9 Tanaman Penutup Tanah yang Mengurangi Gulma Secara Alami, Aman Tanpa Herbisida

9 Tanaman Penutup Tanah yang Mengurangi Gulma Secara Alami, Aman Tanpa Herbisida
Ilustrasi Tanaman Penutup Tanah yang Mengurangi Gulma Secara Alami. Foto: AI Generated

Kapanlagi.com -

Gulma adalah salah satu masalah paling menjengkelkan bagi pekebun dan petani. Selain mengganggu estetika, gulma juga bersaing dengan tanaman utama dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya matahari. Banyak orang langsung berpikir menggunakan herbisida kimia, padahal ada cara yang lebih alami, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, yakni menanam tanaman penutup tanah atau cover crop.

Tanaman penutup tanah adalah jenis tanaman yang tumbuh rendah dan menyebar di permukaan tanah, berfungsi melindungi tanah dari erosi, menjaga kelembapan, memperbaiki kesuburan tanah, serta menekan pertumbuhan gulma secara alami. Tanaman dari keluarga Leguminosae (kacang-kacangan) bahkan memiliki keunggulan tambahan berupa kemampuan memfiksasi nitrogen dari udara.

Lantas, apa saja tanaman penutup tanah yang paling efektif mengendalikan gulma? Simak daftar lengkapnya berikut ini, sebagaimana telah dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (2/8/2026).

1. Mucuna bracteata — Sang Juara Pengendali Gulma

Mucuna bracteata. Foto: IPB Digitani

Mucuna bracteata adalah tanaman kacang-kacangan tahunan dari famili Leguminosae yang banyak digunakan sebagai tanaman penutup tanah di perkebunan sawit dan karet. Tanaman ini dijuluki sebagai pesaing gulma yang ampuh.

Keunggulan dalam menekan gulma meliputi pertumbuhan super cepat yang mampu tumbuh 10–30 cm per hari, sehingga dalam waktu singkat sudah menutupi seluruh permukaan tanah. Selain itu, sulur menjalar cepat membuat tanaman ini dapat memanjang rata-rata 20 cm dalam 4 minggu setelah tanam, sehingga mampu menutup tanah rapat dan membuat gulma tidak memiliki ruang serta cahaya untuk tumbuh. Tanaman ini juga toleran naungan di bawah kanopi perkebunan yang rindang serta mengandung senyawa fenolik yang membuatnya tidak disukai hama dan hewan ternak.

Keunggulan tambahan dari tanaman ini adalah kemampuannya memfiksasi nitrogen tinggi dan meningkatkan bahan organik tanah melalui dekomposisi biomassa.

2. Pueraria javanica — Legum Tahan Kekeringan

Pueraria javanica. Foto: Flickr

Pueraria javanica adalah legum penutup tanah yang berasal dari Amerika dan Australia tropis, kemudian menyebar ke Asia Tenggara. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang cukup dalam, membuatnya tahan terhadap kekeringan.

Keunggulan dalam menekan gulma di antaranya adalah mampu tumbuh cepat membentuk hamparan lebat. Sistem akar yang dalam juga membantu menjaga struktur tanah tetap baik. Selain itu, setelah dipotong, biomassa yang membusuk akan berfungsi sebagai mulsa alami yang efektif menekan pertumbuhan gulma baru.

3. Centrosema pubescens — Peningkat Kesuburan Tanah

Centrosema pubescens adalah legum penutup tanah yang telah banyak digunakan di perkebunan Indonesia, termasuk di lahan lada dan sawit.

Keunggulan dalam menekan gulma terbukti mampu mengurangi dominasi gulma Bidens pilosa hingga 36,16%. Tanaman ini juga dapat menjaga suhu dan kelembapan tanah tetap stabil. Berdasarkan kajian ilmiah, tanaman ini mampu meningkatkan kandungan P, K, Ca, dan Mg tanah masing-masing hingga 100%, 100%, 43,6%, dan 48,3%.

4. Calopogonium mucunoides — Penutup Tanah Tebal

Calopogonium mucunoides. Foto: Wikimedia Commons

Calopogonium mucunoides adalah legum dari daerah tropis yang mampu tumbuh dengan cepat membentuk hamparan dan menutupi tanah hingga setebal 50 cm.

Keunggulannya meliputi pertumbuhan yang sangat cepat sehingga langsung membentuk karpet hijau lebat. Permukaan tanah dapat tertutup secara efektif agar gulma tidak mendapat cahaya matahari. Selain itu, tanaman ini sangat mudah diperbanyak melalui biji maupun setek.

5. Arachis pintoi (Rumput Pinto / Kacang Pinto) — Penutup Tanah Estetis

Arachis pintoi. Foto: Wikimedia Commons

Arachis pintoi, atau dikenal sebagai rumput pinto atau kacang pinto, adalah legum penutup tanah abadi yang tumbuh rendah dan menyebar membentuk karpet hijau padat.

Keunggulan menekan gulma mencakup pembentukan hamparan rapat yang efektif menahan gulma, serta sifatnya yang toleran terhadap kekeringan setelah mapan. Sebagai leguminosa, tanaman ini mampu memperbaiki kadar nitrogen tanah melalui simbiosis dengan bakteri Rhzobium, sehingga sangat cocok difungsikan sebagai biomulsa pada berbagai jenis tanaman.

