Kapanlagi.com - Surat penawaran kerja merupakan dokumen penting dalam proses rekrutmen yang diberikan perusahaan kepada kandidat terpilih. Dokumen ini menjadi penanda bahwa kandidat telah berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan siap bergabung dengan perusahaan.
Berbeda dengan kontrak kerja yang bersifat mengikat secara hukum, surat penawaran kerja lebih berfungsi sebagai tawaran formal dari perusahaan. Kandidat masih memiliki kesempatan untuk melakukan negosiasi terkait gaji, benefit, dan ketentuan lainnya sebelum menandatangani kontrak resmi.
Pembuatan contoh surat penawaran kerja yang profesional sangat penting untuk menjaga reputasi perusahaan dan memberikan kesan positif kepada calon karyawan. Dokumen ini harus disusun dengan struktur yang jelas, bahasa formal, dan informasi yang lengkap agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Surat penawaran kerja atau offering letter adalah dokumen resmi yang diberikan HRD kepada kandidat yang lolos seleksi. Dokumen ini berisi informasi lengkap mengenai posisi yang ditawarkan, kompensasi, benefit, tanggung jawab kerja, serta syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon karyawan.
Pemberian surat penawaran kerja merupakan tahap akhir setelah perusahaan mengunggah lowongan pekerjaan, melakukan seleksi administrasi, tes kemampuan, dan wawancara. Biasanya HRD akan menghubungi kandidat terlebih dahulu melalui telepon atau pesan singkat untuk memberitahukan bahwa mereka lolos, kemudian menyusul dengan pengiriman surat penawaran formal.
Dalam praktiknya, surat penawaran kerja dapat dikirimkan dalam bentuk soft copy melalui email atau hard copy melalui pos. Pengiriman digital lebih efisien karena menghemat waktu dan biaya, namun beberapa perusahaan tetap memilih mengundang kandidat langsung ke kantor untuk membahas penawaran secara tatap muka.
Meskipun tidak tercantum secara eksplisit dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, surat penawaran kerja tetap memiliki fungsi penting sebagai bukti keseriusan dan komitmen dari kedua belah pihak. Dokumen ini menunjukkan bahwa perusahaan serius dalam merekrut kandidat, sekaligus memberikan kesempatan bagi kandidat untuk mempertimbangkan tawaran sebelum membuat keputusan final.
Penyusunan contoh surat penawaran kerja yang baik harus mencakup beberapa komponen penting agar informasi tersampaikan dengan jelas dan lengkap kepada kandidat.
Menurut Society for Human Resource Management, kelengkapan informasi dalam surat penawaran kerja sangat penting untuk menghindari miskomunikasi dan memastikan kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama tentang kesepakatan kerja.
Membuat contoh surat penawaran kerja yang profesional memerlukan perhatian terhadap detail dan struktur penulisan yang sistematis. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.
Proses pembuatan surat penawaran kerja sebaiknya dilakukan dengan teliti dan tidak terburu-buru. Luangkan waktu untuk memastikan semua informasi akurat dan lengkap agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Berikut adalah beberapa contoh surat penawaran kerja untuk berbagai situasi yang dapat Anda jadikan referensi dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
PT Maju Bersama Indonesia
Jl. Sudirman No. 123, Jakarta 12190
Telepon: (021) 5551234 | Email: hrd@majubersama.co.id
Jakarta, 15 Januari 2025
Kepada Yth.
Saudara Ahmad Fauzi
Jl. Melati No. 45
Jakarta Selatan 12345
Perihal: Penawaran Kerja
Dengan hormat,
Kami dengan senang hati menyampaikan bahwa Anda telah lolos seleksi untuk mengisi posisi Marketing Manager di PT Maju Bersama Indonesia. Selama proses wawancara, kami terkesan dengan pengalaman dan kompetensi yang Anda miliki, dan kami yakin Anda akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
Berikut adalah rincian penawaran kerja kami:
Posisi: Marketing Manager
Departemen: Marketing & Sales
Atasan Langsung: Direktur Marketing
Tanggal Mulai Bekerja: 1 Februari 2025
Status Karyawan: Tetap (PKWTT)
Masa Percobaan: 3 bulan
Kompensasi dan Benefit:
Jam Kerja: Senin - Jumat, pukul 08.00 - 17.00 WIB
Untuk melanjutkan proses ini, kami meminta Anda untuk mengembalikan surat penawaran ini yang telah ditandatangani paling lambat tanggal 22 Januari 2025. Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan menghubungi kami di nomor telepon atau email yang tertera di atas.
Kami menantikan kehadiran Anda di tim kami.
Hormat kami,
PT Maju Bersama Indonesia
(tanda tangan dan stempel)
Siti Nurhaliza
HRD Manager
CV Kreatif Digital
Jl. Gatot Subroto No. 88, Bandung 40262
Telepon: (022) 7778899 | Email: info@kreatifdigital.com
Bandung, 10 Januari 2025
Kepada Yth.
Saudari Putri Ayu Lestari
Jl. Cihampelas No. 12
Bandung 40131
Perihal: Penawaran Magang
Dengan hormat,
CV Kreatif Digital dengan senang hati menawarkan Anda posisi magang di departemen Desain Grafis kami, dengan tanggal mulai efektif 1 Februari 2025. Program magang ini berlangsung selama 3 bulan dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kinerja.
Detail Program Magang:
Selama program magang, Anda akan mendapatkan bimbingan langsung dari senior desainer dan berkesempatan mengerjakan proyek nyata untuk klien kami. Kami juga akan mempertimbangkan Anda untuk posisi full time berdasarkan kinerja selama magang.
