22 Tanaman untuk Musim Panas yang Tetap Berbunga Meski Jarang Disiram, Mudah Dirawat

22 Tanaman untuk Musim Panas yang Tetap Berbunga Meski Jarang Disiram, Mudah Dirawat
halaman rumah yang memiliki banyak tanaman hias cantik (AI Generated)

Kapanlagi.com - Tanaman untukmusim panas yang tetap berbunga meski jarang disiram menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin memiliki taman cantik tanpa harus menyiram tanaman setiap hari. Berbagai jenis tanaman hias diketahui mampu bertahan di bawah sinar matahari terik sekaligus tetap menghasilkan bunga yang indah selama mendapatkan perawatan dasar yang tepat.

Musim panas atau musim kemarau sering membuat tanah lebih cepat kering sehingga tidak semua tanaman mampu bertahan dalam kondisi tersebut. Karena itu, memilih tanaman yang memiliki toleransi terhadap kekeringan menjadi langkah penting agar taman tetap terlihat segar dan berwarna sepanjang musim.

Selain hemat air, tanaman tahan panas umumnya juga memiliki karakter yang kuat dan mudah dirawat. Mulai dari tanaman merambat, semak berbunga, hingga sukulen berbunga, semuanya dapat menjadi pilihan menarik untuk menghiasi halaman rumah, teras, maupun taman minimalis. Lantas, apa saja tanamannya? Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Rabu (5/8), berikut ulasan selengkapnya.

1. Bougainvillea (Bunga Kertas)

halaman dengan Bougainvillea (Bunga Kertas) (AI Generated)

Bougainvillea menjadi salah satu tanaman hias paling populer untuk daerah beriklim panas karena mampu berbunga lebat meski jarang disiram. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga dapat mencari cadangan air di dalam tanah ketika permukaan media tanam mulai mengering. Menariknya, penyiraman yang terlalu sering justru dapat mengurangi pembentukan bunga. Dengan paparan sinar matahari penuh serta pemangkasan secara rutin, bougainvillea dapat menghiasi halaman rumah dengan warna-warna cerah hampir sepanjang tahun.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun sekitar 6–8 jam per hari.
  • Frekuensi penyiraman: 1–2 kali seminggu setelah tanaman mapan.

2. Portulaca (Bunga Pukul Sembilan)

Portulaca merupakan tanaman sukulen berbunga yang sangat menyukai cuaca panas dan kondisi tanah yang cepat mengering. Daunnya yang tebal berfungsi menyimpan air sehingga tanaman tetap segar meski beberapa hari tidak disiram. Bunganya tersedia dalam beragam warna cerah seperti merah, kuning, putih, oranye, hingga merah muda yang akan mekar optimal saat terkena sinar matahari langsung. Perawatannya yang sederhana membuat portulaca cocok bagi pemula yang ingin mempercantik taman tanpa banyak usaha.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu.

3. Lavender

Lavender dikenal luas berkat aroma bunganya yang khas sekaligus kemampuannya bertahan pada kondisi panas. Tanaman asal wilayah Mediterania ini lebih menyukai media tanam yang memiliki drainase baik dan tidak terlalu lembap. Penyiraman berlebihan justru berisiko menyebabkan akar membusuk sehingga lavender lebih sehat ketika dibiarkan mengering di antara jadwal penyiraman. Selain mempercantik taman, lavender juga sering dimanfaatkan untuk memberikan aroma alami yang menenangkan di sekitar rumah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Minimal 6 jam setiap hari.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu.

4. Lantana

Lantana menghasilkan kumpulan bunga kecil dengan warna-warna cerah yang mampu menarik perhatian kupu-kupu dan lebah penyerbuk. Tanaman semak ini terkenal tahan terhadap panas, kekeringan, bahkan kondisi tanah yang kurang subur. Setelah tumbuh mapan, lantana dapat terus berbunga hampir sepanjang tahun hanya dengan penyiraman sesekali. Karakter tersebut menjadikannya salah satu tanaman favorit untuk taman yang minim perawatan.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: 1–2 kali seminggu.

