9 Cara Menanam Bunga Kertas dengan Teknik Pemangkasan untuk Membentuk Tajuk

9 Cara Menanam Bunga Kertas dengan Teknik Pemangkasan untuk Membentuk Tajuk
Ilustrasi Bunga Kertas (Photo by Markus Winkler on Pexels)

Kapanlagi.com - Bunga kertas atau bougenville menjadi salah satu tanaman hias yang menarik untuk mempercantik halaman rumah karena memiliki warna yang cerah dan pertumbuhan cabang yang dapat diarahkan sesuai keinginan. Dengan teknik penanaman dan pemangkasan yang tepat, tanaman ini bisa dibentuk menjadi tajuk membulat, rimbun, atau menyerupai pohon kecil yang cocok ditempatkan di taman maupun dalam pot.

Membentuk tajuk bunga kertas tidak cukup hanya dengan memotong cabang yang tumbuh terlalu panjang, tetapi juga perlu memperhatikan arah pertumbuhan tunas, kondisi tanaman, serta waktu pemangkasan. Perawatan yang sesuai membantu menjaga bentuk tanaman tetap rapi sekaligus memberi kesempatan bagi tunas baru untuk tumbuh dan menghasilkan bunga.

1. Pilih Bibit Bunga Kertas yang Sehat

Ilustrasi Bunga Kertas (Photo by TIVASEE on Pexels)

Langkah pertama adalah memilih bibit bunga kertas yang memiliki batang kokoh, daun sehat, serta pertumbuhan yang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau serangan hama. Bibit yang kondisinya baik memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi setelah ditanam dan mengembangkan cabang yang nantinya dapat dibentuk menjadi tajuk.

Jika ingin membentuk bunga kertas menyerupai pohon kecil, pilih bibit dengan satu batang utama yang relatif tegak dan kuat. Batang tersebut nantinya dapat dijadikan penyangga utama tajuk, sedangkan cabang-cabang di bagian atas diarahkan untuk membentuk kerangka tanaman.

Bibit dengan banyak cabang dari pangkal juga dapat digunakan, terutama jika ingin menghasilkan bentuk semak yang rimbun. Namun, tentukan bentuk akhir sejak awal agar pemangkasan lebih terarah dan cabang yang dipertahankan tidak saling berebut ruang tumbuh.

2. Siapkan Media Tanam dengan Drainase yang Baik

Bunga kertas dapat ditanam langsung di tanah halaman atau menggunakan pot yang memiliki lubang drainase. Jika ditanam di pot, pilih wadah yang cukup besar untuk menopang pertumbuhan akar dan tajuk, sebab tanaman yang semakin rimbun membutuhkan tempat tumbuh yang stabil.

Gunakan media tanam yang gembur dan mampu mengalirkan kelebihan air dengan baik. Akar bunga kertas tidak cocok berada dalam media yang terus-menerus basah karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan akar dan meningkatkan risiko pembusukan.

Setelah bibit ditanam, padatkan media secara ringan agar akar dan batang berdiri stabil tanpa menekan tanah terlalu keras. Siram secukupnya untuk membantu media menempel pada akar, kemudian sesuaikan penyiraman dengan kelembapan tanah agar tanaman tidak terus-menerus tergenang.

3. Tempatkan Tanaman di Area yang Mendapatkan Sinar Matahari

Letakkan bunga kertas di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung selama sebagian besar hari. Paparan cahaya yang cukup mendukung pertumbuhan tanaman dan pembentukan bunga, sedangkan lokasi yang terlalu teduh dapat membuat bunga kertas kurang produktif menghasilkan bunga berwarna cerah.

Jika ditanam di halaman, pilih area terbuka yang tidak terlalu terhalang dinding tinggi atau rimbunnya tanaman lain. Sementara itu, untuk bunga kertas dalam pot, tempatkan wadah di teras atau sudut taman yang memperoleh sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi udara baik.

Pencahayaan juga perlu diperhatikan setelah tajuk mulai terbentuk. Tajuk yang terlalu rapat dapat membuat bagian dalam tanaman kekurangan cahaya, sehingga pemangkasan untuk mengurangi cabang yang bertumpuk membantu mempertahankan bentuk yang rapi dan memungkinkan cahaya menjangkau lebih banyak bagian tanaman.

