8 Cara Membuat Laci Tidak Berbunyi Keras saat Ditutup, Tak Perlu Langsung Ganti Furnitur
Cara Membuat Laci Tidak Berbunyi Keras saat Ditutup/AI Generated
Kapanlagi.com - Laci yang mengeluarkan bunyi keras setiap kali ditutup tentu bisa mengganggu, terutama ketika digunakan pada malam hari atau saat suasana rumah sedang tenang. Suara tersebut bisa muncul karena adanya gesekan pada rel, sambungan, atau bagian laci yang saling bersentuhan.
Kabar baiknya, laci yang berisik tidak selalu harus langsung diperbaiki atau diganti. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah untuk mengurangi gesekan dan membuat gerakan laci lebih halus, menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan.
Berikut cara membuat laci tidak berbunyi keras saat ditutup, dihimpun KapanLagi.com dari berbagai sumber, Rabu (16/9).
Advertisement
1. Periksa Rel dan Bagian Laci yang Saling Bergesekan
Sebelum memberikan bahan apa pun, cari tahu terlebih dahulu dari mana suara berasal. Tarik dan dorong laci secara perlahan, kemudian perhatikan apakah bunyi muncul dari rel, sisi laci, bagian bawah, atau ketika laci bertemu dengan rangka lemari.
Rel yang kotor, tidak sejajar, aus, atau mengalami kerusakan dapat membuat laci bergerak tidak mulus dan menghasilkan suara ketika dibuka maupun ditutup. Ketidaksejajaran juga dapat membuat laci tidak menutup dengan sempurna sehingga bagian tertentu saling bergesekan.
Jika menemukan debu atau kotoran pada rel, bersihkan terlebih dahulu dengan kain kering atau sikat kecil. Pastikan bagian tersebut kembali bersih dan tidak ada benda yang mengganjal sebelum mencoba langkah berikutnya.
2. Gosokkan Lilin pada Bagian yang Bergesekan
Lilin bekas dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi gesekan pada permukaan tertentu. Cara ini terutama dapat dicoba pada laci berbahan kayu yang bagian permukaannya bergesekan ketika digeser.
Gosokkan lilin kering secara tipis pada rel atau permukaan laci yang bersentuhan dengan rangka. Setelah itu, buka dan tutup laci beberapa kali secara perlahan agar lapisan tersebut tersebar pada bagian yang bergesekan.
Hindari mengoleskan lilin terlalu banyak karena lapisan yang berlebihan justru dapat meninggalkan residu. Cukup gunakan secukupnya pada titik yang memang menjadi sumber gesekan.
3. Coba Gunakan Sabun Batang yang Kering
Selain lilin, sabun batang kering juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi gesekan. Cara ini cukup sederhana karena sabun batang umumnya mudah ditemukan di rumah.
Gosokkan sabun secara tipis pada permukaan laci atau bagian yang bergesekan, kemudian gerakkan laci beberapa kali. Lapisan dari sabun dapat membantu permukaan bergerak lebih mudah sehingga suara akibat gesekan berpotensi berkurang.
Pastikan sabun yang digunakan dalam kondisi kering dan jangan mengoleskannya secara berlebihan. Untuk laci kayu, hindari membuat bagian tersebut menjadi basah karena kelembapan dapat memengaruhi material kayu.
4. Gunakan Sedikit Bedak pada Celah Kayu
Pada furnitur kayu, bunyi juga dapat berasal dari bagian-bagian kayu yang saling bergesekan. Bedak dalam jumlah sedikit dapat dicoba pada celah atau titik pertemuan permukaan kayu yang menjadi sumber suara.
Taburkan sedikit saja pada area tersebut, lalu ratakan dengan kuas kecil atau kain. Setelah itu, gerakkan laci beberapa kali untuk membantu bahan masuk ke celah yang mengalami gesekan.
Cara ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar bedak tidak berlebihan dan menyebar ke bagian dalam laci. Jika laci digunakan untuk menyimpan pakaian atau barang yang mudah terkena serbuk, bersihkan sisa bedak setelahnya.
