Kapanlagi.com - Gambas atau oyong sering diolah menjadi sayur bening, tumisan, hingga campuran sup. Namun, ada satu hal yang kerap membuat orang ragu saat memasaknya, yaitu lendir yang keluar setelah gambas dipotong. Cara membersihkan gambas agar tidak banyak lendir saat dimasak bisa dimulai dari penanganan bahan sebelum masuk wajan.
Lendir pada gambas sebenarnya merupakan bagian dari karakter sayuran ini. Ketika terkena pisau dan panas, bagian dalam gambas dapat mengeluarkan cairan yang membuat kuah atau tumisan terasa lebih kental. Kondisi tersebut tidak selalu berarti gambas sudah rusak atau tidak layak dikonsumsi.
Meski begitu, jumlah lendir bisa dikendalikan melalui cara membersihkan dan metode memasak yang digunakan. Berikut ini adalah cara membersihkan gambas yang benar supaya tidak berlendir, beserta berbagai hal lainnya yang perlu kamu ketahui sebelum memasak sayuran ini di rumah yang telah dirangkum KapanLagi.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).
Advertisement
Sebelum diolah menjadi hidangan, gambas perlu dicuci dan dipotong dengan cara yang tepat. Penanganan sejak awal membantu mengurangi cairan yang keluar selama proses memasak. Beberapa langkah berikut bisa diterapkan untuk menyiapkan gambas tanpa perlu menggunakan bahan tambahan yang sulit ditemukan.
Mulailah dengan memeriksa kondisi gambas sebelum dicuci. Pilih gambas yang masih utuh, tidak berlendir sejak awal, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Bahan yang sudah rusak sebaiknya tidak digunakan karena pencucian tidak dapat mengembalikan kondisinya seperti semula.
Bilas gambas menggunakan air mengalir untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel pada kulit. Gosok permukaannya dengan tangan tanpa menekan terlalu keras. Hindari merendam gambas terlalu lama karena langkah tersebut tidak diperlukan untuk membersihkan sayuran ini sebelum dipotong.
Gunakan pisau atau pengupas sayuran untuk menghilangkan kulit gambas yang memiliki tonjolan keras. Kupas secukupnya sampai bagian kulit yang perlu dibuang terangkat. Jangan mengupas terlalu dalam agar bagian daging yang akan dimasak tidak ikut terbuang.
Setelah dikupas, potong gambas sesuai ukuran yang dibutuhkan dalam resep. Gunakan pisau yang bersih dan tajam agar potongan tidak terlalu banyak hancur. Siapkan gambas menjelang waktu memasak supaya sayuran tidak terlalu lama berada dalam keadaan terpotong.
Letakkan potongan gambas di saringan untuk mengurangi air yang menempel setelah pencucian. Cara ini membantu menghindari tambahan air yang tidak diperlukan saat gambas ditumis. Jika menggunakan gambas untuk sayur berkuah, tiriskan terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam panci.
Gambas dapat mengeluarkan lendir ketika dagingnya terkena panas dan mengalami perubahan selama proses memasak. Untuk mengurangi kerusakan pada potongan, aduk seperlunya menggunakan spatula. Hindari menekan atau mengaduk terlalu kuat, terutama ketika gambas mulai melunak di dalam wajan.
Masak gambas sampai tingkat kematangan yang diinginkan, lalu segera matikan api. Waktu memasak yang terlalu lama membuat teksturnya semakin lunak dan potongannya mudah hancur. Kondisi tersebut dapat membuat cairan dari bagian dalam gambas lebih menyebar ke kuah atau bumbu.
Selain cara membersihkan, pemilihan bahan juga berpengaruh terhadap hasil masakan. Gambas yang masih dalam kondisi baik memiliki kulit dan daging yang sesuai untuk diolah. Periksa beberapa bagian berikut ketika membeli gambas di pasar maupun toko sayuran.