4. Tentukan Bentuk Tajuk Sebelum Memangkas

Ilustrasi Bunga Kertas (Photo by Andy Lee on Pexels)

Sebelum memotong cabang, tentukan bentuk tajuk yang ingin dibuat, misalnya bulat, oval, melebar, atau menyerupai payung di atas batang utama. Perencanaan ini penting karena bunga kertas memiliki kebiasaan tumbuh merambat dan dapat menghasilkan cabang panjang yang menyebar ke berbagai arah jika tidak diarahkan.

Untuk membentuk tajuk bulat, pertahankan beberapa cabang utama yang tumbuh ke arah berbeda, kemudian arahkan cabang-cabang tersebut agar mengisi ruang di sekeliling batang. Jika menginginkan tajuk menyerupai payung, pertahankan satu batang utama yang tegak dan bentuk percabangan pada bagian atasnya.

Sebaliknya, jika ingin membuat bunga kertas berbentuk semak, pertahankan beberapa batang dari bagian bawah dan arahkan pertumbuhan cabangnya agar mengisi ruang secara merata. Menentukan bentuk sejak awal membantu menghindari pemotongan berulang yang tidak diperlukan dan menjaga struktur tanaman tetap seimbang.

5. Pangkas Cabang yang Tidak Diperlukan

Lakukan pemangkasan utama setelah periode berbunga selesai agar tanaman memiliki kesempatan menumbuhkan tunas baru untuk siklus pembungaan berikutnya. Waktu yang tepat membantu mengurangi risiko terpotongnya tunas yang sedang berkembang dan berpotensi menghasilkan bunga.

Mulailah dengan membuang cabang yang mati, patah, tumbuh terlalu lemah, atau saling bersilangan hingga mengganggu bentuk tajuk. Cabang yang tumbuh terlalu panjang dan keluar dari bentuk yang diinginkan juga dapat dipendekkan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman.

Gunakan gunting pangkas yang tajam dan bersih agar potongan lebih rapi, serta kenakan sarung tangan tebal karena batang bunga kertas memiliki duri. Hindari memangkas terlalu banyak sekaligus, terutama jika tanaman masih muda atau belum memiliki batang utama yang cukup kuat untuk menopang tajuk.

6. Potong Ujung Tunas untuk Merangsang Percabangan

Setelah kerangka tajuk terbentuk, pangkas ringan ujung tunas yang tumbuh terlalu panjang untuk menjaga ukuran tanaman tetap sesuai bentuk yang diinginkan. Pemotongan ujung cabang dapat membantu mengarahkan pertumbuhan tunas samping sehingga tajuk berpeluang menjadi lebih bercabang dan padat.

Pilih bagian pemotongan dengan memperhatikan arah mata tunas yang tersisa. Jika memungkinkan, lakukan potongan sedikit di atas mata tunas yang menghadap ke arah ruang kosong pada tajuk agar pertumbuhan baru dapat mengisi bagian tersebut, bukan menambah kepadatan di area yang sudah penuh.

Lakukan pemangkasan bertahap sambil mengamati respons tanaman, bukan memotong seluruh ujung cabang secara berlebihan dalam satu waktu. Bunga kertas menghasilkan bunga pada pertumbuhan baru, tetapi pemangkasan yang terlalu sering atau terlalu berat dapat mengurangi bunga untuk sementara karena tanaman perlu membentuk tunas baru terlebih dahulu.

7. Arahkan Cabang agar Tajuk Tumbuh Seimbang

Ilustrasi Bunga Kertas (Photo by Andy Lee on Pexels)

Tidak semua cabang bunga kertas harus dipotong untuk membentuk tajuk yang menarik. Beberapa cabang yang tumbuh ke arah sesuai justru perlu dipertahankan dan diarahkan agar mengisi ruang kosong, terutama ketika tanaman dibentuk menyerupai pohon kecil atau payung.

