Rekomendasi Live Action Romance yang Gak Kalah Bagus Dari 5 CENTIMETERS PER SECOND

Film live action 5 CENTIMETERS PER SECOND yang rilis pada akhir Januari lalu sukses bikin hati banyak penonton terasa diremas pelan-pelan, menghadirkan kisah cinta yang sederhana tapi begitu membekas. Diadaptasi dari anime legendaris karya Makoto Shinkai, film ini menyuguhkan jarak, waktu, dan rindu dalam balutan visual yang sendu dan puitis.

Tak heran kalau setelah kredit terakhir bergulir, banyak yang masih belum bisa move on dari atmosfernya yang tenang namun menghanyutkan. Perasaan hampa sekaligus hangat itu terasa begitu nyata, seolah kita ikut berdiri di bawah langit musim dingin bersama dua remaja yang dipisahkan keadaan.

Tapi tenang, KLovers, karena dunia live action romance Jepang masih menyimpan banyak kisah yang tak kalah menyentuh dari 5 CENTIMETERS PER SECOND. Kamu tetap bisa merasakan kehangatan hubungan dua remaja, tatapan malu-malu, hingga sinematografi lembut yang menenangkan lewat deretan rekomendasi berikut ini, yuk simak daftarnya!

Kamu juga bisa cek informasi terbaru seputar dunia hiburan di Liputan6.com.

Foto 1 dari 10
IMDb

ORANGE (2015) diadaptasi dari anime dan manga karya Ichigo Takano, menghadirkan kisah tentang Naho yang menerima surat dari dirinya di masa depan untuk menyelamatkan seorang teman. Film ini menenangkan lewat nuansa persahabatan dan cinta pertama yang lembut, dengan lanskap kota kecil yang terasa hangat dan penuh harapan seperti 5 CENTIMETERS PER SECOND.

Foto 2 dari 10
IMDb

ANOHANA (2015) merupakan adaptasi live action dari anime populer berjudul sama yang diproduksi oleh A-1 Pictures. Ceritanya tentang sekelompok sahabat yang dipertemukan kembali oleh kenangan masa kecil ini terasa sendu namun hangat, membalut luka dengan cara yang pelan dan menyentuh hati.

Foto 3 dari 10
IMDb

SHIGATSU WA KIMI NO USO (2016) diangkat dari anime dan manga karya Naoshi Arakawa, mengikuti kisah pianis muda yang kembali menemukan warna hidupnya lewat seorang gadis pemain biola. Musik klasik yang mengalun lembut dan hubungan remaja yang rapuh membuat film ini terasa menenangkan sekaligus menyayat, mirip perasaan yang ditinggalkan 5 CENTIMETERS PER SECOND.

Foto 4 dari 10
IMDb

OOKAMI SHOUJO (2016) diadaptasi dari manga dan anime karya Ayuko Hatta, berkisah tentang gadis SMA yang berpura-pura punya pacar demi gengsi lalu terjebak dalam hubungan pura-pura yang berubah nyata. Dinamika cinta remaja yang canggung namun manis dibingkai dengan visual cerah yang tetap terasa hangat dan nyaman ditonton.

Foto 5 dari 10
IMDb

ISSHUKAN FRIENDS (2017) merupakan adaptasi dari manga dan anime karya Matcha Hazuki tentang gadis yang ingatannya tentang teman-temannya terhapus setiap satu minggu. Ritme ceritanya yang pelan dan penuh kesabaran menghadirkan rasa tenang, memperlihatkan bahwa cinta kadang tumbuh dari konsistensi dan ketulusan yang sederhana.

Foto 6 dari 10
IMDb

KIMI NO SUIZO WO TABETAI (2017) diadaptasi dari novel yang kemudian dianimasikan, karya Yoru Sumino, tentang pertemuan tak terduga antara siswa pendiam dan gadis ceria yang menyimpan rahasia besar. Film ini mengalir lembut dengan percakapan sederhana dan momen-momen sunyi yang justru terasa hangat, meninggalkan jejak emosional yang sulit dilupakan.

Foto 7 dari 10
IMDb

WOTAKOI (2020) diangkat dari manga dan anime karya Fujita, mengikuti kisah romansa dua pekerja kantoran yang sama-sama otaku. Meski lebih ringan dan jenaka, film ini tetap menghadirkan kenyamanan lewat interaksi natural dan hubungan yang tumbuh tanpa drama berlebihan.

Foto 8 dari 10
IMDb

MIMI WO SUMASEBA (2022) adalah versi live action dari anime klasik produksi Studio Ghibli yang dulu disutradarai Yoshifumi Kondo. Kisah tentang mimpi, proses menjadi dewasa, dan cinta pertama ini terasa hangat dan reflektif, dengan suasana kota yang sunyi namun penuh makna.

Foto 9 dari 10
IMDb

AO HARU RIDE (2023) diadaptasi dari manga dan anime karya Io Sakisaka, mengisahkan pertemuan kembali dua remaja yang berubah seiring waktu. Film ini menghadirkan kehangatan nostalgia masa sekolah dengan tempo yang lembut, membuat penonton larut dalam tatapan dan dialog yang sederhana tapi mengena.

Foto 10 dari 10
IMDb

KIMI NI TODOKE (2023) merupakan adaptasi live action terbaru dari manga dan anime karya Karuho Shiina tentang gadis pemalu yang perlahan membuka diri lewat cinta dan persahabatan. Atmosfernya manis dan tenang, penuh momen kecil yang membuat hati terasa hangat seperti menyaksikan hujan turun perlahan di sore hari.

Mau tahu berita terkini tentang dunia hiburan? Yuk langsung cek di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

Read More

Load More