Cara Menggunakan Pompa ASI Elektrik untuk Ibu Menyusui
cara menggunakan pompa asi elektrik (h)
Kapanlagi.com - Pompa ASI adalah alat medis yang mengeluarkan susu dari payudara Anda. Alat ini memungkinkan Anda mempertahankan suplai ASI ketika Anda jauh dari bayi atau bayi Anda tidak dapat menyusui untuk sementara waktu. Fungsi utamanya adalah membantu ibu tetap dapat memberikan ASI meski tidak bisa menyusui langsung.
Advertisement
1. Mengenal Pompa ASI Elektrik untuk Kebutuhan Menyusui
Pompa ASI elektrik menjadi solusi praktis bagi ibu menyusui yang ingin tetap memberikan ASI eksklusif meski memiliki kesibukan. Alat ini bekerja dengan bantuan listrik atau baterai untuk mengeluarkan ASI dari payudara secara otomatis.
Berbeda dengan pompa manual, cara menggunakan pompa ASI elektrik lebih efisien karena tidak memerlukan tenaga ekstra dari tangan. Ibu dapat memompa sambil beristirahat atau melakukan aktivitas ringan lainnya.
Para ibu menyusui menggunakan pompa ASI dalam beberapa kondisi tertentu, seperti jika bayi lahir prematur, pada ibu menyusui yang bekerja, adanya masalah ibu menyusui, atau agar ASI tidak menumpuk di payudara guna mencegah pembengkakan. Dengan memahami cara menggunakan pompa ASI elektrik yang tepat, proses memerah ASI akan lebih lancar dan nyaman.
Terdapat dua jenis utama pompa payudara yaitu elektrik dan manual, dan dalam jenis tersebut ada berbagai pilihan pompa yang dapat dipilih. Meskipun setiap pompa mungkin memiliki keunikan tersendiri, langkah-langkah dasarnya akan sama untuk setiap jenis.
2. Pengertian dan Fungsi Pompa ASI Elektrik
Pompa ASI elektrik adalah alat yang digunakan untuk memompa atau mengeluarkan ASI dari payudara dengan bantuan tenaga listrik atau baterai. Anda pun tidak perlu memompa secara manual sehingga tangan tidak cepat lelah. Hal ini sangat membantu Anda terutama ketika harus memompa dalam waktu lama atau beberapa kali sehari.
Pompa ASI adalah alat medis yang mengeluarkan susu dari payudara Anda. Alat ini memungkinkan Anda mempertahankan suplai ASI ketika Anda jauh dari bayi atau bayi Anda tidak dapat menyusui untuk sementara waktu. Fungsi utamanya adalah membantu ibu tetap dapat memberikan ASI meski tidak bisa menyusui langsung.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), alasan perlunya menggunakan alat pompa ASI adalah sebagai berikut: ASI harus dikeluarkan karena kondisi payudara sudah bengkak tetapi bayi belum mau menyusu, merangsang produksi ASI pada payudara, bayi belum bisa menyusu langsung dari payudara, dan puting payudara lecet bila bayi menyusu langsung.
Dengan pompa elektrik, ibu tetap bisa memberikan ASI meski harus kembali bekerja. ASI bisa diperah, disimpan, dan diberikan kepada bayi saat ibu tidak berada di rumah. Pompa elektrik, khususnya yang memiliki fitur double pumping, dapat mengosongkan dua payudara secara bersamaan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan pompa manual.
3. Jenis-Jenis Pompa ASI Elektrik
Sebelum mempelajari cara menggunakan pompa ASI elektrik, penting untuk mengenal jenis-jenisnya terlebih dahulu. Pemilihan jenis yang tepat akan mempengaruhi kenyamanan dan efektivitas proses pumping.
Pompa ASI elektrik umumnya tersedia dalam dua model, yaitu single dan double. Model single-pumping hanya memompa satu payudara, cocok untuk ibu yang jarang memompa. Sementara itu, model double-pumping memompa kedua payudara sekaligus sehingga menghasilkan lebih banyak ASI dalam waktu singkat.