Untuk membantu mengarahkan pertumbuhan, gunakan penyangga seperti ajir atau rangka yang kokoh. Ikat cabang secara longgar menggunakan pengikat tanaman yang lentur agar batang tidak tercekik ketika membesar, lalu periksa ikatannya secara berkala dan sesuaikan jika mulai terlalu ketat.

Atur posisi cabang sedikit demi sedikit dan hindari membengkokkan batang tua yang sudah keras secara paksa karena dapat menyebabkan kerusakan. Cabang muda umumnya lebih mudah diarahkan, sehingga pembentukan sejak awal membantu menciptakan kerangka tajuk yang lebih teratur tanpa perlu banyak pemotongan besar di kemudian hari.

8. Rawat Tanaman Setelah Pemangkasan

Setelah pemangkasan, letakkan bunga kertas di lokasi yang tetap memperoleh sinar matahari cukup dan perhatikan kondisi media tanam. Tanaman yang sudah tumbuh mapan relatif tahan terhadap kekeringan, sehingga penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kelembapan tanah dan tidak dilakukan berlebihan.

Hindari memberikan pupuk secara berlebihan dengan harapan tunas tumbuh lebih cepat. Kelebihan nitrogen dapat mendorong pertumbuhan daun dan batang secara berlebihan, sementara pembungaan justru dapat berkurang; karena itu, gunakan pupuk sesuai kebutuhan dan petunjuk pada kemasan.

Periksa kondisi batang, daun, serta tunas baru secara berkala untuk mengetahui apakah tanaman pulih dengan baik. Jika pertumbuhan baru mulai muncul, amati arah cabangnya dan lakukan pemangkasan ringan seperlunya agar bentuk tajuk tetap terjaga tanpa mengganggu perkembangan tanaman.

9. Lakukan Pemangkasan Pemeliharaan secara Berkala

Setelah tajuk mulai terbentuk, lakukan pemeriksaan rutin untuk menemukan cabang yang tumbuh keluar dari siluet tanaman. Pemangkasan ringan pada bagian tersebut membantu mempertahankan bentuk tanpa harus mengulang pemangkasan besar yang dapat mengurangi banyak bagian tajuk.

Buang tunas liar yang muncul dari pangkal batang jika tujuan penanaman adalah membentuk bunga kertas menyerupai pohon dengan satu batang utama. Tunas tersebut dapat mengalihkan pertumbuhan ke bagian bawah tanaman dan membuat bentuk batang utama kurang terlihat jika dibiarkan tumbuh terlalu panjang.

Sesuaikan intensitas pemangkasan dengan kecepatan pertumbuhan dan kondisi tanaman, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Dengan pemangkasan setelah berbunga, pengaturan cabang secara bertahap, serta perawatan yang sesuai, tajuk bunga kertas dapat dipertahankan lebih rapi tanpa mengabaikan peluang tanaman untuk kembali berbunga.

10. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bunga Kertas dengan Teknik Pemangkasan untuk Membentuk Tajuk

Kapan waktu terbaik untuk memangkas bunga kertas agar tajuk terbentuk rapi?

Pemangkasan utama sebaiknya dilakukan setelah periode berbunga selesai. Cara ini membantu mengatur bentuk tanaman sekaligus memberi kesempatan bagi tunas baru untuk tumbuh tanpa terlalu banyak mengganggu proses pembungaan.

Bagaimana cara membentuk tajuk bunga kertas agar rimbun dan seimbang?

Tentukan bentuk tajuk yang diinginkan, lalu pertahankan cabang utama yang tumbuh ke arah sesuai. Pangkas cabang yang mati, bersilangan, atau terlalu panjang, serta potong ujung tunas secara bertahap untuk membantu merangsang percabangan.

Bagaimana cara merawat bunga kertas setelah dipangkas agar tetap berbunga?

Tempatkan tanaman di area yang mendapat sinar matahari langsung, sesuaikan penyiraman dengan kelembapan media tanam, dan hindari pemberian pupuk secara berlebihan. Periksa pertumbuhan tunas baru secara berkala agar tajuk tetap rapi dan tanaman memiliki kesempatan untuk kembali berbunga.

(kpl/rmt)

Rekomendasi

Trending