Kapanlagi.com - Bagi para pecinta burung kicau, mengetahui perbedaan kenari jantan dan betina merupakan hal yang cukup penting. Jenis kelamin kenari sering kali berpengaruh pada kualitas suara, karakter, hingga tujuan pemeliharaan, terutama bagi yang ingin membudidayakannya. Namun, bagi pemula, membedakan keduanya bisa terasa membingungkan karena secara sekilas tampak serupa.
Padahal, kenari jantan dan betina memiliki sejumlah ciri khas yang bisa diamati dengan teliti, mulai dari gaya berkicau, bentuk tubuh, hingga perilakunya. Dengan memahami tanda-tanda tersebut, proses identifikasi dapat dilakukan dengan lebih tepat. Lalu, bagaimana cara membedakan kenari jantan dan betina secara akurat? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Burung kenari merupakan salah satu jenis burung kicau yang populer dipelihara karena suaranya yang merdu dan warna bulunya yang indah. Memahami cara membedakan kenari jantan dan betina menjadi keterampilan penting bagi para penggemar burung, baik untuk keperluan kontes kicau maupun budidaya.
Perbedaan antara kenari jantan dan betina tidak hanya terletak pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan berkicau dan perilaku. Kenari jantan umumnya memiliki suara kicauan yang lebih bervariasi dan melodi, sementara kenari betina lebih unggul dalam produksi telur.
Menurut buku Panduan Lengkap Burung Kenari karya Wahyudi (2019:45), perbedaan jenis kelamin kenari dapat dikenali melalui bentuk fisik, suara kicauan, dan perilaku. Dengan memahami karakteristik ini, pemilik burung dapat memberikan perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis kelamin.
Kenari jantan dan betina adalah jenis kelamin dari burung kenari (Serinus canaria) yang memiliki perbedaan mendasar dalam aspek fisik, perilaku, dan karakteristik suara. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting untuk memilih burung yang tepat sesuai tujuan pemeliharaan.
Burung kenari berasal dari Kepulauan Canaria di Samudera Pasifik, dekat dengan Spanyol dan Maroko. Persebaran burung ini ke seluruh dunia terjadi karena pelaut di masa lalu membawanya untuk dipelihara dan dikembangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Cara membedakan kenari jantan dan betina menjadi lebih mudah ketika burung sudah mencapai usia dewasa kelamin, yaitu sekitar 7 bulan atau lebih. Pada usia tersebut, organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi dan perbedaan fisik maupun perilaku menjadi lebih jelas terlihat.
Melansir dari buku Mengenal dan Merawat Burung Kenari karya Haryanto (2020:52), kenari jantan cenderung memiliki tubuh yang lebih ramping dan panjang, sedangkan betina memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat dan pendek. Perbedaan ini menjadi salah satu indikator awal dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari.
Pengamatan fisik merupakan metode paling umum dan praktis dalam membedakan jenis kelamin burung kenari. Berikut adalah ciri-ciri fisik yang dapat diamati:
Mengutip dari buku Ciri Fisik Burung Kenari karya Ramadhan (2021:38), dijelaskan bahwa pemeriksaan kloaka merupakan salah satu cara paling akurat dalam membedakan jenis kelamin kenari. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memegang burung secara lembut dan membuka atau meniup bulu pangkal ekor untuk melihat perbedaan pada kloaka dan perutnya.
Salah satu cara membedakan kenari jantan dan betina yang paling mudah dikenali adalah melalui suara kicauannya. Perbedaan kemampuan berkicau antara jantan dan betina sangat mencolok dan menjadi pertimbangan utama bagi pecinta burung kicau.
Melansir dari buku Teknik Membedakan Kenari Jantan dan Betina karya Rinaldi (2018:27), dijelaskan bahwa kenari jantan memiliki suara yang lebih nyaring dan bervariasi dengan kicauan yang cenderung panjang, lantang, dan penuh variasi nada. Kemampuan ini menjadikan kenari jantan lebih diminati untuk keperluan kontes kicau.
