Kapanlagi.com - Kata "tangerines" sering muncul dalam berbagai konteks, terutama setelah popularitas drama Korea "When Life Gives You Tangerines". Tangerines adalah istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada jenis jeruk tertentu dengan karakteristik unik. Pemahaman tentang arti tangerines menjadi penting karena buah ini memiliki makna simbolis yang mendalam dalam berbagai budaya.
Secara harfiah, arti tangerines dalam bahasa Indonesia adalah jeruk keprok atau jeruk mandarin. Buah ini termasuk dalam keluarga citrus dengan nama ilmiah Citrus tangerina yang memiliki rasa manis dan mudah dikupas. Tangerines dikenal sebagai buah yang kaya akan vitamin C dan memiliki aroma yang segar dan menyegarkan.
Melansir dari berbagai sumber botani, tangerines merupakan varietas jeruk yang berasal dari Asia Tenggara dan telah menyebar ke seluruh dunia. Buah ini memiliki kulit yang tipis berwarna oranye cerah dan daging buah yang berair dengan rasa yang lebih manis dibandingkan jeruk biasa.
Arti tangerines secara etimologi berasal dari nama kota Tangier di Maroko, meskipun buah ini sebenarnya berasal dari Asia. Tangerines adalah buah jeruk kecil yang termasuk dalam spesies Citrus tangerina, yang merupakan bagian dari keluarga besar jeruk mandarin (Citrus reticulata). Buah ini memiliki ciri khas kulit yang mudah dikupas dan segmen-segmen yang mudah dipisahkan.
Dalam konteks botani, tangerines dibedakan dari jeruk lainnya berdasarkan beberapa karakteristik utama. Pertama, ukurannya yang relatif kecil dengan diameter sekitar 5-8 sentimeter. Kedua, kulitnya yang tipis dan mudah dikupas dengan tangan tanpa memerlukan alat khusus. Ketiga, rasanya yang cenderung lebih manis dengan tingkat keasaman yang rendah dibandingkan jeruk biasa.
Tangerines juga dikenal dengan berbagai nama lokal di berbagai negara. Di Indonesia, buah ini sering disebut jeruk keprok, jeruk mandarin, atau jeruk manis. Di beberapa daerah, tangerines juga dikenal sebagai jeruk baby atau jeruk mini karena ukurannya yang kecil dan mudah dikonsumsi.
Mengutip dari penelitian hortikultura, tangerines mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, folat, kalium, dan serat. Kandungan antioksidan dalam tangerines, terutama flavonoid dan limonene, memberikan manfaat kesehatan yang signifikan bagi tubuh manusia.
Tangerines memiliki beragam varietas dengan karakteristik yang berbeda-beda. Setiap jenis tangerines memiliki keunikan tersendiri dalam hal rasa, tekstur, dan penampilan fisik yang membuatnya mudah diidentifikasi.
Menurut data dari International Citrus Organization, tangerines tumbuh optimal di daerah dengan iklim mediterania atau subtropis. Buah ini memerlukan sinar matahari yang cukup dan drainase tanah yang baik untuk menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.
Arti tangerines tidak hanya sebatas pada definisi buah, tetapi juga mencakup nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Tangerines merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh manusia.
Dalam satu buah tangerines berukuran sedang (sekitar 88 gram), terkandung berbagai nutrisi penting. Vitamin C merupakan kandungan utama dengan jumlah sekitar 26,7 mg atau sekitar 30% dari kebutuhan harian. Selain itu, tangerines juga mengandung folat, kalium, kalsium, dan magnesium dalam jumlah yang signifikan.
Kandungan serat dalam tangerines mencapai 1,6 gram per buah, yang membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Serat ini juga berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh.
Antioksidan dalam tangerines, terutama flavonoid seperti hesperidin dan naringenin, memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis. Limonene, senyawa yang memberikan aroma khas pada tangerines, juga memiliki potensi sebagai agen anti-kanker.
Melansir dari jurnal nutrisi internasional, konsumsi tangerines secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kesehatan kulit, dan mendukung kesehatan jantung. Kandungan kalium dalam tangerines juga berperan dalam mengatur tekanan darah dan fungsi otot.
Arti tangerines dalam berbagai budaya sering dikaitkan dengan simbol-simbol positif seperti keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Di budaya Tiongkok, tangerines atau jeruk mandarin dianggap sebagai buah yang membawa hoki dan sering dijadikan hadiah pada perayaan Tahun Baru Imlek.
