16 Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara untuk Pemula, Hadirkan Nuansa Hijau di Rumah
Anggrek. (AI Generated)
Kapanlagi.com - Kalau kamu ingin punya sudut hijau di dalam rumah, memilih tanaman yang mudah dirawat tentu jadi hal penting. Tanaman indoor yang aman dipelihara untuk pemula bisa menjadi pilihan karena perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan banyak perhatian setiap hari.
Selain mempercantik ruangan, tanaman indoor yang aman dipelihara untuk pemula juga cocok untuk kamu yang baru mulai belajar berkebun. Ada banyak jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di dalam rumah tanpa perawatan yang rumit.
Jika di rumah ada anak kecil atau hewan peliharaan, faktor keamanan juga perlu diperhatikan. Karena itu, tanaman indoor yang aman dipelihara untuk pemula bisa membantu menghadirkan suasana hijau yang cantik sekaligus membuat rumah terasa lebih nyaman.
Advertisement
1. Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara untuk Pemula
1. Lili Paris
Lili Paris atau Spider Plant (Chlorophytum comosum) termasuk tanaman yang mudah dirawat dan dikenal aman bagi manusia maupun hewan peliharaan. Daunnya yang panjang dan menjuntai membuat tanaman ini cocok diletakkan di rak, meja, atau pot gantung.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung hingga teduh. Siram ketika permukaan tanah mulai mengering dan gunakan pot dengan drainase baik agar akar tidak terendam air terlalu lama.
2. Prayer Plant
Prayer Plant (Maranta leuconeura) memiliki daun dengan corak menarik yang dapat melipat pada malam hari. Tanaman ini umumnya aman bagi hewan peliharaan sehingga cocok ditempatkan di ruang keluarga, kamar, atau meja.
Letakkan di tempat dengan cahaya tidak langsung dan jaga media tetap sedikit lembap. Prayer Plant juga menyukai kelembapan udara yang cukup, tetapi hindari membuat tanah terlalu basah.
3. Cast Iron Plant
Cast Iron Plant (Aspidistra elatior) dikenal sebagai tanaman indoor yang tangguh dan mudah dirawat. Daunnya lebar berwarna hijau dan mampu beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah.
Penyiraman dapat dilakukan ketika bagian atas media mulai mengering. Pastikan pot memiliki drainase yang baik untuk mencegah akar membusuk akibat kelebihan air.
4. Peperomia
Peperomia memiliki banyak jenis dengan bentuk dan warna daun yang beragam. Salah satunya Peperomia obtusifolia yang memiliki daun tebal dan mengilap sehingga cocok ditempatkan di meja atau rak.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Biarkan sebagian permukaan tanah mengering sebelum kembali menyiram.
2. Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara
5. Hoya
Hoya carnosa atau bunga lilin memiliki daun tebal berlilin dan bunga berbentuk bintang yang cantik. Tanaman ini cocok ditempatkan di pot gantung karena dapat tumbuh menjuntai atau merambat.
Hoya membutuhkan cahaya terang tidak langsung dan media tanam dengan drainase baik. Jangan terlalu sering menyiram karena tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi agak kering.
6. Christmas Cactus
Christmas Cactus (Schlumbergera) merupakan tanaman berbunga dengan batang bersegmen yang dapat menghasilkan bunga berwarna menarik. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan umumnya aman bagi hewan peliharaan.
Letakkan di area dengan cahaya terang tidak langsung dan siram ketika permukaan media mulai mengering. Hindari perubahan suhu yang terlalu drastis agar tanaman tetap sehat.
7. African Violet
African Violet (Saintpaulia ionantha) berukuran kecil sehingga cocok untuk meja, rak, maupun ambang jendela. Bunganya yang cantik dapat membuat ruangan terlihat lebih segar.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan media yang tetap sedikit lembap. Saat menyiram, usahakan air tidak terlalu banyak mengenai daunnya untuk menghindari munculnya bercak.
8. Boston Fern
Boston Fern (Nephrolepis exaltata) memiliki daun rimbun yang menjuntai sehingga cocok untuk mempercantik sudut rumah. Tanaman ini dikenal aman bagi manusia maupun hewan peliharaan.
