Kapanlagi.com - Fitur aksesibilitas pada smartphone dirancang untuk membantu pengguna dengan keterbatasan fisik dalam mengoperasikan perangkat. Namun, fitur ini juga dapat menjadi celah keamanan jika tidak digunakan dengan bijak. Ketika aksesibilitas diaktifkan, aplikasi tertentu mendapat izin untuk mengakses informasi dan data di dalam smartphone Anda.
Penggunaan fitur aksesibilitas yang tidak tepat dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk mengakses perangkat secara jarak jauh. Terutama bagi pengguna aplikasi perbankan digital, memahami cara menonaktifkan aksesibilitas menjadi sangat penting untuk melindungi data finansial. Ancaman social engineering yang memanfaatkan fitur ini semakin marak terjadi di Indonesia.
Beberapa bank digital seperti BRI dan BCA telah menerapkan sistem peringatan otomatis ketika mendeteksi fitur aksesibilitas aktif pada perangkat pengguna. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan transaksi dan melindungi nasabah dari risiko pembobolan akun. Oleh karena itu, mengetahui cara menonaktifkan aksesibilitas di smartphone Anda adalah keterampilan penting di era digital ini.
Fitur aksesibilitas merupakan sekumpulan pengaturan khusus yang tersedia di sistem operasi smartphone untuk membantu pengguna dengan disabilitas. Fitur ini mencakup berbagai layanan seperti pembaca layar (screen reader), pembesaran tampilan, koreksi warna, dan kontrol suara. Tujuan utamanya adalah membuat perangkat lebih mudah digunakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan, pendengaran, atau mobilitas fisik.
Salah satu fitur aksesibilitas yang paling umum adalah TalkBack pada Android, yang berfungsi membacakan teks dan ikon di layar dengan suara lantang. Fitur lainnya termasuk gerakan pembesaran untuk memperbesar tampilan layar, inversi warna untuk memudahkan pembacaan, dan pengaturan durasi sentuhan layar. Meskipun sangat bermanfaat bagi pengguna yang membutuhkan, fitur-fitur ini memberikan akses mendalam ke sistem operasi smartphone.
Ketika pengguna mengaktifkan layanan aksesibilitas untuk sebuah aplikasi, mereka secara tidak langsung memberikan izin kepada aplikasi tersebut untuk membaca konten layar, mendeteksi input pengguna, dan bahkan melakukan tindakan tertentu atas nama pengguna. Inilah yang menjadi celah keamanan jika aplikasi yang tidak terpercaya mendapatkan akses tersebut. Pelaku kejahatan siber dapat memanfaatkan izin ini untuk mencuri informasi sensitif seperti password, PIN, atau data transaksi perbankan.
Menurut panduan dari Microsoft Support, fitur aksesibilitas seperti mode pemindaian atau mode virtual pada pembaca layar perlu dikelola dengan baik, terutama saat menggunakan aplikasi yang memerlukan input data sensitif. Pengguna disarankan untuk hanya mengaktifkan fitur aksesibilitas ketika benar-benar membutuhkannya dan menonaktifkannya setelah selesai digunakan untuk menjaga keamanan perangkat.
Mengaktifkan fitur aksesibilitas tanpa pemahaman yang memadai dapat membuka pintu bagi berbagai ancaman keamanan digital. Pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan teknik social engineering untuk menipu korban agar mengaktifkan layanan aksesibilitas pada aplikasi berbahaya. Setelah mendapat akses, mereka dapat membaca seluruh konten layar, termasuk pesan OTP, password, dan informasi rekening bank yang ditampilkan.
Modus operandi yang umum terjadi adalah pelaku menghubungi calon korban melalui telepon atau pesan, berpura-pura sebagai petugas bank atau layanan pelanggan. Mereka kemudian meminta korban untuk mengunduh aplikasi tertentu dan mengaktifkan fitur aksesibilitas dengan dalih untuk "verifikasi akun" atau "pembaruan sistem". Begitu izin aksesibilitas diberikan, pelaku dapat mengontrol perangkat dari jarak jauh dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan korban.
Aplikasi perbankan digital seperti BRImo dan BCA mobile kini telah mengimplementasikan sistem deteksi otomatis untuk fitur aksesibilitas yang aktif. Ketika sistem mendeteksi adanya layanan aksesibilitas yang berjalan, aplikasi akan menampilkan pop-up peringatan dan meminta pengguna untuk menonaktifkannya terlebih dahulu sebelum dapat melanjutkan transaksi. Langkah preventif ini sangat efektif dalam mencegah akses tidak sah ke akun perbankan pengguna.
Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah aplikasi yang meminta izin aksesibilitas padahal tidak memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan tersebut. Aplikasi game, wallpaper, atau utilitas sederhana seharusnya tidak memerlukan akses ke layanan aksesibilitas. Jika sebuah aplikasi meminta izin ini tanpa alasan yang jelas, sebaiknya jangan diberikan atau segera hapus aplikasi tersebut dari perangkat Anda untuk menjaga keamanan data pribadi.
Pengguna smartphone Samsung dapat menonaktifkan fitur aksesibilitas dengan langkah-langkah yang cukup mudah. Ketika aplikasi perbankan seperti BRImo menampilkan pop-up peringatan tentang aksesibilitas yang aktif, pengguna dapat langsung mengklik tombol "Buka Pengaturan" yang tersedia pada notifikasi tersebut. Sistem akan otomatis mengarahkan pengguna ke menu pengaturan aksesibilitas yang relevan.
Berikut adalah langkah detail untuk menonaktifkan aksesibilitas di perangkat Samsung:
Untuk keamanan maksimal, pengguna Samsung juga disarankan untuk memeriksa menu aksesibilitas lainnya seperti TalkBack, Voice Assistant, atau Switch Access. Pastikan fitur-fitur tersebut juga dalam keadaan nonaktif jika Anda tidak membutuhkannya. Pemeriksaan berkala terhadap pengaturan aksesibilitas sebaiknya dilakukan minimal sebulan sekali untuk memastikan tidak ada layanan mencurigakan yang aktif tanpa sepengetahuan Anda.
Smartphone dengan sistem ColorOS (Oppo) dan MIUI (Xiaomi, Redmi, Poco) memiliki struktur menu yang sedikit berbeda dari Samsung. Pada perangkat-perangkat ini, pengaturan aksesibilitas biasanya berada di dalam submenu "Additional Settings" atau "Pengaturan Tambahan". Cara menonaktifkan aksesibilitas di merek-merek ini relatif serupa dengan langkah-langkah yang konsisten.
Untuk pengguna Oppo, ikuti langkah berikut:
Untuk pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco, prosesnya hampir identik:
Pengguna perangkat dengan MIUI juga perlu memeriksa fitur tambahan seperti "Quick Ball" atau "Touch Assistant" yang terkadang memerlukan izin aksesibilitas. Fitur-fitur ini dapat dinonaktifkan melalui menu Accessibility dengan cara yang sama. Pastikan untuk memeriksa semua submenu dalam pengaturan aksesibilitas untuk memastikan tidak ada layanan yang terlewat.
Perangkat Vivo menggunakan antarmuka Funtouch OS atau Origin OS yang memiliki tata letak menu sedikit berbeda. Menu aksesibilitas pada Vivo biasanya berada di bawah kategori "Shortcut and Accessibility". Sementara itu, perangkat Asus dengan ZenUI memiliki struktur menu yang lebih sederhana dan langsung menuju ke pengaturan aksesibilitas.
Langkah-langkah menonaktifkan aksesibilitas di Vivo:
Untuk pengguna Asus, prosesnya lebih ringkas:
Pada perangkat Vivo, pengguna juga perlu memperhatikan fitur "Assistive Ball" atau "Easy Touch" yang mungkin memerlukan izin aksesibilitas. Fitur ini dapat dinonaktifkan melalui menu Interaction and Dexterity dalam pengaturan aksesibilitas. Untuk perangkat Asus, periksa juga fitur "Easy Mode" atau "One-handed Mode" yang terkadang terhubung dengan layanan aksesibilitas dan pastikan semuanya dalam kondisi nonaktif jika tidak diperlukan.
Selain menonaktifkan fitur aksesibilitas, ada beberapa langkah keamanan tambahan yang perlu diterapkan untuk melindungi akun perbankan digital Anda. Pertama, selalu pastikan aplikasi mobile banking yang Anda gunakan diunduh dari sumber resmi seperti Google Play Store atau App Store. Hindari mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi atau link yang dikirim melalui pesan, email, atau media sosial karena bisa jadi itu adalah aplikasi palsu yang dirancang untuk mencuri data Anda.
Kedua, lakukan pembaruan aplikasi secara berkala. Bank-bank besar seperti BRI dan BCA rutin merilis update untuk aplikasi mobile banking mereka dengan peningkatan fitur keamanan. BRImo versi 2.75.0 dan BCA mobile versi 4.5.0 ke atas sudah dilengkapi dengan sistem deteksi aksesibilitas otomatis. Update aplikasi tidak hanya memberikan fitur baru, tetapi juga menambal celah keamanan yang mungkin ditemukan pada versi sebelumnya.
