Contoh Teks Hikayat: Kumpulan Cerita Klasik Melayu dengan Nilai Moral
contoh teks hikayat
Kapanlagi.com - Hikayat merupakan salah satu bentuk karya sastra lama yang kaya akan nilai-nilai kehidupan dan pesan moral. Contoh teks hikayat dapat ditemukan dalam berbagai tema mulai dari kepahlawanan, percintaan, hingga cerita rakyat yang sarat makna.
Cerita-cerita dalam hikayat biasanya mengisahkan kehidupan kaum bangsawan, keluarga istana, atau tokoh-tokoh legendaris dengan unsur kemustahilan dan kesaktian. Setiap contoh teks hikayat mengandung pembelajaran berharga tentang moral, etika, dan nilai-nilai luhur yang dapat diteladani.
Mengutip dari jurnal Universitas Negeri Semarang yang berjudul "Pengembangan Bahan Ajar Memahami Hikayat Bermuatan Nilai-nilai Moral untuk Peserta Didik SMA/MA", hikayat merupakan karya sastra prosa lama yang berisi cerita, kisah, atau dongeng dengan kandungan nilai-nilai moral seperti saling menghargai, santun, dan disiplin.
Advertisement
1. Pengertian dan Karakteristik Teks Hikayat
Hikayat berasal dari bahasa Arab hikayah yang berarti kisah, dongeng, atau cerita. Teks hikayat adalah jenis cerita rakyat yang disajikan dengan bahasa Melayu klasik yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya. Secara umum, hikayat merupakan karya sastra lama yang berisi cerita sejarah atau roman fiktif.
Karakteristik utama hikayat meliputi penggunaan bahasa Melayu lama, bersifat anonim atau pengarangnya tidak diketahui, dan mengandung kemustahilan serta kesaktian dalam cerita. Hikayat juga bersifat istana sentris, artinya pusat ceritanya berada di lingkungan istana atau bertema kerajaan, serta menggunakan kata-kata arkais yang kuno dan jarang digunakan.
Tujuan hikayat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pengajaran moral dan pembangkit semangat. Pada zaman dahulu, hikayat berfungsi sebagai pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.
Struktur teks hikayat terdiri dari lima bagian utama: abstrak sebagai ringkasan cerita, orientasi yang memperkenalkan tokoh dan latar, komplikasi berupa konflik atau masalah, resolusi sebagai penyelesaian masalah, dan koda yang berisi pesan moral atau hikmah dari cerita.
2. Jenis-Jenis Hikayat Berdasarkan Tema dan Asal
Berdasarkan isinya, hikayat dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis seperti epos, cerita rakyat, cerita dari India, cerita dari Jawa, cerita-cerita Islam, sejarah dan biografi, serta cerita bertingkat. Setiap jenis memiliki karakteristik dan pesan moral yang berbeda sesuai dengan latar belakang budayanya.
- Hikayat Melayu Asli - Contohnya Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, dan Hikayat Malim Deman yang mencerminkan budaya asli Melayu dengan campuran unsur Islam.
- Hikayat Pengaruh Jawa - Seperti Hikayat Panji Semirang dan Hikayat Cekel Weneng Pati yang menunjukkan pengaruh budaya Jawa dalam sastra Melayu.
- Hikayat Pengaruh Hindu (India) - Contohnya Hikayat Sri Rama dari cerita Ramayana dan Hikayat Perang Pandhawa dari Mahabarata.
- Hikayat Pengaruh Arab-Persia - Seperti Hikayat Amir Hamzah dan Hikayat Seribu Satu Malam yang membawa nilai-nilai Islam.
- Hikayat Kepahlawanan - Menceritakan tokoh pahlawan dengan kekuatan luar biasa yang berjuang untuk kebaikan.
Melansir dari Brain Academy, hikayat merupakan cerita Melayu kuno dengan banyak kemustahilan namun memiliki banyak pelajaran berharga tentang kehidupan, moral, dan nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan teladan.
3. Contoh Teks Hikayat Hang Tuah
Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak Hang Mahmud yang bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar tentang Raja Bintan yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya.
Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, ia berkata kepada istrinya Dang Merdu untuk pergi ke Bintan mencari pekerjaan. Pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit dengan cahaya penuh di atas kepala Hang Tuah. Setelah terbangun, seluruh tubuh Hang Tuah berbau wangi seperti wangi-wangian.
Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Tiba-tiba datang pemberontak ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Ketika pemberontak menghampiri Hang Tuah dengan keris terhunus, ia melompat mengelak dan mengayunkan kapaknya ke kepala pemberontak hingga terbelah dan mati.
Karena kejadian itu, baginda raja sangat bersyukur atas kehadiran Hang Tuah. Namun, Tumenggung dan pegawai lain merasa iri dan memfitnah Hang Tuah dengan mengatakan ia berkhianat kepada raja. Setelah mendengar fitnah tersebut, raja memerintahkan untuk menyingkirkan Hang Tuah, meskipun sebenarnya ia tidak mati karena merupakan perwira besar dan wali Allah.
4. Contoh Teks Hikayat Abu Nawas dan Botol Ajaib
Baginda Raja selalu mencari cara untuk menjebak dan menghukum Abu Nawas yang cerdik. Suatu hari, Baginda Raja memanggil Abu Nawas ke istana karena mengeluhkan sakit perut akibat masuk angin. Raja kemudian memerintahkan Abu Nawas untuk menangkap angin dan mengurungnya dalam waktu tiga hari.
Abu Nawas tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin, tetapi memikirkan bagaimana cara membuktikan bahwa yang ia tangkap adalah angin. Setelah dua hari berlalu tanpa ide, pada hari ketiga Abu Nawas mendapat inspirasi dan menyiapkan sebuah botol.
Ketika Baginda Raja datang menanyakan angin yang diminta, Abu Nawas menyerahkan botol tertutup. Raja tidak melihat apa-apa dalam botol tersebut, lalu Abu Nawas meminta raja membuka tutup botol. Keluarlah bau busuk yang menyengat, dan Abu Nawas menjelaskan bahwa ia telah memasukkan angin kentutnya ke dalam botol agar tidak keluar.
Mendengar penjelasan yang masuk akal tersebut, Baginda Raja tidak jadi marah dan untuk kesekian kalinya nyawa Abu Nawas selamat berkat kecerdikannya dalam menghadapi tantangan dari raja.
5. Contoh Teks Hikayat Bayan Budiman
Sebermula ada saudagar di negara Ajam bernama Khojan Mubarok yang terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.
Setelah umur Khojan Maimun lima belas tahun, ia dipinangkan dengan anak saudagar kaya yang amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab. Setelah beristri, Khojan Maimun membeli seekor burung bayan jantan dan seekor tiung betina, lalu dibawanya ke rumah.
Pada suatu hari, Khojan Maimun hendak pergi untuk perniagaan di laut dan berpesan pada istrinya jika ada pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu karena fitnah di dunia amat besar. Setelah ditinggal suaminya, ada anak Raja Ajam yang melihat rupa Bibi Zainab yang terlalu elok dan berusaha mendekatinya melalui seorang perempuan tua.
Ketika Bibi Zainab meminta izin kepada burung tiung untuk menemui anak raja, burung tersebut menasihatinya tentang perbuatan yang melanggar aturan Allah SWT. Marah mendengar nasihat itu, Bibi Zainab melempar tiung hingga mati. Namun burung bayan yang lebih bijak memberikan cerita-cerita selama 24 malam hingga akhirnya Bibi Zainab insaf dan menunggu suaminya pulang dari rantauannya.
