Memahami Arti Qadarullah: Konsep Takdir dalam Islam
apa arti qadarullah
Kapanlagi.com - Qadarullah merupakan salah satu konsep fundamental dalam ajaran Islam yang berkaitan erat dengan takdir atau ketentuan Allah SWT. Pemahaman yang benar tentang apa arti qadarullah sangatlah penting bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Konsep ini tidak hanya sekedar istilah yang diucapkan, tetapi juga mencerminkan keyakinan mendalam terhadap kekuasaan dan kebijaksanaan Allah SWT. Memahami apa arti qadarullah akan membantu umat Islam dalam menyikapi berbagai peristiwa kehidupan dengan lebih bijaksana.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, dijelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidaklah terjadi melainkan telah diketahui Allah terlebih dahulu dan dikehendaki-Nya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memahami konsep qadarullah dalam kehidupan seorang Muslim.
Advertisement
1. Pengertian dan Arti Qadarullah
Qadarullah (قَدَرُ اللَّهِ) secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: "qadar" yang berarti ukuran, ketentuan, atau takdir, dan "Allah" yang merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, qadarullah dapat diartikan sebagai ketentuan atau ketetapan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak azali.
Dalam konteks akidah Islam, qadarullah mengacu pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, baik yang baik maupun yang buruk, telah ditentukan oleh Allah SWT sesuai dengan kehendak-Nya. Konsep ini erat kaitannya dengan rukun iman yang keenam, yaitu iman kepada qada dan qadar.
Menurut buku 1001 Tanya Jawab Dalam Islam karya Ust. Muksin Matheer, beriman kepada qadar adalah meyakini adanya ketetapan dan ketentuan Allah atas para hamba-Nya, meliputi perkara baik dan buruk. Pemahaman ini menunjukkan bahwa qadarullah bukan hanya mencakup hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga cobaan dan ujian yang menimpa manusia.
Penting untuk dipahami bahwa qadarullah tidak menghilangkan kehendak bebas manusia. Sebaliknya, konsep ini menegaskan bahwa Allah SWT telah memberikan manusia kemampuan untuk memilih dan bertindak, namun dalam batas-batas yang telah ditetapkan-Nya. Manusia tetap memiliki tanggung jawab atas pilihan dan perbuatannya.
2. Perbedaan Qada dan Qadar
Untuk memahami qadarullah dengan lebih mendalam, perlu diketahui perbedaan antara qada dan qadar. Kedua istilah ini sering digunakan bersamaan namun memiliki makna yang berbeda.
- Qada adalah ketetapan Allah SWT yang bersifat umum dan menyeluruh, tercatat di Lauh al-Mahfuzh sejak zaman azali. Qada berkaitan dengan rencana Allah yang telah ditetapkan secara global dan mencakup seluruh makhluk.
- Qadar adalah pelaksanaan dari ketetapan Allah secara rinci dan spesifik. Qadar berkaitan dengan realisasi dari rencana Allah dalam kehidupan sehari-hari, bersifat detail dan berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu.
- Takdir Mubram adalah takdir atau ketetapan Allah SWT yang tidak dapat diubah oleh siapa pun, seperti kematian atau kelahiran seseorang.
- Takdir Muallaq adalah takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia, seperti rezeki atau kesehatan yang dapat diperbaiki melalui ikhtiar.
- Hubungan Keduanya menunjukkan bahwa qada dan qadar merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam konsep takdir Allah SWT.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, Ibn Hazm menjelaskan bahwa makna qadha Allah adalah hukum-Nya yang terdiri dari hukum tasyri' taklifi dan hukum ijadi. Sementara qadar adalah takdir yang mengatur segala sesuatu secara tertib serta menentukan batas-batas penghujungnya.
3. Dalil Al-Qur'an tentang Qadarullah
Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam memuat banyak ayat yang berkaitan dengan konsep qadarullah. Ayat-ayat ini memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana Allah SWT telah menetapkan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang pasti.
