Kapanlagi.com - Cara membuat dimsum ayam ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan banyak orang. Hidangan kukus khas Tiongkok ini hanya membutuhkan daging ayam giling, kulit pangsit, tepung tapioka, serta beberapa bumbu sederhana yang bisa ditemukan di pasar maupun supermarket terdekat.
Membuat dimsum ayam sendiri di rumah juga jauh lebih hemat dan higienis dibandingkan membeli di restoran. Dengan menguasai cara membuat dimsum ayam, kamu bisa mengontrol kualitas bahan sekaligus menghasilkan camilan berprotein tinggi yang disukai seluruh keluarga.
Dilansir dari The Flavor Bender, kunci utama menghasilkan dimsum yang juicy adalah pemilihan bagian daging ayam dengan kandungan lemak lebih tinggi seperti paha, karena bagian ini menjaga kelembapan adonan selama proses pengukusan. Teknik ini sudah dipraktikkan secara luas oleh banyak koki rumahan maupun profesional di seluruh dunia.
Advertisement
Mengacu pada Rasa Malaysia, jahe merupakan bahan wajib dalam adonan dimsum karena memberikan aroma hangat dan sedikit pedas yang khas, sekaligus membantu menghilangkan bau amis pada daging ayam mentah.
Siapkan bahan isian: Campurkan 500 gram paha ayam fillet yang sudah digiling, 100 gram udang kupas cincang kasar, 4 siung bawang putih halus, 1 batang daun bawang iris tipis, dan 1 butir putih telur dalam satu wadah besar.
Tambahkan bumbu dan tepung: Masukkan 1 sdm saus tiram, 1 sdm kecap asin, 1 sdt minyak wijen, garam, merica, dan sedikit gula secukupnya. Tambahkan 5-7 sdm tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan menyatu dan kenyal.
Aduk adonan dalam satu arah: Berdasarkan panduan dari Spice by Alibaba, mengaduk adonan isian dalam satu arah saja membantu menyelaraskan serat protein daging sehingga menghasilkan tekstur yang lebih padat dan mencegah isian pecah saat dikukus.
Bungkus dengan kulit pangsit: Ambil selembar kulit dimsum, letakkan 1 sdm adonan di tengah, lalu lipat pinggiran ke atas membentuk kerutan. Jangan mengisi terlalu penuh agar kulit tidak robek saat matang. Tambahkan parutan wortel sebagai topping di bagian atas.
Olesi alas kukusan: Oleskan sedikit minyak sayur atau lapisi kukusan dengan kertas baking agar dimsum tidak lengket saat diangkat. Susun dimsum dengan jarak yang cukup antar satu sama lain.
Kukus selama 20-25 menit: Pastikan air kukusan sudah mendidih sebelum memasukkan dimsum. Kukus hingga kulit terlihat transparan dan isian matang sempurna. Percikan sedikit air pada kulit dimsum di menit ke-10 agar tetap lentur.
Sajikan dengan saus cocol: Angkat dimsum dan sajikan selagi hangat bersama saus sambal, saus mentai, atau campuran kecap asin dengan irisan cabai rawit dan cuka.
Buat adonan isian: Giling 400 gram paha ayam fillet bersama 3 siung bawang putih menggunakan food processor. Pindahkan ke wadah, lalu tambahkan 1 butir putih telur, 4 sdm tepung tapioka, 1 sdm saus tiram, 1 sdt minyak wijen, gula, garam, dan lada secukupnya. Aduk rata.
Siapkan keju sebagai isian tambahan: Potong keju mozzarella menjadi kubus kecil. Keju akan meleleh saat digoreng dan memberikan sensasi lumer yang khas di setiap gigitan.
Bungkus menggunakan kulit lumpia: Letakkan 1 sdm adonan ayam dan sepotong keju di tengah kulit lumpia. Lipat menjadi bentuk segitiga atau amplop, lalu rekatkan ujungnya menggunakan air. Pastikan tepi benar-benar tertutup rapat agar minyak tidak masuk saat digoreng.
Goreng dengan api sedang: Panaskan minyak dalam wajan cukup banyak. Goreng dimsum hingga kulit berwarna keemasan dan renyah, kurang lebih 3-4 menit. Angkat dan tiriskan di atas kertas minyak.
Sajikan selagi hangat: Dimsum goreng paling nikmat disantap dalam keadaan panas agar keju masih meleleh. Cocokkan dengan saus sambal atau kecap asin sesuai selera.
Gunakan paha ayam fillet: Pilih 500 gram daging paha ayam karena mengandung lemak alami lebih banyak dibanding dada ayam. Merujuk The Flavor Bender, jika menggunakan ayam giling rendah lemak, tambahkan sedikit minyak wijen atau kuning telur untuk menjaga kelembapan isian.
Tambahkan labu siam parut: Ganti porsi udang dengan 1-2 buah labu siam yang sudah diparut dan diperas airnya. Labu siam memberikan kelembutan ekstra pada adonan sekaligus menjaga dimsum tetap lembut meski sudah dingin.