Pakis ini menyukai cahaya tidak langsung dan kelembapan yang cukup tinggi. Jaga media tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Jika udara ruangan terlalu kering, letakkan tanaman di area yang memiliki kelembapan lebih tinggi.
3. Rekomendasi Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara untuk Pemula
9. Parlor Palm
Parlor Palm (Chamaedorea elegans) memiliki daun ramping dan rimbun yang memberikan kesan tropis pada ruangan. Tanaman ini termasuk pilihan yang mudah dirawat bagi pemula.
Parlor Palm dapat tumbuh dalam cahaya rendah hingga sedang. Siram ketika bagian atas tanah mulai mengering dan hindari membiarkan air menggenang di dalam pot.
10. Areca Palm
Areca Palm (Dypsis lutescens) memiliki daun panjang dan rimbun yang dapat memberikan suasana segar di dalam rumah. Tanaman ini umumnya aman bagi hewan peliharaan.
Letakkan di area dengan cahaya terang tidak langsung. Siram ketika lapisan atas tanah mulai mengering dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.
11. Money Tree
Money Tree (Pachira aquatica) dikenal sebagai tanaman yang sering dikaitkan dengan keberuntungan. Bentuk batang dan daunnya yang khas membuatnya menarik sebagai dekorasi ruang tamu maupun ruang kerja.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan penyiraman secukupnya. Biarkan bagian atas media mengering sebelum menyiram kembali agar tanaman tidak mengalami kelebihan air.
12. Anggrek
Anggrek, terutama jenis Phalaenopsis, dapat menjadi pilihan tanaman berbunga indoor yang cantik dan umumnya aman bagi hewan peliharaan. Bunganya dapat bertahan cukup lama jika kebutuhan dasarnya terpenuhi.
Tempatkan anggrek di area yang mendapat cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung yang terik. Gunakan media khusus anggrek dengan drainase baik dan hindari membiarkan akar terendam air.
4. Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara untuk Pemula Berikutnya
13. Fittonia
Fittonia atau nerve plant memiliki daun kecil dengan pola urat yang mencolok sehingga cocok menjadi dekorasi meja atau rak. Ukurannya yang mungil juga membuatnya tidak membutuhkan banyak ruang.
Tanaman ini menyukai cahaya tidak langsung dan kelembapan yang cukup. Siram ketika media mulai mengering, tetapi jangan sampai air menggenang di dalam pot.
14. Calathea
Calathea dikenal karena memiliki daun dengan pola dan kombinasi warna yang menarik. Tanaman ini dapat menghadirkan nuansa tropis di dalam rumah dan umumnya aman bagi hewan peliharaan.
Letakkan Calathea di tempat dengan cahaya tidak langsung dan hindari sinar matahari langsung. Jaga kelembapan media secara konsisten tanpa membuatnya terlalu basah.
15. Haworthia
Haworthia merupakan sukulen berukuran kecil dengan bentuk daun yang unik. Tanaman ini cocok ditempatkan di meja kerja, rak, atau ambang jendela karena tidak membutuhkan banyak ruang.
Berikan cahaya terang tidak langsung dan siram ketika media sudah benar-benar mengering. Gunakan media tanam yang memiliki drainase baik agar akar tidak mudah membusuk.
16. Baby Rubber Plant
Baby Rubber Plant (Peperomia obtusifolia) memiliki daun tebal dan mengilap yang membuatnya menarik sebagai tanaman meja. Tanaman ini termasuk kelompok Peperomia dan dikenal sebagai pilihan yang relatif aman untuk rumah dengan hewan peliharaan.
Letakkan di area dengan cahaya terang tidak langsung. Siram ketika bagian atas tanah mulai mengering dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai.
5. Kiat Merawat Tanaman Indoor agar Tumbuh Optimal
1. Pastikan pencahayaan sesuai
Sebagian besar tanaman indoor membutuhkan cahaya terang tidak langsung agar dapat tumbuh dengan baik. Hindari menempatkan tanaman di bawah sinar matahari langsung yang terlalu terik karena dapat membuat daun terbakar. Letakkan tanaman di dekat jendela yang mendapat cahaya cukup atau gunakan tirai tipis sebagai penyaring.
