Tembus 1 Miliar Dolar, Review AVATAR 3 FIRE AND ASH

Pemain AVATAR: FIRE AND ASH kembali membawa waralaba epik karya James Cameron ini mencetak sejarah baru di box office global. KLovers, film ketiga Avatar yang dirilis pada 19 Desember 2025 ini sukses menembus pendapatan lebih dari USD 1 miliar atau setara dengan sekitar Rp16,7 triliun hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Capaian ini membuat AVATAR: FIRE AND ASH langsung melesat menjadi salah satu film paling sukses yang banyak dibicarakan pada akhir tahun.

Secara total, AVATAR: FIRE AND ASH telah meraup USD 1,083 miliar atau sekitar Rp18,08 triliun di seluruh dunia per 5 Januari 2026. Angka tersebut membuatnya menjadi film ketiga terlaris sepanjang 2025. Di Amerika Serikat dan Kanada saja, film ini sudah mengumpulkan USD 306 juta atau sekitar Rp5,11 triliun per 4 Januari 2026, menunjukkan antusiasme tinggi dari para penonton domestik.

Foto 1 dari 9
Lightstorm Entertainment

Tidak hanya itu, performanya di pasar internasional juga sangat kuat. AVATAR: FIRE AND ASH mencatat pendapatan USD 777,1 juta atau sekitar Rp12,96 triliun dari berbagai negara. Tiongkok menjadi penyumbang terbesar dengan USD 137,9 juta atau sekitar Rp2,30 triliun, diikuti Prancis dengan USD 81 juta atau sekitar Rp1,35 triliun. Jerman mencatat USD 64,1 juta atau sekitar Rp1,06 triliun, Korea Selatan USD 44,1 juta atau sekitar Rp736 miliar dan Britania Raya dengan USD 42,5 juta atau sekitar Rp709 miliar.

Foto 2 dari 9
Lightstorm Entertainment

Pasar Indonesia pun memberikan kontribusi signifikan untuk AVATAR: FIRE AND ASH. Hingga 4 Januari 2026, film ini meraih USD 16,6 juta atau sekitar Rp276,2 miliar. Pada pekan perdana, pendapatannya mencapai USD 5,6 juta yang setara dengan sekitar Rp93,9 miliar, menjadikannya sebagai film rilisan Disney dengan debut terbesar di Indonesia selama tahun 2025. Hingga 27 Desember 2025, film ini telah ditonton oleh 4 juta penonton tanah air yang antusias mengikuti kelanjutan kisah di Pandora.

Foto 3 dari 9
Lightstorm Entertainment

Another epic movie. Kayaknya itu kata-kata yang pas buat menggambarkan film ini. Pengalaman nonton tak terlupakan tentang kelanjutan kisah keluarga Jake Sully yang lebih bagus dari film keduanya. Sisi lain Pandora yang belum akhirnya diperlihatkan dengan hadirnya suku Ash. Dipimpin Varang, hadirnya mereka membawa kompleksitas dan layer baru pada film. Bukan lagi sekedar penghuni Pandora vs manusia.

Foto 4 dari 9
Lightstorm Entertainment

Sepanjang 3 jam lebih disajikan visual yang sudah pasti memanjakan mata khas James Cameron si perfectionist. Dari segi visual bisa dibilang nggak ada yang unpredictable. Bagus, tapi ya itu sudah jadi benchmark dari film Avatar.

Foto 5 dari 9
Lightstorm Entertainment

(Masih) bagus seperti 2 film sebelumnya. Dan memang perlu diapresiasi. Mulai dari gerak tubuh, otot di wajah, bahkan getaran air saat Tulkun ngomong terasa sangat real. Makanya, di film ketiga ini terlihat penguatan dari segi cerita. Nggak bakal bikin ngantuk juga karena setiap 5 menit ada aja gebrakan yang nggak boleh dilewatkan.

Foto 6 dari 9
Lightstorm Entertainment

Filmnya nggak bikin capek karena emosi bakal dibikin naik turun. Kudos juga buat selipan-selipan humor yang tidak berlebihan atau memaksakan. Semua pas pada porsinya. 

Foto 7 dari 9
Lightstorm Entertainment

Isu eksploitasi alam yang diangkat pun masih sangat relate dengan apa yang banyak terjadi sekarang. Kalau yang masih punya hati nurani sih pasti paham dengan pesan gamblang yang disajikan.

Foto 8 dari 9
Lightstorm Entertainment

Penampilan Oona Chaplin sebagai Varang juga perlu dipuji. Dia bisa meyakinkan kejahatan, kebencian, dan trauma bahkan dari matanya.

Foto 9 dari 9
Lightstorm Entertainment

Nilai 9/10 rasanya tidak terlalu tinggi, karena memang sebagus itu. Makin nggak sabar nunggu Avatar 4.  3 Jam buat nonton Avatar 3 worth it banget!

Read More

Load More