Perjalanan Cinta Guruh Soekarnoputra dan Sabina Guseynova

Sepanjang hidupnya, Guruh Soekarnoputra hanya menikah satu kali. Kisah cintanya dengan Sabina Guseynova, perempuan asal Uzbekistan, bermula dari panggung seni lalu berlanjut ke pelaminan di Uzbekistan dan Indonesia.

Guruh Soekarnoputra dan Sabina pertama kali bertemu pada April 2002 di Pyongyang, Korea Utara, saat The April Spring Friendship Art Festival mempertemukan delegasi seni dari banyak negara. Guruh memimpin rombongan kesenian Indonesia melalui GSP Production, sementara Sabina tampil sebagai penari mewakili Uzbekistan. Guruh mengaku langsung terpikat ketika melihat Sabina menari, sampai merasa "kesetrum".

Kesamaan dunia yang mereka tekuni menjadi jembatan awal kedekatan keduanya. Selepas festival, hubungan itu berkembang dan membawa mereka pada rangkaian peristiwa penting dalam tempo yang relatif cepat.

5 Penyanyi Diva Indonesia Buat Lagu Kolaborasi Bersama Berjudul "Damai", Karya Guruh Soekarnoputra

Advertisement

1. Dikenalkan ke Megawati, Tanda Hubungan Serius

Usai pertemuan di Pyongyang, komunikasi Guruh dan Sabina berlanjut. Guruh kemudian mengundang Sabina datang ke Indonesia untuk menghadiri Jakarta Fair.

Dalam kunjungan tersebut, Sabina dipertemukan dengan keluarga Guruh. Ia turut diperkenalkan kepada sang kakak, Megawati Soekarnoputri, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pertemuan keluarga menjadi penanda hubungan keduanya tidak lagi sebatas perkenalan. Tak lama setelah itu, Guruh dan Sabina mulai mempersiapkan langkah menuju pernikahan.

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Tinggalkan Jejak Kesenian yang Tak Terlupakan

2. Lamaran di Uzbekistan, Akad Nikah Sehari Kemudian

Pada 19 September 2002, Guruh terbang ke Uzbekistan. Di sana, ia melamar Sabina.

Hanya berselang satu hari, tepatnya 20 September 2002, keduanya melangsungkan akad nikah secara Islam di Tashkent, Uzbekistan.

Saat menikah, Guruh berusia 49 tahun dan Sabina 22 tahun, terpaut 27 tahun. Mahar yang diberikan Guruh memadukan unsur agama dan sejarah, yakni sebuah Al-Qur'an, buku Di Bawah Bendera Revolusi, serta buku otobiografi Presiden Soekarno. Setelah akad di Tashkent, perayaan besar direncanakan di Indonesia.

Profil Syandria Kameron Cicit Presiden Soekarno, Penari Tradisional Bali yang Pernah Tampil di Hadapan Raja Kamboja

3. Pesta Adat Jawa, 2.500 Tamu Memadati Sriwijaya

Pada 19–20 Oktober 2002, Guruh dan Sabina menggelar resepsi pernikahan beradat Jawa di kediaman keluarga, Rumah Ibu Fatmawati, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

Pesta berlangsung meriah dengan sekitar 2.500 tamu undangan. Besarnya animo membuat sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi turut terdampak.

Sabina tampil mengenakan kebaya merah hati khas pengantin Jawa. Perayaan ini menyita perhatian publik, mempertemukan seniman Indonesia dengan penari asal Uzbekistan yang juga berasal dari dunia seni.

5 Penyanyi Diva Indonesia Buat Lagu Kolaborasi Bersama Berjudul "Damai", Karya Guruh Soekarnoputra

4. Tujuh Tahun Tanpa Anak, Bercerai pada 2009

Selama berumah tangga, Guruh dan Sabina tidak dikaruniai anak. Setelah sekitar tujuh tahun bersama, hubungan keduanya mulai mengalami keretakan dan berujung perceraian pada 2009.

Berbeda dengan pesta pernikahan yang bertabur tamu, proses perpisahan berlangsung relatif sunyi dan jauh dari sorotan media. Usai bercerai, Sabina kembali menetap di Uzbekistan.

Kisah mereka menjadi bagian dari perjalanan hidup Guruh Soekarnoputra. Hari ini, perjalanan hidup Guruh Soekarnoputra pun telah berakhir, Guruh meninggal dunia di usia 73 tahun setelah mengalami sakit.

Kris Dayanti Kenang Guruh Soekarnoputra, Sosok Seniman yang Sangat Detail

    (kpl/phi)

 

Topik Terkait