Warna oranye cerah dari tangerines melambangkan energi, kehangatan, dan optimisme. Dalam feng shui, tangerines dipercaya dapat membawa energi positif dan kemakmuran ke dalam rumah. Bentuknya yang bulat juga melambangkan kesempurnaan dan kelengkapan dalam filosofi Tiongkok.
Di beberapa negara Mediterania, tangerines menjadi simbol musim dingin dan perayaan Natal. Tradisi memberikan tangerines sebagai hadiah Natal masih berlangsung hingga saat ini, terutama di Spanyol dan Italia.
Dalam konteks modern, arti tangerines juga berkembang melalui media populer seperti drama Korea "When Life Gives You Tangerines". Drama ini menggunakan tangerines sebagai metafora untuk menghargai hal-hal sederhana dalam hidup dan mengubah tantangan menjadi peluang.
Mengutip dari studi antropologi budaya, tangerines sering digunakan dalam ritual dan upacara tradisional sebagai persembahan atau simbol doa untuk kehidupan yang manis dan sejahtera. Aroma dan rasa manis tangerines dianggap dapat membangkitkan perasaan bahagia dan damai.
Arti tangerines dalam dunia kuliner sangat beragam, mulai dari konsumsi langsung hingga pengolahan menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Tangerines dapat dinikmati segar sebagai buah meja atau dijadikan bahan utama dalam berbagai resep masakan.
Dalam industri makanan, tangerines sering diolah menjadi jus, selai, permen, dan produk olahan lainnya. Kulit tangerines yang mengandung minyak esensial juga dimanfaatkan dalam industri parfum dan aromaterapi karena aromanya yang segar dan menenangkan.
Ekstrak tangerines digunakan dalam industri kosmetik sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit. Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam tangerines membantu mencerahkan kulit dan melawan tanda-tanda penuaan.
Di bidang kuliner profesional, tangerines sering digunakan sebagai garnish atau bahan dalam salad buah, dessert, dan cocktail. Rasa manis dan aroma segar tangerines memberikan sentuhan istimewa pada berbagai hidangan.
Menurut data industri pangan global, tangerines merupakan salah satu buah jeruk yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah jeruk biasa. Produksi tangerines terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi buah-buahan untuk kesehatan.
Tangerines sebenarnya adalah salah satu varietas dari jeruk mandarin (Citrus reticulata). Secara teknis, semua tangerines adalah jeruk mandarin, tetapi tidak semua jeruk mandarin adalah tangerines. Tangerines memiliki kulit yang lebih mudah dikupas dan rasa yang cenderung lebih manis.
Ya, tangerines dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai jeruk keprok. Keduanya merujuk pada buah jeruk kecil dengan kulit yang mudah dikupas dan rasa yang manis. Namun, ada beberapa varietas lokal jeruk keprok yang mungkin sedikit berbeda dari tangerines impor.
Secara umum, konsumsi 2-3 buah tangerines per hari masih dalam batas yang aman dan sehat. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian tanpa menyebabkan efek samping. Namun, penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi karena kandungan gula alami dalam buah.
Kulit tangerines secara teknis bisa dimakan dan mengandung nutrisi, tetapi biasanya tidak dikonsumsi langsung karena rasanya yang pahit dan teksturnya yang keras. Kulit tangerines lebih sering digunakan sebagai zest dalam masakan atau diolah menjadi manisan.
Tangerines dapat disimpan di suhu ruang selama 3-5 hari atau di dalam kulkas selama 1-2 minggu. Simpan dalam kantong plastik berlubang atau wadah yang memungkinkan sirkulasi udara. Hindari menyimpan tangerines yang sudah terlalu matang bersama dengan yang masih segar.
Tangerines mengandung gula alami (fruktosa) sekitar 9-10 gram per buah berukuran sedang. Meskipun mengandung gula, tangerines memiliki indeks glikemik yang relatif rendah karena kandungan serat dan airnya yang tinggi, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Tangerines memiliki struktur kulit yang berbeda dari jeruk biasa. Kulit tangerines lebih tipis dan memiliki lapisan putih (albedo) yang lebih sedikit, sehingga lebih mudah dipisahkan dari daging buah. Selain itu, ikatan antara kulit dan daging buah pada tangerines lebih longgar dibandingkan jeruk biasa.