Jerome Polin Bahas Kemiskinan Struktural, Diduga Singgung Utas Maia Estianty

Jerome Polin Diduga singgung utasan Maia Estianty (Instagram.com/Jeromepolin)
Kapanlagi.com - Kreator konten Jerome Polin menjadi sorotan setelah membagikan utasan mengenai kemiskinan struktural dan kaitannya dengan kerja keras. Ia menyoroti kondisi masyarakat yang tetap mengalami kesulitan ekonomi meski telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Unggahan Jerome ramai diperbincangkan di tengah polemik pernyataan Maia Estianty tentang rezeki, usaha, dan sedekah yang menuai kritik dari warganet. Meski tidak menyebut nama Maia secara langsung, pembahasan Jerome mengenai sistem yang memengaruhi kesejahteraan seseorang membuat utasannya diduga berkaitan dengan kontroversi tersebut.
Advertisement
1. Jerome Polin Soroti Pekerja Keras yang Masih Hidup Susah

Dalam utasannya di Threads, Jerome menjelaskan bahwa banyak orang telah bekerja keras, tetapi belum memperoleh penghasilan atau apresiasi yang sebanding dengan pekerjaan mereka. Ia mencontohkan sejumlah profesi, mulai dari guru honorer hingga tukang becak.
"Banyak orang yang kerjanya keras banget, tapi masih susah. Karena memang tidak mendapat gaji/apresiasi yang besar. Guru Honorer, naker, tukang becak, dll." tulis Jerome dalam unggahannya.
Menurut Jerome, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari sistem yang berlaku di suatu negara. Ia menilai pekerjaan yang sama dapat memberikan tingkat kesejahteraan berbeda ketika dilakukan dalam lingkungan dengan kebijakan dan kondisi sosial yang berbeda.
"Ini disebabkan oleh sistemnya. Pekerja yang sama, di negara dua negara (sistem) yang berbeda, bisa punya tingkat kesejahteraan yang berbeda." lanjut Jerome.
Melalui pandangan tersebut, Jerome mengajak masyarakat melihat kemiskinan dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, kesulitan ekonomi tidak selalu bisa dijelaskan hanya melalui seberapa keras seseorang bekerja.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Pengalaman Jerome Polin Tinggal di Jepang Buka Perspektif Baru

Pemahaman Jerome mengenai kemiskinan struktural semakin berkembang ketika ia tinggal dan menempuh pendidikan di Jepang. Ia bercerita bahwa sejumlah temannya bekerja paruh waktu sebagai staf restoran, pegawai toko pakaian, hingga kasir minimarket.
Meski bekerja di sektor yang umum dijalani mahasiswa, Jerome melihat teman-temannya tetap dapat menikmati berbagai kegiatan hiburan, mengunjungi kafe populer, hingga membeli gawai terbaru. Pengalaman tersebut membuatnya memperhatikan peran sistem dalam menentukan kesejahteraan seseorang.
"Aku makin paham, bahwa kesejahteraan atau kemiskinan itu tergantung pada sistem (kebijakan, politik, budaya, sosial, dll)."
Ia kemudian menegaskan bahwa dua orang yang sama-sama bekerja keras dengan durasi kerja serupa bisa memiliki kondisi kehidupan yang berbeda, bergantung pada sistem tempat mereka tinggal.
"Dua orang yang pekerja, kerja keras, waktu kerjanya sama, bisa sangat berbeda kondisinya bergantung sistem di mana dia hidup." jelas Jerome.
Jerome tidak menampik bahwa ada orang yang malas atau tidak menggunakan waktunya secara produktif hingga mengalami kesulitan ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak digeneralisasi kepada semua orang yang hidup dalam kemiskinan.
“Tapi bukan berarti SEMUA yang hidupnya susah, adalah orang yang malas dan tidak bekerja keras, karena balik lagi, ada sistem yang bikin mereka emang susah untuk lepas dari kelas itu,” tulisnya.
3. Utas Maia Estianty soal Rezeki dan Sedekah Tuai Kritik
Sebelumnya, Maia Estianty menuai kritik warganet setelah membagikan utasan di Threads mengenai rezeki, kerja keras, dan sedekah. Dalam unggahan bertopik Self Reminder tersebut, Maia mengibaratkan manusia seperti burung liar yang perlu terbang mencari makanan.
"Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk rejeki nya ditanggung Allah itu benar, tapi burung juga kalau males terbang juga gak bakal dapet makanan... artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan... kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)." tulis Maia dalam utasannya.
Unggahan yang ramai dikutip warganet sejak Jumat, 9 Oktober 2026, tersebut dinilai sebagian orang kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Pandangan bahwa rezeki berkaitan dengan usaha dan sedekah menjadi salah satu poin yang dipersoalkan.
Kritik juga datang dari warganet yang menilai kemiskinan tidak bisa dilihat hanya sebagai persoalan usaha individu atau kebiasaan bersedekah. Mereka menyoroti adanya pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja, bahkan menjalani lebih dari satu pekerjaan, tetapi penghasilannya tetap belum mencukupi kebutuhan pokok.
Latar belakang Maia yang dikenal hidup berkecukupan turut menjadi perbincangan. Sejumlah warganet mempertanyakan apakah pandangan tersebut telah mempertimbangkan pengalaman orang-orang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Hingga berita ini ditulis, akun Threads @maiaestiantyreal terpantau berstatus privat.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/azr)
Advertisement















