Pilih gambas yang kulitnya masih utuh dan tidak menunjukkan bagian busuk. Tonjolan pada permukaan kulit merupakan ciri bentuk sayuran ini. Hindari gambas dengan banyak bagian rusak, bercak pembusukan, atau permukaan yang terasa lembek ketika disentuh.
Tekan gambas secara perlahan untuk memeriksa teksturnya. Gambas yang masih layak dipilih umumnya terasa cukup kokoh dan tidak mudah penyok. Jika sebagian besar permukaannya sudah lembek atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa, sebaiknya pilih bahan lain.
Amati bagian pangkal dan ujung gambas sebelum membelinya. Bagian tersebut dapat membantu menunjukkan kondisi penyimpanan sayuran. Hindari gambas dengan ujung yang membusuk, berjamur, atau mengeluarkan bau yang tidak biasa. Jangan hanya mengandalkan warna kulit untuk menentukan kesegarannya.
Ukuran gambas dapat disesuaikan dengan jenis hidangan yang akan dibuat. Gambas yang akan dimasukkan ke sayur bening bisa dipilih dengan ukuran yang mudah dipotong menjadi beberapa bagian. Untuk tumisan, gunakan ukuran yang sesuai agar potongannya tidak terlalu kecil saat dimasak.
Gambas yang masih layak digunakan tidak seharusnya memiliki bau busuk atau menyengat yang tidak biasa. Jika menemukan bau tersebut, jangan mencoba menghilangkannya hanya dengan mencuci atau mengupas kulit. Pilih bahan lain untuk menghindari penggunaan sayuran yang sudah mengalami pembusukan.
Cara memasak turut menentukan jumlah cairan yang keluar dari gambas. Setiap metode menghasilkan tekstur dan kuah yang berbeda. Jika ingin mengurangi lendir yang terlihat, sesuaikan lama pemasakan, jumlah air, dan cara mengolah gambas dengan hidangan yang akan disajikan.
Panaskan sedikit minyak, lalu masukkan bumbu sesuai resep sebelum menambahkan potongan gambas. Aduk seperlunya dan masak sampai gambas mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Gunakan api sedang agar proses memasak mudah dikendalikan dan bumbu tidak cepat gosong.
Untuk hidangan yang menggunakan banyak bahan, masukkan gambas ketika bahan lain hampir matang. Langkah ini membantu membatasi waktu gambas berada di atas api. Potongannya juga memiliki kesempatan lebih kecil untuk menjadi terlalu lunak akibat dimasak bersamaan dengan bahan lain sejak awal.
Jika membuat sayur bening, tuangkan air sesuai jumlah porsi dan kebutuhan resep. Masak bahan lain terlebih dahulu, kemudian tambahkan gambas menjelang akhir. Cara ini membantu menjaga potongan tetap utuh, meskipun lendir alami gambas masih mungkin muncul selama pemasakan.
Ketika gambas dimasak bersama bumbu atau bahan lain, aduk perlahan hanya saat diperlukan. Pengadukan yang terlalu sering dapat membuat dagingnya hancur, terutama setelah mulai lunak. Gunakan spatula untuk membalik atau meratakan potongan tanpa menekannya ke dasar wajan.
Potongan gambas yang kecil umumnya lebih cepat matang daripada potongan berukuran besar. Periksa teksturnya selama proses memasak dan hindari membiarkannya terlalu lama di atas api. Mengangkat masakan saat gambas sudah matang membantu mempertahankan bentuk potongan ketika disajikan.
Ketika membuat tumisan, gunakan minyak dan bumbu sesuai kebutuhan resep. Gambas dapat mengeluarkan cairan sendiri saat terkena panas sehingga tambahan air yang berlebihan tidak selalu diperlukan. Jika ingin hasil tumisan tidak terlalu berkuah, masak bahan tanpa menambahkan air kecuali memang dibutuhkan.
