9 Tips Goreng Ikan agar Gurih, Renyah dan Tidak Mudah Meletup

9 Tips Goreng Ikan agar Gurih, Renyah dan Tidak Mudah Meletup
Tips Goreng Ikan

Kapanlagi.com - Mengolah ikan goreng di rumah terlihat mudah, tetapi hasilnya dapat berbeda dari harapan. Tekstur ikan bisa kurang renyah, daging mudah hancur, atau minyak justru banyak memercik selama proses memasak. Berbagai kendala tersebut bisa diatasi melalui penerapan tips goreng ikan secara tepat.

Pemilihan bahan menjadi tahap awal sebelum memasak. Ikan segar, bumbu sesuai selera, minyak berkualitas, serta peralatan bersih dapat membantu menghasilkan hidangan lebih lezat. Penerapan tips goreng ikan juga mencakup cara membersihkan, membumbui, hingga mengatur suhu minyak.

Teknik menggoreng turut menentukan tekstur akhir hidangan. Suhu minyak perlu dijaga agar ikan matang merata tanpa cepat gosong. Proses membalik ikan juga perlu dilakukan secara hati- hati supaya daging tetap utuh. Berbagai tips goreng ikan berikut, akan sangat membantu proses memasak di dapur, sekaligus memperoleh hasil sesuai selera.

1. Pilih Ikan yang Segar

Ilustrasi: Freepik

Kualitas ikan menjadi salah satu faktor penting sebelum mulai menggoreng. Pilih ikan segar dengan aroma khas ikan, bukan bau menyengat atau aroma asam. Mata ikan segar biasanya tampak jernih, insang berwarna merah atau merah muda, sementara daging terasa kenyal saat ditekan dan kembali ke bentuk semula.

Perhatikan juga kondisi kulit ikan. Kulit sebaiknya masih terlihat mengilap, tidak terlalu kusam, serta sisiknya melekat kuat. Ikan segar cenderung menghasilkan tekstur daging lebih lembut dan rasa lebih enak setelah dimasak. Setelah memilih ikan, bersihkan bagian luar dan dalam secara menyeluruh sebelum masuk tahap pembumbuan.

2. Bersihkan Ikan sampai Tidak Berlendir

Ilustrasi: Freepik

Setelah ikan dibersihkan dari sisik dan bagian dalamnya, cuci secukupnya lalu tiriskan. Pastikan tidak ada sisa darah, kotoran, atau lendir pada permukaan ikan. Bagian perut juga perlu dibersihkan agar aroma amis tidak terlalu kuat setelah ikan digoreng.

Kelebihan air dapat menjadi penyebab minyak meletup saat ikan dimasukkan ke dalam wajan. Kondisi ini juga dapat membuat bumbu sulit menempel pada permukaan ikan. Keringkan ikan memakai tisu dapur atau kain bersih sebelum diberi bumbu atau tepung.

3. Beri Sayatan pada Tubuh Ikan

Ikan berukuran utuh dapat diberi beberapa sayatan pada bagian tubuhnya. Sayatan membantu bumbu meresap lebih baik ke bagian daging sekaligus membuat panas lebih mudah mencapai bagian dalam ikan. Cara ini juga dapat membantu ikan matang secara lebih merata.

Gunakan pisau tajam untuk membuat beberapa sayatan berjarak. Jangan membuat potongan terlalu dalam agar daging tidak terlepas dari tulang atau bentuk ikan rusak selama digoreng. Untuk ikan berukuran besar, jumlah sayatan dapat disesuaikan menurut ketebalan daging.

4. Marinasi Ikan Sebelum Digoreng

Marinasi Ikan. Photo by RDNE Stock project/pexels

Bumbu sederhana seperti bawang putih, ketumbar, garam, kunyit, dan sedikit air jeruk dapat digunakan untuk membumbui ikan. Lumuri bumbu secara merata pada seluruh permukaan, termasuk bagian dalam ikan jika menggunakan ikan utuh. Diamkan selama beberapa waktu agar cita rasa bumbu lebih meresap.

Waktu marinasi dapat disesuaikan berdasarkan jenis serta ukuran ikan. Jika menggunakan bahan asam seperti air jeruk, hindari merendam ikan terlalu lama agar teksturnya tidak berubah. Setelah proses marinasi selesai, tiriskan ikan sebelum masuk ke minyak panas supaya percikan minyak dapat diminimalkan.

5. Keringkan Ikan sebelum Masuk Wajan

Salah satu tips goreng ikan penting ialah memastikan permukaan ikan tidak terlalu basah. Air yang bertemu minyak panas dapat menyebabkan percikan dan membuat proses menggoreng menjadi kurang nyaman. Permukaan ikan yang lebih kering juga membantu bumbu menempel secara lebih baik.

Gunakan tisu dapur untuk menyerap sisa air pada permukaan ikan. Jika ikan sudah diberi bumbu basah, tiriskan terlebih dahulu sebelum digoreng. Langkah sederhana ini juga bermanfaat bagi ikan berlapis tepung agar lapisan tidak mudah terlepas ketika terkena minyak.

6. Gunakan Minyak dalam Jumlah Cukup

Minyak perlu disesuaikan dengan ukuran ikan dan metode penggorengan. Untuk ikan utuh, minyak sebaiknya cukup agar bagian ikan dapat matang secara merata. Jika menggunakan metode deep frying, pastikan minyak cukup untuk merendam ikan sesuai kebutuhan.

Minyak terlalu sedikit dapat membuat sebagian permukaan ikan cepat kering sementara bagian lain belum matang. Sebaliknya, penggunaan minyak terlalu banyak juga kurang efisien. Gunakan wajan berukuran sesuai agar ikan memiliki ruang cukup selama proses penggorengan.

7. Pastikan Minyak Sudah Panas

Ilustrasi: AI Generated

Jangan memasukkan ikan ketika minyak masih dingin. Minyak yang belum mencapai suhu cukup dapat membuat ikan menyerap lebih banyak minyak dan menghasilkan tekstur kurang renyah. Ikan juga berpotensi lebih mudah menempel pada permukaan wajan.

Panaskan minyak terlebih dahulu menggunakan api sedang. Setelah minyak siap, masukkan ikan secara perlahan dari sisi terdekat untuk mengurangi risiko percikan. Hindari menaikkan api terlalu tinggi karena bagian luar ikan dapat cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.

8. Jangan Terlalu Sering Membalik Ikan

Ikan memiliki tekstur daging relatif lembut sehingga mudah hancur jika terlalu sering dibalik. Biarkan satu sisi matang dan cukup kokoh sebelum ikan dibalik. Biasanya permukaan ikan mulai terlihat kecokelatan ketika sudah lebih siap untuk dibalik.

Gunakan spatula lebar atau penjepit khusus untuk membantu mengangkat ikan. Balik secara perlahan agar kulit tidak menempel atau terlepas dari daging. Setelah dibalik, biarkan sisi kedua matang tanpa terlalu sering menggeser posisi ikan.

9. Tambahkan Mentega dan Bawang Putih

Mentega dan bawang putih dapat digunakan sebagai tambahan untuk memberikan aroma lebih harum serta rasa gurih. Keduanya cocok dipakai ketika ingin memberikan sentuhan rasa lebih kaya pada ikan goreng. Masukkan dalam jumlah secukupnya sesuai jenis ikan dan selera.

Bawang putih dapat memberikan aroma khas selama proses memasak, sedangkan mentega memberi rasa lebih gurih. Mentega mengandung komponen susu sehingga dapat lebih cepat berubah warna pada suhu tinggi. Gunakan api terkontrol agar mentega tidak mudah gosong dan menghasilkan rasa pahit.

Untuk hasil lebih harum, bawang putih dapat dimemarkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam minyak. Pastikan bawang tidak dimasak terlalu lama pada suhu tinggi agar aromanya tetap sedap. Penggunaan mentega juga sebaiknya dilakukan secara terukur, terutama jika minyak sudah sangat panas.

10. Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menggoreng Ikan

Menggoreng ikan membutuhkan perhatian pada beberapa tahap, mulai dari persiapan hingga proses memasak. Kesalahan kecil dapat membuat ikan mudah hancur, terlalu berminyak, kurang matang, atau gosong di bagian luar. Agar hasilnya lebih maksimal, hindari beberapa kesalahan berikut.

1. Memasukkan Ikan dalam Kondisi Basah

Ikan yang masih menyimpan banyak air dapat membuat minyak panas meletup. Selain berisiko menimbulkan percikan, kondisi tersebut juga membuat proses menggoreng menjadi kurang nyaman. Keringkan permukaan ikan terlebih dahulu memakai tisu dapur sebelum memasukkannya ke wajan.

2. Menggunakan Minyak yang Belum Panas

Memasukkan ikan ke minyak yang masih dingin dapat membuat daging menyerap lebih banyak minyak. Hasil gorengan pun berpotensi terasa lebih berminyak dan kurang renyah. Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum ikan digoreng.

3. Menggunakan Api Terlalu Besar

Api besar tidak selalu membuat ikan matang lebih cepat. Suhu tinggi justru dapat membuat kulit ikan cepat gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna. Gunakan api sedang dan sesuaikan selama proses memasak.

4. Terlalu Sering Membalik Ikan

Ikan memiliki daging lembut sehingga mudah hancur jika terlalu sering dibalik. Tunggu sampai satu sisi cukup matang dan kokoh sebelum membaliknya. Gunakan spatula lebar agar ikan dapat diangkat secara perlahan.

5. Memasukkan Terlalu Banyak Ikan

Wajan yang terlalu penuh dapat menurunkan suhu minyak secara drastis. Akibatnya, ikan sulit mendapatkan tekstur renyah dan waktu memasak menjadi lebih lama. Goreng ikan secara bertahap sesuai kapasitas wajan.

6. Tidak Meniriskan Ikan setelah Digoreng

Ikan yang langsung ditumpuk setelah diangkat dapat membuat minyak berlebih menempel pada permukaan. Letakkan ikan di atas saringan atau rak agar minyak dapat turun. Cara ini juga membantu menjaga tekstur kulit tetap lebih renyah.

11. Pertanyaan Seputar Tips Goreng Ikan

1. Apa tips utama agar ikan goreng terasa gurih?

Gunakan ikan segar, beri bumbu secara merata, lalu diamkan beberapa saat sebelum digoreng. Bumbu seperti bawang putih, ketumbar, garam, kunyit, dan sedikit air jeruk dapat memberikan cita rasa lebih kuat.

2. Bagaimana cara memilih ikan untuk digoreng?

Pilih ikan segar beraroma khas ikan, bukan bau menyengat. Mata ikan biasanya masih jernih, insang tampak merah segar, kulit terlihat mengilap, dan daging terasa kenyal saat ditekan.

3. Kenapa ikan perlu dikeringkan sebelum digoreng?

Permukaan ikan mengandung air dapat memicu percikan saat bertemu minyak panas. Mengeringkan ikan memakai tisu dapur membantu mengurangi air berlebih sekaligus membuat bumbu lebih mudah menempel.

4. Apakah ikan perlu dicuci sebelum digoreng?

Ikan sebaiknya dibersihkan dari sisik, darah, lendir, dan bagian dalam sebelum dimasak. Setelah dicuci, tiriskan lalu keringkan permukaannya agar tidak terlalu basah.

(kpl/ses)

Rekomendasi

Trending