15 Cara Menyembuhkan Sariawan dengan Cepat, dari Bahan Alami hingga Obat Medis

15 Cara Menyembuhkan Sariawan dengan Cepat, dari Bahan Alami hingga Obat Medis
cara menyembuhkan sariawan (h)

Sariawan adalah luka kecil berwarna putih atau kuning di dalam mulut yang membuat aktivitas makan dan berbicara terasa perih. Cara menyembuhkan sariawan yang paling dasar meliputi berkumur air garam, mengoleskan madu, serta menjaga kebersihan mulut.

Selain bahan alami, kamu bisa memakai obat kumur antiseptik, gel pereda nyeri, dan mencukupi asupan vitamin B12, zat besi, serta zinc. Dengan perawatan yang tepat, cara menyembuhkan sariawan umumnya membuat luka mereda dalam satu hingga dua minggu.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sariawan merupakan luka yang tidak menular dan biasanya hilang dalam waktu sekitar dua minggu bahkan tanpa pengobatan. Stres dan cedera ringan di dalam mulut menjadi pemicu yang mungkin, sehingga fokus penanganan adalah meredakan nyeri sekaligus mempercepat penyembuhan.

1. Cara Menyembuhkan Sariawan dengan Bahan Alami

Banyak orang lebih dulu melirik isi dapur ketika mulut mulai terasa perih. Bahan-bahan sederhana ini menjadi cara menyembuhkan sariawan yang murah karena bekerja meredakan peradangan, menekan bakteri, dan melindungi jaringan luka agar cepat menutup.

  1. Berkumur Air Garam: Larutkan satu sendok teh garam ke dalam setengah cangkir air hangat, lalu berkumur selama 15-30 detik dan buang airnya. Kumur air garam membantu membersihkan luka, meredakan peradangan, dan bisa dilakukan tiga sampai empat kali sehari.

  2. Berkumur Larutan Soda Kue: Campurkan satu sendok teh soda kue dengan setengah cangkir air hangat untuk berkumur, atau buat pasta tipis untuk dioleskan ke luka. Soda kue membantu menetralkan asam di mulut, mengurangi bengkak, dan meredakan nyeri.

  3. Mengoleskan Madu: Oleskan madu pada luka beberapa kali sehari, terutama sebelum makan. Sebaiknya pilih madu murni karena madu mentah dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, sekaligus bakteri sekaligus.

  4. Mengoleskan Minyak Kelapa: Ambil sedikit minyak kelapa dengan kapas bersih dan oleskan ke area yang sariawan beberapa kali sehari. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba minyak kelapa membantu meredakan nyeri, perih, serta kemerahan.

  5. Mengonsumsi Yogurt: Konsumsi yogurt tawar yang mengandung probiotik hidup untuk menyeimbangkan bakteri baik di mulut. Tekstur lembutnya juga menenangkan, sebab makanan dingin dan hambar seperti yogurt membuat area luka terasa lebih nyaman saat makan. Pilihan greek yogurt yang tinggi protein bisa jadi alternatif.

  6. Kompres Teh Chamomile: Rendam kantong teh chamomile dalam air hangat, dinginkan sebentar, lalu tempelkan ke luka selama beberapa menit. Kandungan senyawa antiradangnya dipercaya menenangkan dan mempercepat pemulihan sariawan.

  7. Mengoleskan Gel Lidah Buaya: Oleskan sedikit gel lidah buaya murni langsung ke luka untuk memberi efek sejuk. Gel lidah buaya dikenal sebagai tanaman pertolongan pertama yang dapat mempercepat penyembuhan dan menenangkan luka sariawan.

Kevin Fernandez, MD, dokter residen di Newark Beth Israel Medical Center, dikutip dari SingleCare menyatakan, "Salah satu pengobatan alami favorit saya adalah kompres teh chamomile; chamomile memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang membantu penyembuhan luka."

Baca juga: Panduan mengenali ciri-ciri madu asli yang wajib diketahui

Baca juga: Cara memilih yogurt berlabel live and active cultures

Baca juga: Cara membuat yogurt rumahan yang praktis dan terjangkau

2. Cara Menyembuhkan Sariawan dengan Obat dan Perawatan Medis

Cara menyembuhkan sariawan tidak selalu berhenti pada bahan dapur, terutama bila luka terasa sangat nyeri atau berukuran besar. Sejumlah produk medis yang dijual bebas dapat mempercepat pemulihan sekaligus menahan rasa sakit selama luka menutup.