6. Contoh Teks Hikayat Putri Kemuning
Pada suatu hari hidup seorang raja yang terkenal bijaksana dan adil. Raja itu memiliki 10 orang putri yang sangat cantik dengan nama berdasarkan warna, dari Putri Jambon hingga putri bungsu bernama Putri Kuning. Kebahagiaan kurang lengkap karena istrinya meninggal saat melahirkan Putri Kuning.
Kesepuluh putrinya dirawat oleh seorang inang pengasuh dan tumbuh menjadi anak yang manja dan sering bertengkar, kecuali putri bungsu yang tak pernah terlibat pertengkaran. Ketika raja hendak berpergian dan menanyakan keinginan anak-anaknya, sembilan putri meminta barang mahal seperti kain sutra dan perhiasan, tetapi Putri Kuning hanya ingin ayahnya kembali sehat dan selamat.
Selama raja pergi, kelakuan sembilan putri semakin menjadi-jadi, hanya bersenang-senang dan menyuruh pelayan seenaknya. Putri Kuning merasa sedih melihat taman kesayangan ayahnya kotor dan membersihkannya sendiri, bahkan ketika kakak-kakaknya mengejek dan melemparinya sampah.
Ketika raja pulang dan memberikan hadiah kalung hijau cantik kepada Putri Kuning meski tidak meminta, putri hijau merasa iri dan menghasut saudara-saudaranya bahwa Putri Kuning mencuri kalung dari ayahnya. Saat merebut kalung secara paksa, mereka tak sengaja memukul kepala Putri Kuning hingga meninggal dan menguburnya di taman. Berbulan-bulan kemudian, di atas pusara tumbuh tanaman kuning harum yang dinamai raja sebagai Kemuning.
7. FAQ tentang Contoh Teks Hikayat
Apa yang dimaksud dengan teks hikayat?
Teks hikayat adalah karya sastra prosa lama berbahasa Melayu yang mengisahkan kehidupan kaum bangsawan, keluarga istana, atau tokoh legendaris dengan unsur kemustahilan dan kesaktian, serta mengandung nilai-nilai moral yang dapat diteladani.
Apa ciri-ciri utama teks hikayat?
Ciri-ciri teks hikayat meliputi penggunaan bahasa Melayu lama, bersifat anonim, mengandung kemustahilan dan kesaktian, berpusat di lingkungan istana, menggunakan kata-kata arkais, dan sarat dengan nilai-nilai moral serta ajaran kehidupan.
Bagaimana struktur teks hikayat?
Struktur teks hikayat terdiri dari abstrak (ringkasan cerita), orientasi (pengenalan tokoh dan latar), komplikasi (konflik atau masalah), resolusi (penyelesaian masalah), dan koda (pesan moral atau hikmah dari cerita).
Apa tujuan dari penulisan hikayat?
Tujuan hikayat adalah sebagai media hiburan, pengajaran moral, pembangkit semangat juang, pelipur lara, dan sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya serta ajaran kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Apa saja jenis-jenis hikayat berdasarkan asalnya?
Jenis hikayat berdasarkan asal meliputi hikayat Melayu asli, hikayat pengaruh Jawa, hikayat pengaruh Hindu (India), dan hikayat pengaruh Arab-Persia, masing-masing dengan karakteristik budaya dan nilai yang berbeda.
Mengapa hikayat penting untuk dipelajari?
Hikayat penting dipelajari karena mengandung kearifan lokal, nilai-nilai moral universal, pembelajaran sejarah dan budaya, serta dapat menjadi media pendidikan karakter yang efektif untuk memahami warisan sastra dan budaya Melayu.
Apa perbedaan hikayat dengan cerita rakyat lainnya?
Hikayat berbeda dengan cerita rakyat lain karena menggunakan bahasa Melayu klasik, berpusat pada kehidupan istana atau bangsawan, memiliki unsur kemustahilan yang kuat, struktur cerita yang lebih kompleks, dan sering kali berkaitan dengan sejarah atau tokoh legendaris tertentu.
(kpl/fed)
Advertisement