Dea Ananda Bagikan Pengalaman Hadapi Sang Buah Hati yang Selektif Terhadap Makanan
Dhea Ananda di forum Health Corner (Credit: Dokumentasi Pribadi)
Kapanlagi.com - Isu anak pilih-pilih makanan ternyata masih jadi tantangan besar buat banyak orang tua di Indonesia. Hal ini juga dirasakan oleh Dea Ananda, yang baru-baru ini berbagi pengalamannya dalam sebuah forum edukasi gizi.
Dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026, Danone Specialized Nutrition Indonesia menghadirkan Health Corner bertajuk 'Gizi Lengkap, Anak Tinggi & Cepat Tanggap' bersama detikcom. Forum ini membahas pentingnya pemenuhan gizi lengkap dan seimbang untuk anak usia 1–5 tahun, masa yang dikenal sebagai periode emas pertumbuhan.
Acara ini juga menyoroti fakta bahwa masih banyak orang tua yang punya harapan besar agar anak tumbuh tinggi, berat badan ideal, dan cepat tanggap, tetapi belum sepenuhnya memahami bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara optimal.
Advertisement
1. Dea Ananda: Belajar Memahami Gizi Lebih Dalam
Sebagai ibu sekaligus figur publik, Dhea Ananda mengaku pernah berada di fase bingung menghadapi anak yang selektif terhadap makanan. Ia menyadari bahwa ekspektasi dan praktik sehari-hari sering kali tidak sejalan.
"Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak tumbuh tinggi, berat badannya ideal, dan kemampuan kognitifnya berkembang dengan baik. Itu biasanya menjadi indikator utama yang kita lihat. Namun, saya menyadari bahwa memahami kebutuhan nutrisi anak secara menyeluruh tidak sesederhana itu. Awalnya, saya juga belum terlalu memahami perbedaan antara zat gizi makro dan mikro. Yang saya tahu hanya sebatas karbohidrat, protein, dan serat. Padahal, vitamin dan mineral justru memiliki peran penting dan sering kali lebih menantang untuk dipenuhi setiap hari," ungkap Dhea.
Ia pun menambahkan, "Banyak orang tua merasa anak sudah makan cukup, tetapi belum tentu nutrisinya sudah lengkap. Edukasi yang tepat membantu saya lebih percaya diri dalam memilih asupan, termasuk memberikan susu fortifikasi untuk membantu melengkapi kebutuhan mikronutrien anak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang," tutupnya.
Lewat Health Corner, Danone Specialized Nutrition Indonesia bersama detikcom kembali menegaskan bahwa gizi anak harus dipandang secara komprehensif. Bukan cuma soal kenyang, tapi soal keseimbangan nutrisi makro dan mikro, pendekatan makan tanpa paksaan, serta stimulasi yang tepat di masa emas pertumbuhan.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Tantangan Anak Pilih-Pilih Makanan Masih Jadi PR
Berdasarkan survei detikcom terhadap ribuan ibu, sekitar 69% orang tua mengaku tantangan terbesar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak adalah anak yang pilih-pilih makanan. Di sisi lain, 69,76% responden belum memahami perbedaan zat gizi makro dan mikro, dan 62,87% merasa vitamin serta mineral adalah zat gizi yang paling sulit dipenuhi setiap hari.
Menanggapi hal ini, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi, menekankan bahwa memastikan anak kenyang saja tidak cukup.
"Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan. Oleh sebab itu, dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan," ungkap dr. Juwalita.
Ia juga menjelaskan bahwa anak usia 1–5 tahun membutuhkan keseimbangan nutrien makro dan mikro, termasuk zat besi, vitamin A, vitamin D, zinc, serta DHA yang berperan penting dalam perkembangan otak. Selain nutrisi, stimulasi seperti mengajak anak berbicara, membaca buku, dan bermain bersama juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal.
3. Kenyang Belum Tentu Lengkap
Senada dengan itu, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, mengingatkan bahwa banyak orang tua merasa anaknya sudah cukup makan, padahal belum tentu nutrisinya lengkap.
"Banyak orang tua merasa anak sudah cukup makan. Namun, kenyang belum tentu lengkap. Anak membutuhkan kombinasi protein berkualitas, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, Omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya. Nutrisi tersebut bekerja secara sinergis, sehingga keseimbangan menjadi sangat penting. Dalam kondisi tertentu, dukungan dari asupan padat gizi seperti susu fortifikasi yang mengandung protein, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, dan Omega-3 dapat membantu melengkapi kebutuhan harian anak sebagai bagian dari pola makan seimbang," ujar Dr. Ray.
Ia juga memaparkan hasil riset bahwa anak yang mengonsumsi susu terfortifikasi zat besi memiliki peluang delapan kali lebih besar untuk tercukupi kebutuhan zat besinya, dan anak dengan zat besi cukup terbukti 20% lebih tinggi.
Karena kapasitas makan anak usia dini masih terbatas, pemilihan makanan padat gizi menjadi strategi penting agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/gtr)
Advertisement