Pompa ASI elektrik ada yang tersedia dengan pilihan corong tunggal (single-pump) atau ganda (double-pump). Sesi memompa biasanya berlangsung selama 10 hingga 15 menit. Jika ibu memiliki waktu yang terbatas untuk memompa, penggunaan pompa ASI elektrik double-pump lebih cocok. Penelitian yang membandingkan double-pump dan single-pump menunjukkan bahwa pompa ASI corong ganda menghasilkan lebih banyak susu secara keseluruhan.
Pompa bertenaga, tidak seperti pompa manual, menggunakan motor untuk menciptakan hisapan dan mengeluarkan susu. Ada dua jenis pompa bertenaga: pompa ASI elektrik dan pompa ASI bertenaga baterai. Anda perlu mencolokkan pompa elektrik ke stopkontak saat menggunakannya. Dengan pompa bertenaga baterai, Anda tidak harus berada di dekat stopkontak dan dapat memompa saat bepergian.
4. Persiapan Sebelum Menggunakan Pompa ASI Elektrik
Persiapan yang matang sebelum memompa ASI akan membuat proses berjalan lebih lancar dan nyaman. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menggunakan pompa ASI elektrik.
- Cuci Tangan dengan Bersih
Cuci tangan Anda dan keringkan dengan handuk kertas bersih. Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah kontaminasi bakteri pada ASI. - Sterilkan Semua Komponen Pompa
Pastikan semua bagian pompa ASI Anda bersih dan disterilkan sebelum digunakan. Baca manual untuk membiasakan diri dengan prosesnya. Komponen yang steril menjamin kualitas ASI tetap terjaga. - Pilih Tempat yang Nyaman
Temukan tempat yang pribadi, hangat, dan nyaman untuk memompa. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air. Siapkan perlengkapan pompa yang bersih. Suasana yang tenang membantu proses let-down reflex berjalan lebih baik. - Rakit Pompa Sesuai Petunjuk
Rakit pompa Anda dengan mengikuti langkah-langkah dalam manual instruksi. Pastikan semua bagian terpasang dengan benar agar pompa bekerja optimal. - Siapkan Sumber Daya
Cuci tangan sebelum menangani pompa atau memerah susu. Periksa daya baterai atau colokkan pompa ke sumber listrik. Duduk di tempat yang nyaman dan tenang. Pilih ukuran flange yang sesuai untuk kenyamanan.
Letakkan kain hangat dan lembap pada setiap payudara sebelum Anda memompa. Condongkan badan ke depan dan goyangkan payudara dengan lembut, serta pijat payudara dengan lembut. Basahi flange/pelindung pompa Anda sebelum meletakkannya di payudara untuk menciptakan segel yang lebih baik.
5. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Pompa ASI Elektrik
Berikut adalah panduan lengkap cara menggunakan pompa ASI elektrik yang benar agar proses pumping berjalan efektif dan nyaman.