Campurkan semua bahan: Masukkan ayam giling, labu siam parut, 5 siung bawang putih halus, 1 butir telur, 200 gram tepung tapioka, 1 sdm minyak wijen, 2 sdm saus tiram, 1 sdt kecap asin, serta garam, gula, dan lada secukupnya. Aduk merata hingga adonan menyatu.
Bentuk dan kukus: Isi kulit dimsum dengan 1 sdm adonan, bentuk sesuai selera, lalu tambahkan wortel parut di atas. Kukus selama 20-25 menit hingga matang.
Variasi isian sayuran: Untuk menambah cita rasa dan nilai gizi, kamu juga bisa menambahkan jamur kuping cincang, wortel parut, atau kubis halus ke dalam adonan.
Baca juga: Inspirasi resep makanan kukus sehat tanpa goreng untuk keluarga
Jangan berlebihan menggunakan tepung tapioka: Takaran tepung tapioka yang ideal sekitar 5-7 sdm untuk 500 gram daging. Terlalu banyak tepung membuat dimsum terasa keras dan mengurangi rasa daging yang dominan.
Basahi ujung kulit sebelum menutup: Mengacu pada riset kuliner yang dipublikasikan Spice by Alibaba, membasahi tepi kulit dimsum dengan air sebelum merekatkannya meningkatkan daya rekat secara signifikan dan mencegah kulit terbuka saat dikukus.
Pastikan kukusan sudah benar-benar panas: Air harus mendidih sempurna sebelum dimsum dimasukkan. Suhu yang kurang panas mengakibatkan kulit dimsum menjadi keras dan tidak matang merata.
Hindari penggunaan arak masak pada isian: Berbeda dengan tumisan, menggunakan arak masak dalam adonan dimsum justru membuat isian memiliki rasa aneh. Dalam kondisi tertutup di dalam kulit dimsum, alkohol tidak bisa menguap sempurna sehingga meninggalkan aroma yang kurang sedap.
Simpan stok di freezer untuk persediaan: Tata dimsum mentah di atas loyang yang dialasi kertas roti, bekukan selama 2-3 jam hingga keras, lalu pindahkan ke wadah kedap udara. Dimsum beku bisa disimpan hingga 1-3 bulan dan langsung dikukus tanpa perlu dicairkan terlebih dahulu, cukup tambahkan waktu kukus sekitar 2-3 menit dari waktu normal.
Percikan air saat setengah matang: Di pertengahan proses pengukusan, semprotkan atau percikan sedikit air ke permukaan dimsum. Teknik ini membuat kulit tetap elastis, kenyal, dan tidak menguning saat disajikan.
Pilih kulit pangsit yang segar: Kulit yang sudah disimpan terlalu lama di kulkas cenderung kering dan mudah pecah. Jika perlu, tutup kulit pangsit dengan kain lembap selama proses pembungkusan agar tidak mengering.
Bagi kamu yang sedang menjalani diet, dimsum ayam kukus tetap bisa menjadi pilihan camilan yang relatif rendah kalori. Satu butir dimsum ayam kukus rata-rata hanya mengandung sekitar 40-60 kalori, tergantung ukuran dan komposisi tepung yang digunakan. Cara membuat dimsum ayam versi sehat bisa dilakukan dengan mengurangi garam, menghindari penyedap rasa berlebihan, serta menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam adonan isian.
Dimsum juga bisa disajikan dengan berbagai saus pendamping agar tidak membosankan. Selain saus sambal klasik, kamu bisa menyiapkan campuran kecap asin, cuka, minyak wijen, dan irisan cabai rawit sebagai cocolan yang segar. Alternatif lainnya, hidangan kukus seperti dimsum juga cocok dipadukan dengan chili oil buatan sendiri untuk sentuhan pedas yang lebih kaya rasa. Teknik pengukusan sendiri merupakan metode memasak paling baik untuk mempertahankan kandungan vitamin dan antioksidan pada bahan makanan, sebagaimana banyak dipraktikkan pada berbagai camilan berbahan dasar tepung tapioka di Indonesia.
Baca juga: Cara membuat bakso kenyal tanpa baking powder yang mudah
Tentu bisa. Kamu cukup mencincang daging ayam menggunakan pisau hingga halus atau setengah halus sesuai tekstur yang diinginkan. Banyak resep dimsum rumahan yang berhasil hanya dengan teknik cincang manual. Justru, tekstur cincangan kasar sering kali memberikan sensasi gigitan yang lebih menarik dibandingkan adonan yang terlalu halus.
Dimsum mentah yang sudah dibungkus bisa disimpan di dalam freezer selama 1 hingga 3 bulan dalam wadah kedap udara. Saat akan dikonsumsi, tidak perlu dicairkan terlebih dahulu. Langsung kukus dari keadaan beku dengan menambahkan waktu memasak sekitar 2-3 menit dari waktu kukus normal.
Kulit dimsum yang keras biasanya disebabkan oleh kurangnya kelembapan selama proses pengukusan atau karena kulit sudah terlalu kering sebelum dibungkus. Untuk mencegahnya, selalu tutup kulit pangsit dengan kain lembap selama proses mengisi, dan percikan sedikit air ke permukaan dimsum di tengah proses pengukusan agar kulit tetap elastis dan lembut.
Daftar Referensi
(kpl/fed)