7 Penyebab Buah Pisang Busuk Sebelum Matang dan Cara Mencegahnya

7 Penyebab Buah Pisang Busuk Sebelum Matang dan Cara Mencegahnya
Penyebab Buah Pisang Busuk Sebelum Matang dan Cara Mencegahnya. (Gambar: AI Generated)

Kapanlagi.com - Buah pisang seharusnya melewati proses perubahan warna dan tekstur sebelum siap dimakan. Namun, ada kondisi ketika buah justru menghitam, lembek, atau membusuk saat kulitnya masih hijau. Penyebab buah pisang busuk sebelum matang dapat berasal dari kondisi pohon, lingkungan sekitar, hingga luka pada permukaan buah yang tidak terlihat sejak awal.

Masalah ini sering membuat pemilik pohon pisang bingung. Buah yang tampak tumbuh normal bisa berubah dalam beberapa hari. Bagian ujung atau pangkal buah mulai menghitam, kemudian warna menyebar ke bagian lain. Pada beberapa kasus, buah tetap menggantung di tandan, tetapi bagian dalamnya sudah mengalami kerusakan.

Berikut ini adalah sejumlah penyebab buah pisang busuk sebelum matang yang perlu diperhatikan sekaligus langkah yang dapat dilakukan untuk merawat pohon pisang yang telah dirangkum oleh KapanLagidari berbagai sumber, Selasa (1/9/2026). Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Serangan Jamur pada Buah

Serangan Jamur pada Buah. (Gambar: AI Generated)

Jamur menjadi salah satu penyebab buah pisang mengalami busuk sebelum proses matang selesai. Infeksi dapat muncul saat buah masih hijau, lalu terlihat ketika buah mulai mengalami perubahan. Salah satu tandanya berupa bercak pada kulit yang kemudian melebar. Bagian yang terkena dapat berubah menjadi lembek dan berwarna gelap.

Beberapa jenis jamur dapat masuk melalui luka pada buah atau bagian tandan yang dipotong. Infeksi juga dapat berasal dari lingkungan kebun. Kondisi lembap setelah hujan dapat membuat permukaan buah tetap basah dalam waktu lama sehingga penyakit lebih mudah berkembang.

Jika beberapa buah dalam satu tandan menunjukkan bercak yang sama, segera periksa buah lain. Buah yang sudah menunjukkan busuk sebaiknya dipisahkan dari bagian yang masih sehat. Buah yang jatuh dan membusuk di sekitar pohon juga perlu dibersihkan agar tidak menjadi sumber masalah bagi tanaman berikutnya.

2. Air Terlalu Banyak di Sekitar Pohon

Pohon pisang membutuhkan air untuk tumbuh, tetapi air yang terus menggenang di sekitar tanaman dapat membuat kondisi kebun mendukung perkembangan penyakit. Lingkungan yang lembap juga dapat mempercepat perkembangan beberapa penyakit yang menyerang tanaman dan buah pisang.

Masalah dapat muncul setelah hujan dalam waktu lama, terutama jika tanah tidak mengalirkan air dengan baik. Bagian bawah tanaman menjadi basah dalam waktu lama. Tandan dan buah yang berada dekat sumber air juga dapat lebih sering terkena percikan tanah dan air yang membawa kotoran.

Perhatikan kondisi tanah setelah hujan. Jika air masih menggenang, buat jalur agar air dapat mengalir menjauh dari pangkal tanaman. Hindari menyiram pohon ketika tanah masih basah. Langkah ini membantu mengurangi kondisi yang dapat mendukung perkembangan penyakit pada tanaman dan buah.

3. Buah Mengalami Luka

Buah Mengalami Luka. (Gambar: AI Generated)

Luka kecil pada kulit pisang dapat menjadi jalan masuk bagi jamur. Luka dapat terjadi ketika buah bergesekan dengan daun, batang, alat berkebun, atau buah lain dalam satu tandan. Kerusakan juga dapat muncul akibat benturan saat tandan dipindahkan atau terkena benda di sekitar pohon.

Pada awalnya, luka mungkin hanya terlihat sebagai goresan atau bagian kulit yang berubah warna. Namun, bagian tersebut dapat berkembang menjadi tempat tumbuhnya jamur. Pisang yang mengalami benturan juga dapat mengalami perubahan warna pada bagian dalam meskipun kulit tidak selalu menunjukkan kerusakan sejak awal.

Karena itu, hindari memegang atau memindahkan tandan dengan kasar. Saat memangkas daun, gunakan alat yang bersih dan jangan sampai mengenai buah. Periksa bagian buah yang bersentuhan dengan benda lain. Jika terdapat luka yang mulai berubah warna, perhatikan buah tersebut lebih sering.