2. Perhatikan frekuensi penyiraman
Jangan menyiram tanaman hanya berdasarkan jadwal, tetapi periksa terlebih dahulu kondisi media tanam. Jika bagian atas tanah mulai mengering, tanaman biasanya sudah dapat disiram kembali. Hindari penyiraman berlebihan karena media yang terus-menerus basah dapat menyebabkan akar membusuk.
3. Jaga kelembapan udara
Tanaman tropis umumnya menyukai kelembapan yang cukup, terutama jika ruangan menggunakan pendingin udara. Kelembapan dapat dijaga dengan menggunakan humidifier atau menempatkan beberapa tanaman secara berdekatan. Hindari menyemprot daun terlalu sering jika sirkulasi udara kurang baik karena dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada daun.
4. Pertahankan suhu ruangan
Usahakan tanaman berada pada suhu yang relatif stabil dan jauhkan dari sumber panas maupun hembusan AC secara langsung. Perubahan suhu yang drastis dapat membuat tanaman mengalami stres dan memengaruhi pertumbuhannya.
5. Gunakan pot dengan drainase baik
Pastikan pot memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat mengalir keluar. Gunakan media tanam yang porous sehingga air tidak mudah menggenang di sekitar akar. Drainase yang baik merupakan salah satu kunci untuk mencegah busuk akar pada tanaman indoor.
6. Berikan pupuk secukupnya
Tanaman yang ditanam dalam pot membutuhkan tambahan nutrisi karena jumlah media dan unsur hara di dalamnya terbatas. Berikan pupuk sesuai kebutuhan jenis tanaman dan ikuti dosis pada kemasan. Hindari pemberian pupuk berlebihan karena justru dapat merusak akar.
7. Bersihkan daun secara berkala
Debu yang menempel pada permukaan daun dapat mengurangi kemampuan tanaman menerima cahaya. Bersihkan daun menggunakan kain lembut yang sedikit lembap secara perlahan. Manfaatkan kegiatan ini sekaligus untuk memeriksa adanya kutu, bercak, atau tanda serangan hama.
8. Pangkas bagian yang rusak
Segera potong daun, batang, atau bagian tanaman yang menguning, kering, dan rusak. Pemangkasan membantu tanaman terlihat lebih rapi sekaligus mengurangi kemungkinan masalah menyebar ke bagian lainnya. Gunakan gunting yang bersih agar tidak menularkan penyakit.
6. Pertanyaan Seputar Tanaman Indoor yang Aman Dipelihara untuk Pemula
Tanaman indoor apa saja yang sepenuhnya aman untuk anak dan hewan peliharaan?
Tanaman seperti Spider Plant (Lili Paris), Prayer Plant, Cast Iron Plant, Peperomia, Hoya, Christmas Cactus, African Violet, Boston Fern, Parlor Palm, Areca Palm, Money Tree, dan Anggrek umumnya dianggap tidak beracun dan aman untuk rumah dengan anak-anak atau hewan peliharaan.
Apakah Snake Plant (Lidah Mertua) aman untuk hewan peliharaan?
Meskipun Snake Plant (Lidah Mertua) sangat tangguh dan efektif membersihkan udara, tanaman ini dapat menyebabkan iritasi jika tertelan. Sebaiknya jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Bagaimana cara merawat tanaman indoor agar tumbuh optimal?
Untuk pertumbuhan optimal, pastikan tanaman mendapat cahaya tidak langsung yang cukup, siram hanya saat tanah mulai kering (hindari penyiraman berlebihan), jaga kelembapan dan suhu ruangan stabil, serta gunakan pot dengan drainase yang baik. Pemupukan rutin dan membersihkan daun juga membantu.
Mengapa penting untuk menghindari penyiraman berlebihan pada tanaman indoor?
Penyiraman berlebihan adalah penyebab utama busuk akar, yang dapat merusak dan bahkan membunuh tanaman indoor. Selalu periksa kelembapan tanah sebelum menyiram; lebih baik sedikit kering daripada terlalu basah.
(kpl/sel)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
