Profil Ida Iasha: Bintang Layar Lebar Era 80-an, Mulai Karier Sebagai Model

Ida Iasha, yang memiliki nama asli Ida Albertina van Suchtelen van de Haere, lahir pada 14 Mei 1963 di Zwijndrecht, Amsterdam, Belanda. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, dengan latar belakang keluarga yang unik. Ayahnya, Adrianus Jacobus Constan van Suchtelen van de Haere, adalah seorang pemain terompet sekaligus Kepala Riset Unilever Belanda yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara itu, ibunya, Thelma Gassner, memiliki darah Belanda dan Jawa.

Pada Juni 1980, setelah lulus dari HAVO (Hoger Algemeen Voortgezet Onderwijs) di Belanda, Ida bersama keluarganya pindah ke Indonesia dan menetap di Kemang, Jakarta. Saat keluarganya kembali ke Belanda, Ida memilih untuk menetap dan melanjutkan pendidikannya di **SMA Tarakanita 1 Jakarta, serta mengambil kursus singkat Bahasa Indonesia di Indonesia College. Simak profil lengkapnya berikut ini!

Foto 1 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Ida memulai karier sebagai model dan mulai dikenal publik setelah diperkenalkan oleh Martha Tilaar kepada Majalah Sarinah pada tahun 1986. Wajahnya yang eksotis sering tampil di sampul majalah, menarik perhatian Slamet Rahardjo yang kemudian mengajaknya membintangi film Kodrat. Nama panggungnya, Ida Iasha, diberikan oleh sang sutradara karena ia masih kesulitan mengucapkan nama barunya setelah berpindah agama ke Islam, Ida Aisyah.  

Foto 2 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Film Kodrat menjadi gerbang kesuksesan Ida di industri perfilman Indonesia. Popularitasnya melesat pesat, membuatnya kebanjiran tawaran film. Dalam satu tahun, ia berhasil membintangi empat film. Selain itu, wajahnya juga menjadi ikon berbagai produk, termasuk menjadi bintang iklan Lux, yang saat itu dikenal sebagai sabun kecantikan para bintang.

Foto 3 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Setelah melahirkan anak pertamanya, Rendy Russell Syahputra, pada 24 September 1984, Ida tetap aktif di dunia hiburan. Kariernya semakin bersinar dengan perannya dalam berbagai film dan iklan. Namun, pada 25 Desember 1990, setelah kelahiran anak keduanya, Kama Bashkara, Ida memutuskan untuk rehat dari dunia hiburan.

Foto 4 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Setahun kemudian, ia kembali berakting dalam dua film bersama Rhoma Irama, lalu merambah ke dunia sinetron dengan membintangi Salah Asuhan (1993), produksi Marissa Haque. Di tengah kesibukannya, Ida kembali melahirkan anak ketiganya, Remyzard Adi Putra, pada 1 Juni 1994. Setelah itu, ia kembali vakum selama dua tahun untuk fokus membesarkan ketiga anaknya.

Foto 5 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Pada tahun 1996, ia kembali berakting dalam sinetron Kembang Setaman, yang syutingnya dilakukan di Beijing. Setahun kemudian, putra keempatnya, Badra Rahadi Putra, lahir. Setelah itu, Ida lebih banyak fokus pada kehidupan pribadinya dan sempat menjadi Brand Ambassador Telkomsel pada tahun 1998, yang sukses meningkatkan penjualan kartu simPATI.

Foto 6 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Pada awal kariernya di perfilman era 80-an, Ida tidak menggunakan suaranya sendiri karena keterbatasannya dalam berbahasa Indonesia dan logat Belanda yang masih kental. Suaranya kerap diisi oleh Ivonne Rose, Dewi Yull, Ivo Nilakreshna, atau Maria Oentoe.

Foto 7 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Namun, dalam film Kasmaran, Perempuan Kedua, dan Sajadah Ka’bah, ia akhirnya menggunakan suara aslinya. Sementara dalam dunia sinetron, suaranya terdengar dalam Salah Asuhan dan Kembang Setaman.  

Foto 8 dari 8
Instagram.com/idaiasha_gallery

Meski kini tak lagi aktif di dunia hiburan, nama Ida Iasha tetap dikenang sebagai salah satu aktris papan atas era 80-an yang berhasil membangun karier cemerlang di Indonesia.

Read More

Load More