Cara Membersihkan Lantai Marmer Tanpa Terkikis, Tetap Bersih dan Awet Berkilau
Cara Membersihkan Lantai Marmer Tanpa Terkikis (Photo by Brian Zajac on Unsplash)
Kapanlagi.com - Lantai marmer dikenal mampu memberikan kesan mewah dan elegan pada hunian. Namun, berbeda dengan keramik atau granit, marmer merupakan batu alam yang membutuhkan perawatan khusus agar permukaannya tidak mudah kusam, tergores, maupun terkikis.
Penggunaan cairan pembersih yang tidak tepat, mengepel dengan air berlebihan, hingga membiarkan tumpahan terlalu lama dapat merusak permukaan marmer maupun lapisan pelindungnya (sealer).Karena itu, penting mengetahui cara membersihkan lantai marmer tanpa terkikis agar keindahan dan daya tahannya tetap terjaga selama bertahun-tahun.
Begini cara membersihkan lantai marmer tanpa terkikis, dilansir KapanLagi.com dari Southern Living, Selasa (4/8).
Advertisement
1. Mengapa Lantai Marmer Membutuhkan Perawatan Khusus?
Marmer merupakan batuan alami yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat. Material ini memiliki sifat yang sensitif terhadap zat asam sehingga mudah mengalami proses etsa (etching) atau korosi apabila terkena cairan seperti cuka, pembersih berbahan asam, maupun bahan kimia keras lainnya.
Selain itu, permukaan marmer juga lebih mudah tergores dibandingkan beberapa jenis lantai lainnya. Oleh sebab itu, proses pembersihannya harus menggunakan alat dan produk yang aman agar permukaan batu tetap halus dan mengilap.
2. Seberapa Sering Lantai Marmer Harus Dibersihkan?
Frekuensi pembersihan bergantung pada tingkat aktivitas di dalam ruangan.
Untuk perawatan sehari-hari, lantai marmer sebaiknya dibersihkan dari debu menggunakan kain mikrofiber kering atau alat pembersih debu. Area dengan lalu lintas tinggi sebaiknya dipel setiap minggu, sedangkan area yang jarang digunakan cukup dipel sekitar sebulan sekali. Penggunaan air sebaiknya tetap dibatasi karena kelembapan berlebih dapat meninggalkan noda air pada permukaan marmer.
Selain itu, setiap tumpahan makanan atau minuman perlu segera dibersihkan dengan cara ditekan menggunakan kain bersih, bukan digosok. Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil risiko munculnya noda permanen maupun kerusakan akibat reaksi kimia.
3. Cara Membersihkan Lantai Marmer Tanpa Terkikis
Berikut langkah-langkah membersihkan lantai marmer yang aman.
1. Bersihkan Debu Terlebih Dahulu
Awali dengan menyapu debu menggunakan sapu berbulu halus atau kain mikrofiber kering.
Jika menggunakan vacuum cleaner, pastikan fitur sikat rol (brush roll) dapat dimatikan. Apabila tidak, sebaiknya hindari menggunakan alat tersebut karena sikat yang terus berputar dapat menggores permukaan marmer.
2. Pel Menggunakan Pembersih Ber-pH Netral
Setelah debu terangkat, gunakan pel mikrofiber yang hanya sedikit dibasahi.
Campurkan air secukupnya dengan cairan pembersih khusus batu alam atau pembersih lantai yang memiliki pH netral. Hindari mengepel dengan air terlalu banyak karena marmer tidak menyukai kelembapan berlebih.
3. Keringkan Permukaan Marmer
Sesudah mengepel, segera lap kembali lantai menggunakan kain mikrofiber kering.
Langkah ini membantu menghilangkan sisa air sehingga noda air atau water spot tidak terbentuk pada permukaan batu.
4. Cara Menghilangkan Noda pada Lantai Marmer
Marmer cukup mudah menyerap noda apabila cairan dibiarkan terlalu lama.
Untuk noda membandel seperti minyak, makanan, karat, noda organik, maupun bekas air, gunakan stone poultice atau pasta pembersih khusus batu alam. Produk ini bekerja dengan menarik noda yang telah meresap ke dalam pori-pori marmer sehingga lebih efektif dibandingkan pembersih biasa.
Sebelum diaplikasikan ke seluruh permukaan, lakukan uji coba terlebih dahulu pada area kecil yang tidak terlalu terlihat. Langkah ini bertujuan memastikan produk tidak menyebabkan perubahan warna maupun kerusakan pada permukaan marmer.
5. Cara Mencegah Lantai Marmer Cepat Rusak
Merawat marmer sebenarnya tidak sulit jika dilakukan secara konsisten. Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu memperpanjang usia lantai marmer:
- Gunakan pembersih dengan pH netral.
- Hindari cairan asam seperti cuka atau lemon.
- Jangan menggunakan pemutih maupun bahan kimia keras.
- Pakai kain dan pel mikrofiber yang bersih.