- Surah Al-Qamar ayat 49: "إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ" - "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta diciptakan dengan ukuran dan ketentuan yang pasti.
- Surah Al-Hadid ayat 22: Menjelaskan bahwa tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada diri manusia melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Allah menciptakannya.
- Surah At-Taubah ayat 51: "قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا" - "Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami."
- Surah Ar-Ra'd ayat 8: Menyatakan bahwa Allah mengetahui apa yang dikandung setiap perempuan dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
- Surah Al-Baqarah ayat 286: Menjelaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, menunjukkan bahwa qadarullah sesuai dengan kemampuan manusia.
Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa qadarullah mencakup seluruh aspek kehidupan dan alam semesta, dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar.
4. Hadits tentang Qadarullah
Selain Al-Qur'an, hadits Nabi Muhammad SAW juga banyak membahas tentang qadarullah. Beberapa hadits penting yang perlu dipahami antara lain:
- Hadits riwayat Muslim: "الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ" - "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah." Hadits ini mengajarkan pentingnya berusaha sambil tetap beriman kepada qadarullah.
- Hadits tentang Rukun Iman: "أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ" - Menjelaskan bahwa iman kepada qadar yang baik dan buruk merupakan bagian dari rukun iman.
- Hadits tentang Takdir: "كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزُ وَالْكَيْسُ" - "Segala sesuatu itu dengan ketentuan (qadar), bahkan kelemahan dan kecerdikan." Hadits ini menegaskan bahwa qadarullah mencakup segala aspek kehidupan.
- Hadits tentang Keimanan: "لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ" - "Tidaklah beriman seorang hamba hingga ia beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk."
- Hadits tentang Ikhtiar: Nabi SAW mengajarkan pentingnya berusaha sambil bertawakal, menunjukkan keseimbangan antara ikhtiar dan beriman kepada qadarullah.
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa iman kepada qadarullah merupakan bagian integral dari keimanan seorang Muslim dan harus diimbangi dengan usaha maksimal.
5. Hikmah dan Manfaat Beriman kepada Qadarullah
Beriman kepada qadarullah membawa banyak hikmah dan manfaat bagi kehidupan seorang Muslim dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
- Ketenangan Jiwa: Keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah membuat seseorang lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi hidup, baik suka maupun duka.
- Sikap Optimis: Iman kepada qadarullah mendorong seseorang untuk selalu bersikap optimis, karena ia yakin bahwa Allah telah menetapkan yang terbaik untuknya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
- Motivasi untuk Berusaha: Pemahaman yang benar tentang qadarullah justru memotivasi seseorang untuk berusaha maksimal, karena ia tahu bahwa hasil akhir ada di tangan Allah namun usaha tetap wajib dilakukan.
- Kesabaran dalam Menghadapi Ujian: Ketika menghadapi musibah atau kesulitan, iman kepada qadarullah membantu seseorang untuk bersabar dan tidak mudah putus asa, karena yakin ada hikmah di balik setiap ujian.
- Rasa Syukur: Keyakinan bahwa segala nikmat adalah pemberian Allah membuat seseorang lebih bersyukur atas apa yang dimilikinya dan tidak mudah mengeluh.
- Menghindari Kesombongan: Saat meraih kesuksesan, seseorang tidak menjadi sombong karena menyadari bahwa keberhasilan tersebut merupakan qadarullah dan anugerah dari Allah.
- Husnudzon kepada Allah: Selalu berprasangka baik terhadap keputusan dan rencana Allah SWT, meyakini bahwa segala yang terjadi mengandung kebaikan.
Mengutip dari buku AQIDAH karya Mahrus, M.Ag, mukmin yang percaya kepada qadla dan qadar-Nya sangat jauh dari tabiat dengki yang mendorongnya kepada kejahatan, karena dia beranggapan bahwa mendengki manusia terhadap nikmat-nikmat yang diperolehnya berarti dengki kepada nikmat Allah.