5. Zinnia

bunga zinnia (AI Generated)

Zinnia merupakan tanaman berbunga semusim yang tetap tampil maksimal ketika cuaca panas. Bunganya berukuran besar dengan pilihan warna yang beragam sehingga mampu menciptakan tampilan taman yang lebih hidup. Selama mendapatkan cahaya matahari penuh dan media tanam yang tidak tergenang air, zinnia akan terus menghasilkan bunga baru. Pemangkasan bunga yang telah layu juga dapat membantu memperpanjang masa berbunga tanaman ini.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu.

6. Marigold

Marigold mudah dikenali dari bunga berwarna kuning hingga oranye yang mencolok dan mampu bertahan dalam cuaca panas. Tanaman ini cukup toleran terhadap kekeringan setelah sistem akarnya berkembang dengan baik. Selain mempercantik taman, marigold juga kerap ditanam di sekitar kebun karena aromanya dipercaya membantu mengurangi keberadaan beberapa jenis serangga pengganggu. Dengan perawatan sederhana, marigold dapat berbunga terus selama musim panas berlangsung.

  • Kebutuhan sinar matahari: 6–8 jam per hari.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu.

7. Kembang Sepatu

Kembang sepatu menjadi tanaman favorit di halaman rumah berkat ukuran bunganya yang besar dan mencolok. Tanaman ini mampu tumbuh baik pada cuaca panas selama memperoleh sinar matahari yang cukup dan media tanam dengan drainase baik. Setelah memasuki fase dewasa, kembang sepatu tidak memerlukan penyiraman setiap hari sehingga lebih hemat air dibandingkan banyak tanaman berbunga lainnya. Pemangkasan cabang secara berkala juga membantu merangsang munculnya bunga baru.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga sedikit teduh.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu setelah tanaman dewasa.

8. Oleander

Oleander merupakan tanaman semak berbunga yang banyak digunakan sebagai penghias taman maupun pembatas jalan karena memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dan kekeringan. Bunganya tersedia dalam warna putih, merah muda, hingga merah yang dapat bertahan cukup lama. Tanaman ini tetap tumbuh baik meski penyiramannya tidak terlalu sering, asalkan ditanam pada media yang memiliki drainase baik. Namun, seluruh bagian oleander bersifat beracun sehingga sebaiknya ditempatkan di area yang tidak mudah dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu setelah tanaman mapan.

9. Vinca (Tapak Dara)

bunga tapak dara di rumah (AI Generated)

Tapak dara atau vinca menjadi salah satu tanaman hias yang terkenal tangguh menghadapi cuaca panas. Tanaman ini tetap mampu menghasilkan bunga berwarna putih, merah muda, ungu, hingga merah hampir sepanjang tahun meski penyiramannya tidak terlalu sering. Selain mudah tumbuh di tanah maupun pot, tapak dara juga memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi kering sehingga cocok bagi pemilik rumah yang menginginkan taman cantik dengan perawatan sederhana.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga teduh terang.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

10. Gazania

Gazania memiliki bunga berwarna cerah dengan corak menyerupai bunga matahari mini yang akan mekar sempurna saat terkena sinar matahari. Tanaman asal Afrika Selatan ini terkenal tahan terhadap kekeringan karena mampu beradaptasi dengan lingkungan yang panas dan minim air. Gazania juga jarang mengalami masalah perawatan sehingga cocok dijadikan penghias taman batu, tepi jalan setapak, maupun pot di teras rumah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun minimal 6 jam per hari.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu.

11. Gaillardia (Blanket Flower)

Gaillardia atau blanket flower dikenal berkat kombinasi warna merah, kuning, dan oranye yang mencolok. Tanaman ini berasal dari wilayah dengan iklim kering sehingga mampu bertahan pada suhu tinggi tanpa membutuhkan penyiraman berlebihan. Selain tahan panas, gaillardia juga memiliki masa berbunga yang cukup panjang sehingga dapat membuat taman tetap berwarna sepanjang musim kemarau dengan perawatan yang relatif mudah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu setelah tanaman mapan.