Mohon konfirmasi penerimaan penawaran ini paling lambat 17 Januari 2025. Kami sangat menantikan kontribusi Anda di tim kami.
Hormat kami,
CV Kreatif Digital
(tanda tangan)
Budi Santoso
Creative Director
Agar contoh surat penawaran kerja yang Anda buat lebih efektif dan profesional, perhatikan beberapa tips berikut yang dapat meningkatkan kualitas dokumen dan mempercepat proses rekrutmen.
Penerapan tips-tips ini akan membantu HRD menciptakan pengalaman positif bagi kandidat sejak awal, yang pada akhirnya berkontribusi pada tingkat penerimaan penawaran yang lebih tinggi dan reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang profesional.
Banyak orang yang masih keliru membedakan antara surat penawaran kerja dengan kontrak kerja. Padahal kedua dokumen ini memiliki fungsi, sifat, dan kekuatan hukum yang berbeda dalam proses rekrutmen.
Surat penawaran kerja bersifat sebagai undangan atau tawaran dari perusahaan kepada kandidat untuk bergabung. Dokumen ini belum mengikat secara hukum dan kandidat masih memiliki kebebasan penuh untuk menerima, menolak, atau menegosiasikan isi penawaran. Perusahaan pun dapat menarik kembali penawaran jika terjadi perubahan kondisi atau kebijakan.
Sebaliknya, kontrak kerja adalah perjanjian resmi yang mengikat kedua belah pihak secara hukum. Setelah ditandatangani, baik perusahaan maupun karyawan wajib memenuhi semua ketentuan yang tercantum dalam kontrak. Pelanggaran terhadap kontrak dapat berakibat pada sanksi hukum sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Dari segi isi, surat penawaran kerja biasanya lebih ringkas dan fokus pada informasi dasar seperti posisi, gaji, benefit, dan tanggal mulai kerja. Sementara kontrak kerja jauh lebih detail dan mencakup klausul-klausul hukum seperti hak dan kewajiban masing-masing pihak, prosedur pemutusan hubungan kerja, sanksi pelanggaran, dan ketentuan penyelesaian sengketa.
Urutan prosesnya adalah kandidat menerima surat penawaran kerja terlebih dahulu, melakukan negosiasi jika diperlukan, kemudian setelah mencapai kesepakatan baru menandatangani kontrak kerja. Kontrak kerja inilah yang menjadi dasar hukum hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan, bukan surat penawaran kerja.
Meskipun tidak diwajibkan secara hukum, pemberian surat penawaran kerja merupakan praktik profesional yang sangat dianjurkan. Dokumen ini memberikan kejelasan kepada kandidat tentang detail pekerjaan dan menunjukkan keseriusan perusahaan. Tanpa surat penawaran, kandidat mungkin merasa ragu dan kurang percaya terhadap penawaran yang diberikan secara lisan.
Waktu ideal yang diberikan kepada kandidat untuk merespon penawaran adalah 3-7 hari kerja. Durasi ini cukup bagi kandidat untuk mempertimbangkan penawaran dengan matang, berdiskusi dengan keluarga, dan melakukan negosiasi jika diperlukan. Namun, untuk posisi yang mendesak, perusahaan dapat memberikan waktu lebih singkat dengan pemberitahuan yang jelas.
Ya, kandidat memiliki hak penuh untuk menegosiasikan berbagai aspek dalam surat penawaran kerja, terutama terkait gaji, tunjangan, tanggal mulai kerja, atau benefit lainnya. Perusahaan sebaiknya terbuka terhadap negosiasi dan mendiskusikan kemungkinan penyesuaian. Namun, perusahaan juga berhak mempertahankan penawaran awal jika sudah sesuai dengan standar dan kebijakan yang berlaku.
Jika kandidat menolak penawaran, HRD sebaiknya menanyakan alasan penolakan untuk evaluasi proses rekrutmen di masa depan. Tetap jaga hubungan baik dengan kandidat karena mereka mungkin tertarik dengan posisi lain di kemudian hari. Setelah itu, perusahaan dapat menghubungi kandidat cadangan atau membuka kembali proses rekrutmen untuk posisi tersebut.
Kedua format sama-sama sah dan dapat digunakan sesuai kebijakan perusahaan. Saat ini, pengiriman digital melalui email dalam format PDF lebih umum karena lebih cepat, efisien, dan hemat biaya. Namun, beberapa perusahaan masih memilih mengirim surat fisik atau mengundang kandidat langsung ke kantor untuk memberikan kesan lebih formal dan personal.
Jika terjadi kesalahan, segera hubungi kandidat untuk menjelaskan kesalahan tersebut dan kirimkan surat penawaran yang sudah diperbaiki. Minta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan pastikan kandidat memahami informasi yang benar. Transparansi dan komunikasi yang baik dalam situasi ini penting untuk menjaga kepercayaan kandidat terhadap perusahaan.
Ya, karena surat penawaran kerja belum mengikat secara hukum, perusahaan dapat menarik kembali penawaran sebelum kontrak kerja ditandatangani. Namun, tindakan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya dalam kondisi tertentu seperti perubahan kondisi bisnis yang signifikan atau ditemukannya informasi penting yang tidak diungkapkan kandidat. Penarikan penawaran dapat berdampak negatif pada reputasi perusahaan, sehingga harus dikomunikasikan dengan profesional dan disertai alasan yang jelas.