Mengenal Dunia Cosplay di Indonesia, Bukan Hobi Murah!
Potret cosplayer Indonesia. (Credit: instagram.com/nau_chi & instagram.com/maimai.san22)
Kapanlagi.com - Costume play memungkinkan siapapun tampil sebagai sosok ikonik dari film, anime, komik sampai produk budaya pop lainnya. Cosplay, begitu sebutan populernya, makin ke sini makin menemukan komunitasnya. Jika dulu cosplay ditemui hanya di acara-acara Jejepangan, kini cosplayer sudah punya hajatan besar semacam Comic Con atau tampil di premiere film-film blockbuster.
Di balik penampilan penuh warna dan meriah, persiapan untuk cosplay adalah sebuah kompleksitas tersendiri. Persiapannya tak hanya mencakup kostum saja, ada elemen riasan, aksesoris, properti, bahkan gestur, hingga ekspresi karakter. Dalam wawancara dengan Asianbeat pada tahun 2021, cosplayer Indonesia Octavianus Rizky menceritakan pengalamannya melakukan body painting, membuat properti sendiri, serta menyiapkan pertunjukan bersama tim, mulai dari latihan aksi panggung dan koreografi hingga penyuntingan audio.
"Pengalaman pertama cosplay langsung belajar yang namanya body painting dan juga membuat properti cosplay sendiri. Tentunya karena waktu cosplay bareng sama temen-temen sambil perform di atas panggung, hal tersebut menjadi hal yang tak terlupakan karena di situ kita juga menang sebagai Favorite Team. Setelah mencoba apa itu cosplay, ternyata ketagihan, ada proses belajar di dalamnya seperti: membuat properti atau kostum, latihan aksi di atas panggung, dan koreografi, sampai ke editing sound untuk performance, semua hal itu yang bikin saya tertarik dan tetap aktif di cosplay sampai sekarang," ungkap Octavianus.
Advertisement
1. Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Cosplay?
Persiapan yang dibutuhkan untuk membuat kostum dengan detail semirip mungkin aslinya ini tidak pernah murah. Misal saja kamu cosplay sebagai Tanjiro dari anime Demon Slayer, maka yang kentara harus dipersiapkan adalah katana berapinya, kimono, serta earpiece-nya. Jika bagian-bagian kostum itu tidak tersedia versi siap pakai, maka cosplayer harus membuat versi custom atau bahkan menyewanya.
Kepada KapanLagi.com, Salah satu cosplayer asal Malang bernama Nauchi (@nau_chi) membocorkan perkiraan biaya yang harus dikeluarkannya untuk setiap cosplay. Dan benar saja harganya pun cukup beragam, tergantung dari tingkat kesulitan kostum dan detail karakter yang akan ditiru.
"Perkiraan budget untuk sekali cosplay sih tergantung ya. Kalo misal costume yang simple (seifuku, character cosplay simple) beli Rp 150 ribu - 400 ribu. Kalau konsep yang agak rumit kayak karakter yang bajunya wow biasanya start Rp 600 ribuan ke atas. Ini baru cosplay aja belum wig-nya dan style wig juga. Pengalaman saya beli fullset coswig rata-rata yang simple Rp 450 ribuan, soalnya bisa dicari di e-commerce, terus kalo karakter yang aksesorisnya banyak antara Rp 800 ribu - 900 ribuan yang full set,” ungkap Nauchi dalam sesi interview eksklusif bersama KapanLagi Jepang.
Nauchi sendiri merupakan sosok yang kerap cosplay karakter-karakter dengan detail yang cukup rumit. Beberapa diantaranya seperti Frieren hingga karakter-karakter dari game Wuthering Waves. Dari pengalamannya cosplay selama beberapa tahun, Ia kini juga membuka bisnis persewaan kostum Cosplay.
"Kalau untuk rent biasanya tergantung sih, bisa dari yang cos fullset simple mulai dari Rp 50 ribu per 3 hari sampai Rp 95 ribu per 3 hari. Kalau yang rumit atau brand HQ mulai Rp 110 ribu per 3 hari sampai Rp 200 ribuan per 3 hari," sambung Nauchi.

Di luar biaya kostum, wig dan aksesoris, masih ada biaya tambahan lagi yang harus dikeluarkan, yakni untuk makeup. Mai San, salah satu cosplayer asal Malang lainnya memberikan sedikit bocoran terkait harga makeup untuk tiap cosplay yang dijalaninya.
