Drama Korea populer DESCENDANTS OF THE SUN akan diremake menjadi film Indonesia. Proyek ini akan digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo yang dikenal dengan sejumlah karya besar.
Kabar tersebut langsung memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian mempertanyakan kecocokan cerita militer jika diadaptasi ke dalam konteks Indonesia.
Di sisi lain, pemilihan pemeran utama juga ikut menjadi sorotan. Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo ditunjuk sebagai pemeran utama, namun muncul anggapan bahwa karakter Kapten Yoo lebih cocok diperankan oleh Herjunot Ali. Sang aktor pun memberikan respon atas pendapat publik ini. Simak selengkapnya berikut ini.
Herjunot Ali Cerita Pernah Dikasih Jimat Saat Nge-DJ, Tanggapi dengan SantaiAdvertisement
Rencana remake DESCENDANTS OF THE SUN versi Indonesia menjadi perbincangan hangat sejak diumumkan. Banyak penonton yang merasa penasaran sekaligus ragu terhadap hasil adaptasinya.
Cerita bertema militer dinilai memiliki tantangan tersendiri jika diangkat ke dalam latar Indonesia. Hal ini membuat diskusi publik semakin berkembang di media sosial.
Cerita Herjunot Ali Nikmati Profesi sebagai DJ, Sudah Berjalan Selama 20 TahunSelain cerita, pemilihan aktor utama menjadi fokus perhatian warganet. Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo dipercaya memerankan karakter utama dalam film ini.
Namun, sebagian publik merasa karakter Kapten Yoo lebih cocok diperankan oleh Herjunot Ali. Nama Junot pun ramai disebut sebagai alternatif yang dianggap sesuai.
Tak Buru-Buru Nikah, Ini Sederet Alasan Artis Belum Lepas Masa Lajang Meski Usia Tak Lagi Muda - Ada yang Ngaku Gampang IlfeelMenanggapi hal tersebut, Herjunot Ali memberikan pandangannya dengan santai. Ia menyebut bahwa perdebatan mengenai kecocokan aktor adalah hal yang lumrah dalam dunia film.
"Nah jangan pernah lu berpikir karena lu ngelihat gua pakai jaket ini maka gua cocok memerankan salah satu karakter tertentu," ujarnya sambil menunjukkan penampilannya kenakan baju tentara. Ia menekankan bahwa penilaian tidak seharusnya hanya berdasarkan tampilan fisik semata.
9 Rekomendasi Film Indonesia yang Diadaptasi dari Novel Best Seller, Wajib Masuk Daftar Tontonanmu!Herjunot juga membagikan pengalaman pribadinya saat terlibat dalam film besar seperti 5CM dan TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK. Ia mengungkapkan bahwa dulu banyak orang yang meragukan dirinya untuk peran-peran tersebut.
"intinya gini dari seluruh film gua REALITA CINTA ROCK AND ROLL, 5CM, VAN DER WIJCK. Itu banyak banget orang-orang yang enggak setuju gua main di film-film itu. Tapi pada saat keluar teman-teman nonton juga kan di bioskop," ujarnya. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa hasil akhir bisa berbeda dari ekspektasi awal.
Cerita Herjunot Ali Nikmati Profesi sebagai DJ, Sudah Berjalan Selama 20 TahunMelalui pernyataannya, Herjunot mengajak publik untuk lebih menghargai proses produksi film. Ia menyarankan agar penonton tidak terburu-buru menilai sebelum karya tersebut dirilis.
"Jadi saran gua untuk karya yang diangkat dari adaptasi tunggu saja dulu filmnya sampai jadi," ungkapnya. Ia juga menambahkan pentingnya dukungan terhadap industri film Indonesia.
"Support terus film Indonesia yang dibuat dengan serius apalagi misal produksi tersebut ada nama-nama yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya," ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi penutup dari tanggapannya terkait polemik tersebut.
Sambut Natal dan Tahun Baru, Noel Season 'Unwrap The Joy' Suguhkan Rangkaian Acara SeruQ: Siapa pemeran utama remake DESCENDANTS OF THE SUN versi Indonesia?
A: Pemeran utamanya adalah Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.
Q: Mengapa Herjunot Ali disebut cocok memerankan Kapten Yoo?
A: Sebagian publik menilai penampilan dan aura Herjunot Ali sesuai dengan karakter Kapten Yoo.
Q: Apa tanggapan Herjunot Ali terkait hal ini?
A: Ia menyebut perdebatan seperti itu wajar dan meminta publik tidak menilai hanya dari penampilan.
Q: Apa pesan Herjunot untuk penonton?
A: Ia menyarankan agar penonton menunggu hasil akhir film sebelum memberikan penilaian.
Mau baca update terbaru selebriti lainnya? Yuk baca di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(kpl/sjn)