6. Crotalaria juncea (Orok-orok) — Ramah Tanaman Jagung

Crotalaria juncea. Foto: Wikimedia Commons

Crotalaria juncea atau orok-orok adalah tanaman leguminosa yang dapat ditanam bersamaan dengan tanaman jagung.

Keunggulannya terletak pada perakarannya yang tidak mengganggu atau menyaingi perakaran tanaman utama. Kepadatan populasi sekitar 80.000 tanaman per hektare sudah terbukti mampu mengganggu pertumbuhan gulma secara efektif tanpa menimbulkan kompetisi berlebihan dengan tanaman pokok.

7. Kacang Tunggak dan Kacang Tanah — Paling Efektif untuk Jagung

Kacang Tunggak. Foto: Wikimedia Commons

Berdasarkan penelitian, kacang tunggak dan kacang tanah sangat baik digunakan sebagai tanaman penutup tanah pada lahan budidaya tanaman jagung.

Keunggulan utamanya adalah sangat efektif menekan populasi dan pertumbuhan gulma tanpa menimbulkan kompetisi hara dengan tanaman jagung. Tanaman ini juga berfungsi dengan baik dalam menahan erosi dan menambah sumber hara tanah secara alami.

8. Kacang Hijau — Alternatif Efektif

Kacang Hijau. Foto: Facebook.com/Bolo Tani

Kacang hijau juga terbukti sangat cocok sebagai tanaman penutup tanah karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik di berbagai lahan pertanian.

Keunggulannya terbukti efektif menekan populasi serta pertumbuhan gulma secara signifikan. Selain itu, tanaman ini tumbuh selaras tanpa berkompetisi merugikan dengan keberadaan tanaman utama di sekitarnya.

9. Tanaman Penutup Tanah Lainnya — Alternatif untuk Pekarangan

Stroberi. Foto: Wikimedia Commons

Untuk skala pekarangan atau taman rumah yang membutuhkan estetika sekaligus fungsi pembersih gulma, beberapa tanaman berikut sangat efektif diandalkan:

  • Stroberi: dedaunannya yang lebat mampu menekan pertumbuhan gulma secara alami.

  • Lobak: selain menekan gulma, juga memperbaiki struktur tanah dan memperkaya nutrisi.

  • Selada: menyediakan penutup tanah yang menjaga kelembapan dan menekan gulma.

  • Kayapu (Pistia): digunakan sebagai mulsa alami untuk menekan gulma di lahan pertanian.

10. Pertanyaan Seputar Tanaman Penutup Tanah

Q: Apa itu tanaman penutup tanah dan apa manfaat utamanya?

A: Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang tumbuh rendah dan menyebar di permukaan tanah. Manfaat utamanya meliputi: menekan pertumbuhan gulma secara alami, mencegah erosi, menjaga kelembapan tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada herbisida kimia.

Q: Mengapa tanaman dari keluarga Leguminosae lebih unggul sebagai penutup tanah?

A: Tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen dari udara melalui simbiosis dengan bakteri Rhizobium di bintil akar. Ini berarti mereka dapat menyuburkan tanah secara alami tanpa pupuk nitrogen tambahan.

Q: Tanaman penutup tanah mana yang paling efektif mengendalikan gulma?

A: Mucuna bracteata dianggap paling efektif karena pertumbuhannya sangat cepat (10–30 cm per hari) dan mampu menutupi seluruh permukaan tanah dalam waktu singkat.

Q: Apakah tanaman penutup tanah bisa mengganggu tanaman utama?

A: Tidak semua. Beberapa tanaman seperti Crotalaria juncea (orok-orok), kacang tunggak, dan kacang tanah justru tidak mengganggu perakaran tanaman utama. Namun, pemilihan jenis dan pengaturan jarak tanam tetap perlu diperhatikan.

Q: Bagaimana cara menanam Mucuna bracteata yang benar?

A; Waktu terbaik menanam adalah pada musim hujan dengan curah hujan ideal 1.000–2.500 mm per tahun. Kepadatan tanaman yang tinggi akan mempercepat penutupan lahan dan meningkatkan efektivitas pengendalian gulma.

Q: Apakah tanaman penutup tanah bisa digunakan di pekarangan rumah?

A: Tentu bisa! Untuk skala rumah, Anda bisa menggunakan stroberi, selada, lobak, atau tanaman penutup tanah berbunga seperti lantana atau wedelia yang juga berfungsi sebagai tanaman hias.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan tanaman penutup tanah untuk menutupi lahan?

A: Mucuna bracteata misalnya, sudah mampu menutupi permukaan tanah dalam waktu singkat berkat pertumbuhan sulur yang mencapai 20 cm dalam 4 minggu pertama. Tanaman lain seperti Calopogonium mucunoides juga tumbuh cepat membentuk hamparan tebal.

Q: Apakah tanaman penutup tanah bisa mengurangi penggunaan herbisida?

A: Ya. Dengan penutupan tanah yang sempurna, pertumbuhan gulma dapat ditekan hingga 80–100% selama siklus hidup tanaman penutup tanah, sehingga secara signifikan mengurangi kebutuhan herbisida kimia.

(kpl/mab)

Rekomendasi

Trending