Setelah mengetahui cara memilih, membersihkan, dan mengolahnya, gambas bisa digunakan untuk berbagai menu rumahan. Sayuran ini dapat dipadukan dengan telur, tahu, udang, atau bahan lain sesuai persediaan di dapur. Berikut beberapa ide masakan yang bisa dijadikan pilihan untuk menu sehari-hari.
Rebus air bersama bawang putih, bawang merah, dan bumbu sesuai selera. Masukkan gambas menjelang akhir proses memasak. Tambahkan garam secukupnya, lalu sajikan bersama nasi dan lauk untuk menu makan siang atau makan malam.
Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, kemudian masukkan telur yang sudah dikocok. Setelah telur mulai matang, tambahkan potongan gambas dan bumbu. Aduk seperlunya sampai gambas matang, lalu sajikan tanpa perlu menambahkan banyak air.
Potong tahu menjadi beberapa bagian dan siapkan kaldu sesuai kebutuhan. Masak kaldu bersama bumbu, kemudian tambahkan tahu. Masukkan gambas menjelang akhir agar potongannya tidak terlalu lunak. Hidangan ini bisa menjadi pilihan ketika ingin menyajikan sup untuk keluarga.
Siapkan udang yang sudah dibersihkan, lalu tumis bersama bawang putih dan bumbu pilihan. Masak udang sampai hampir matang sebelum menambahkan gambas. Aduk perlahan sampai seluruh bahan matang, kemudian sajikan bersama nasi putih untuk menu sehari-hari.
Potong jagung menjadi beberapa bagian dan rebus sampai mulai empuk. Tambahkan bawang merah, bawang putih, serta bumbu sesuai selera. Masukkan gambas ketika jagung hampir matang agar kedua bahan tidak terlalu lama dimasak bersama.
Potong tempe menjadi bagian kecil, lalu goreng atau tumis sesuai selera. Masukkan bumbu dan tambahkan gambas menjelang akhir pemasakan. Aduk perlahan sampai gambas matang. Perpaduan kedua bahan ini bisa menjadi pilihan lauk untuk menu makan keluarga.
Pecahkan telur ke dalam mangkuk, lalu kocok bersama sedikit garam. Masak telur di wajan, kemudian tambahkan potongan gambas dan bumbu. Aduk secukupnya sampai seluruh bahan matang. Sajikan selagi hangat bersama nasi atau sebagai pelengkap menu sarapan.
Cuci gambas dengan air mengalir, kupas bagian kulit yang keras, lalu potong menjelang waktu memasak. Tiriskan sebelum diolah dan hindari mengaduk terlalu sering. Lendir alami tetap bisa muncul karena bagian dalam gambas mengandung cairan yang keluar selama pemasakan.
Gambas tidak harus direndam sebelum dimasak. Cukup cuci di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah itu, kupas dan potong sesuai kebutuhan. Perendaman bukan langkah utama untuk mengurangi lendir pada gambas.
Gambas memiliki cairan alami pada bagian dalamnya yang dapat keluar ketika sayuran dipotong dan dipanaskan. Cairan tersebut dapat membuat kuah terlihat lebih kental. Jumlahnya bisa berbeda bergantung pada kondisi bahan, ukuran potongan, dan cara memasak yang digunakan.
Potong gambas sesuai ukuran yang dibutuhkan dan masukkan menjelang akhir proses memasak. Gunakan waktu pemasakan secukupnya, kemudian aduk perlahan dengan spatula. Hindari menekan potongan atau memasaknya terlalu lama karena daging gambas dapat menjadi lunak dan mudah hancur.
Tidak selalu. Lendir yang muncul setelah gambas dipotong atau dimasak dapat berasal dari cairan alaminya. Namun, jika gambas sudah berlendir sebelum diolah disertai bau busuk, perubahan warna yang tidak biasa, atau bagian yang membusuk, sebaiknya jangan dikonsumsi.
(kpl/bim)