Robert Goepp, D.D.S., Ph.D., profesor di University of Chicago Medical Center, dikutip dari University of Pittsburgh menyatakan, "Tidak ada yang menempel dengan baik pada kulit di dalam mulut, dan itu tempat dengan bakteri terbanyak di tubuh."

  1. Obat Kumur Antiseptik Tanpa Alkohol: Obat kumur yang mengandung chlorhexidine dapat mencegah kuman menyebar dan memperparah sariawan serta menghindari peradangan lebih lanjut. Hindari obat kumur beralkohol karena bisa mengiritasi luka.

  2. Gel atau Salep Pereda Nyeri: Oleskan gel khusus sariawan untuk melapisi luka. Obat kumur atau gel bebas untuk sariawan biasanya mengandung lidokain yang membantu meredakan nyeri, dan produk berbahan benzokain juga bisa membuat area luka mati rasa sesaat.

  3. Larutan Hidrogen Peroksida: Campurkan air dan hidrogen peroksida 3 persen dengan takaran sama, lalu oleskan ke luka menggunakan kapas bersih untuk membantu mengurangi bakteri di sekitar sariawan.

  4. Susu Magnesia (Magnesium Hidroksida): Susu magnesia dapat menetralkan asam di mulut yang mengiritasi sariawan sekaligus meredakan nyeri; oleskan sedikit ke luka dengan cotton bud beberapa kali sehari.

  5. Kompres Es Batu: Tempelkan potongan kecil es batu perlahan ke luka untuk membuat area tersebut kebal sementara terhadap rasa nyeri, sehingga makan dan minum jadi lebih nyaman.

  6. Obat Resep dari Dokter: Bila sariawan membandel, dokter bisa memberi penanganan lebih lanjut. Agen topikal seperti antiseptik lokal, NSAID, dan kortikosteroid, serta obat kumur chlorhexidine atau lozenges steroid umumnya diresepkan untuk meredakan gejala.

3. Cara Menyembuhkan Sariawan Lewat Perbaikan Nutrisi

Terkadang, sariawan yang sering muncul menandakan tubuh sedang kekurangan zat gizi tertentu. Memperbaiki asupan harian merupakan bagian penting dari cara menyembuhkan sariawan sekaligus menekan risiko luka datang berulang.

Penelitian menunjukkan bahwa defisiensi asam folat, zinc, atau zat besi kerap dikaitkan sebagai pemicu sariawan. Sebuah uji coba selama enam bulan bahkan mendapati kelompok yang mengonsumsi vitamin B12 mencapai remisi jauh lebih tinggi dibanding kelompok plasebo, sehingga pemenuhan gizi sangat berperan dalam pemulihan.

  1. Cukupi Vitamin B12: Perbanyak sumber vitamin B12 seperti telur, ikan, dan produk susu. Kekurangan vitamin B12 paling sering dikaitkan dengan sariawan yang berulang.

  2. Penuhi Zat Besi: Konsumsi daging merah, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Zat besi mendukung transpor oksigen dalam darah sementara zinc membantu perbaikan jaringan yang rusak akibat luka.

  3. Tambah Asupan Folat: Folat bisa diperoleh dari kacang-kacangan serta sayuran seperti bayam dan brokoli, yang sekaligus mendukung daya tahan tubuh.

  4. Perbanyak Vitamin C: Konsumsi buah dan sayuran kaya vitamin C seperti paprika, pepaya, jambu, dan kiwi. Segelas jus jeruk tanpa gula tambahan juga bisa membantu memenuhi kebutuhan harian.

  5. Lengkapi Zinc: Mineral zinc dari sumber seperti kacang, biji-bijian, dan telur berperan dalam mempercepat perbaikan jaringan mulut sehingga luka lebih cepat menutup.

  6. Cukupi Cairan Tubuh: Perbanyak minum air putih agar mulut tidak kering. Air kelapa yang kaya elektrolit juga bisa menjadi pelengkap yang menyegarkan.

Baca juga: Mengenal beragam buah dan kandungan gizinya untuk daya tahan tubuh

Baca juga: Daftar makanan bergizi untuk membantu mengurangi stres

4. Mengenali Penyebab dan Mencegah Sariawan Kambuh

Mencegah tentu lebih ringan daripada mengobati. Memahami pemicunya membuat cara menyembuhkan sariawan yang sudah kamu lakukan tidak sia-sia, sebab luka jadi tidak mudah datang kembali.