- Segera bersihkan setiap tumpahan.
- Hindari menyeret furnitur berat di atas lantai.
- Gunakan karpet pada area yang sering dilalui.
- Pasang bantalan felt di bawah kaki meja dan kursi.
- Gunakan tatakan untuk pot tanaman agar air tidak langsung mengenai marmer.
6. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Marmer
Beberapa kesalahan justru dapat mempercepat kerusakan permukaan marmer, antara lain:
- Menggunakan pembersih yang tidak memiliki pH netral.
- Mengepel dengan air terlalu banyak.
- Membersihkan menggunakan cuka, pemutih, atau bahan abrasif.
- Memakai pembersih serbaguna yang tidak ditujukan untuk batu alam.
- Membiarkan noda mengering terlalu lama.
- Menggunakan steam cleaner tanpa rekomendasi dari produsen marmer.
Menghindari kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kilau alami marmer tetap bertahan lebih lama.
7. Kapan Lantai Marmer Perlu Disegel Ulang?
Lapisan pelindung (sealer) pada marmer umumnya perlu diperbarui setiap satu hingga dua tahun. Namun, area dengan lalu lintas tinggi mungkin memerlukan penyegelan ulang lebih sering.
Salah satu cara sederhana untuk mengecek kondisi lapisan pelindung adalah melakukan uji tetesan air. Teteskan tiga hingga empat tetes air pada beberapa titik lantai, lalu diamkan selama sekitar 10-15 menit.
Apabila air masih membentuk butiran setelah 10–15 menit, lapisan pelindung masih berfungsi dengan baik. Jika air tidak lagi membentuk butiran, lapisan pelindung kemungkinan mulai rusak. Sementara itu, apabila air meninggalkan noda gelap, lapisan pelindung kemungkinan telah hilang sehingga marmer perlu segera disegel ulang.
Jika ragu mengenai kondisi lapisan pelindung atau tidak yakin melakukan penyegelan sendiri, sebaiknya gunakan jasa profesional agar perawatan dilakukan dengan benar tanpa merusak permukaan marmer.
8. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Lantai Marmer Tanpa Terkikis
1. Apakah boleh menggunakan sabun cuci piring untuk mengepel lantai marmer?
Secara umum, sabun cuci piring cair dengan formula lembut memiliki pH netral dan aman digunakan sekali-kali dalam kondisi darurat. Namun, untuk penggunaan rutin mingguan, cairan pembersih khusus batu alam jauh lebih direkomendasikan. Sabun cuci piring cenderung meninggalkan residu lapisan film tipis jika tidak dibilas, yang lambat laun bisa membuat kilau alami marmer menjadi kusam.
2. Bagaimana cara membedakan marmer yang kusam biasa dengan marmer yang terkena korosi asam (etching)?
Kusam biasa terjadi karena akumulasi debu atau penipisan lapisan pelindung (sealer) akibat gesekan sehari-hari. Sementara itu, etching akibat zat asam (seperti cuka, lemon, atau cairan pembersih kamar mandi) akan meninggalkan noda kusam berbentuk bercak, cipratan, atau lingkaran air yang terlihat jelas saat terkena pantulan cahaya. Etching merusak struktur fisik batuan sehingga tidak bisa hilang hanya dengan dipel biasa.
3. Mengapa tidak disarankan menggunakan alat pel uap (steam cleaner) pada marmer?
Alat pel uap mengandalkan kombinasi panas tinggi dan tekanan kelembapan yang ekstrem. Jika marmer Anda memiliki celah mikroskopis atau lapisan pelindungnya (sealer) sudah mulai menipis, uap panas tersebut dapat meresap masuk ke dalam pori-pori batu alam. Hal ini berisiko memicu perubahan warna (menguning), keretakan internal, hingga merusak lapisan perekat di bawah marmer.
4. Apa yang harus dilakukan jika noda minyak telanjur meresap dan membentuk bayangan gelap di marmer?
Noda minyak yang sudah meresap tidak akan hilang dengan pembersih lantai biasa. Anda perlu menggunakan stone poultice atau pasta khusus pembersih batu alam. Oleskan pasta tersebut di atas area noda, tutup dengan plastik yang diberi sedikit lubang udara, dan diamkan selama 24–48 jam sesuai petunjuk kemasan. Pasta ini akan bekerja menyedot minyak keluar dari pori-pori dalam batuan marmer.
5. Apakah marmer yang sudah tergores parah atau terkena etching dalam masih bisa diperbaiki?
Bisa, tetapi tidak cukup dengan penyegelan (resealing) ulang saja. Jika goresan atau kerusakan akibat zat asam sudah terlalu dalam, Anda membutuhkan jasa profesional restorasi batu alam. Mereka akan melakukan proses poles ulang (grinding dan honing) menggunakan mesin khusus untuk mengikis tipis lapisan atas yang rusak, sebelum akhirnya memberikan lapisan pelindung baru agar lantai kembali mengilap.
(kpl/rmt)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