Pengamatan perilaku merupakan metode efektif untuk membedakan kenari jantan dan betina, terutama ketika burung sudah mencapai usia dewasa kelamin. Berikut adalah perbedaan perilaku yang dapat diamati:
Mengutip dari buku Burung Kenari: Perawatan dan Karakteristiknya karya Setiawan (2020:64), disebutkan bahwa kenari jantan lebih aktif dan agresif terutama saat musim kawin. Ketika musim kawin tiba, kenari betina lebih cenderung tenang dan lebih sering menunjukkan perilaku seperti merapikan sarang dan mencari tempat bertelur.
Untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lebih akurat dalam cara membedakan kenari jantan dan betina, berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat diterapkan:
Meskipun ada beberapa cara untuk membedakan kenari jantan dan betina, tidak semua cara tersebut selalu akurat 100%. Beberapa kenari betina yang sudah berumur cukup mapan bisa memiliki kemampuan kicauan mirip kenari jantan, meskipun tidak sepanjang dan sevariatif jantan. Hal ini sering mengecoh para pemula dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari.
Cara membedakan kenari jantan dan betina paling akurat dapat dilakukan ketika burung sudah mencapai usia 7 bulan atau lebih. Pada usia tersebut, burung kenari telah mencapai usia dewasa kelamin di mana organ-organ reproduksinya sudah mulai berfungsi dan perbedaan fisik maupun perilaku menjadi lebih jelas terlihat.
Ya, ada beberapa kenari betina yang memiliki kemampuan berkicau mirip kenari jantan, terutama yang sudah berumur cukup mapan. Namun suara kenari betina cenderung ngerol dengan durasi yang lebih pendek dan sering terpatah-patah, tidak sevariatif dan sepanjang kicauan kenari jantan. Kenari betina juga tidak memiliki suara-suara isian seperti jantan.
Untuk memeriksa kloaka kenari, pegang burung dengan lembut menggunakan satu tangan dengan posisi kepala burung menghadap ke arah Anda. Gunakan tangan lainnya untuk membuka atau meniup bulu di pangkal ekor agar kloaka terlihat jelas. Pada jantan, kloaka berbentuk bulat, besar, dan menonjol, sedangkan pada betina berbentuk panjang, lebih kecil, dan datar.
Membedakan kenari jantan dan betina dari warna bulu saja sering kali sulit dan tidak selalu akurat. Namun pada beberapa jenis kenari seperti kenari border dan kenari gloster, jantan dan betina memiliki perbedaan warna yang lebih jelas. Pada kenari border jantan, warna oranye di dadanya lebih cerah, sedangkan pada kenari gloster jantan, warna oranye pada mahkota dan pipinya lebih jelas dan kontras.
Kenari jantan lebih cocok untuk kontes kicau karena memiliki suara kicauan yang lebih nyaring, lantang, bervariasi, dan melodi. Kenari jantan dapat dilatih untuk menghasilkan berbagai variasi nada dan irama yang kompleks, sehingga lebih diminati dalam ajang lomba burung kicau. Kenari betina jarang digunakan untuk kontes karena kemampuan kicauannya yang terbatas.
Kenari betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin atau siap kawin akan menunjukkan perilaku yang cukup unik ketika mendengar suara kicauan kenari jantan. Perilaku tersebut meliputi membungkukkan badan sambil mengangkat kepala dan ekor, menggetar-getarkan kedua sayapnya (ngeleper), dan menggerakkan kloakanya. Respons ini menandakan bahwa betina tertarik dengan jantan.
Cincin di kaki kenari dapat menjadi salah satu indikator jenis kelamin, di mana cincin di kaki kenari jantan umumnya berwarna lebih gelap dan lebih lebar dibandingkan betina. Namun metode ini tidak selalu akurat karena ada beberapa jenis kenari yang tidak menunjukkan perbedaan cincin kaki yang signifikan antara jantan dan betina, sehingga sebaiknya dikombinasikan dengan metode identifikasi lainnya.