12. Pentas

Pentas menghasilkan gugusan bunga berbentuk bintang yang tumbuh rapat dalam berbagai warna menarik seperti merah, putih, merah muda, dan ungu. Tanaman ini cukup tahan terhadap panas dan tetap mampu berbunga selama mendapatkan sinar matahari yang cukup. Selain mempercantik taman, pentas juga sering menarik kupu-kupu dan lebah penyerbuk sehingga membantu menciptakan ekosistem yang lebih hidup di halaman rumah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga teduh sebagian.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu.

13. Cosmos

bunga cosmos warna-warni (AI Generated)

Cosmos merupakan tanaman berbunga yang memiliki batang ramping dengan bunga sederhana namun elegan. Tanaman ini dapat tumbuh baik di tanah yang tidak terlalu subur dan tetap berbunga lebat saat cuaca panas. Semakin banyak memperoleh cahaya matahari, bunga cosmos biasanya akan tumbuh semakin banyak. Perawatannya yang praktis membuat tanaman ini cocok bagi pemula yang baru mulai berkebun.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

14. Euphorbia milii (Mahkota Duri)

Mahkota duri menjadi salah satu tanaman hias yang sangat tahan terhadap kekeringan karena termasuk kelompok sukulen. Batangnya mampu menyimpan cadangan air sehingga tanaman tetap segar meski tidak disiram selama beberapa hari. Bunganya yang berukuran kecil hadir dalam berbagai warna cerah dan dapat muncul hampir sepanjang tahun. Selain mudah dirawat, mahkota duri juga cocok ditempatkan di pot maupun ditanam langsung di halaman.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu atau saat media tanam mulai kering.

15. Moss Rose (Portulaca grandiflora)

Moss rose masih termasuk keluarga portulaca yang terkenal sangat tahan terhadap panas. Tanaman ini memiliki daun kecil yang mampu menyimpan air sehingga tidak membutuhkan penyiraman setiap hari. Bunganya hadir dalam berbagai pilihan warna dan akan mekar maksimal ketika terkena sinar matahari langsung. Karena pertumbuhannya menyebar, moss rose juga sering dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah yang membuat taman terlihat lebih penuh.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

16. Plumbago

Plumbago merupakan tanaman semak yang menghasilkan bunga kecil berwarna biru muda atau putih dalam jumlah banyak. Tanaman ini dikenal tahan terhadap panas dan mampu terus berbunga ketika sudah tumbuh mapan. Plumbago juga tidak memerlukan perawatan rumit selain pemangkasan ringan untuk menjaga bentuk tanaman tetap rapi. Karakter tersebut membuatnya cocok dijadikan tanaman pagar maupun penghias sudut taman yang terkena sinar matahari sepanjang hari.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga teduh sebagian.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

17. Verbena

bunga verbena mekar (AI Generated)

Verbena menjadi salah satu tanaman berbunga yang banyak dipilih untuk taman karena mampu menghasilkan bunga dalam jumlah melimpah sepanjang musim panas. Bunganya yang kecil-kecil tumbuh bergerombol dengan pilihan warna ungu, merah muda, merah, putih, hingga biru sehingga menciptakan tampilan yang semarak. Tanaman ini cukup tahan terhadap kekeringan setelah tumbuh mapan dan akan berbunga lebih optimal jika mendapatkan sinar matahari langsung serta pemangkasan ringan setelah masa berbunga.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun minimal 6 jam per hari.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

18. California Poppy

California poppy dikenal dengan bunga berwarna oranye cerah yang menjadi simbol negara bagian California, Amerika Serikat. Tanaman ini berasal dari daerah beriklim kering sehingga mampu bertahan di tanah yang minim air dan tetap berbunga dengan baik saat cuaca panas. Selain mudah dirawat, California poppy juga dapat tumbuh di tanah yang kurang subur selama memiliki drainase yang baik, sehingga cocok untuk taman bergaya alami.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu setelah tanaman mapan.