"Biasanya aku lebih sering makeup sendiri, tapi kalau pakai MUA cosplay bisa sekitar Rp 100 ribu - 200 ribuan ke atas, tergantung price list masing-masing MUA, banyak macemnya, banyak paket pilihannya juga. Kadang aku pakai MUA semisal pas aku nggak ada waktu buat makeup sendiri atau emang lagi mager makeup sendiri aja sih," ungkap Mai San kepada KapanLagi.com.
2. Cosplay di Berbagai Acara Pop Culture Indonesia
Dulu, cosplay identik dengan acara bertema Jepang, anime, dan kompetisi khusus. Kini, cosplayer juga bisa ditemui di berbagai acara, mulai dari watch party esports dan pemutaran film hingga kegiatan pop culture.
Salah satu contohnya adalah watch party VALORANT di Haidilao Indonesia yang menawarkan diskon 20 persen bagi pengunjung berkostum karakter gim tersebut. Cosplay juga hadir di Indonesia Comic Con (ICC) pada 3-4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang menghadirkan cosplayer internasional seperti Hane Ame, Lily Universe, dan Minichu.
Selain itu, pemutaran film atau anime bisa menjadi ajang bagi penggemar untuk datang dengan kostum karakter favorit. Cosplay juga dimanfaatkan untuk menyambut perilisan film, seperti yang dilakukan keluarga Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie saat mengenakan kostum karakter Toy Story 5 pada Juni 2026. Glenn tampil sebagai Woody, Chelsea sebagai Jessie, sedangkan kedua anak mereka menjadi Bo Peep dan Buzz Lightyear. Terbaru pada gala premiere film Street Fighter yang diadakan oleh Paramount Pictures, para cosplayer hadir dalam penampilan ikonik para petarungnya.
"Menurut aku itu bagus sih, terutama kalau event-nya masih ada keterkaitan sama jejepangan misal anime dan game. Mau event komersial maupun non-komersial, bagi aku mengajak cosplay community ini bisa memperkenalkan hobi cosplay ke publik sebagai bentuk yang positif juga," jelas Mai San terkait perkembangan dunia cosplay di era modern ini.
Tak bisa dipungkiri jika stereotip publik terhadap cosplay tidak selalu positif. Apalagi jika para cosplayer tampak hadir di event yang bukan tempatnya. Pandangan heran atau sinis terhadap cosplayer pasti masih sesekali ditemui dari para pengunjung pada umumnya.
"Menurut saya, itu adalah suatu hal positif. Jadi sekarang cosplay itu bukan cuma seperti datang ke event jejepangan aja terus bubar pulang gitu, tapi cosplay itu juga bisa dilakukan di berbagai tempat lain. Tapi pastinya ada beberapa hal yang tetap perlu diingat: Pahami konteks acaranya dan acara tersebut diselenggarakan di mana, karena tidak semua kostum atau karakter cocok untuk setiap acara, tetap jaga sikap dan etika, tetap bersikap ramah dan hormati pengunjung lainnya. Dan pastinya jangan pernah lupa tujuan awal dalam bercosplay yaitu having fun," pesan dari Nauchi.
3. Komunitas Cosplay dan Etika Mengapresiasi Karya
Perkembangan tren cosplayer tak lepas dari peran serta komunitas dalam menjadi support systemnya. Komunitas-komunitas cosplayer baik itu skala kecil besar, berawal dari kegiatan kampus atau komunitas hobi, menjadi safe space mereka untuk bertukar referensi, berbagi pengetahuan tentang pembuatan kostum, dan belajar dari pengalaman satu sama lain.
Penelitian Emily Vardell, Ting Wang, dan Paul A. Thomas yang diterbitkan dalam Journal of Documentation pada 2021 menemukan bahwa Rey Cosplay Community (RCC), grup Facebook bagi penggemar karakter Rey dari Star Wars, menjadi tempat anggota berbagi informasi dan belajar membuat kostum. Salah satu partisipan mengatakan, "Saat bergabung dengan grup itu, saya menemukan apa yang saya butuhkan, yaitu komunitas yang saling mendukung."
Bicara soal komunitas daring, peran media sosial juga sangat besar mendukung perkembangan tren. Media sosial Instagram dan TikTok tidak hanya riuh dipenuhi "etalase" karya-karya para cosplayer, tapi juga postingan para pengunjung yang kagum dan mengapresiasi karya-karya mereka.