4. Tandan Terlalu Lembap

Tandan pisang yang tertutup rapat oleh daun dan berada di tempat dengan sirkulasi udara rendah dapat menyimpan kelembapan. Kondisi ini membuat permukaan buah sulit kering setelah terkena hujan. Kelembapan yang bertahan lama dapat memberi ruang bagi penyakit untuk berkembang.

Masalah juga dapat terjadi ketika daun yang sudah tua menutupi tandan. Air hujan dapat tertahan di antara daun dan buah. Jika kondisi tersebut berlangsung berulang kali, bagian buah yang terus basah perlu diperiksa karena dapat mulai menunjukkan bercak atau perubahan warna.

Pangkas daun yang sudah rusak dan tidak lagi diperlukan, tetapi jangan memotong daun secara berlebihan. Pastikan area sekitar tandan tidak dipenuhi bagian tanaman yang membusuk. Dengan mengurangi bagian yang menahan air dan kotoran, kondisi sekitar buah dapat tetap lebih kering.

5. Serangga Merusak Permukaan Buah

Serangga Merusak Permukaan Buah. (Gambar: AI Generated)

Serangga dapat menjadi penyebab tidak langsung buah pisang mengalami busuk sebelum matang. Gigitan atau kerusakan pada permukaan buah dapat meninggalkan celah yang kemudian dimasuki jamur. Masalah dapat semakin terlihat ketika buah mulai mengalami perubahan menuju matang.

Periksa permukaan buah secara berkala. Cari bekas gigitan, lubang, bercak, atau bagian kulit yang berubah. Perhatikan juga kondisi daun dan tandan karena keberadaan serangga pada bagian tanaman lain dapat menjadi petunjuk bahwa buah perlu diperiksa lebih lanjut.

Jangan langsung menggunakan bahan pembasmi serangga tanpa mengetahui sumber masalahnya. Bersihkan bagian tanaman yang sudah rusak dan buang buah yang menunjukkan kerusakan berat. Jika serangan terjadi berulang pada satu pohon, cari tahu jenis serangga yang muncul sebelum menentukan cara penanganannya.

6. Penyakit Menyerang Bagian Tandan

Penyakit tidak selalu dimulai dari bagian tengah buah. Beberapa penyakit pada pisang dapat bermula dari bagian pangkal atau tempat buah menempel pada tandan. Dari sana, kerusakan dapat bergerak menuju bagian buah lainnya. Bagian yang terkena dapat berubah warna dan teksturnya sebelum buah memasuki tahap matang.

Tanda yang dapat diperhatikan antara lain perubahan warna pada pangkal buah, bagian yang mulai lunak, serta bercak yang semakin melebar. Pada beberapa kondisi, bagian yang terkena dapat berubah menjadi cokelat atau hitam. Infeksi tertentu juga dapat berada pada buah sebelum tanda kerusakan terlihat.

Jika kerusakan berulang pada bagian pangkal buah dalam satu tandan, jangan hanya membuang buah yang sudah busuk. Periksa seluruh tandan dan bagian tanaman yang bersentuhan dengannya. Buang bagian yang sudah mengalami kerusakan dan jaga kebersihan alat pemotong agar masalah tidak berpindah ke tanaman lain.

7. Kondisi Suhu Tidak Sesuai

Kondisi Suhu Tidak Sesuai. (Gambar: AI Generated)

Suhu juga memengaruhi proses pematangan pisang. Buah pisang yang masih hijau dapat mengalami gangguan proses pematangan ketika berada pada kondisi suhu tertentu. Suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan kerusakan pada buah, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat memengaruhi proses perubahan pada buah.

Pada tanaman yang tumbuh di luar ruangan, perubahan suhu memang sulit dikendalikan. Namun, kondisi sekitar pohon tetap dapat diperhatikan. Tanaman yang tumbuh di lokasi dengan genangan air, sirkulasi udara buruk, atau perubahan kondisi lingkungan yang besar perlu mendapat perhatian lebih.

Jaga area sekitar pohon tetap bersih dan tidak dipenuhi tanaman liar atau sisa buah. Pastikan air tidak menggenang setelah hujan. Jika pohon tumbuh terlalu rapat dengan tanaman lain, atur jaraknya agar udara dapat bergerak di sekitar tanaman. Perawatan tersebut membantu menjaga kondisi kebun tetap mendukung pertumbuhan buah.

8. Tips Merawat Pohon Pisang agar Buah Tidak Mudah Busuk

Merawat pohon pisang bukan hanya dilakukan ketika buah mulai menunjukkan masalah. Pemeriksaan sejak tanaman tumbuh dapat membantu menemukan gangguan sebelum menyebar ke tandan. Fokus perawatan adalah menjaga kebersihan area, mengatur air, memeriksa buah, serta membuang bagian tanaman yang sudah rusak.

