Kapanlagi.com - Qadarullah merupakan salah satu konsep fundamental dalam ajaran Islam yang berkaitan erat dengan takdir atau ketentuan Allah SWT. Pemahaman yang benar tentang apa arti qadarullah sangatlah penting bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Konsep ini tidak hanya sekedar istilah yang diucapkan, tetapi juga mencerminkan keyakinan mendalam terhadap kekuasaan dan kebijaksanaan Allah SWT. Memahami apa arti qadarullah akan membantu umat Islam dalam menyikapi berbagai peristiwa kehidupan dengan lebih bijaksana.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, dijelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidaklah terjadi melainkan telah diketahui Allah terlebih dahulu dan dikehendaki-Nya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memahami konsep qadarullah dalam kehidupan seorang Muslim.
Qadarullah (ÙÙØ¯Ùر٠اÙÙÙÙÙÙ) secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: "qadar" yang berarti ukuran, ketentuan, atau takdir, dan "Allah" yang merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, qadarullah dapat diartikan sebagai ketentuan atau ketetapan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak azali.
Dalam konteks akidah Islam, qadarullah mengacu pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, baik yang baik maupun yang buruk, telah ditentukan oleh Allah SWT sesuai dengan kehendak-Nya. Konsep ini erat kaitannya dengan rukun iman yang keenam, yaitu iman kepada qada dan qadar.
Menurut buku 1001 Tanya Jawab Dalam Islam karya Ust. Muksin Matheer, beriman kepada qadar adalah meyakini adanya ketetapan dan ketentuan Allah atas para hamba-Nya, meliputi perkara baik dan buruk. Pemahaman ini menunjukkan bahwa qadarullah bukan hanya mencakup hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga cobaan dan ujian yang menimpa manusia.
Penting untuk dipahami bahwa qadarullah tidak menghilangkan kehendak bebas manusia. Sebaliknya, konsep ini menegaskan bahwa Allah SWT telah memberikan manusia kemampuan untuk memilih dan bertindak, namun dalam batas-batas yang telah ditetapkan-Nya. Manusia tetap memiliki tanggung jawab atas pilihan dan perbuatannya.
Untuk memahami qadarullah dengan lebih mendalam, perlu diketahui perbedaan antara qada dan qadar. Kedua istilah ini sering digunakan bersamaan namun memiliki makna yang berbeda.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, Ibn Hazm menjelaskan bahwa makna qadha Allah adalah hukum-Nya yang terdiri dari hukum tasyri' taklifi dan hukum ijadi. Sementara qadar adalah takdir yang mengatur segala sesuatu secara tertib serta menentukan batas-batas penghujungnya.
Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam memuat banyak ayat yang berkaitan dengan konsep qadarullah. Ayat-ayat ini memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana Allah SWT telah menetapkan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang pasti.
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa qadarullah mencakup seluruh aspek kehidupan dan alam semesta, dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar.
Selain Al-Qur'an, hadits Nabi Muhammad SAW juga banyak membahas tentang qadarullah. Beberapa hadits penting yang perlu dipahami antara lain:
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa iman kepada qadarullah merupakan bagian integral dari keimanan seorang Muslim dan harus diimbangi dengan usaha maksimal.
Beriman kepada qadarullah membawa banyak hikmah dan manfaat bagi kehidupan seorang Muslim dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, mukmin yang percaya kepada qadla dan qadar-Nya sangat jauh dari tabiat dengki yang mendorongnya kepada kejahatan, karena dia beranggapan bahwa mendengki manusia terhadap nikmat-nikmat yang diperolehnya berarti dengki kepada nikmat Allah.
Qadarullah dapat diucapkan dalam berbagai situasi kehidupan sebagai bentuk pengingat dan penguatan iman. Berikut adalah waktu-waktu yang tepat untuk mengucapkan qadarullah:
Mengutip dari hadits riwayat Muslim, Nabi SAW bersabda: "Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: 'Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.' Akan tetapi hendaklah kau katakan: 'Ini sudah jadi takdir Allah (Qadarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan."
Qadarullah dan takdir pada dasarnya memiliki makna yang sama, yaitu ketentuan Allah SWT. Qadarullah lebih spesifik merujuk pada ketetapan Allah, sedangkan takdir adalah istilah umum untuk segala yang telah ditetapkan Allah sejak azali.
Tidak. Mengucapkan qadarullah justru mendorong untuk tetap berusaha maksimal sambil bertawakal kepada Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, bukan kepasrahan tanpa usaha.
Qadarullah dapat diucapkan ketika menghadapi musibah, kegagalan, atau situasi yang tidak sesuai harapan. Ungkapan ini membantu menenangkan hati dan mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.
Ya, iman kepada qada dan qadar (termasuk qadarullah) merupakan rukun iman yang keenam. Setiap Muslim wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang baik dan buruk telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Konsep qadarullah dapat diajarkan kepada anak melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjelaskan bahwa hujan dan panas adalah ketentuan Allah, serta mengajarkan untuk bersyukur dan sabar dalam segala situasi.
Qadarullah adalah konsep khusus dalam Islam yang berkaitan dengan iman kepada qada dan qadar. Meskipun agama lain mungkin memiliki konsep serupa tentang takdir, qadarullah secara spesifik adalah ajaran Islam.
Penting untuk menjelaskan bahwa qadarullah tidak menghilangkan kewajiban berusaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar maksimal dan tawakal kepada Allah. Bermalas-malasan dengan dalih qadarullah adalah pemahaman yang keliru tentang konsep ini.