Saat menghadiri acara cosplay, pengunjung biasanya mengapresiasi para cosplayer dengan memberi pujian, berfoto bersama, atau membagikan keseruannya di media sosial. Sudah jadi aturan tidak tertulis bahwa pengunjung bebas mengambil foto atau meminta pose tertentu tapi diawali dengan izin terlebih dahulu. Panduan fotografi dari World Cosplay Summit juga menegaskan bahwa pengambilan foto maupun pengunggahan foto ke internet harus mendapat persetujuan dari cosplayer yang bersangkutan.
4. Cosplayer Populer di Indonesia
Dunia cosplay Indonesia memiliki sejumlah kreator yang dikenal lewat karya kostum, riasan, dan konten karakter di media sosial. Punipun, Larissa Rochefort, dan Kitsunee menjadi tiga nama yang aktif membagikan karya cosplay mereka kepada para penggemar.
Clarissa Widjaja atau yang dikenal sebagai Punipun merupakan cosplayer Indonesia yang juga aktif sebagai kreator konten game dan musik. Ia memiliki sekitar 612 ribu pengikut di Instagram. Melalui akun @punipun7, Punipun menampilkan beragam karakter dari anime dan video game, mulai dari Raiden Shogun dan Ganyu dari Genshin Impact dan yang terbaru adalah Still In Love dari Uma Musume. Ia biasanya bercosplay sebagai karakter game dengan penampilan yang menonjolkan detail kostum, wig, dan riasan agar sesuai dengan tampilan karakter aslinya. Ia juga pernah masuk dalam daftar penerima penghargaan Cosplayer of the Year di KotakGame Awards 2024

Larissa Rochefort dikenal lewat cosplay karakter dari game dan anime, dengan sejumlah penampilan yang menonjolkan detail busana, wig, dan riasan semirip mungkin dengan karakter aslinya. Ia pernah membawakan karakter seperti Ada Wong dari Resident Evil, Kafka dari Honkai: Star Rail, dan yang terbaru adalah Anna Williams dari TEKKEN. Ragam karakter tersebut memperlihatkan kiprahnya di berbagai judul game, termasuk melalui konten cosplay yang dibagikan di media sosial. Larissa memiliki sekitar 640 ribu pengikut di Instagram dan aktif membagikan karya serta aktivitasnya melalui akun @larissarochefort. Ia juga pernah menjadi finalis Esports Awards 2022.

Kitsunee merupakan cosplayer sekaligus kreator konten yang kerap menampilkan karakter dari anime dan game. Ia memulai perjalanan cosplay pada 2022 dengan membawakan karakter Katheryne dari Genshin Impact, kemudian melanjutkan hobinya dengan memerankan sejumlah karakter lain, yang terbaru adalah Escoffier dari Genshin Impact. Salah satu ciri khas Kitsunee adalah penggunaan masker yang menjadi bagian dari penampilannya saat bercosplay. Dengan sekitar 1,1 juta pengikut di Instagram, ia membagikan karya cosplay dalam bentuk foto maupun video melalui akun @kitsunee.___ di Instagram dan @kitsunee._ di TikTok.

Selain ketiga cosplayer tersebut, dunia cosplay Indonesia juga diramaikan oleh kreator pria yang dikenal lewat keterampilan membuat kostum dan penampilan karakter di atas panggung. Salah satunya adalah Rian CYD, cosplayer sekaligus pembuat kostum asal Indonesia yang telah menekuni dunia cosplay sejak 2009. Selain ketiga cosplayer tersebut, dunia cosplay Indonesia juga diramaikan oleh kreator pria yang dikenal lewat keterampilan membuat kostum dan penampilan karakter di atas panggung. Salah satunya adalah Rian CYD, cosplayer sekaligus pembuat kostum asal Indonesia yang telah menekuni dunia cosplay sejak 2009. Ia kerap membawakan karakter Naruto dan terbaru tampil sebagai Ezreal dari League of Legends.
Sepanjang kiprahnya, Rian meraih sejumlah prestasi di kompetisi cosplay internasional, termasuk juara pertama World Cosplay Summit pada 2016 dan 2022, serta MAGIC Monaco pada 2019. Ia juga menempati posisi ketiga di Polymanga Global Easter 2018 dan meraih juara pertama Anime Festival Asia 2013. Sebelumnya, Rian menjadi runner-up kedua di Anime Festival Asia 2011.
(Martha Tilaar meninggal dunia di usia 89 tahun.)
(kpl/sab)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mimpi Sederhana Peserta DA, Pingin Fotonya Diedit Netizen
-
Dangdut Academy Ari, Sahwan, Danil DA8 Main Game Lirik, Skor Akhir Imbang
-
Dangdut Academy Live Streaming Dangdut Academy 8 Indosiar Top 12 Malam Ketiga