6. Waktu yang Tepat Mengucapkan Qadarullah
Qadarullah dapat diucapkan dalam berbagai situasi kehidupan sebagai bentuk pengingat dan penguatan iman. Berikut adalah waktu-waktu yang tepat untuk mengucapkan qadarullah:
- Saat Menghadapi Musibah: Ketika tertimpa cobaan, sakit, atau kesulitan, mengucapkan qadarullah membantu menenangkan hati dan mengingatkan bahwa semua terjadi atas kehendak Allah.
- Ketika Rencana Tidak Sesuai Harapan: Saat rencana gagal atau tidak berjalan sesuai keinginan, qadarullah mengingatkan untuk tidak berputus asa dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
- Menghadapi Kegagalan: Dalam situasi kegagalan, qadarullah membantu seseorang untuk tidak menyalahkan takdir tetapi mengambil hikmah dan terus berusaha.
- Saat Menerima Kabar Buruk: Ketika mendapat berita yang tidak menyenangkan, mengucapkan qadarullah membantu menerima kenyataan dengan lapang dada.
- Dalam Doa Sehari-hari: Qadarullah dapat diucapkan sebagai bagian dari doa, menunjukkan penyerahan diri kepada kehendak Allah.
- Ketika Merencanakan Masa Depan: Saat membuat rencana, mengucapkan qadarullah mengingatkan bahwa hasil akhir tetap berada dalam kekuasaan Allah.
- Menghadapi Ujian Hidup: Dalam berbagai ujian kehidupan, qadarullah menjadi pengingat untuk tetap sabar dan tawakal kepada Allah.
Mengutip dari hadits riwayat Muslim, Nabi SAW bersabda: "Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: 'Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.' Akan tetapi hendaklah kau katakan: 'Ini sudah jadi takdir Allah (Qadarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan."
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa perbedaan antara qadarullah dan takdir?
Qadarullah dan takdir pada dasarnya memiliki makna yang sama, yaitu ketentuan Allah SWT. Qadarullah lebih spesifik merujuk pada ketetapan Allah, sedangkan takdir adalah istilah umum untuk segala yang telah ditetapkan Allah sejak azali.
Apakah mengucapkan qadarullah berarti pasrah dan tidak berusaha?
Tidak. Mengucapkan qadarullah justru mendorong untuk tetap berusaha maksimal sambil bertawakal kepada Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, bukan kepasrahan tanpa usaha.
Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan qadarullah?
Qadarullah dapat diucapkan ketika menghadapi musibah, kegagalan, atau situasi yang tidak sesuai harapan. Ungkapan ini membantu menenangkan hati dan mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.
Apakah qadarullah termasuk dalam rukun iman?
Ya, iman kepada qada dan qadar (termasuk qadarullah) merupakan rukun iman yang keenam. Setiap Muslim wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang baik dan buruk telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Bagaimana cara mengajarkan konsep qadarullah kepada anak?
Konsep qadarullah dapat diajarkan kepada anak melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjelaskan bahwa hujan dan panas adalah ketentuan Allah, serta mengajarkan untuk bersyukur dan sabar dalam segala situasi.
Apakah qadarullah berlaku untuk semua agama?
Qadarullah adalah konsep khusus dalam Islam yang berkaitan dengan iman kepada qada dan qadar. Meskipun agama lain mungkin memiliki konsep serupa tentang takdir, qadarullah secara spesifik adalah ajaran Islam.
Bagaimana menyikapi orang yang menyalahgunakan konsep qadarullah untuk bermalas-malasan?
Penting untuk menjelaskan bahwa qadarullah tidak menghilangkan kewajiban berusaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar maksimal dan tawakal kepada Allah. Bermalas-malasan dengan dalih qadarullah adalah pemahaman yang keliru tentang konsep ini.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba