Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina

Cara Membedakan Kenari Jantan dan Betina
cara membedakan kenari jantan dan betina

Kapanlagi.com - Bagi para pecinta burung kicau, mengetahui perbedaan kenari jantan dan betina merupakan hal yang cukup penting. Jenis kelamin kenari sering kali berpengaruh pada kualitas suara, karakter, hingga tujuan pemeliharaan, terutama bagi yang ingin membudidayakannya. Namun, bagi pemula, membedakan keduanya bisa terasa membingungkan karena secara sekilas tampak serupa.

Padahal, kenari jantan dan betina memiliki sejumlah ciri khas yang bisa diamati dengan teliti, mulai dari gaya berkicau, bentuk tubuh, hingga perilakunya. Dengan memahami tanda-tanda tersebut, proses identifikasi dapat dilakukan dengan lebih tepat. Lalu, bagaimana cara membedakan kenari jantan dan betina secara akurat? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Mengenal Burung Kenari dan Pentingnya Identifikasi Jenis Kelamin

Mengenal Burung Kenari dan Pentingnya Identifikasi Jenis Kelamin (c) Ilustrasi AI

Burung kenari merupakan salah satu jenis burung kicau yang populer dipelihara karena suaranya yang merdu dan warna bulunya yang indah. Memahami cara membedakan kenari jantan dan betina menjadi keterampilan penting bagi para penggemar burung, baik untuk keperluan kontes kicau maupun budidaya.

Perbedaan antara kenari jantan dan betina tidak hanya terletak pada penampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan berkicau dan perilaku. Kenari jantan umumnya memiliki suara kicauan yang lebih bervariasi dan melodi, sementara kenari betina lebih unggul dalam produksi telur.

Menurut buku Panduan Lengkap Burung Kenari karya Wahyudi (2019:45), perbedaan jenis kelamin kenari dapat dikenali melalui bentuk fisik, suara kicauan, dan perilaku. Dengan memahami karakteristik ini, pemilik burung dapat memberikan perawatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis kelamin.

2. Pengertian dan Karakteristik Dasar Kenari Jantan dan Betina

Kenari jantan dan betina adalah jenis kelamin dari burung kenari (Serinus canaria) yang memiliki perbedaan mendasar dalam aspek fisik, perilaku, dan karakteristik suara. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting untuk memilih burung yang tepat sesuai tujuan pemeliharaan.

Burung kenari berasal dari Kepulauan Canaria di Samudera Pasifik, dekat dengan Spanyol dan Maroko. Persebaran burung ini ke seluruh dunia terjadi karena pelaut di masa lalu membawanya untuk dipelihara dan dikembangkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Cara membedakan kenari jantan dan betina menjadi lebih mudah ketika burung sudah mencapai usia dewasa kelamin, yaitu sekitar 7 bulan atau lebih. Pada usia tersebut, organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi dan perbedaan fisik maupun perilaku menjadi lebih jelas terlihat.

Melansir dari buku Mengenal dan Merawat Burung Kenari karya Haryanto (2020:52), kenari jantan cenderung memiliki tubuh yang lebih ramping dan panjang, sedangkan betina memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat dan pendek. Perbedaan ini menjadi salah satu indikator awal dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari.

3. Perbedaan Fisik Kenari Jantan dan Betina

Perbedaan Fisik Kenari Jantan dan Betina (c) Ilustrasi AI

Pengamatan fisik merupakan metode paling umum dan praktis dalam membedakan jenis kelamin burung kenari. Berikut adalah ciri-ciri fisik yang dapat diamati:

  1. Ukuran dan Berat Badan: Kenari jantan umumnya lebih besar dan lebih berat daripada betina, dengan berat sekitar 10-15% lebih berat. Jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan postur yang lebih tegak, meskipun perbedaan ini mungkin sulit terlihat pada kenari muda.
  2. Bentuk Tubuh dan Kepala: Kenari jantan memiliki bentuk tubuh yang sedikit lebih panjang dan ramping dengan postur atletis. Kepala jantan lebih besar dan bulat, sedangkan betina memiliki kepala yang lebih ramping, kecil, dan terlihat lebih membulat.
  3. Posisi Mata terhadap Paruh: Mata burung kenari jantan biasanya terletak sejajar dengan paruhnya. Sementara mata betina tidak sejajar dengan paruhnya, melainkan sedikit di atas garis paruh. Karakteristik ini dapat diamati sejak kenari masih berupa anakan.
  4. Bentuk Kloaka (Vent): Kloaka kenari jantan lebih menonjol, tegak lurus, dan memanjang. Pada kenari betina, kloaka cenderung lebih datar atau rata dan terlihat membengkak kemerahan, terutama jika sudah siap kawin.
  5. Bentuk Perut: Kenari jantan memiliki perut yang terlihat lebih datar. Sedangkan pada betina, perut sedikit bengkak dan terlihat lebih bulat karena adanya organ reproduksi betina yaitu ovarium yang dapat membesar.
  6. Jumlah dan Ukuran Bulu: Kenari jantan cenderung memiliki bulu yang lebih panjang dan lebat di bagian kepala, leher, dan ekor. Bulu-bulu pada kenari jantan tampak lebih tegas dan lebih cerah daripada kenari betina, karena pengaruh hormon testosteron.
  7. Bentuk Kaki: Burung kenari jantan memiliki bentuk kaki yang terlihat besar dan kokoh dengan cengkraman yang kuat pada tangkringan. Ukuran kaki betina memiliki bentuk lebih panjang serta lebih ramping dengan cengkraman yang lebih lemah.
  8. Cincin di Kaki: Cincin di kaki kenari jantan umumnya berwarna lebih gelap dan lebih lebar dibandingkan betina. Namun metode ini tidak selalu akurat karena beberapa jenis kenari tidak menunjukkan perbedaan cincin kaki yang signifikan.

Mengutip dari buku Ciri Fisik Burung Kenari karya Ramadhan (2021:38), dijelaskan bahwa pemeriksaan kloaka merupakan salah satu cara paling akurat dalam membedakan jenis kelamin kenari. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memegang burung secara lembut dan membuka atau meniup bulu pangkal ekor untuk melihat perbedaan pada kloaka dan perutnya.

4. Perbedaan Suara dan Kicauan

Perbedaan Suara dan Kicauan (c) Ilustrasi AI

Salah satu cara membedakan kenari jantan dan betina yang paling mudah dikenali adalah melalui suara kicauannya. Perbedaan kemampuan berkicau antara jantan dan betina sangat mencolok dan menjadi pertimbangan utama bagi pecinta burung kicau.

  1. Karakteristik Suara Jantan: Kenari jantan memiliki suara yang lebih nyaring, lantang, dan melengking. Kicauannya cenderung panjang dengan durasi yang lebih lama dan penuh variasi nada. Suara kenari jantan biasanya lebih serak namun lebih bervariasi dan melodi, sehingga sangat cocok untuk kontes kicau.
  2. Karakteristik Suara Betina: Kenari betina umumnya hanya mengeluarkan suara panggilan (call) yang terdengar seperti "cuitan" saja. Suara betina lebih pendek, monoton, dan lebih sering digunakan untuk berkomunikasi dengan pasangannya bukan untuk berkicau panjang seperti jantan.
  3. Frekuensi Berkicau: Kenari jantan lebih sering berkicau dan aktif mengeluarkan suara, terutama di pagi hari atau saat melihat kenari betina. Betina jarang mengeluarkan kicauan dan cenderung lebih pendiam.
  4. Variasi Kicauan: Jantan memiliki kemampuan menghasilkan berbagai variasi nada dan irama yang kompleks. Meskipun ada kenari betina yang bisa berkicau, suaranya cenderung ngerol dengan durasi pendek dan sering terpatah-patah, tidak sevariatif jantan.
  5. Kualitas Suara: Tidak semua kenari jantan memiliki suara yang sama karena tergantung pada jenis dan kualitas individu burung. Kenari jantan yang sudah dilatih dan memiliki suara merdu dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Melansir dari buku Teknik Membedakan Kenari Jantan dan Betina karya Rinaldi (2018:27), dijelaskan bahwa kenari jantan memiliki suara yang lebih nyaring dan bervariasi dengan kicauan yang cenderung panjang, lantang, dan penuh variasi nada. Kemampuan ini menjadikan kenari jantan lebih diminati untuk keperluan kontes kicau.

