Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal Devon Kei Enzo? Anak muda berprestasi ini tak henti-hentinya membuat gebrakan. Kali ini, dalam rangkaian JF3 2024, Devon Kei Enzo tampil di catwalk pada Rabu 31 Juli dan Kamis 1 Agustus 2024.
Di hari pertama, Devon memperagakan rancangan Eyez on Me by Askary Malik dengan tema “What The Punk” dan di hari kedua, memperagakan karya Bespoke Project by Jeremy Hartono in collaboration with Ofie Laim, dengan tema “Instrinsic Motivation”.
Debut Devon di panggung fashion show menambah satu lagi catatan pencapaian, di antara segudang catatan prestasinya yang luar biasa. Dari kalangan remaja sampai kaum ibu yang menyaksikan sepak terjang Devon di JF3 2024 pun ikut berbangga.
Baru 15 Tahun, Devon Kei Enzo Sudah Jadi Mahasiswa Tahun Kedua di Universitas Nomor 1 AustraliaAdvertisement
Bersama sang kakak Mischka Aoki, Devon konsisten menorehkan prestasi demi prestasi, dan terus mengeksplor bakat mereka di berbagai bidang. Dari kemampuan outstanding di bidang akademis, menjadi pembicara termuda di berbagai forum internasional, hingga merambah dunia fashion.
Devon dan Mischka, representasi sosok remaja multitalenta kekinian. Sudah jenius, good looking, punya attitude yang baik, dan yang terpenting nih, berdampak positif bagi anak-anak muda Indonesia. Di usia 14 tahun, mereka sudah memotivasi banyak anak muda Indonesia dan menjalankan misi mulia bagi generasi muda melalui program sosial mereka “Sejuta Impian”.
“Kakak adik yang punya paket lengkap nggak cuma pintar, ganteng dan cantik tapi attitude yang selalu sopan dan humble itu yang jadi plus pointnya kalian banget” komentar salah satu netizen di sosial media Instagram.
Kamis (1/8) setelah menyelesaikan show hari kedua di ajang JF3 2024 Summarecon Mall Serpong, Devon berbagi sedikit cerita seputar pengalamannya memperagakan busana desainer dan berjalan di atas catwalk, ada beberapa hal baru yang dipelajari, dari memahami sebuah karya busana, cara berjalan, berpose, sampai berekspresi.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk represent dua karya hebat anak bangsa di ajang JF3 ini. Selain memperluas pengalaman, saya senang bisa mengenal dan banyak belajar dari teman-teman baru. Semoga kedepannya semakin banyak acara seperti ini yang mengapresiasi kreativitas generasi muda Indonesia.” lanjut Devon.
Baru 15 Tahun, Devon Kei Enzo Sudah Jadi Mahasiswa Tahun Kedua di Universitas Nomor 1 AustraliaDi hari pertama ajang JF3 ini, Devon membawakan rancangan busana karya Eyez On Me by Askary Malik. mengusung tema ”What The Punk” , menghadirkan art fashion dalam skena streetwear, terinspirasi dari punk culture dan Japanese fashion. Sebanyak 30 koleksi busana dipamerkan, menampilkan perpaduan elemen punk klasik seperti leather, denim, flannels, dan tweed dengan sentuhan modern dan unik.
Pada show hari kedua, Devon membawakan rancangan busana karya Bespoke Project by Jeremy Hartono in Collaboration with Offie Laim. Bespoke Project mengusung tema ”Intrinsic Motivation” yang hadir dalam dua kapsul dengan karakter bertolak belakang. “Bohemian”, terinspirasi dari gerakan kultur bohemian yang cinta kebebasan, antipati terhadap hedonisme, dan materialisme. “Poverty Chic/Poor Chic”, memberikan imajinasi baru. Tetap ada yang “menyenangkan” dari kemiskinan. Koleksi Bespoke Project mengedepankan sustainability, dengan mengusung proses upcycling.
Baru 15 Tahun, Devon Kei Enzo Sudah Jadi Mahasiswa Tahun Kedua di Universitas Nomor 1 Australia(kpl/glk)