanya bersifat pertolongan awal sebelum Anda memeriksakan diri ke dokter gigi.
Dilansir dari Healthline, berkumur air garam dan mengompres dingin secara rutin umumnya cukup untuk meredakan iritasi ringan, tetapi sakit gigi yang lebih serius memerlukan penanganan dari dokter gigi. Karena itu, kenali dulu ragam penanganannya, termasuk cara mengobati sakit gigi secara alami yang bisa dicoba di rumah.
Advertisement
1. Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Bahan Alami di Rumah
Ketika nyeri menyerang di malam hari atau saat klinik tutup, ada beberapa cara menghilangkan sakit gigi menggunakan bahan yang mudah ditemukan di dapur. Bahan-bahan ini bekerja dengan menenangkan peradangan, melawan bakteri, atau memberi efek mati rasa ringan pada area yang sakit.
Mengacu pada Mayo Clinic, sebelum ke dokter Anda bisa berkumur dengan air hangat dan memakai benang gigi untuk mengangkat sisa makanan, tetapi jangan menempelkan aspirin langsung ke gusi karena dapat melukai jaringan gusi.
Kumur air garam hangat: Air garam adalah disinfektan alami yang membantu melonggarkan sisa makanan di sela gigi; larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat lalu kumur sekitar 30 detik. Cara ini juga membantu meredakan luka mulut seperti sariawan.
Kompres dingin: Menempelkan kompres dingin selama 15 sampai 20 menit membantu mengecilkan pembuluh darah sehingga mengurangi pembengkakan dan nyeri. Bungkus es dengan kain bersih, lalu tempelkan pada pipi di sisi gigi yang sakit, dan ulangi bila perlu.
Bawang putih: Senyawa allicin pada bawang putih bersifat antibakteri, dan selain melawan bakteri, bawang putih juga berperan sebagai pereda nyeri. Tumbuk satu siung, beri sedikit garam, lalu oleskan pada gigi yang sakit.
Minyak cengkeh: Cengkeh bersifat antiseptik sehingga berguna mengurangi peradangan dan nyeri. Teteskan minyak cengkeh pada kapas lalu tempelkan ke area yang sakit. Efek matinya bahkan dinilai sebanding dengan benzokain, bahan pemati rasa pada gel sakit gigi. Kandungan eugenol inilah kuncinya.
Jahe: Jahe memiliki sifat antiradang; jahe dinilai dapat memperbaiki kesehatan mulut berkat sifat antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, dan antibakterinya. Kunyah potongan kecil jahe segar atau minum teh jahe hangat.
Teh peppermint: Teh peppermint dapat memberi efek sejuk dan menenangkan serta memiliki sifat antiradang; kantong teh yang sudah diseduh juga bisa dijadikan kompres pada area yang sakit. Pastikan suhunya hangat, bukan panas, agar tidak memperparah nyeri.
Daun jambu biji: Daun jambu biji mengandung zat antiradang dan antimikroba yang membantu meredakan nyeri sekaligus menekan bakteri di mulut. Kunyah perlahan daun yang sudah dicuci bersih, atau rebus dan gunakan air rebusannya untuk berkumur.
Gel lidah buaya: Gel lidah buaya memiliki sifat antibakteri dan menenangkan yang dapat membantu meredakan nyeri pada gusi. Oleskan gel murni ke area gigi dan gusi yang bermasalah.
Baca juga: Khasiat kencur hitam sebagai obat alami sakit gigi
2. Cara Menghilangkan Sakit Gigi dengan Obat dan Tindakan Medis
Jika nyeri tergolong berat atau tidak reda dengan bahan alami, cara menghilangkan sakit gigi berikutnya adalah menggunakan obat serta tindakan medis. Sebagian obat bisa dibeli bebas di apotek, sementara tindakan lain harus dilakukan dokter gigi sesuai penyebabnya.
Sebagaimana dikutip dari Colgate, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dapat menurunkan peradangan, sedangkan paracetamol bekerja sebagai pereda nyeri dan penurun demam tetapi tidak mengatasi peradangan.
