Kapanlagi.com - Cara membuka baut yang dol paling mudah adalah menambah daya cengkeram, misalnya dengan karet gelang di antara obeng dan kepala baut. Kalau belum berhasil, gunakan tang, obeng ketok, atau buat alur baru di kepala baut.
Untuk baut yang sudah benar-benar rusak, ekstraktor baut dan bor biasanya jadi jalan terakhir. Kunci utama cara membuka baut yang dol adalah bekerja pelan dan tidak memaksakan satu metode terlalu lama.
Dilansir dari Home Depot, baut yang dol (stripped screw) adalah baut yang alur di kepalanya sudah aus . Karena itu, langkah awal melepasnya dimulai dengan mencari cara menambah traksi , dan jangan memaksakan satu metode secara berlebihan .
Cara Memperbaiki Motor Injeksi di Gas Mati: Panduan Lengkap dan Solusi PraktisAdvertisement
Kalau kerusakan kepala baut masih ringan, Anda belum perlu bor atau alat bengkel. Dalam praktiknya, cara membuka baut yang dol jenis ini cukup memakai barang yang ada di rumah, seperti karet gelang, obeng dengan ukuran lain, atau sabut kawat.
Pilih karet yang lebar: Pakai karet gelang yang lebar, pipih, dan elastis, idealnya sedikit lebih besar dari kepala baut supaya seluruh permukaannya tertutup.
Letakkan karet di atas kepala baut: Bentangkan karet rata di atas bagian yang dol. Karet ini akan mengisi celah yang aus di antara mata obeng dan kepala baut.
Cara Memperbaiki Motor Injeksi di Gas Mati: Panduan Lengkap dan Solusi PraktisTekan obeng dengan mantap: Masukkan ujung obeng menembus karet ke lubang kepala baut. Tekan cukup kuat supaya karet terjepit sempurna.
Putar perlahan ke kiri: Putar obeng berlawanan arah jarum jam dengan gerakan pelan dan stabil. Kalau memakai bor, gunakan kecepatan rendah dengan torsi tinggi.
Ganti karet bila robek: Karet sering putus karena tekanan obeng. Siapkan beberapa karet cadangan atau lipat dua karet sekaligus agar cengkeramannya lebih tebal.
Mengacu pada panduan Lowe's, karet gelang memberi cara yang cepat dan murah untuk membuka baut yang dol , asalkan Anda menjaga tekanan tetap kuat pada kepala baut dan memutarnya keluar secara perlahan .
Periksa alur yang tersisa: Kepala baut yang dol kadang masih punya satu atau dua alur yang utuh. Lihat dengan senter dan cari bagian yang masih bisa digigit obeng.
Coba obeng minus untuk baut plus: Kalau baut berkepala plus (Phillips) sudah dol, coba obeng minus yang pas di salah satu alur yang masih utuh.
Naikkan ukuran mata obeng: Mata obeng satu ukuran lebih besar sering bisa menggigit sisi lubang yang belum aus. Masukkan dalam-dalam sebelum mulai memutar.
Tambahkan pengganjal bila perlu: Kalau tidak ada karet, Anda bisa memakai sedikit sabut kawat (steel wool), sisi kasar spons cuci piring, atau selotip lakban dengan sisi lengket menghadap ke kepala baut.
Tips singkat: Kalau kepala baut masih menonjol, coba metode tang di bawah lebih dulu. Mencengkeram bagian luar kepala baut sering lebih efektif daripada terus mengandalkan lubang yang sudah rusak.
Kalau trik sederhana tadi gagal, saatnya beralih ke alat mekanis. Cara membuka baut yang dol dengan tang, obeng ketok, atau gergaji besi cukup sering dipakai mekanik bengkel, terutama untuk baut motor dan baut berukuran besar.
Pastikan kepala baut menonjol: Metode ini hanya bisa dipakai jika kepala baut tidak rata dengan permukaan, sehingga ada bagian yang bisa dijepit.
Pilih tang yang tepat: Gunakan tang grip (vise grip/locking pliers) atau tang lancip untuk baut kecil. Tang grip lebih ideal karena rahangnya bisa dikunci.
Rekomendasi Drama Korea tentang Balapan Mobil yang Memacu AdrenalinJepit sekuat mungkin: Kunci rahang tang di sekeliling kepala baut. Pastikan cengkeramannya benar-benar kokoh dan tidak mudah lepas.
Putar perlahan: Putar tang berlawanan arah jarum jam secara pelan. Putaran yang terlalu cepat bisa membuat baut patah, apalagi kalau batangnya sudah berkarat.
Pilih mata obeng yang sesuai: Sesuaikan mata obeng ketok dengan bentuk kepala baut, misalnya plus, minus, atau bintang.
Ketok mata obeng ke kepala baut: Tempatkan mata obeng di lubang yang dol, lalu ketok gagangnya dengan palu secara perlahan sampai mata obeng masuk dan menggigit.
Atur arah putaran ke kiri: Putar gagang obeng ketok ke arah membuka (berlawanan jarum jam) sebelum dipukul.
Pukul gagang dengan palu: Pukulan palu mengubah hentakan menjadi putaran kecil yang kuat, sehingga baut yang macet bisa mulai bergerak.
Dengan bantuan obeng ketok, baut yang lengket karena karat atau terlalu kencang biasanya lebih cepat terlepas dibanding diputar dengan obeng biasa.
Siapkan alat potong: Gunakan gergaji besi untuk baut berukuran besar, atau gerinda mini (rotary tool) dengan mata potong untuk baut kecil.
Potong alur lurus di kepala baut: Buat satu garis lurus melintang di tengah kepala baut, dengan posisi alat tegak lurus terhadap baut.
Jangan memotong terlalu dalam: Cukup buat alur sedalam ujung obeng minus. Potongan terlalu dalam berisiko membelah kepala baut sehingga pelepasannya malah makin sulit.
Putar dengan obeng minus: Masukkan obeng minus ke alur baru, tekan, lalu putar perlahan berlawanan arah jarum jam.
Ganti baut dengan yang baru: Baut yang sudah dipotong alurnya sebaiknya tidak dipakai lagi. Ganti dengan baut baru berukuran sama.
Saat memakai gerinda, lindungi permukaan di sekitar baut dengan lakban, karena mata potong mudah menggores bodi atau rangka. Kalau baut terpasang di beberapa titik, mengendurkan baut lain lebih dulu juga bisa mengurangi tekanan pada baut yang macet.
Untuk baut yang kepalanya sudah bulat total atau rata dengan permukaan, Anda butuh alat yang lebih serius. Di tahap ini, cara membuka baut yang dol mengandalkan bor, ekstraktor baut, atau panas untuk melonggarkan ulir yang terkunci.
Pilih ukuran ekstraktor: Sesuaikan ukuran mata ekstraktor dengan diameter baut. Satu set ekstraktor biasanya sudah dilengkapi tabel ukuran.
Buat lubang pemandu: Bor lubang kecil tepat di tengah kepala baut memakai mata bor besi yang sedikit lebih kecil dari ekstraktor. Lubang ini membantu ekstraktor menggigit lebih kuat.
Rekomendasi Drama Korea tentang Balapan Mobil yang Memacu AdrenalinMasukkan ekstraktor: Ketok ekstraktor perlahan dengan palu ke lubang pemandu sampai posisinya rapat dan tidak goyang.
Putar berlawanan jarum jam: Putar dengan tangan memakai tap handle, atau atur bor ke mode putar balik (reverse) dengan kecepatan rendah. Karena ulirnya terbalik, makin diputar ekstraktor makin menggigit dan menarik baut keluar.
Kerjakan pelan-pelan: Putaran terlalu cepat bisa membuat ekstraktor patah di dalam baut. Kalau sampai patah, masalahnya jauh lebih sulit diatasi karena bahan ekstraktor sangat keras.
Sebagaimana dilaporkan Bob Vila, dari beberapa metode yang dicoba, menggunakan ekstraktor baut menjadi cara yang paling efektif . Situs yang sama juga mencatat bahwa torsi dari mata bor putar kiri (left-handed drill bit) bisa lebih efektif dibanding mata bor biasa untuk melonggarkan baut yang dol .
Kalau baut yang dol berukuran kecil, alat ekstraktor baut tetap bisa dipakai, asalkan Anda memilih ukuran mata yang paling kecil dan mengebor dengan sangat hati-hati.
Tandai titik tengah: Buat titik di tengah kepala baut dengan penitik (center punch) agar mata bor tidak meleset.
Bor secara bertahap: Mulai dari mata bor kecil, lalu naikkan ukurannya sampai mendekati diameter batang baut.
Lepaskan kepala baut: Saat lubang sudah cukup besar, kepala baut akan terlepas dari batangnya, sehingga komponen yang dijepit bisa dibuka.
Cabut sisa batang baut: Sisa batang yang menonjol biasanya cukup longgar untuk diputar keluar dengan tang. Kalau ulir lubang rusak, perbaiki dengan hand tap (snei) sebelum memasang baut baru.
Semprot pelumas penetran: Untuk baut logam yang berkarat, semprotkan pelumas penetran atau pelumas serbaguna ke sela ulir, lalu diamkan beberapa saat agar meresap.
Ketok ringan kepala baut: Ketukan pelan dengan palu membantu pelumas masuk lebih dalam dan memecah karat yang mengunci ulir.
Panaskan dengan solder untuk baut kecil: Pada laptop atau perangkat elektronik, tempelkan ujung solder ke kepala baut selama sekitar 20-30 detik. Panas membuat logam memuai dan melunakkan perekat ulir, sehingga baut lebih mudah diputar.
Hindari cara kasar di perangkat halus: Untuk elektronik, jauhi gerinda dan obeng ketok. Pakai karet, solder, atau ekstraktor mini karena obeng yang meleset bisa merusak komponen di sekitarnya.
Tips singkat: Pada baut yang terpasang di plastik, gunakan cara yang paling lembut dulu. Plastik lebih lunak daripada kayu atau logam, sehingga lubangnya mudah ikut rusak.
Setelah berhasil melepas baut yang dol, langkah berikutnya adalah mencegah masalah yang sama terulang. Sebagian besar baut dol bukan disebabkan kualitas baut saja, tetapi juga cara kerja yang terburu-buru dan pemilihan alat yang kurang tepat.
Daniel Vasilevski, teknisi listrik berlisensi sekaligus pemilik Pro Electrical, dikutip dari The Spruce menyatakan, "Jika Anda mendapati baut yang dol, jangan dipaksa." Ia juga mengatakan, "Baut cenderung dol ketika Anda memakai mata obeng dengan ukuran yang salah." Vasilevski menambahkan, "Kerjakan perlahan dan pastikan mata obeng Anda sejajar lurus dengan baut."
Bingo Emmons, pengajar di National Association of the Remodeling Industry, dikutip dari Consumer Reports mengatakan, "Semua orang ingin bor yang lebih besar, tetapi mereka perlu tahu bahwa mereka harus memakai teknik yang benar." Emmons juga mengingatkan, "Menekan pelatuk perlahan atau melepasnya terasa seperti hal yang benar, tetapi itu justru membuat mata bor lebih mungkin tergelincir dari kepala baut."
Gunakan mata obeng yang pas: Ujung obeng harus masuk rapat ke kepala baut. Mata obeng yang terlalu besar atau terlalu kecil membuat tekanan hanya mengenai tepi lubang, sehingga kepala baut cepat aus.
Cara Memperbaiki Motor Injeksi di Gas Mati: Panduan Lengkap dan Solusi PraktisPastikan posisi tegak lurus: Pegang obeng atau bor tegak lurus terhadap baut. Sudut yang miring sedikit saja sudah cukup membuat mata obeng meleset dan merusak alur.
Masukkan mata obeng sepenuhnya sebelum memutar: Momen awal membuka baut adalah saat paling butuh torsi. Pastikan mata obeng sudah duduk sempurna sebelum Anda mulai memutar.
Jaga tekanan tetap stabil: Berikan tekanan yang cukup dan konsisten. Mulailah dengan tenaga ringan, lalu tambah perlahan daripada langsung menghentak.
Hindari memasang baut terlalu kencang: Mengencangkan berlebihan merusak ulir dan kepala baut. Untuk komponen kendaraan, gunakan kunci torsi sesuai spesifikasi pabrikan bila memungkinkan.
Ganti mata obeng yang sudah aus: Mata obeng yang tumpul mudah selip dan terus berputar di kepala baut. Harganya jauh lebih murah dibanding repotnya membuka baut yang dol.
Buat lubang pemandu di material keras: Saat memasang sekrup di kayu keras, bor lubang pemandu lebih dulu agar sekrup masuk lurus dan tidak butuh torsi berlebihan.
Rawat ulir dengan pelumas: Oleskan pelumas serbaguna atau anti karat pada baut yang sering terkena air, seperti baut motor. Ulir yang bebas karat jauh lebih mudah dibuka di kemudian hari.
Pilih jenis kepala baut yang lebih tahan selip: Kepala Torx (bintang) dan hex (L) umumnya lebih tahan selip dibanding kepala plus, sehingga cocok untuk bagian yang sering dibongkar.
Baut dol pada kepala berarti alur obengnya aus sehingga obeng selip. Sementara itu, baut dol pada ulir berarti drat baut atau lubangnya rusak, sehingga baut hanya berputar di tempat tanpa keluar. Kasus kedua biasanya perlu dicabut sambil ditarik dengan tang, lalu lubangnya diperbaiki dengan hand tap.
Mulailah dari cara paling ringan, yaitu karet gelang atau mengganti ukuran mata obeng. Kalau belum berhasil, lanjutkan ke tang, obeng ketok, membuat alur baru, lalu ekstraktor dan bor sebagai langkah terakhir.
Sebaiknya tidak. Kepala baut yang sudah aus atau dipotong alurnya akan lebih cepat rusak saat dikencangkan, jadi ganti dengan baut baru yang ukuran dan jenis ulirnya sama.
Rekomendasi Drama Korea tentang Balapan Mobil yang Memacu AdrenalinDaftar Referensi
(kpl/ums)