10 Alasan Sebagian Orang Tidur dengan Kaki Keluar dari Selimut Menurut Ahli
Perempuan tidur dengan kaki keluar dari selimut. [AI Generated]
Kapanlagi.com - Ada alasan sebagian orang tidur dengan kaki keluar dari selimut menurut ahli, terutama ketika tubuh merasa terlalu panas saat tidur. Kebiasaan ini ternyata bukan sekadar posisi tidur yang aneh, tetapi bisa menjadi cara alami tubuh untuk membantu menurunkan suhu dan membuat tidur terasa lebih nyaman.
Kebiasaan tersebut juga disebut sebagai salah satu cara membantu tubuh mengatur suhu sebelum dan selama tidur.
Menurut terapis tidur Natalie Pennicotte-Collier, dilansir dari laman Ideal Home, tubuh perlu menurunkan suhu inti sekitar 1–2 derajat Celsius untuk memulai dan mempertahankan siklus tidur yang sehat. Ketika lingkungan tidur terlalu panas, proses alami tersebut dapat terganggu sehingga seseorang lebih sulit tertidur atau mudah terbangun.
Advertisement
1. Kaki Membantu Tubuh Melepaskan Panas
Salah satu alasan seseorang secara alami mengeluarkan kaki dari selimut adalah untuk membantu melepaskan panas tubuh. Menurut Natalie Pennicotte-Collier, kaki dan pergelangan kaki memiliki pembuluh darah khusus yang berperan dalam membantu mengatur suhu tubuh.
Ketika kaki terkena udara yang lebih sejuk, panas dapat lebih mudah dilepaskan melalui kulit. Proses tersebut membantu tubuh menurunkan suhu sehingga kondisi tubuh menjadi lebih mendukung untuk tidur.
Inilah sebabnya kebiasaan mengeluarkan satu kaki dari balik selimut terkadang terasa sangat nyaman, terutama ketika kamar sedang panas atau seseorang menggunakan selimut yang terlalu tebal.
2. Tubuh Perlu Menurunkan Suhu Saat Akan Tidur
Suhu tubuh memiliki peran penting dalam proses tidur. Natalie menjelaskan bahwa tubuh perlu mengalami penurunan suhu inti sekitar satu hingga dua derajat Celsius untuk memulai dan mempertahankan siklus tidur yang sehat.
Masalah dapat muncul ketika lingkungan tidur terlalu hangat. Tubuh akan kesulitan membuang panas berlebih sehingga seseorang mungkin membutuhkan cara tambahan untuk mendinginkan diri.
Mengeluarkan kaki dari selimut menjadi salah satu cara sederhana yang secara alami dilakukan tubuh. Dengan membiarkan sebagian kaki terkena udara, panas dapat lebih mudah keluar dan tubuh berpotensi menjadi lebih nyaman untuk beristirahat.
3. Kamar yang Terlalu Panas Bisa Mengganggu Tidur
Kebiasaan tidur dengan kaki keluar dari selimut tidak selalu berarti ada masalah. Namun, jika seseorang hampir selalu perlu mengeluarkan kaki karena merasa kepanasan, kondisi lingkungan tidur sebaiknya diperhatikan.
Chris Tattersall, pakar tidur sekaligus managing director Woolroom, menjelaskan bahwa mengeluarkan kaki dari selimut memang dapat membantu ketika tubuh terlalu panas. Akan tetapi, kebiasaan tersebut juga bisa menjadi tanda bahwa suhu atau perlengkapan tidur kurang sesuai.
Kamar yang terlalu hangat dapat membuat tubuh sulit mempertahankan suhu yang nyaman. Akibatnya, seseorang mungkin berkeringat, sulit terlelap, atau mengalami tidur yang lebih sering terputus.
4. Bahan Sintetis Bisa Membuat Tubuh Lebih Gerah
Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah bahan yang digunakan pada kasur, selimut, dan bantal. Menurut Chris Tattersall, serat sintetis seperti polyester, foam, dan memory foam tertentu dapat membuat panas serta kelembapan lebih mudah terperangkap.
Ketika sirkulasi udara di sekitar tubuh kurang baik, panas dapat menumpuk. Kondisi tersebut membuat tubuh terasa gerah dan berkeringat sehingga seseorang secara spontan mencari cara untuk mendinginkan diri, termasuk mengeluarkan kaki dari selimut.
Karena itu, selain memperhatikan suhu kamar, penting juga mempertimbangkan kemampuan bahan perlengkapan tidur dalam mengatur panas dan kelembapan.
5. Bahan Alami Bisa Membantu Tidur Lebih Sejuk
Chris Tattersall menyarankan penggunaan bahan alami seperti wol untuk membantu mengurangi risiko tubuh terlalu panas saat tidur. Wol memiliki kemampuan alami dalam membantu mengatur suhu sekaligus mengelola kelembapan.
Dalam artikel sumber, Chris menyebutkan penelitian yang membandingkan kemampuan wol dan bahan sintetis dalam mengelola kelembapan. Menurutnya, penggunaan perlengkapan tidur berbahan wol dapat membantu menciptakan kondisi tidur yang lebih kering dan nyaman.
Selain wol, bahan seperti katun dan linen juga sering dipilih untuk perlengkapan tidur karena terasa lebih ringan dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pemilihan bahan tentu tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kamar dan preferensi masing-masing.
6. Kasur Juga Memengaruhi Suhu Saat Tidur
Bukan hanya selimut dan seprai yang dapat memengaruhi rasa panas. Permukaan kasur juga bisa menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang merasa gerah pada malam hari.
Natalie Pennicotte-Collier menjelaskan bahwa orang yang cenderung mudah merasa panas dapat mengalami penumpukan panas pada permukaan kasur selama beberapa jam. Bagian tubuh seperti punggung, bahu, dan pinggul dapat menjadi area yang terasa lebih panas.
Kasur dengan sistem pegas kantong dan material yang memiliki sirkulasi udara baik, seperti wol, rami, atau katun, dapat menjadi salah satu pilihan. Untuk kasur berbahan foam, teknologi pendingin tertentu juga dapat dipertimbangkan.
7. Mattress Topper Bisa Menjadi Alternatif
Mengganti kasur tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika kasur yang digunakan masih layak tetapi terasa terlalu panas, penggunaan cooling mattress topper dapat menjadi alternatif.
Lapisan tambahan ini diletakkan di atas kasur yang sudah ada. Material tertentu dapat memberikan lapisan yang lebih breathable antara tubuh dan permukaan kasur sehingga membantu mengurangi rasa panas.
Pilihan ini bisa dipertimbangkan bagi orang yang ingin meningkatkan kenyamanan tidur tanpa langsung mengganti kasur. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada material, desain produk, dan kondisi kamar.
8. Kebiasaan Mengeluarkan Kaki Tidak Selalu Buruk
Tidur dengan satu kaki keluar dari selimut sebenarnya tidak selalu menjadi kebiasaan yang perlu dihilangkan. Jika posisi tersebut membuat tubuh terasa nyaman dan membantu mengurangi rasa panas, tidak ada alasan untuk memaksakan kedua kaki tetap berada di bawah selimut.
Justru, kebiasaan tersebut dapat menjadi cara sederhana tubuh mencari keseimbangan suhu. Yang perlu diperhatikan adalah jika rasa panas muncul terus-menerus dan mengganggu kualitas tidur.
Dalam kondisi tersebut, periksa kembali suhu kamar, jenis selimut, bahan seprai, bantal, serta kasur yang digunakan.
9. Perubahan Sederhana Bisa Membuat Tidur Lebih Nyaman
Mengubah perlengkapan tidur tidak selalu harus dilakukan secara besar-besaran. Langkah sederhana seperti menggunakan selimut yang lebih tipis, memilih seprai yang lebih breathable, mengatur suhu kamar, atau mengganti material tertentu dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih nyaman.
Jika kebiasaan mengeluarkan kaki muncul karena tubuh terasa panas, perubahan pada lingkungan tidur bisa menjadi solusi yang lebih mendasar. Dengan begitu, seseorang tidak perlu terus-menerus mencari posisi untuk mengeluarkan panas tubuh.
Pada akhirnya, kenyamanan tidur setiap orang berbeda. Namun, memahami hubungan antara suhu tubuh dan lingkungan tidur dapat membantu menemukan pengaturan kamar yang paling sesuai.
10. Mengapa Kaki Keluar dari Selimut Bisa Terasa Nyaman?
Secara sederhana, kaki yang dibiarkan berada di luar selimut memberikan area tubuh yang bersentuhan langsung dengan udara. Ketika udara lebih sejuk dibandingkan suhu di bawah selimut, panas tubuh dapat lebih mudah dilepaskan.
Hal ini dapat membantu tubuh mencapai kondisi yang lebih nyaman untuk tidur. Itulah mengapa sebagian orang secara spontan mengeluarkan satu kaki atau bahkan kedua kakinya ketika merasa terlalu hangat.
Namun, jika kebiasaan tersebut selalu diperlukan agar bisa tidur dengan nyaman, sebaiknya jangan hanya mengandalkan posisi kaki. Perhatikan juga apakah kasur, selimut, pakaian tidur, dan suhu kamar sudah mendukung kondisi tidur yang sejuk.
11. Pertanyaan Seputar Alasan Orang Tidur dengan Kaki Keluar dari Selimut
Mengapa orang tidur dengan satu kaki keluar dari selimut?
Salah satu alasannya adalah membantu tubuh melepaskan panas. Kaki yang terkena udara sejuk dapat membantu proses pengaturan suhu tubuh.
Apakah tidur dengan kaki keluar dari selimut itu baik?
Kebiasaan tersebut umumnya tidak menjadi masalah jika membuat tubuh nyaman. Bahkan, mengeluarkan kaki dapat membantu ketika tubuh merasa terlalu panas saat tidur.
Apakah kasur bisa membuat tubuh terasa panas saat tidur?
Bisa. Material tertentu pada kasur dapat menahan panas dan kelembapan sehingga membuat tubuh terasa lebih gerah, terutama setelah berbaring selama beberapa jam.
Bagaimana cara agar tidak kepanasan saat tidur?
Atur suhu kamar agar nyaman, gunakan selimut yang sesuai, pilih seprai berbahan breathable, dan pertimbangkan kasur atau mattress topper yang membantu mengurangi penumpukan panas.
(kpl/ini)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