Ketiga, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank. Bank tidak akan pernah meminta informasi sensitif tersebut melalui telepon, SMS, atau email. Jika menerima panggilan atau pesan mencurigakan yang meminta Anda mengunduh aplikasi atau mengaktifkan fitur tertentu, segera hubungi layanan pelanggan resmi bank melalui nomor yang tertera di website atau kartu ATM Anda untuk verifikasi.
Keempat, aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi biometrik (sidik jari atau pengenalan wajah) dan notifikasi transaksi real-time. Fitur-fitur ini memberikan lapisan perlindungan ekstra dan memungkinkan Anda untuk segera mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan pada akun. Jika menemukan kendala atau pertanyaan terkait keamanan aplikasi mobile banking, hubungi layanan pelanggan resmi seperti Halo BCA di 1500888 atau Contact BRI di 1500017 untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan terpercaya.
Fitur aksesibilitas adalah sekumpulan pengaturan khusus yang dirancang untuk membantu pengguna dengan keterbatasan fisik dalam mengoperasikan smartphone. Fitur ini mencakup pembaca layar, pembesaran tampilan, koreksi warna, dan kontrol suara. Meskipun sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan, fitur ini dapat menjadi celah keamanan jika diaktifkan pada aplikasi yang tidak terpercaya karena memberikan akses luas ke sistem operasi perangkat.
Aplikasi mobile banking meminta pengguna menonaktifkan aksesibilitas sebagai langkah keamanan preventif. Ketika fitur aksesibilitas aktif, aplikasi tertentu dapat membaca konten layar termasuk password, PIN, dan kode OTP. Pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan celah ini untuk mengakses akun perbankan secara tidak sah. Dengan menonaktifkan fitur ini, risiko pembobolan akun dapat diminimalkan secara signifikan.
Mengaktifkan aksesibilitas aman dilakukan hanya untuk aplikasi terpercaya dan resmi yang memang memerlukan fitur tersebut, seperti aplikasi pembaca layar untuk tunanetra atau aplikasi penerjemah real-time. Hindari memberikan izin aksesibilitas kepada aplikasi yang tidak jelas fungsinya atau yang meminta izin tanpa alasan yang masuk akal. Selalu periksa reputasi dan ulasan aplikasi sebelum memberikan izin aksesibilitas.
Anda dapat memeriksa aplikasi yang memiliki akses aksesibilitas melalui menu Settings atau Pengaturan smartphone. Masuk ke menu Accessibility atau Aksesibilitas, lalu cari bagian Installed Apps, Installed Services, atau Downloaded Apps. Di sana akan ditampilkan daftar lengkap aplikasi yang memiliki atau pernah meminta akses ke layanan aksesibilitas. Lakukan pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali untuk memastikan keamanan perangkat Anda.
Tidak, menonaktifkan fitur aksesibilitas tidak akan menghapus data aplikasi atau pengaturan lainnya di smartphone Anda. Proses ini hanya mencabut izin akses khusus yang diberikan kepada aplikasi tertentu untuk membaca dan berinteraksi dengan konten layar. Semua data, pengaturan, dan file Anda akan tetap aman dan tidak terpengaruh oleh tindakan menonaktifkan layanan aksesibilitas.
Jika Anda lupa menonaktifkan aksesibilitas sebelum bertransaksi, aplikasi mobile banking modern biasanya akan menampilkan pop-up peringatan otomatis yang meminta Anda untuk menonaktifkannya terlebih dahulu. Ikuti petunjuk yang diberikan dengan mengklik tombol "Buka Pengaturan" dan nonaktifkan semua layanan aksesibilitas yang aktif. Setelah itu, kembali ke aplikasi dan lanjutkan transaksi Anda dengan aman.
Untuk melindungi diri dari penipuan, jangan pernah mengaktifkan fitur aksesibilitas atas permintaan orang lain melalui telepon atau pesan, meskipun mereka mengaku sebagai petugas bank. Hanya unduh aplikasi dari sumber resmi seperti Google Play Store atau App Store. Jangan klik link mencurigakan yang dikirim melalui SMS, email, atau media sosial. Jika ragu, hubungi langsung layanan pelanggan resmi bank Anda melalui nomor yang tertera di website atau kartu ATM untuk verifikasi.