Ralph Rothstein, MD, dokter anak sekaligus staf pengajar di University of British Columbia, dikutip dari The Healthy menyatakan, "Kami tidak tahu persis mengapa sariawan muncul, sehingga banyak pengobatan yang disarankan bersifat anekdotal atau berdasar pengobatan rumahan lama."

Merujuk keterangan Mayo Clinic, kandungan zat berbusa (foaming agent) pada sebagian pasta gigi dapat mengiritasi mulut yang sedang sariawan, sehingga pasta gigi yang lebih lembut biasanya terasa lebih nyaman.

  • Jaga kebersihan gigi dan mulut: Sikat gigi dua kali sehari memakai sikat berbulu lembut agar jaringan mulut tidak terluka, dan gunakan benang gigi secara rutin.

  • Ganti pasta gigi yang terlalu berbusa: Pilih pasta gigi tanpa sodium lauryl sulfate bila mulutmu mudah sariawan, karena bahan ini bisa terasa kasar bagi jaringan lunak.

  • Kelola stres dengan baik: Cukup tidur dan luangkan waktu untuk mengelola stres lewat relaksasi atau meditasi, karena stres kerap melemahkan daya tahan tubuh.

  • Hindari makanan pemicu: Batasi makanan yang asam, pedas, asin, atau bertekstur keras yang dapat menggores dan mengiritasi mulut.

  • Catat pola pemicunya: Bila kamu sering sariawan, mencatat gejala dalam jurnal dapat membantu mengenali pemicunya sehingga lebih mudah dihindari.

  • Periksa alat di mulut: Pastikan kawat gigi, tambalan, atau gigi palsu tidak menggesek jaringan mulut, dan konsultasikan ke dokter gigi bila terasa melukai.

  • Perbanyak makanan bergizi: Penuhi menu harian dengan sayur, buah, dan protein agar kebutuhan vitamin serta mineral tercukupi dan imun tetap kuat.

  • Jaga suasana hati tetap positif: Aktivitas menyenangkan, termasuk hiburan ringan, membantu menurunkan tekanan pikiran yang bisa memicu sariawan berulang.

Baca juga: Lima langkah sederhana membangun rutinitas harian untuk mengelola stres

Baca juga: Tujuh buah kaya vitamin C yang membantu mengatasi stres

Baca juga: Rekomendasi tontonan ringan untuk membantu menghilangkan stres

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sariawan

Berapa lama sariawan biasanya sembuh?

Sebagian besar sariawan bersifat ringan dan umumnya sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua minggu. Perawatan di rumah tidak menyembuhkannya dalam semalam, tetapi dapat meredakan nyeri dan mendukung proses pemulihan agar lebih cepat.

Apa penyebab sariawan sering kambuh?

Sariawan yang berulang bisa dipicu oleh stres, cedera di mulut, perubahan hormon, hingga masalah gizi. Kondisi seperti daya tahan tubuh yang lemah serta kekurangan vitamin B12, zinc, asam folat, atau zat besi termasuk faktor yang memungkinkan, sehingga pola makan dan gaya hidup perlu diperhatikan.

Kapan sariawan harus diperiksakan ke dokter?

Segera periksakan diri bila sariawan tidak kunjung membaik. Jika luka bertahan lebih dari dua minggu, terus kambuh, membesar, atau disertai nyeri hebat, demam tinggi, maupun kesulitan menelan, sebaiknya cari bantuan medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Daftar Referensi

  1. Cleveland Clinic. Canker Sore: Symptoms, Causes & Treatment. Diakses pada 3 September 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10945-canker-sores
  2. Mayo Clinic. Canker sore - Diagnosis and treatment. Diakses pada 3 September 2026, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/diagnosis-treatment/drc-20370620
  3. The Healthy. Canker Sore Remedies: How to Get Rid of Canker Sores. Diakses pada 3 September 2026, dari https://www.thehealthy.com/cold-flu/home-remedies-canker-sores/
  4. SingleCare. 15 Home Remedies for Mouth Sores. Diakses pada 3 September 2026, dari https://www.singlecare.com/blog/home-remedies-for-mouth-sores/
  5. University of Pittsburgh. Canker Sore Remedies. Diakses pada 3 September 2026, dari https://sites.pitt.edu/~cjm6/s98canker.html

(kpl/phi)

Rekomendasi

Trending