Kapanlagi.com - Liburan akhir tahun kali ini dimanfaatkan Hotman Paris untuk melakukan perjalanan nostalgia ke Benua Kanguru, Australia. Bersama istri tercinta, Agustianne Marbun, dan putrinya yang baru saja menjadi pengacara di London, Hotman berencana menghabiskan waktu selama 10 hari di sana.
Bagi Hotman, perjalanan ini bukan sekadar plesiran biasa. Ia ingin mengenang kembali masa-masa perjuangannya saat meniti karier sebagai pengacara muda di Australia pada tahun 1988 silam. Hotman ingin menunjukkan kepada keluarganya tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu kerja kerasnya.
"Ke Melbourne, ke Sydney, ke Gold Coast. Melihat gedung-gedung, melihat kampus saya dulu di sana, melihat kantor saya dulu, melihat di mana saya ya merenungkan masa depan dulu. Melihat apartemen di mana saya cuci piring sendiri, cuci baju sendiri, melihat tempat-tempat di mana saya merenung apakah saya bakal sukses," kata Hotman Paris saat ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Baca berita lain tentang Hotman Paris di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Pengacara yang identik dengan cincin berlian ini menceritakan kehidupan sederhananya kala itu. Jauh dari kemewahan yang ia nikmati sekarang, Hotman muda harus melakukan segala pekerjaan rumah tangga sendiri, mulai dari mencuci piring hingga baju. Namun, masa-masa itulah yang menempa mentalnya hingga menjadi sukses seperti sekarang.
"Itulah renungan-renungan masa lalu, dan ternyata sudah sukses," tuturnya.
Hotman juga mengenang momen-momen saat ia bekerja di salah satu kantor pengacara terbesar di Australia. Ia sering menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mempelajari bahasa Inggris hukum agar bisa bersaing dengan pengacara bule lainnya. Dedikasi tingginya dalam belajar menjadi kunci keberhasilannya menembus firma hukum internasional.
"Dan ternyata si putra Batak itu yang dulu kerjanya baca-baca, belajar bahasa Inggris hukum di perpustakaan di kantor pengacara terbesar di Inggris, dan sekarang sudah dapat hasilnya, Lamborghini, gitu lho," pungkasnya dengan gaya khasnya.
Hotman berharap perjalanan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anaknya. Ia ingin mereka memahami bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan keringat dan air mata.
"Saya bawa dia liburan mengenang masa saya waktu bekerja sebagai pengacara di Australia tahun '88," tambahnya.
Liburan ini sekaligus menjadi "bulan madu kedua" bagi Hotman dan istrinya. Ia ingin menikmati waktu berkualitas bersama pasangan yang telah setia mendampinginya dari nol hingga mencapai puncak kesuksesan.