Kapanlagi.com - Memilih merpati kolong yang berkualitas merupakan langkah penting bagi para penggemar lomba merpati tinggian. Merpati kolong yang bagus tidak hanya dilihat dari penampilan fisiknya saja, tetapi juga dari berbagai aspek anatomi yang mempengaruhi performa terbangnya.
Bagi pemula, proses memilih merpati kolong sering kali membingungkan karena banyaknya kriteria yang harus diperhatikan. Namun dengan memahami ciri-ciri fisik dan katuragan yang tepat, Anda dapat menemukan merpati kolong yang berpotensi menjadi juara.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara memilih merpati kolong yang berkualitas, mulai dari pengertian dasar hingga tips praktis yang dapat langsung diterapkan. Mari kita pelajari bersama agar Anda tidak salah dalam menentukan pilihan.
Merpati kolong merupakan salah satu jenis merpati tinggian yang digunakan dalam lomba ketangkasan burung. Berbeda dengan merpati balap yang mengutamakan kecepatan, merpati kolong dinilai dari kemampuan terbang tinggi (nitik) dan ketepatan serta kecepatan saat terjun menuju titik pendaratan. Lomba merpati kolong menuntut burung untuk memiliki stamina kuat, intelegensi tinggi, dan kemampuan manuver yang baik di udara.
Karakteristik utama merpati kolong yang berkualitas terletak pada keseimbangan antara bentuk tubuh, kekuatan fisik, dan mental burung. Merpati kolong yang unggul biasanya memiliki postur tubuh yang proporsional dengan otot-otot yang kenyal namun tidak kaku. Burung ini harus mampu terbang tinggi dengan stabil, kemudian turun dengan cepat dan tepat sasaran tanpa kehilangan keseimbangan atau mengalami hambatan saat manuver.
Dalam memilih merpati kolong, faktor genetik atau trah juga memegang peranan penting. Merpati yang berasal dari indukan juara cenderung mewarisi kemampuan dan karakteristik unggul dari orang tuanya. Namun, faktor genetik ini harus didukung dengan perawatan dan latihan yang tepat agar potensi burung dapat berkembang maksimal.
Menurut buku Cara Beternak Merpati karya Suparman, merpati tinggian yang berkualitas tidak hanya dilihat dari ciri anggota tubuhnya, tetapi juga dari prestasi indukan yang biasanya sangat mahal harganya. Hal ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan aspek keturunan dalam proses pemilihan merpati kolong.
Bagian kepala merpati kolong menjadi indikator penting dalam menilai kualitas burung. Merpati kolong yang berkualitas memiliki kepala berukuran besar dengan batok kepala bagian depan lebih tinggi dibandingkan bagian belakang. Bentuk kepala yang sedikit jenong dengan sudut sekitar 45-60 derajat dari pangkal hidung menandakan burung memiliki intelegensi tinggi dan mampu turun dari berbagai arah dengan baik.
Bentuk paruh juga perlu diperhatikan dalam cara memilih merpati kolong. Pilih merpati dengan paruh yang runcing pada bagian ujung, berukuran sedang, dan tidak terlalu panjang. Jarak dari ujung hidung ke paruh sebaiknya lebih pendek dibandingkan jarak ujung hidung ke batok kepala depan. Paruh yang terlalu panjang dapat mengurangi kelincahan burung saat terbang.
Mata merpati kolong yang bagus memiliki pupil berwarna hitam pekat yang dapat merespons cahaya dengan cepat. Ketika diarahkan ke sinar matahari, pupil akan mengecil, dan kembali normal dengan cepat saat tidak terkena cahaya langsung. Mata yang jernih dengan warna kuning, kuning bercampur merah, atau kombinasi warna lain yang bersih menandakan kesehatan mata yang baik. Cincin mata atau kacamata yang menempel pada biji mata dan berwarna hijau merupakan tanda keunggulan.
Hidung merpati kolong yang berkualitas berukuran besar, menggembung, dan panjang dengan warna kapur pekat. Pangkal hidung bagian bawah sebaiknya menjorok ke belakang. Hindari memilih burung dengan hidung kecil dan pangkal hidung lurus karena burung tersebut cenderung terbang jauh namun jarang kembali. Hidung yang baik juga berfungsi sebagai alat navigasi yang membantu burung menemukan jalan pulang.
Sayap merupakan bagian vital yang menentukan kemampuan terbang merpati kolong. Sayap yang berkualitas memiliki ciri kuat namun lentur, dengan bulu-bulu yang rapat, tebal, dan tidak bergelombang. Ujung bulu sayap sebaiknya berbentuk runcing atau merit, dengan lidi bulu yang membulat tebal di pangkal, menipis ke atas, dan lentur tidak kaku. Panjang sayap idealnya tidak melebihi panjang ekor saat dalam posisi terlipat.
Otot sayap yang tebal dan kenyal tanpa tulang yang terlalu menonjol menandakan kekuatan sayap yang baik. Anda dapat merasakan ini dengan meraba bagian pangkal sayap atau ketiak merpati. Sayap yang mengkongkong saat dipegang, bukan yang rapat ke badan, menunjukkan fleksibilitas yang baik. Tulang bulu yang keras dengan lapisan lilin yang baik akan membuat bulu tidak mudah rusak saat terbang.
Bentuk dada merpati kolong yang ideal adalah berbentuk V jika dilihat dari depan, bukan berbentuk O atau elips. Dada yang besar dan membusung dengan otot yang kuat dan kenyal menandakan tenaga atau CC (Cubic Capacity) yang besar. Dada yang berisi akan membuat bagian dada tidak tertutup sayap secara penuh. Jika terlihat ada belahan dada, itu merupakan tanda yang lebih baik lagi.
Bulu merpati kolong yang berkualitas terasa halus dan licin saat dipegang, tebal, dan menutup rapi. Bulu yang tidak mudah basah saat terkena air menandakan kualitas bulu yang baik. Tekstur bulu yang terasa seperti sutra (nyutra) dengan pegangan yang empuk seperti kapas menunjukkan kualitas bulu yang unggul. Bulu yang lentur namun kokoh akan mendukung kecepatan dan kelincahan merpati saat terbang dan bermanuver.
Leher merpati kolong yang baik memiliki ukuran sedang, tidak terlalu panjang maupun pendek. Leher yang kuat, tegak, dan kencang saat dipegang menandakan kualitas yang baik. Panjang leher sebaiknya tidak melebihi panjang tulang dada. Leher yang terlalu panjang membuat burung kurang fokus saat terbang, sedangkan leher yang terlalu pendek mengurangi kelincahan burung.
Ekor merpati kolong memiliki fungsi penting sebagai kemudi yang mengatur kecepatan terbang dan keseimbangan. Ekor yang berkualitas memiliki bulu yang tebal, rapat, panjang, dan lentur namun kokoh. Ujung ekor sebaiknya rata, bukan membulat. Saat dipegang, ekor yang baik akan terasa menyatu menjadi satu kesatuan dan cenderung turun ke bawah. Panjang ekor idealnya lebih panjang dari ujung sayap saat dalam posisi terlipat.
Bentuk kaki merpati kolong yang ideal adalah panjang, kering, dan terlihat bersisik (mbesik). Kaki yang kokoh dengan tulang keras berwarna merah gelap menandakan kekuatan yang baik. Saat burung dipegang, kaki yang berkualitas akan mendorong ke belakang sejajar dengan ekor, bukan menekuk ke depan atau diam saja. Kaki yang kering dan kuat membantu burung saat landing atau mendarat dengan baik.
Cara memilih merpati kolong juga harus memperhatikan bagian supit udang atau capit udang, yaitu dua tulang yang menonjol dekat dubur. Supit udang yang berkualitas harus keras, runcing, dengan jarak sekitar 0,5-1 cm atau lebih. Jarak supit udang yang renggang dan keras mencegah burung mengalami "jepat" atau berhenti tiba-tiba saat turun. Supit udang yang rapat dan lembek dapat menyebabkan gesekan yang menimbulkan rasa tidak nyaman saat burung menukik turun.
Katuragan atau katuranggan adalah pengetahuan mengenai anatomi dan bentuk fisik merpati yang digunakan untuk menilai kualitas burung. Dalam cara memilih merpati kolong, katuragan menjadi panduan penting yang harus dipahami. Pegangan body atau cara burung terasa saat dipegang memberikan informasi berharga tentang kualitas daging dan otot burung.
Pegangan ngejantung adalah istilah untuk merpati yang saat dipegang terasa seperti jantung pisang, dengan pinggang berisi dan membulat. Serat daging yang kenyal, baik yang empuk kenyal maupun keras kenyal, menandakan kualitas yang baik. Pegangan empuk kenyal biasanya cocok untuk jarak terbang jauh karena burung tidak cepat lelah, sedangkan pegangan keras kenyal cocok untuk jarak terbangan 1-2 km dengan kecepatan tinggi.
Pegangan ngapas adalah kondisi di mana burung terasa empuk seperti kapas saat dipegang, dengan bulu yang tebal dan halus seperti sutra. Pinggang yang berisi dan tidak tepos (kosong) menandakan kondisi fisik yang prima. Perut yang terasa berisi dan lentur saat diraba menunjukkan otot perut yang baik. Keseluruhan pegangan body harus terasa seimbang dan proporsional.
Jarak pinggang atau brutu dengan badan juga penting dalam katuragan merpati kolong. Jarak yang tidak renggang menandakan burung memiliki keseimbangan yang baik. Burung dengan jarak pinggang yang renggang dari badan akan mengalami masalah saat terjun, seperti melambat, kehilangan keseimbangan, berbelok tiba-tiba, atau sulit mengerem saat mendarat. Pinggang yang rapat dengan badan, baik kecil maupun besar, memungkinkan burung turun dengan lebih cepat dan stabil.
Bentuk tulangan merpati kolong dapat dibedakan menjadi tulangan keras dan tulangan sedang atau empuk. Tulangan keras terasa menonjol saat diraba, sedangkan tulangan sedang sedikit tertutup daging. Merpati dengan tulangan keras biasanya memiliki tembak yang keras namun rawan cidera dan cepat lelah, cocok untuk jarak terbang sekitar 1 km. Sementara tulangan sedang lebih lincah dalam manuver, dengan tembak yang bervariasi dan tidak cepat lelah, cocok untuk jarak lebih dari 1 km.
Postur tubuh merpati kolong yang ideal adalah tegap dengan ukuran badan sedang, tidak terlalu besar maupun kecil. Badan yang ramping, padat, berisi, namun dengan bobot ringan menandakan burung yang streamline dan efisien saat terbang. Daging yang terasa lunak seperti agar dengan otot yang kenyal menunjukkan kualitas fisik yang baik. Postur yang proporsional membuat burung ringan membawa badan saat terbang dan dapat bereaksi cepat saat mengubah arah.
Bagi pemula yang ingin membeli merpati kolong di pasar, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan memilih merpati secara asal hanya karena harganya murah. Pastikan terlebih dahulu bahwa burung tersebut berasal dari induk yang juara atau berprestasi. Tanyakan kepada penjual mengenai silsilah atau trah burung tersebut, karena genetik yang baik meningkatkan peluang mendapatkan merpati berkualitas.
Kedua, sebaiknya datang ke pasar ditemani oleh teman yang lebih berpengalaman atau memiliki pengetahuan luas tentang merpati. Pengalaman orang lain dapat membantu Anda mempertimbangkan pilihan dengan lebih baik dan menghindari kesalahan yang umum dilakukan pemula. Jangan langsung percaya pada pemaparan penjual tanpa melakukan pengecekan sendiri terhadap ciri fisik burung.
Ketiga, lakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan sebelumnya. Periksa mata, kepala, paruh, hidung, sayap, dada, ekor, kaki, dan bagian-bagian penting lainnya. Raba burung untuk merasakan pegangan body, kekenyalan daging, dan kondisi tulangan. Pastikan burung dalam kondisi sehat dengan bulu yang bersih dan rapi, mata yang cerah dan tajam, serta tubuh yang kekar namun tidak terlalu gemuk.
Keempat, jika memungkinkan, minta untuk melihat burung terbang terlebih dahulu atau tanyakan rekam jejak performa burung tersebut. Pantau langsung di lapangan untuk melihat kemampuan terbang, stabilitas, dan cara turun burung. Burung yang stabil dan memiliki performa baik lebih layak dipilih, terutama jika akan diikutkan dalam lomba. Cara memilih merpati kolong yang tepat akan menentukan kesuksesan Anda dalam lomba merpati tinggian.
Harga merpati kolong sangat bervariasi tergantung pada trah, prestasi indukan, dan kualitas burung itu sendiri. Merpati yang berasal dari induk juara atau yang sudah banyak memenangkan lomba biasanya dihargai sangat mahal. Jika Anda memiliki modal lebih dan tidak mempermasalahkan harga, pilihlah merpati kolong dengan kualitas terbaik dari peternak atau bird farm ternama yang mencatat silsilah burung dengan rapi dan lengkap.
Namun, bagi pemula dengan budget terbatas, merpati dari pasar umum juga bisa menjadi pilihan asalkan Anda cermat dalam memilih. Fokus pada ciri fisik dan katuragan yang telah dijelaskan, karena merpati dengan fisik yang baik tetap memiliki potensi untuk berprestasi jika dirawat dan dilatih dengan benar. Ingat bahwa merpati yang unggul belum tentu juara jika tidak diberikan perawatan dan pakan yang baik serta latihan yang konsisten.
Merpati kolong adalah jenis merpati tinggian yang dinilai dari kemampuan terbang tinggi dan ketepatan saat terjun, sedangkan merpati balap dinilai dari kecepatan terbang mencapai titik tujuan. Merpati kolong membutuhkan stamina dan intelegensi lebih tinggi karena harus mampu terbang nitik (sangat tinggi) kemudian turun dengan cepat dan tepat sasaran.
Cara terbaik adalah menanyakan langsung kepada penjual atau peternak mengenai silsilah burung tersebut. Peternak yang baik biasanya mencatat dengan rapi keturunan dan prestasi setiap burung. Anda juga bisa meminta bukti sertifikat atau dokumentasi lomba yang pernah diikuti oleh indukan. Membeli dari bird farm ternama lebih menjamin keaslian informasi trah burung.
Warna bulu tidak secara langsung mempengaruhi kualitas atau performa merpati kolong. Yang lebih penting adalah tekstur, ketebalan, dan kondisi bulu. Bulu yang halus, licin, tebal, rapat, dan tidak mudah rusak lebih menentukan kemampuan terbang burung. Warna bulu lebih merupakan preferensi estetika pemilik.
Usia ideal tergantung tujuan pembelian. Untuk pemula yang ingin melatih sendiri, merpati muda usia 3-6 bulan lebih mudah dibentuk dan dilatih. Untuk yang ingin langsung lomba, merpati dewasa usia 1-2 tahun yang sudah terlatih bisa menjadi pilihan. Pastikan burung dalam kondisi sehat dan aktif pada usia berapapun saat dibeli.
Setelah membeli, berikan masa adaptasi di kandang baru selama beberapa hari. Pastikan kandang bersih, nyaman, dan aman. Berikan pakan berkualitas dan air bersih. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi jika diperlukan. Setelah burung beradaptasi, mulai latihan secara bertahap sesuai dengan kemampuan burung. Konsistensi dalam perawatan dan latihan sangat penting untuk mengembangkan potensi merpati kolong.
Baik jantan maupun betina memiliki potensi yang sama untuk menjadi merpati kolong berkualitas. Yang membedakan adalah karakteristik perilaku, di mana jantan cenderung lebih agresif dan aktif, sedangkan betina lebih tenang. Pilihan tergantung pada preferensi dan strategi lomba yang akan digunakan. Keduanya bisa sama-sama berprestasi jika memiliki genetik baik dan dilatih dengan benar.
Perawatan merpati kolong meliputi pemberian pakan bergizi seimbang, air bersih yang selalu tersedia, kandang yang bersih dan nyaman, serta latihan terbang yang rutin dan teratur. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan berikan vitamin atau suplemen jika diperlukan. Jaga kebersihan bulu dengan memandikan burung secara teratur. Hindari stres dengan memberikan lingkungan yang tenang dan tidak terlalu ramai. Konsistensi dalam perawatan akan menjaga kualitas dan performa merpati kolong tetap optimal.