Ruben Onsu Mantap Jadi Mualaf, Dapat Restu dari Orangtua yang Sudah Tiada Lewat Mimpi
instagram.com/ruben_onsu
Keputusan Ruben Onsu menjadi seorang muslim tak hanya didasarkan pada pencarian batin, tapi juga restu dari orangtuanya yang sudah tiada. Ia menyampaikan bahwa kehadiran batin orangtua tetap terasa dalam tiap langkah spiritualnya.
"Saya ibu bapak sudah gak ada kan, jadi saya memimpikan itu ya mungkin biar bagaimanapun orangtua kita walaupun gak ada beliau pasti hadir, dan ya buat saya, saya juga datang ke makam, menceritakan hal apapun, itu karena saya kepingin orangtua saya juga tahu," kata Ruben Onsu saat ditemui di kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2025).
Meski hanya melalui doa dan kunjungan ke makam, Ruben merasa prosesnya tetap berjalan lancar. Ia percaya restu orangtua adalah bagian penting dari perjalanan spiritualnya.
"Saya ingin melewati ini proses juga lewat izin orang tua, saya seneng banget, dan ya semua berjalan mulus," ucapnya. Simak selengkapnya yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Momen sebelum mengucapkan syahadat menjadi waktu penuh pertanyaan untuk Ruben. Ia ingin benar-benar yakin sebelum mengambil langkah besar itu.
"Malah detik-detik ketika saya mau masuk muslim itu detik-detik ada yang harus saya pertanyakan terus dan oleh habib dijawab dengan jelas," katanya.
Satu pertanyaan yang selalu muncul di benaknya adalah soal salat. Ia ingin memahami dan melaksanakannya dengan benar sejak awal.
"Terus yang saya pertanyakan cuma satu, 'Bib bagaimana salat, bagaimana salat', habib menjawab dengan tenang dan membuat saya 'Oh iya ya'," jelasnya.
Ruben juga menguatkan diri untuk tidak larut dalam emosi saat momen itu berlangsung. Ia ingin fokus menjalani prosesnya tanpa air mata.
"Saya proses masuk muslim saya sudah bertekad saya tidak mau meneteskan air mata, saya hanya kepengin fokus untuk menjalankan yang ada, malah habibnya yang sedih," kata Ruben.
Reaksi Habib Usman ternyata lebih emosional dari yang ia bayangkan. Bagi Ruben, ini menjadi bukti hubungan batin yang kuat antara murid dan guru.
"Jadi malah habibnya yang terharu sendiri, tapi saya fokus ketika melihat habib saya fokus enggak mau meneteskan air mata," ucap Ruben.
Ketekunan Ruben dalam mencari tahu dan bertanya soal agama menunjukkan keseriusannya. Ia memastikan tidak ada hal yang terlewat.
"Selalu jawab apa yang saya inginkan semuanya dijawab," kata Ruben.
Menurut Ruben, proses masuk Islamnya berjalan sesuai rencana dan tanpa hambatan. Ia bersyukur bisa menjalaninya dengan hati tenang.
"Proses muslimnya berjalan lancar sesuai dengan yang saya bicarakan sama kalian," pungkas Ruben.