- Siapkan dan Pasang Komponen Pompa
Cuci tangan ibu sampai bersih dengan menggunakan sabun terlebih dulu. Siapkan alat pompa elektrik, kemudian pasang komponen breast pump sesuai petunjuk pemakaian. Pastikan semua bagian terpasang dengan erat untuk menghindari kebocoran. - Posisikan Corong dengan Tepat
Letakkan pelindung payudara (flange) di atas payudara Anda. Puting Anda harus berada di tengah-tengah lubang flange. Flange tidak boleh mencubit, menarik, atau terasa mengiritasi payudara Anda. Jika terasa tidak nyaman, Anda mungkin memerlukan ukuran flange yang berbeda. - Hubungkan ke Sumber Listrik
Colokkan pompa elektrik ke sumber listrik terdekat atau langsung gunakan saat baterai masih tersedia. Pastikan daya mencukupi untuk sesi pumping yang akan dilakukan. - Nyalakan dan Atur Kecepatan
Tahap pertama dalam menggunakan pompa ASI elektrik adalah memusatkan pompa di puting susu. Bunda bisa mencondongkan badan sedikit ke depan, lalu menyalakan pompa. Mulai memompa dengan pengaturan hisapan rendah dan secara bertahap tingkatkan ke tingkat yang nyaman. Tingkat hisapan tinggi langsung dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan pada jaringan payudara. Duduk dalam posisi yang nyaman dan santai saat memompa. - Gunakan Mode Stimulasi
Beberapa pompa ASI elektrik memiliki kecepatan mengisap yang lebih cepat pada awal sesi pemompaan. Teknik ini meniru kecepatan mengisap yang digunakan bayi untuk memicu refleks let-down. Kemudian saat ASI sudah mengalir, ibu dapat mengatur pompa ASI ke kecepatan yang lebih lambat. - Lakukan Pemompaan Hingga Selesai
Gunakan pijatan payudara lembut selama memompa, dan pemerasan tangan setelah memompa untuk memaksimalkan produksi susu. Lanjutkan memompa hingga susu Anda berhenti mengalir, umumnya sekitar 15-20 menit per payudara atau total 15-20 menit jika double pumping. Pompa sesering bayi Anda biasanya menyusu. - Bersihkan Semua Peralatan
Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah selesai digunakan. Jika Anda memakai pompa untuk mengeluarkan ASI, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya. Sebaiknya cuci dengan air panas dan sabun sebelum dan setelah pompa digunakan agar pompa tetap steril.
6. Tips Agar Pumping ASI Lebih Efektif dan Nyaman
Untuk mendapatkan hasil pumping yang maksimal, ada beberapa tips yang dapat diterapkan agar proses memerah ASI lebih efektif dan nyaman.
- Ciptakan Suasana Rileks
Langkah pertama ini sangat penting, karena rasa tidak nyaman dan cemas bisa saja menghambat ASI Bunda. Jadi, ambil bantal, duduk di kursi yang empuk, dan tarik napas panjang untuk segera memulainya. Cobalah untuk memompa ASI di tempat yang tenang supaya ibu bisa rileks, baik itu di tempat tidur, sofa, atau di halaman belakang. Kondisi ibu yang rileks akan memengaruhi produksi ASI menjadi lebih lancar. - Lakukan Pijatan Payudara
Menerapkan kompres hangat pada payudara Anda dapat meningkatkan let down, proses ketika susu Anda mulai mengalir. Memijat payudara Anda sebelum dan sesudah memompa juga dapat membantu. Pijatan lembut membantu merangsang produksi ASI. - Pilih Ukuran Corong yang Tepat
Basahi flange/pelindung pompa Anda sebelum meletakkannya di payudara untuk menciptakan segel yang lebih baik. Flange payudara tersedia dalam berbagai ukuran dan perlu pas dengan nyaman pada puting Anda untuk mengalirkan payudara dengan benar. Flange yang lebih besar atau lebih kecil mungkin sudah termasuk dalam pompa Anda atau dapat dibeli sesuai kebutuhan. - Atur Jadwal Pumping Teratur
Patuhi jadwal pumping payudara. Memompa pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu tubuh Anda memproduksi lebih banyak susu seiring permintaan meningkat. Selain itu, melihat foto bayi Anda atau mendengarkan mereka dapat membantu merangsang lebih banyak susu. - Jaga Hidrasi dan Nutrisi
Minum banyak air sepanjang hari, karena tetap terhidrasi secara langsung memengaruhi suplai susu Anda. Patuhi jadwal pumping yang teratur untuk aliran susu yang konsisten. Konsumsi makanan bergizi juga mendukung produksi ASI. - Gunakan Teknik Hands-On Pumping
Anda mungkin bisa mendapatkan lebih banyak susu dari sesi pumping jika Anda menggunakan pompa ASI elektrik dan tangan Anda. Selama beberapa menit terakhir sesi pumping Anda, tekan dan pijat dengan lembut di sekitar payudara Anda untuk membantu mengalirkannya dengan lebih sempurna. Bra pumping dapat membantu jika Anda menggunakan teknik "hands-on pumping" ini. - Jangan Stres dengan Hasil
Jangan khawatir jika susu Anda membutuhkan beberapa menit sebelum mulai mengalir. Bersabarlah, tidak langsung pada awalnya. Berlatih memompa sebelum Anda membutuhkan susu dapat membantu tubuh Anda terbiasa dengan pompa Anda sehingga Anda akan lebih nyaman dengan prosesnya.