5. Perbedaan Perilaku dan Tingkah Laku

Perbedaan Perilaku dan Tingkah Laku (c) Ilustrasi AI

Pengamatan perilaku merupakan metode efektif untuk membedakan kenari jantan dan betina, terutama ketika burung sudah mencapai usia dewasa kelamin. Berikut adalah perbedaan perilaku yang dapat diamati:

  1. Tingkat Aktivitas: Kenari jantan cenderung lebih aktif dan agresif daripada betina. Mereka sering mengeluarkan suara nyaring, suka berteriak, dan lebih senang bermain serta bertarung. Sementara betina cenderung lebih tenang dan lebih menyukai diam di sarang.
  2. Perilaku Saat Musim Kawin: Kenari jantan sering mengembangkan bulu dada dan melompat-lompat sambil berkicau untuk menarik perhatian betina. Jantan juga terlihat lebih sering memberi makan atau meloloh kenari betina melalui paruhnya.
  3. Respons terhadap Suara Lawan Jenis: Kenari betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin menunjukkan perilaku unik ketika mendengar suara kicauan kenari jantan, seperti membungkukkan badan sambil mengangkat kepala dan ekor, serta menggetar-getarkan kedua sayapnya (ngeleper) dan kloakanya.
  4. Perilaku Bersarang: Kenari betina yang sedang bertelur akan mencari bahan untuk membuat sarang dan lebih sering memasuki sarang. Betina juga akan mengeluarkan suara yang berbeda saat sedang bertelur. Kenari jantan tidak terlalu memperdulikan aktivitas membuat sarang.
  5. Postur Saat Bertengger: Kenari jantan memiliki pose yang lebih tegak dan gagah saat bertengger. Betina cenderung memiliki postur yang lebih santai dan tidak terlalu tegak.
  6. Raut Wajah: Raut wajah pada burung kenari jantan terlihat lebih garang dan tegas. Sementara kenari betina lebih menampakkan wajah yang terkesan lugu, imut, dan cantik, meskipun penilaian ini bersifat subjektif.

Mengutip dari buku Burung Kenari: Perawatan dan Karakteristiknya karya Setiawan (2020:64), disebutkan bahwa kenari jantan lebih aktif dan agresif terutama saat musim kawin. Ketika musim kawin tiba, kenari betina lebih cenderung tenang dan lebih sering menunjukkan perilaku seperti merapikan sarang dan mencari tempat bertelur.

6. Tips Praktis Mengidentifikasi Jenis Kelamin Kenari

Tips Praktis Mengidentifikasi Jenis Kelamin Kenari (c) Ilustrasi AI

Untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lebih akurat dalam cara membedakan kenari jantan dan betina, berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat diterapkan:

  1. Tunggu Hingga Usia Dewasa: Membedakan jenis kelamin kenari melalui pengamatan fisik lebih mudah dilakukan ketika burung sudah berumur 7 bulan atau lebih, karena pada usia tersebut organ reproduksi sudah mulai berfungsi dan perbedaan fisik lebih jelas terlihat.
  2. Lakukan Pemeriksaan Kloaka dengan Hati-hati: Pegang burung dengan lembut dan buka bulu pangkal ekor untuk melihat perbedaan pada saluran kencing dan bentuk perut. Pada jantan, saluran kencing berbentuk bulat dan besar, sedangkan pada betina berbentuk panjang dan lebih kecil.
  3. Bandingkan dengan Beberapa Burung: Jika memungkinkan, bandingkan beberapa burung kenari sekaligus untuk melihat perbedaan ukuran tubuh, bentuk kepala, dan karakteristik fisik lainnya dengan lebih jelas.
  4. Dengarkan Kicauan Secara Konsisten: Amati pola kicauan burung selama beberapa hari. Kenari jantan akan konsisten berkicau dengan variasi nada yang beragam, sementara betina jarang berkicau atau hanya mengeluarkan suara panggilan pendek.
  5. Perhatikan Perilaku Saat Berinteraksi: Tempatkan kenari berdekatan dengan lawan jenisnya dan amati responnya. Kenari jantan akan lebih aktif berkicau dan menunjukkan perilaku menarik perhatian, sementara betina akan menunjukkan respons ngeleper jika tertarik.
  6. Kombinasikan Beberapa Metode: Jangan hanya mengandalkan satu metode identifikasi. Kombinasikan pengamatan fisik, suara, dan perilaku untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam membedakan jenis kelamin kenari.
  7. Konsultasi dengan Ahli: Jika masih ragu, sebaiknya konsultasikan dengan peternak kenari berpengalaman, ahli burung, atau dokter hewan yang memiliki keahlian dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari.
  8. Catat Karakteristik Individu: Setiap burung memiliki karakteristik unik. Catat ciri-ciri khusus dari burung kenari Anda untuk memudahkan identifikasi dan perawatan di masa mendatang.

