Nama Jay Z Mencuat di Dokumen Epstein, Ada Apa Sebenarnya?

Nama Jay Z Mencuat di Dokumen Epstein, Ada Apa Sebenarnya?
Jay Z © TPG Images

Kapanlagi.com - Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan rilisnya dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Kali ini, nama musisi ternama Jay Z turut disebut dalam berkas yang menggegerkan tersebut. Publik pun bertanya-tanya mengenai keterkaitan Jay Z dengan kasus kejahatan seks yang dilakukan Jeffrey Epstein.

Penyebutan nama Jay Z ini berasal dari laporan hotline FBI yang belum terverifikasi. Informasi ini bukan bukti kesalahan atau keterlibatan langsung dalam kejahatan Epstein. Penting untuk memahami konteks di balik munculnya nama-nama figur publik dalam dokumen-dokumen ini.

Rilis dokumen ini merupakan bagian dari upaya transparansi yang telah lama dinanti. Namun, hal ini juga menimbulkan perdebatan sengit tentang bagaimana informasi tersebut diinterpretasikan oleh masyarakat luas.

Baca juga berita lainnnya di Liputan6.com

1. Jeffrey Epstein: Sosok di Balik Skandal Besar

Jeffrey Edward Epstein (1953–2019) adalah seorang pemodal Amerika yang dikenal sebagai pelaku kejahatan seks anak. Ia juga merupakan pemerkosa berantai dan pedagang manusia yang dituduh menyalahgunakan setidaknya 1.000 gadis dan wanita di bawah umur.

Kasusnya telah menarik perhatian global karena melibatkan banyak figur publik dan misteri seputar kematiannya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Awal Penyelidikan Kasus Epstein

Penyelidikan terhadap Epstein dimulai pada tahun 2005 oleh polisi Palm Beach, Florida. Hal ini menyusul laporan seorang orang tua mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap putrinya yang berusia 14 tahun.

Pejabat federal kemudian mengidentifikasi 36 gadis, beberapa di antaranya baru berusia 14 tahun, yang diduga menjadi korban Epstein.

3. Kesepakatan Pembelaan Kontroversial Tahun 2008

Pada tahun 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan pengadaan anak untuk prostitusi dan ajakan prostitusi. Ia hanya menjalani hukuman hampir 13 bulan penjara sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan yang kontroversial.

Kesepakatan ini disetujui oleh Jaksa Agung AS saat itu, Alexander Acosta, dan memungkinkan Epstein menghindari tuntutan federal.

4. Penangkapan Federal 2019 dan Tuduhan Baru

Epstein kembali ditangkap pada 6 Juli 2019, kali ini atas tuduhan federal perdagangan seks anak di bawah umur di Florida dan New York.

Ia didakwa dengan satu tuduhan perdagangan seks anak dan satu tuduhan konspirasi, yang dapat berujung pada hukuman puluhan tahun penjara.

5. Misteri Kematian Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein meninggal di sel penjaranya pada 10 Agustus 2019, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri dengan gantung diri.

Namun, banyak skeptisisme publik dan teori konspirasi muncul karena adanya kejanggalan dalam protokol penjara.

6. File Epstein: Apa Isinya?

Istilah 'file Epstein' merujuk pada dokumen-dokumen yang dikumpulkan sebagai bukti dalam kasus pidana Epstein dan rekan-rekannya. File ini disimpan sebagai lebih dari 300 gigabyte data, termasuk buku kontak, log penerbangan, dan dokumen pengadilan.

Pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman, termasuk email, korespondensi, dan catatan wawancara.

7. Undang-Undang Transparansi File Epstein

Pada 18 November 2025, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan Undang-Undang Transparansi File Epstein, yang kemudian disetujui Senat dan ditandatangani oleh Presiden.

Undang-undang ini mendorong rilis dokumen-dokumen penting untuk memastikan transparansi dalam kasus ini.

8. Jay Z Jeffrey Epstein: Bagaimana Namanya Muncul?

Nama Jay Z (Shawn Carter) disebutkan dalam file Epstein yang baru dirilis, bersama dengan Pusha T dan Harvey Weinstein.

Penyebutan ini berasal dari laporan penerimaan FBI dari Juli 2019, berdasarkan tip dari korban anonim yang mengaku diculik pada tahun 1996.

9. Klarifikasi dan Konteks Penyebutan Jay Z

Dokumen-dokumen tersebut menyatakan bahwa nama Jay Z tidak muncul dalam buku log pribadi atau catatan penerbangan Epstein.

Penyebutan nama-nama ini berasal dari materi yang belum diverifikasi yang dikumpulkan melalui saluran telepon tips publik, bukan bukti kesalahan atau keterlibatan dalam kejahatan Epstein.

10. Reaksi Publik dan Pernyataan Lizzo

Penyanyi Lizzo mempertanyakan bagaimana nama Jay Z diinterpretasikan dalam konteks ini. Ia menyatakan bahwa penyebutan saja tidak boleh dianggap sebagai bukti kesalahan pidana dan mendesak untuk mempertimbangkan konteks yang lebih luas. Lizzo menekankan pentingnya fokus pada bukti konkret daripada spekulasi semata.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/ums)

Rekomendasi
Trending