19. Coreopsis

Coreopsis memiliki bunga berwarna kuning cerah yang menyerupai bunga matahari dalam ukuran lebih kecil. Tanaman ini terkenal tahan terhadap suhu tinggi dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering setelah sistem perakarannya berkembang. Masa berbunga yang panjang membuat coreopsis menjadi pilihan menarik untuk menghadirkan warna ceria di halaman rumah. Pemangkasan bunga yang telah layu juga dapat membantu merangsang pertumbuhan bunga baru.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

20. Ruellia

Ruellia atau kencana ungu merupakan tanaman yang menghasilkan bunga berbentuk terompet dengan warna ungu, merah muda, atau putih. Tanaman ini mampu tumbuh baik di daerah beriklim tropis dan tetap berbunga saat cuaca panas. Ruellia juga mudah beradaptasi dengan berbagai jenis media tanam sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman pembatas taman maupun penghias tepi jalan. Perawatannya yang sederhana membuat tanaman ini cocok bagi pemula.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga teduh sebagian.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 2 kali seminggu.

21. Adenium (Kamboja Jepang)

bunga kamboja jepang di rumah (AI Generated)

Adenium atau kamboja Jepang merupakan tanaman sukulen yang memiliki batang menggembung sebagai tempat menyimpan cadangan air. Karakter tersebut membuatnya sangat tahan terhadap musim kemarau dan tetap mampu menghasilkan bunga berwarna merah, merah muda, putih, maupun kombinasi warna lainnya. Selain bentuk batangnya yang unik, adenium juga banyak disukai karena dapat dibentuk menjadi tanaman bergaya bonsai dengan perawatan yang relatif mudah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun minimal 6 jam setiap hari.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1 kali seminggu atau ketika media tanam benar-benar kering.

22. Angelonia

Angelonia sering dijuluki sebagai summer snapdragon karena mampu berbunga lebat sepanjang musim panas. Tanaman ini menghasilkan rangkaian bunga kecil yang tumbuh tegak dengan pilihan warna ungu, merah muda, putih, hingga biru. Angelonia juga memiliki toleransi yang baik terhadap panas dan kelembapan sehingga cocok ditanam di taman tropis. Dengan penyiraman secukupnya dan paparan sinar matahari yang memadai, tanaman ini akan terus menghasilkan bunga yang mempercantik halaman rumah.

  • Kebutuhan sinar matahari: Full sun hingga teduh ringan.
  • Frekuensi penyiraman: Sekitar 1–2 kali seminggu.

23. Tanya & Jawab Seputar Tanaman untuk Musim Panas yang Tetap Berbunga Meski Jarang Disiram 

1. Apa tanaman berbunga yang paling tahan panas?

Bougainvillea, portulaca, adenium, gazania, dan lantana termasuk tanaman yang dikenal sangat tahan terhadap cuaca panas dan minim penyiraman.

2. Apakah tanaman tahan panas tidak perlu disiram sama sekali?

Tidak. Tanaman tetap membutuhkan air, tetapi frekuensi penyiramannya lebih jarang dibandingkan tanaman yang tidak tahan kekeringan.

3. Kapan waktu terbaik menyiram tanaman saat musim panas?

Pagi hari atau sore hari menjadi waktu terbaik karena membantu mengurangi penguapan air dan memberi kesempatan akar menyerap kelembapan secara optimal.

4. Mengapa tanaman berbunga lebih sedikit saat terlalu sering disiram?

Pada beberapa jenis tanaman tahan kering, penyiraman berlebihan dapat memicu pertumbuhan daun dan batang sehingga pembentukan bunga menjadi berkurang.

5. Bagaimana agar tanaman tetap rajin berbunga saat musim panas?

Pastikan tanaman memperoleh sinar matahari sesuai kebutuhannya, gunakan media tanam dengan drainase baik, lakukan pemupukan secara berkala, serta pangkas bunga yang telah layu agar pertumbuhan bunga baru lebih optimal.

(kpl/mda)

Rekomendasi

Trending