Obat pereda nyeri: OAINS sebaiknya tidak dipakai lebih dari 10 hari tanpa konsultasi dokter. Ikuti dosis pada kemasan dan tanyakan ke dokter bila ingin mengombinasikan dua jenis obat. Simak pula panduan obat sakit gigi seperti puyer agar pemakaiannya tetap aman.
Kumur larutan hidrogen peroksida: Berkumur dengan larutan hidrogen peroksida 3 persen yang dicampur air dengan perbandingan sama dapat membantu membunuh bakteri serta mengurangi nyeri dan peradangan. Jangan ditelan, dan bilas mulut dengan air bersih setelahnya.
Gel pereda nyeri (benzokain): Merujuk laporan MedicineNet, sebagian gel anestesi yang dijual bebas dan mengandung benzokain dapat membuat mulut mati rasa sementara sehingga meredakan sakit gigi untuk waktu singkat. Gunakan seperlunya dan hindari pemberian pada anak tanpa anjuran dokter.
Bersihkan sela gigi dengan benang gigi: Sisa makanan yang terjepit bisa memperparah iritasi. Gunakan benang gigi secara perlahan untuk mengangkatnya sebelum berkumur.
Penambalan gigi: Bila penyebabnya gigi berlubang, dokter biasanya membuang bagian yang rusak lalu menambalnya. Tambalan menutup jalan masuk bakteri sehingga nyeri tidak mudah kambuh.
Perawatan saluran akar: Jika infeksi sudah mencapai saraf gigi, dokter akan mengangkat jaringan yang terinfeksi, membersihkan saluran akar, lalu menutupnya rapat agar gigi asli tetap bisa dipertahankan.
Pencabutan gigi: Pada abses atau kerusakan parah, dokter dapat meresepkan antibiotik, melakukan perawatan saluran akar, atau mencabut gigi. Pencabutan menjadi pilihan terakhir bila gigi tidak dapat diselamatkan.
Scaling karang gigi: Pembersihan karang gigi secara rutin menghilangkan sumber bakteri di garis gusi sekaligus mencegah nyeri berulang.
Baca juga: Cara menggunakan baking soda untuk membersihkan gigi
3. Penyebab Sakit Gigi yang Perlu Diwaspadai
Memahami sumber nyeri akan memudahkan penanganan yang tepat. Daniel Weinstein, chief dental officer di ProHealth Dental, dikutip dari Yahoo Health, menjelaskan, "Ujung-ujung saraf di dalam pulpa sangat sensitif terhadap rasa sakit."
Ricky Marshall, dokter gigi pemilik Stratland Dental, dikutip dari Yahoo Health, menambahkan, "Gigi kita memiliki saraf hidup di dalamnya yang sensitif terhadap rangsangan, sehingga rangsangan negatif apa pun seperti trauma, infeksi, atau kerusakan akan memicu respons peradangan pada saraf tersebut."
Berikut beberapa penyebab sakit gigi yang paling sering ditemukan:
Gigi berlubang: Bakteri di mulut memakan gula dari makanan dan menghasilkan asam yang mengikis email hingga saraf gigi terekspos.
Infeksi atau abses gigi: Kantong nanah akibat infeksi bakteri di sekitar akar gigi menimbulkan nyeri tajam dan berdenyut.
Gigi retak atau patah: Gigi yang retak akibat benturan atau kebiasaan menggigit benda keras dapat memicu nyeri; simak pula cara memperbaiki gigi keropos.
Penyakit gusi: Gingivitis dan periodontitis membuat gusi meradang, bengkak, dan mudah berdarah.
Gigi sensitif: Email yang menipis membuat gigi ngilu terhadap makanan atau minuman panas dan dingin.
Gigi bungsu tumbuh: Gigi bungsu yang impaksi dan tidak memiliki ruang untuk tumbuh sering menekan gigi di sebelahnya.
Bruksisme: Kebiasaan menggemeretakkan gigi, terutama saat tidur, mengikis email; untuk kasus ini dokter dapat menyarankan pelindung gigi (mouthguard).
Gangguan sinus dan sendi rahang: Tekanan sinus maupun gangguan sendi temporomandibular (TMJ) kadang dirasakan sebagai sakit gigi.
