Alasan Aurelie Moeremans Gratiskan E-Book 'Broken Strings', Tak Mau Jual Trauma

Aktris cantik Aurelie Moeremans belakangan ini menjadi perbincangan hangat setelah merilis buku berjudul Broken Strings. Uniknya, di saat banyak orang mengejar keuntungan materi, Aurelie justru memilih untuk merilis versi e-book karyanya tersebut secara cuma-cuma sebelum akhirnya memutuskan untuk naik cetak.

Aurelie menjelaskan bahwa niat utamanya sejak awal memang bukan untuk mencari keuntungan komersial. Ia ingin memastikan bahwa cerita hidupnya bisa menjangkau orang-orang yang memang sedang membutuhkan penguatan tanpa harus terhalang biaya.

Simak juga berita lainnya di Liputan6.com.

Foto 1 dari 7
Instagram/aurelie

"Karena dari awal tujuanku bukan komersial. Aku ingin ceritanya bisa diakses oleh siapa pun yang membutuhkan, tanpa hambatan. Aku tau banyak yang penasaran tapi juga banyak yang benar-benar butuh bacaan ini untuk merasa tidak sendirian. Buku fisik tetap aku siapkan, tapi e-book gratis itu adalah bentuk niat awal buku ini," ungkap Aurelie Moeremans saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Foto 2 dari 7
Instagram/aurelie

Keputusan untuk merilis versi fisik atau naik cetak pun baru muncul belakangan. Hal ini terjadi setelah ia melihat antusiasme dan kebutuhan publik yang sangat besar untuk memiliki buku tersebut dalam bentuk fisik sebagai koleksi atau referensi pribadi.

Foto 3 dari 7
Instagram/aurelie

"Awalnya sama sekali tidak ada niat komersil. Bahkan ebook pun aku rilis gratis karena jujur aku tidak ingin ada kesan 'menjual trauma'. Fokusku cuma satu, supaya cerita ini sampai ke orang yang mungkin sedang mengalami hal serupa dan merasa sendirian," jelasnya lagi.

Foto 4 dari 7
Instagram/aurelie

Ia menyadari bahwa buku fisik memiliki nilai tersendiri bagi para pembaca. Banyak orang tua yang ingin memberikan buku ini kepada anak-anak mereka agar komunikasi dalam keluarga bisa terjalin dengan lebih baik di masa depan.

Foto 5 dari 7
Instagram/aurelie

"Keputusan untuk naik cetak baru muncul setelah melihat dampaknya. Setelah melihat betapa banyak orang yang ingin menyimpan buku ini, membacanya perlahan, memberikannya ke anak atau orang tua mereka. Di situ aku sadar, versi fisik itu bukan soal jualan, tapi soal keberlanjutan dan akses yang lebih luas," katanya.

Foto 6 dari 7
Instagram/aurelie

Melalui buku ini, Aurelie berharap tidak ada lagi orang yang merasa terisolasi saat menghadapi luka masa lalu yang serupa. Ia ingin Broken Strings menjadi jembatan empati bagi sesama yang sedang berjuang untuk pulih dari trauma.

Foto 7 dari 7
Instagram/aurelie

"Proses menulisnya sebenarnya cukup panjang. Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara intens dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu, karena aku ingin setiap bagian ditulis dengan jujur dan hati-hati, bukan sekadar cepat selesai," pungkas Aurelie Moeremans.

Read More

Load More