Jika Anda kesulitan merasa nyaman memompa di tempat kerja, coba lihat foto bayi Anda, tonton video bayi Anda, atau pikirkan tentang memeluk atau menyusui bayi Anda. Anda juga dapat mencoba mendengarkan suara atau musik yang menenangkan dan menghirup minyak esensial favorit Anda. Semua teknik ini dapat membantu Anda rileks dan membuat susu Anda mengalir lebih mudah.
7. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Dalam proses belajar cara menggunakan pompa ASI elektrik, ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan perlu dihindari agar pumping tetap efektif dan aman.
- Menggunakan Hisapan Terlalu Kuat
Banyak ibu berpikir hisapan yang lebih kuat akan menghasilkan lebih banyak ASI, padahal ini justru dapat menyebabkan nyeri dan lecet pada puting. Gunakan ukuran flange payudara yang benar yang pas dengan nyaman di sekitar puting Anda untuk drainase susu yang tepat. Ikuti instruksi yang disediakan dengan pompa Anda, dan hindari memutar hisapan terlalu tinggi. Pumping harus selalu nyaman; jika tidak, konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk saran tentang ukuran flange atau teknik. - Tidak Membersihkan Pompa dengan Benar
Bersihkan bagian pompa setelah setiap sesi, sterilkan setidaknya sekali sehari, dan pastikan benar-benar kering sebelum disimpan. Jika Anda sering memompa, buat stasiun khusus di rumah Anda untuk membersihkan dan menyimpan bagian pompa. Kebersihan yang buruk dapat menyebabkan kontaminasi bakteri. - Menggunakan Pompa Bekas dari Orang Lain
Ini langkah yang penting: Jika Bunda ingin menggunakan pompa ASI, maka jangan menggunakan yang bekas. Itu dilakukan karena pompa bekas bisa membawa virus atau bakteri, seperti HIV, dari pengguna sebelumnya. - Tidak Mengosongkan Payudara Sepenuhnya
Pastikan payudara kosong setelah pemerahan. Payudara yang tidak kosong setelah selesai pumping dapat memengaruhi produksi ASI berikutnya. Pengosongan yang tidak sempurna dapat menurunkan suplai ASI. - Melewatkan Sesi Pumping
Pompa sesering bayi Anda biasanya menyusu. Melewatkan periode panjang tanpa memompa dapat menurunkan suplai susu Anda. Konsistensi sangat penting untuk mempertahankan produksi ASI. - Tidak Membaca Manual Instruksi
Jika ini adalah kali pertama Bunda menggunakan pompa ASI elektrik, luangkan waktu untuk membaca buku panduannya. Pompa ASI elektrik mungkin punya panduan yang berbeda-beda. Setiap pompa memiliki fitur unik yang perlu dipahami.
8. Perawatan dan Penyimpanan Pompa ASI Elektrik
Merawat pompa ASI elektrik dengan baik akan memperpanjang usia pakai alat dan menjaga kualitas ASI yang dipompa. Berikut panduan perawatan yang perlu diperhatikan.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan pompa ASI. Baca instruksi penggunaan pompa ASI yang tertera pada kemasannya, dari cara merakit hingga cara mengoperasikannya. Letakkan corong pompa ASI tepat pada puting payudara, kemudian nyalakan mesin pompa untuk pompa elektrik atau gerakkan tuas pompa secara perlahan untuk pompa manual. Jika sudah selesai memompa, pisahkan bagian-bagian pompa ASI lalu bersihkan semuanya dengan sabun dan air panas.
Gunakan baskom cuci dan air sabun khusus untuk barang-barang pemberian makan bayi; hindari mencuci bagian pompa langsung di wastafel untuk mencegah kontaminasi dari kuman di saluran pembuangan. Ini penting untuk menjaga sterilitas komponen pompa.
Jika ada sisa ASI pada pompa, bersihkan menurut instruksi pada kemasan produk. Pastikan agar seluruh komponen ASI benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tersisa dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Satu cara dan tips yang bermanfaat dalam menggunakan pompa ASI elektrik adalah tidak lupa menutup pompa. Pompa yang dibiarkan terbuka dapat mengurangi efektivitas pompa itu sendiri. Simpan pompa di tempat yang bersih dan kering setelah digunakan.
9. FAQ Seputar Cara Menggunakan Pompa ASI Elektrik
1. Berapa lama waktu ideal untuk memompa ASI dengan pompa elektrik?
Waktu ideal untuk memompa ASI biasanya berkisar 15-20 menit per payudara untuk single pump, atau 15-20 menit total jika menggunakan double pump. Namun, yang terpenting adalah memompa hingga ASI berhenti mengalir dan payudara terasa kosong, bukan berpatokan pada waktu tertentu.
2. Apakah normal jika ASI yang keluar sedikit saat pertama kali menggunakan pompa elektrik?
Ya, sangat normal jika ASI yang keluar sedikit pada awal-awal penggunaan pompa elektrik. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pompa. Dengan penggunaan rutin dan teknik yang benar, produksi ASI akan meningkat seiring waktu. Jangan berkecil hati dan terus konsisten memompa.
3. Seberapa sering harus memompa ASI jika bekerja penuh waktu?
Untuk ibu yang bekerja penuh waktu, disarankan memompa ASI setiap 3-4 jam sekali atau sekitar 2-3 kali selama jam kerja. Frekuensi ini menyesuaikan dengan jadwal menyusui normal bayi dan membantu mempertahankan suplai ASI tetap optimal.
4. Apakah boleh menggunakan pompa ASI elektrik saat payudara terasa sakit?
Jika payudara terasa sakit, sebaiknya turunkan tingkat hisapan pompa atau periksa apakah ukuran corong sudah sesuai. Pumping seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jika nyeri berlanjut, konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan saran yang tepat.
5. Bagaimana cara menyimpan ASI hasil pompa elektrik?
ASI hasil pompa dapat disimpan di suhu ruang selama 4-6 jam, di lemari es selama 3-5 hari, atau di freezer selama 6-12 bulan. Gunakan wadah atau kantong ASI yang steril dan food grade, serta beri label tanggal dan waktu pemompaan untuk memudahkan rotasi penggunaan.
6. Apakah pompa ASI elektrik bisa meningkatkan produksi ASI?
Ya, penggunaan pompa ASI elektrik secara teratur dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Prinsipnya adalah supply and demand - semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Teknik power pumping dengan pompa elektrik juga efektif untuk meningkatkan suplai ASI.
7. Bolehkah menggunakan pompa ASI elektrik sambil menyusui langsung?
Sangat boleh dan bahkan dianjurkan untuk mengombinasikan menyusui langsung dengan pumping. Anda bisa memompa satu payudara sementara bayi menyusu di payudara lainnya, atau memompa setelah bayi selesai menyusu untuk mengosongkan payudara sepenuhnya dan meningkatkan produksi ASI.
(kpl/fed)
Advertisement