5. Kencangkan Sekrup atau Komponen yang Longgar
Bunyi keras tidak selalu disebabkan oleh gesekan. Komponen yang longgar juga dapat menimbulkan suara ketika laci digerakkan atau ditutup, terutama jika rel atau pegangan mengalami kelonggaran.
Periksa sekrup pada rel, pegangan, dan bagian sambungan laci. Jika ada yang terasa longgar, kencangkan menggunakan obeng yang sesuai, tetapi jangan memaksanya terlalu kuat karena dapat merusak material, terutama pada laci berbahan kayu.
Langkah ini juga penting dilakukan apabila laci terasa goyang, miring, atau tidak lagi bergerak pada jalurnya dengan baik. Rel yang rusak atau melengkung sebaiknya diperiksa lebih lanjut dan tidak sekadar diberi bahan pelumas.
6. Jangan Langsung Menggunakan Minyak pada Laci
Minyak memang dapat mengurangi gesekan pada beberapa komponen mekanis, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan material dan jenis rel laci. Untuk laci kayu, penggunaan bahan berminyak secara sembarangan dapat meninggalkan noda dan membuat permukaan lebih sulit dibersihkan.
Karena itu, jika masalahnya hanya berupa gesekan ringan pada laci kayu, lilin atau sabun batang kering dapat menjadi pilihan yang lebih praktis untuk dicoba terlebih dahulu. Jika laci menggunakan rel logam dan masalahnya tetap muncul setelah dibersihkan atau disetel, periksa petunjuk dari produsen rel sebelum memilih jenis pelumas.
7. Tutup Laci Secara Perlahan
Setelah sumber suara ditangani, kebiasaan saat menggunakan laci juga ikut menentukan seberapa keras bunyi yang muncul. Hindari mendorong laci dengan tenaga berlebihan sampai menghantam rangka lemari.
Dorong laci secara perlahan hingga mencapai posisi tertutup. Selain membantu mengurangi suara benturan, cara ini juga dapat mengurangi tekanan pada rel dan sambungan sehingga komponen tidak cepat mengalami keausan.
Dengan begitu, cara membuat laci tidak berbunyi keras saat ditutup tidak harus selalu dimulai dengan mengganti seluruh furnitur. Mulailah dari pemeriksaan sederhana, seperti membersihkan rel, memastikan komponen tidak longgar, lalu mengurangi gesekan pada bagian yang menjadi sumber bunyi.
8. Panggil Ahli Jika Masalah Tidak Kunjung Teratasi
Jika berbagai cara sederhana sudah dicoba tetapi laci masih berbunyi keras saat dibuka atau ditutup, bisa jadi masalahnya berasal dari komponen yang rusak atau pemasangan yang kurang tepat. Dalam kondisi seperti ini, pertimbangkan untuk meminta bantuan ahli perbaikan furnitur agar sumber masalah dapat diperiksa dan ditangani sesuai kondisinya.
Dengan mengetahui bagian yang menjadi sumber bunyi, perawatan laci bisa dilakukan dengan lebih tepat tanpa harus buru-buru mengganti seluruh furnitur. Mulai dari membersihkan rel, mengurangi gesekan, hingga memeriksa komponen yang longgar sebelum mempertimbangkan perbaikan lebih lanjut.
9. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Laci Tidak Berbunyi Keras Saat Ditutup
Apa penyebab laci berbunyi keras saat ditutup?
Bunyi dapat disebabkan oleh gesekan pada rel atau permukaan kayu, komponen yang longgar, rel yang tidak sejajar, maupun benturan laci dengan rangka lemari.
Bagaimana cara mengurangi bunyi laci yang berisik?
Bersihkan rel terlebih dahulu, kemudian periksa bagian yang bergesekan dan komponen yang longgar. Pada laci kayu, lilin atau sabun batang kering dapat digunakan tipis pada bagian yang mengalami gesekan.
Kapan laci yang berbunyi perlu diperbaiki oleh ahli?
Jika laci tetap berbunyi setelah dibersihkan, dikencangkan, dan diberi perlakuan untuk mengurangi gesekan, masalahnya mungkin berasal dari komponen yang rusak atau pemasangan yang kurang tepat sehingga perlu diperiksa oleh ahli.
(kpl/rmt)
Advertisement