Meskipun ada beberapa cara untuk membedakan kenari jantan dan betina, tidak semua cara tersebut selalu akurat 100%. Beberapa kenari betina yang sudah berumur cukup mapan bisa memiliki kemampuan kicauan mirip kenari jantan, meskipun tidak sepanjang dan sevariatif jantan. Hal ini sering mengecoh para pemula dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

1. Pada usia berapa cara membedakan kenari jantan dan betina paling akurat?

Cara membedakan kenari jantan dan betina paling akurat dapat dilakukan ketika burung sudah mencapai usia 7 bulan atau lebih. Pada usia tersebut, burung kenari telah mencapai usia dewasa kelamin di mana organ-organ reproduksinya sudah mulai berfungsi dan perbedaan fisik maupun perilaku menjadi lebih jelas terlihat.

2. Apakah kenari betina bisa berkicau seperti jantan?

Ya, ada beberapa kenari betina yang memiliki kemampuan berkicau mirip kenari jantan, terutama yang sudah berumur cukup mapan. Namun suara kenari betina cenderung ngerol dengan durasi yang lebih pendek dan sering terpatah-patah, tidak sevariatif dan sepanjang kicauan kenari jantan. Kenari betina juga tidak memiliki suara-suara isian seperti jantan.

3. Bagaimana cara memeriksa kloaka kenari dengan aman?

Untuk memeriksa kloaka kenari, pegang burung dengan lembut menggunakan satu tangan dengan posisi kepala burung menghadap ke arah Anda. Gunakan tangan lainnya untuk membuka atau meniup bulu di pangkal ekor agar kloaka terlihat jelas. Pada jantan, kloaka berbentuk bulat, besar, dan menonjol, sedangkan pada betina berbentuk panjang, lebih kecil, dan datar.

4. Apakah warna bulu bisa menjadi patokan membedakan kenari jantan dan betina?

Membedakan kenari jantan dan betina dari warna bulu saja sering kali sulit dan tidak selalu akurat. Namun pada beberapa jenis kenari seperti kenari border dan kenari gloster, jantan dan betina memiliki perbedaan warna yang lebih jelas. Pada kenari border jantan, warna oranye di dadanya lebih cerah, sedangkan pada kenari gloster jantan, warna oranye pada mahkota dan pipinya lebih jelas dan kontras.

5. Kenari mana yang lebih cocok untuk kontes kicau?

Kenari jantan lebih cocok untuk kontes kicau karena memiliki suara kicauan yang lebih nyaring, lantang, bervariasi, dan melodi. Kenari jantan dapat dilatih untuk menghasilkan berbagai variasi nada dan irama yang kompleks, sehingga lebih diminati dalam ajang lomba burung kicau. Kenari betina jarang digunakan untuk kontes karena kemampuan kicauannya yang terbatas.

6. Bagaimana perilaku kenari betina saat mendengar kicauan jantan?

Kenari betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin atau siap kawin akan menunjukkan perilaku yang cukup unik ketika mendengar suara kicauan kenari jantan. Perilaku tersebut meliputi membungkukkan badan sambil mengangkat kepala dan ekor, menggetar-getarkan kedua sayapnya (ngeleper), dan menggerakkan kloakanya. Respons ini menandakan bahwa betina tertarik dengan jantan.

7. Apakah cincin di kaki kenari bisa menunjukkan jenis kelaminnya?

Cincin di kaki kenari dapat menjadi salah satu indikator jenis kelamin, di mana cincin di kaki kenari jantan umumnya berwarna lebih gelap dan lebih lebar dibandingkan betina. Namun metode ini tidak selalu akurat karena ada beberapa jenis kenari yang tidak menunjukkan perbedaan cincin kaki yang signifikan antara jantan dan betina, sehingga sebaiknya dikombinasikan dengan metode identifikasi lainnya.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending