Kapanlagi.com - Pompa ASI adalah alat medis yang mengeluarkan susu dari payudara Anda. Alat ini memungkinkan Anda mempertahankan suplai ASI ketika Anda jauh dari bayi atau bayi Anda tidak dapat menyusui untuk sementara waktu. Fungsi utamanya adalah membantu ibu tetap dapat memberikan ASI meski tidak bisa menyusui langsung.
Pompa ASI elektrik menjadi solusi praktis bagi ibu menyusui yang ingin tetap memberikan ASI eksklusif meski memiliki kesibukan. Alat ini bekerja dengan bantuan listrik atau baterai untuk mengeluarkan ASI dari payudara secara otomatis.
Berbeda dengan pompa manual, cara menggunakan pompa ASI elektrik lebih efisien karena tidak memerlukan tenaga ekstra dari tangan. Ibu dapat memompa sambil beristirahat atau melakukan aktivitas ringan lainnya.
Para ibu menyusui menggunakan pompa ASI dalam beberapa kondisi tertentu, seperti jika bayi lahir prematur, pada ibu menyusui yang bekerja, adanya masalah ibu menyusui, atau agar ASI tidak menumpuk di payudara guna mencegah pembengkakan. Dengan memahami cara menggunakan pompa ASI elektrik yang tepat, proses memerah ASI akan lebih lancar dan nyaman.
Terdapat dua jenis utama pompa payudara yaitu elektrik dan manual, dan dalam jenis tersebut ada berbagai pilihan pompa yang dapat dipilih. Meskipun setiap pompa mungkin memiliki keunikan tersendiri, langkah-langkah dasarnya akan sama untuk setiap jenis.
Pompa ASI elektrik adalah alat yang digunakan untuk memompa atau mengeluarkan ASI dari payudara dengan bantuan tenaga listrik atau baterai. Anda pun tidak perlu memompa secara manual sehingga tangan tidak cepat lelah. Hal ini sangat membantu Anda terutama ketika harus memompa dalam waktu lama atau beberapa kali sehari.
Pompa ASI adalah alat medis yang mengeluarkan susu dari payudara Anda. Alat ini memungkinkan Anda mempertahankan suplai ASI ketika Anda jauh dari bayi atau bayi Anda tidak dapat menyusui untuk sementara waktu. Fungsi utamanya adalah membantu ibu tetap dapat memberikan ASI meski tidak bisa menyusui langsung.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alasan perlunya menggunakan alat pompa ASI adalah sebagai berikut: ASI harus dikeluarkan karena kondisi payudara sudah bengkak tetapi bayi belum mau menyusu, merangsang produksi ASI pada payudara, bayi belum bisa menyusu langsung dari payudara, dan puting payudara lecet bila bayi menyusu langsung.
Dengan pompa elektrik, ibu tetap bisa memberikan ASI meski harus kembali bekerja. ASI bisa diperah, disimpan, dan diberikan kepada bayi saat ibu tidak berada di rumah. Pompa elektrik, khususnya yang memiliki fitur double pumping, dapat mengosongkan dua payudara secara bersamaan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan pompa manual.
Sebelum mempelajari cara menggunakan pompa ASI elektrik, penting untuk mengenal jenis-jenisnya terlebih dahulu. Pemilihan jenis yang tepat akan mempengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses pumping.
Pompa ASI elektrik umumnya tersedia dalam dua model, yaitu single dan double. Model single-pumping hanya memompa satu payudara, cocok untuk ibu yang jarang memompa. Sementara itu, model double-pumping memompa kedua payudara sekaligus sehingga menghasilkan lebih banyak ASI dalam waktu singkat.
Pompa ASI elektrik ada yang tersedia dengan pilihan corong tunggal (single-pump) atau ganda (double-pump). Sesi memompa biasanya berlangsung selama 10 hingga 15 menit. Jika ibu memiliki waktu yang terbatas untuk memompa, penggunaan pompa ASI elektrik double-pump lebih cocok. Penelitian yang membandingkan double-pump dan single-pump menunjukkan bahwa pompa ASI corong ganda menghasilkan lebih banyak susu secara keseluruhan.
Pompa bertenaga, tidak seperti pompa manual, menggunakan motor untuk menciptakan hisapan dan mengeluarkan susu. Ada dua jenis pompa bertenaga: pompa ASI elektrik dan pompa ASI bertenaga baterai. Anda perlu mencolokkan pompa elektrik ke stopkontak saat menggunakannya. Dengan pompa bertenaga baterai, Anda tidak harus berada di dekat stopkontak dan dapat memompa saat bepergian.
Persiapan yang matang sebelum memompa ASI akan membuat proses berjalan lebih lancar dan nyaman. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menggunakan pompa ASI elektrik.
Letakkan kain hangat dan lembap pada setiap payudara sebelum Anda memompa. Condongkan badan ke depan dan goyangkan payudara dengan lembut, serta pijat payudara dengan lembut. Basahi flange/pelindung pompa Anda sebelum meletakkannya di payudara untuk menciptakan segel yang lebih baik.
Berikut adalah panduan lengkap cara menggunakan pompa ASI elektrik yang benar agar proses pumping berjalan efektif dan nyaman.
Untuk mendapatkan hasil pumping yang maksimal, ada beberapa tips yang dapat diterapkan agar proses memerah ASI lebih efektif dan nyaman.
Jika Anda kesulitan merasa nyaman memompa di tempat kerja, coba lihat foto bayi Anda, tonton video bayi Anda, atau pikirkan tentang memeluk atau menyusui bayi Anda. Anda juga dapat mencoba mendengarkan suara atau musik yang menenangkan dan menghirup minyak esensial favorit Anda. Semua teknik ini dapat membantu Anda rileks dan membuat susu Anda mengalir lebih mudah.
Dalam proses belajar cara menggunakan pompa ASI elektrik, ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari agar pumping tetap efektif dan aman.
Merawat pompa ASI elektrik dengan baik akan memperpanjang usia pakai alat dan menjaga kualitas ASI yang dipompa. Berikut panduan perawatan yang perlu diperhatikan.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan pompa ASI. Baca instruksi penggunaan pompa ASI yang tertera pada kemasannya, dari cara merakit hingga cara mengoperasikannya. Letakkan corong pompa ASI tepat pada puting payudara, kemudian nyalakan mesin pompa untuk pompa elektrik atau gerakkan tuas pompa secara perlahan untuk pompa manual. Jika sudah selesai memompa, pisahkan bagian-bagian pompa ASI lalu bersihkan semuanya dengan sabun dan air panas.
Gunakan baskom cuci dan air sabun khusus untuk barang-barang pemberian makan bayi; hindari mencuci bagian pompa langsung di wastafel untuk mencegah kontaminasi dari kuman di saluran pembuangan. Ini penting untuk menjaga sterilitas komponen pompa.
Jika ada sisa ASI pada pompa, bersihkan menurut instruksi pada kemasan produk. Pastikan agar seluruh komponen ASI benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tersisa dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Satu cara dan tips yang bermanfaat dalam menggunakan pompa ASI elektrik adalah tidak lupa menutup pompa. Pompa yang dibiarkan terbuka dapat mengurangi efektivitas pompa itu sendiri. Simpan pompa di tempat yang bersih dan kering setelah digunakan.
Waktu ideal untuk memompa ASI biasanya berkisar 15-20 menit per payudara untuk single pump, atau 15-20 menit total jika menggunakan double pump. Namun, yang terpenting adalah memompa hingga ASI berhenti mengalir dan payudara terasa kosong, bukan berpatokan pada waktu tertentu.
Ya, sangat normal jika ASI yang keluar sedikit pada awal-awal penggunaan pompa elektrik. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pompa. Dengan penggunaan rutin dan teknik yang benar, produksi ASI akan meningkat seiring waktu. Jangan berkecil hati dan terus konsisten memompa.
Untuk ibu yang bekerja penuh waktu, disarankan memompa ASI setiap 3-4 jam sekali atau sekitar 2-3 kali selama jam kerja. Frekuensi ini menyesuaikan dengan jadwal menyusui normal bayi dan membantu mempertahankan suplai ASI tetap optimal.
Jika payudara terasa sakit, sebaiknya turunkan tingkat hisapan pompa atau periksa apakah ukuran corong sudah sesuai. Pumping seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika nyeri berlanjut, konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan saran yang tepat.
ASI hasil pompa dapat disimpan di suhu ruang selama 4-6 jam, di lemari es selama 3-5 hari, atau di freezer selama 6-12 bulan. Gunakan wadah atau kantong ASI yang steril dan food grade, serta beri label tanggal dan waktu pemompaan untuk memudahkan rotasi penggunaan.
Ya, penggunaan pompa ASI elektrik secara teratur dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Prinsipnya adalah supply and demand - semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Teknik power pumping dengan pompa elektrik juga efektif untuk meningkatkan suplai ASI.
Sangat boleh dan bahkan dianjurkan untuk mengombinasikan menyusui langsung dengan pumping. Anda bisa memompa satu payudara sementara bayi menyusu di payudara lainnya, atau memompa setelah bayi selesai menyusu untuk mengosongkan payudara sepenuhnya dan meningkatkan produksi ASI.