Baca juga: Cara memperbaiki gigi renggang secara alami dan medis
4. Cara Mencegah Sakit Gigi dan Kapan Harus ke Dokter
Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta berfluoride, membatasi makanan manis, minum cukup air, dan memeriksakan gigi setiap enam bulan menjadi fondasi kesehatan mulut. Sienna Palmer, dokter gigi di Meridien Dental, dikutip dari Sensodyne, menyampaikan, "Rutinitas kebersihan mulut terbaik mencakup flossing, berkumur, dan menyikat gigi selama dua menit dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut, sebaiknya sikat elektrik." Anda juga bisa mempertimbangkan siwak sebagai pembersih alami tambahan.
Membersihkan sela gigi tidak kalah penting daripada menyikat permukaannya. Sivan Finkel, profesor kedokteran gigi di New York University College of Dentistry, dikutip dari WebMD, menuturkan, "Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi menyebabkan peradangan gusi dan kerusakan gigi. Flossing adalah satu-satunya cara mengangkatnya, karena sikat gigi tidak bisa menjangkau sela-sela gigi." Selain itu, orang yang merokok berisiko sekitar dua kali lipat mengalami abses dibandingkan yang tidak merokok, sehingga berhenti merokok sangat dianjurkan. Menjaga napas tetap segar dan bebas bau mulut juga menjadi tanda mulut yang sehat.
Meski banyak nyeri bisa diredakan di rumah, jangan menunda kunjungan ke dokter. Alice Hoang, dokter gigi di Brooklyn Mint Dental, dikutip dari Yahoo Health, mengingatkan, "Pengobatan rumahan sering kali hanya menjadi penutup sementara atas masalah yang justru bisa memburuk dan menjadi lebih rumit untuk ditangani." Segera periksakan diri bila nyeri berlangsung lebih dari dua hari atau disertai demam, bengkak, sulit membuka mulut, serta keluarnya nanah.
Sebagaimana dilaporkan Cleveland Clinic, nyeri gigi hebat yang disertai demam dan menggigil termasuk kondisi darurat, dan meski jarang, infeksi di mulut dapat menyebar ke area lain termasuk otak dan aliran darah. Karena itu, jadikan bahan alami maupun obat sebagai cara menghilangkan sakit gigi yang bersifat sementara, bukan pengganti pemeriksaan menyeluruh dari dokter gigi.
Baca juga: Cara memutihkan gigi secara alami dan mudah
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sakit Gigi
Bagaimana cara menghilangkan sakit gigi dengan cepat?
Untuk meredakan nyeri dengan cepat, kumur air garam hangat, tempelkan kompres dingin ke pipi, lalu minum obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis. Cara ini sifatnya sementara, jadi tetap periksakan gigi ke dokter untuk mengatasi akar masalahnya.
Kenapa sakit gigi terasa lebih parah pada malam hari?
Saat berbaring, aliran darah ke kepala dan area gigi meningkat sehingga tekanan pada saraf yang meradang terasa lebih kuat. Minimnya aktivitas di malam hari juga membuat perhatian lebih terfokus pada rasa nyeri.
Apakah sakit gigi bisa sembuh dengan sendirinya?
Nyeri ringan akibat iritasi sementara pada gusi kadang mereda sendiri dalam satu hingga dua hari. Namun, bila penyebabnya gigi berlubang, infeksi, atau abses, sakit gigi tidak akan sembuh tanpa perawatan dari dokter gigi.
Daftar Referensi
- Healthline. Home Remedies for Toothache. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/home-remedies-for-toothache
- Mayo Clinic. Toothache: First aid. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628
- Cleveland Clinic. Toothache: Symptoms, Causes and Remedies. Diakses pada 28 September 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10957-toothache
- Colgate. Toothache Medicine: What Are Your Options? Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.colgate.com/en-sa/oral-health/adult-oral-care/toothache-medicine-options-1117
- MedicineNet. What Is the Fastest Way to Stop a Toothache at Home? Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.medicinenet.com/fastest_way_to_stop_a_toothache_at_home/article.htm
(kpl/phi)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