1. Bersihkan Area Sekitar Pohon: Buang buah yang jatuh, daun yang membusuk, dan bagian tanaman yang sudah rusak. Sisa tanaman tersebut jangan dibiarkan menumpuk di sekitar pangkal karena dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan organisme lain.

2. Atur Aliran Air: Pastikan air hujan dapat mengalir menjauh dari pangkal pohon. Jika tanah mudah menahan air, buat saluran kecil di sekitar area tanam agar tidak terjadi genangan setelah hujan.

3. Periksa Tandan Secara Rutin: Perhatikan warna kulit, bercak, luka, dan bagian buah yang mulai lunak. Pemeriksaan dapat dilakukan beberapa kali dalam seminggu, terutama setelah hujan atau ketika kondisi kebun lembap.

4. Buang Buah yang Busuk: Pisahkan buah yang sudah menunjukkan kerusakan dari buah lain. Jangan membiarkan buah busuk tetap berada di tandan karena bagian yang terinfeksi dapat menjadi sumber masalah bagi buah di sekitarnya.

5. Jaga Alat Tetap Bersih: Bersihkan pisau atau alat pemotong sebelum digunakan pada tanaman lain. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan kotoran dan penyakit berpindah dari satu tanaman ke tanaman lainnya.

6. Pangkas Daun yang Rusak: Daun yang sudah rusak dan mengarah ke tandan dapat menahan air. Pangkas bagian yang memang perlu dibuang menggunakan alat yang bersih, tanpa memotong daun yang masih dibutuhkan tanaman.

7. Jangan Melukai Buah: Hindari menarik, menekan, atau menggesek buah ketika memeriksa tandan. Luka pada kulit dapat menjadi pintu masuk bagi jamur dan mempercepat kerusakan pada buah.

8. Perhatikan Serangga: Periksa daun, batang, dan buah jika menemukan lubang atau bekas gigitan. Cari sumber gangguan sebelum menentukan cara penanganannya agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan masalahnya.

9. Jaga Jarak Tanaman: Jangan membuat area sekitar pohon terlalu penuh. Ruang yang cukup membantu udara bergerak dan membuat bagian tanaman yang terkena air lebih cepat kering setelah hujan.

10. Periksa Pohon Setelah Hujan: Hujan dapat meninggalkan air pada daun, tandan, dan buah. Setelah hujan dalam waktu lama, periksa bagian yang lembap dan pastikan tidak ada air yang menggenang di sekitar tanaman.

9. Pertanyaan Seputar Buah Pisang Busuk Sebelum Matang

1. Kenapa Buah Pisang Busuk Padahal Masih Hijau?

Buah pisang dapat busuk ketika masih hijau karena terkena penyakit, mengalami luka, atau berada dalam kondisi yang mendukung perkembangan jamur. Beberapa masalah bahkan dapat muncul sebelum tanda busuk terlihat sehingga kerusakan baru tampak ketika buah mulai mengalami perubahan.

2. Kenapa Pisang Busuk dari Bagian Ujung?

Pisang dapat mengalami busuk dari bagian ujung karena penyakit tertentu menyerang bagian tersebut. Kerusakan biasanya terlihat sebagai perubahan warna yang kemudian berkembang ke bagian lain. Periksa ujung buah secara rutin jika terdapat bercak atau perubahan tekstur sebelum buah matang.

3. Apakah Pisang yang Terluka Bisa Cepat Busuk?

Bisa. Luka pada permukaan pisang dapat menjadi jalan masuk bagi jamur. Benturan juga dapat menyebabkan perubahan pada bagian dalam buah. Karena itu, pisang yang mengalami goresan atau benturan perlu diperiksa lebih sering dibandingkan buah yang tidak mengalami kerusakan.

4. Apakah Terlalu Banyak Air Bisa Membuat Pisang Busuk?

Kondisi yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada tanaman. Lingkungan dengan kelembapan tinggi juga mendukung perkembangan beberapa penyakit pisang. Karena itu, air sebaiknya tidak dibiarkan menggenang di sekitar pohon, terutama setelah hujan.

5. Apakah Pisang yang Belum Matang Bisa Langsung Busuk?

Bisa. Buah pisang dapat mengalami serangan penyakit ketika masih hijau. Pada beberapa kasus, tanda kerusakan menjadi lebih mudah terlihat ketika proses pematangan mulai berlangsung. Karena itu, kulit yang masih hijau tidak selalu berarti buah berada dalam kondisi baik.

(kpl/bim)

Rekomendasi

Trending