Cara Membuat Pupuk dari Ampas Kopi, Panduan Lengkap agar Tanaman Subur dan Ramah Lingkungan

Cara Membuat Pupuk dari Ampas Kopi, Panduan Lengkap agar Tanaman Subur dan Ramah Lingkungan
cara membuat pupuk dari ampas kopi (h)

Kapanlagi.com - Cara membuat pupuk dari ampas kopi bisa ditempuh melalui tiga metode utama, yaitu mengomposkannya, mengolahnya menjadi pupuk organik cair, atau menaburkannya tipis ke tanah. Ampas kopi kaya nitrogen sehingga bermanfaat menyuburkan tanaman sekaligus memangkas limbah dapur.

Kuncinya terletak pada takaran yang tepat dan pencampuran dengan bahan organik lain agar tidak memadat. Dengan memahami cara membuat pupuk dari ampas kopi secara benar, sisa seduhan kopi harian berubah menjadi sumber hara gratis untuk kebun.

Ampas kopi mengandung sekitar 2 persen nitrogen, 0,06 persen fosfor, dan 0,6 persen kalium, ditambah mikronutrien seperti kalsium, magnesium, tembaga, dan zat besi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di NCBI, sekitar 15 juta ton ampas kopi bekas dihasilkan di seluruh dunia setiap tahun, sehingga mengolahnya menjadi pupuk turut meringankan beban sampah organik. Selain untuk berkebun, sebenarnya ada banyak manfaat ampas kopi lain yang sering terlewatkan.

1. Cara Membuat Pupuk Kompos dari Ampas Kopi

Mengompos adalah cara membuat pupuk dari ampas kopi yang paling aman dan paling direkomendasikan oleh para ahli. Di dalam tumpukan kompos, ampas kopi berperan sebagai bahan "hijau" kaya nitrogen yang perlu diimbangi bahan "cokelat" kaya karbon, mirip prinsip dasar pada kompos dari sampah dapur pada umumnya.

Daphne Richards, hortikulturis Texas A&M AgriLife Extension Service, dikutip dari AgriLife Today, menjelaskan, "Ampas kopi bekas dapat menambahkan sedikit nitrogen ke tanah atau kompos Anda."

  1. Kumpulkan dan keringkan ampas kopi: Tampung ampas dari seduhan harian, lalu angin-anginkan hingga kering supaya tidak cepat berjamur ketika disimpan sementara.

  2. Siapkan bahan cokelat: Sediakan daun kering, ranting kecil, kardus robek, atau kertas bekas sebagai sumber karbon. Filter kertas kopi pun boleh ikut dimasukkan karena tergolong bahan cokelat.

  3. Tentukan takaran yang tepat: Batasi ampas kopi maksimal 20 persen dari total volume kompos, dan campur satu bagian bahan hijau dengan dua hingga tiga bagian bahan cokelat.

  4. Susun dalam wadah kompos: Masukkan bahan berlapis ke ember, drum bekas, atau keranjang berlubang aerasi, lalu aduk agar butiran ampas tidak menggumpal dan memadat.

  5. Jaga kelembapan: Pastikan tumpukan terasa lembap seperti spons yang diperas, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.

  6. Aduk secara berkala: Balik tumpukan setiap satu hingga dua minggu supaya oksigen merata dan proses penguraian berjalan lebih cepat.

  7. Panen kompos matang: Setelah sekitar 1-3 bulan, kompos akan berwarna cokelat gelap, remah, serta berbau tanah dan siap dicampurkan ke media tanam.

Sebagaimana disampaikan BBC Gardeners' World Magazine, cara teraman memanfaatkan ampas kopi di kebun adalah menambahkannya ke wadah kompos atau kotak cacing. Prinsip menyeimbangkan bahan hijau dan cokelat ini sama persis dengan yang dianjurkan pada komposting rumahan maupun pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga.

Baca juga: 5 Langkah Komposting Rumahan untuk Menekan Biaya Pupuk

2. Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Ampas Kopi

Selain kompos padat, ampas kopi juga bisa difermentasi menjadi pupuk cair yang lebih cepat diserap tanaman. Metode fermentasi ini menjadi cara membuat pupuk dari ampas kopi yang praktis, murah, dan cocok bagi pekebun rumahan yang ingin nutrisi siap siram. Hasil akhirnya setara dengan jenis pupuk organik cair komersial yang biasa disemprotkan ke daun.

Drew, ahli hortikultura, dikutip dari Homes & Gardens, menuturkan, "Ampas kopi kaya nitrogen, nutrisi penting yang dilepaskan ke tanah secara bertahap."

  1. Siapkan alat dan bahan: Sediakan sekitar 40 gram ampas kopi, satu sendok makan gula atau molase, satu liter air cucian beras (air leri), 100 ml larutan EM4, serta baskom dan botol.

  2. Campur semua bahan: Aduk ampas kopi, gula, air cucian beras, dan EM4 di dalam baskom hingga tercampur rata dan homogen.

  3. Masukkan ke botol: Tuang campuran ke dalam botol, sisakan sedikit ruang udara di bagian atas, lalu tutup rapat.

  4. Fermentasikan selama tujuh hari: Simpan di tempat teduh sekitar 7 hari, dan buka tutup botol sebentar setiap hari untuk membuang gas hasil fermentasi.

  5. Saring hasil fermentasi: Setelah matang dan beraroma fermentasi asam manis, saring cairan untuk memisahkannya dari endapan ampas.

  6. Encerkan sebelum dipakai: Campur POC dengan air bersih dengan perbandingan 1:10, lalu siramkan ke media tanam atau semprotkan ke daun satu hingga dua kali seminggu.

Pupuk cair ini sangat cocok untuk sayuran daun dan tanaman dalam sistem tanam tanpa tanah, termasuk budidaya hidroponik dengan botol bekas. Larutan yang sudah diencerkan aman dipakai rutin selama dosisnya tidak berlebihan.

Baca juga: Komposting Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik

3. Cara Membuat Pupuk dari Ampas Kopi untuk Ditaburkan Langsung ke Tanah

Jika tidak sempat mengompos atau memfermentasi, ampas kopi tetap bisa dipakai dengan cara ditaburkan langsung, asalkan tipis dan tidak berlebihan. Inilah cara membuat pupuk dari ampas kopi yang paling ringkas, tetapi justru paling sering keliru diterapkan karena orang cenderung menuang terlalu banyak.

Linda Brewer, ilmuwan tanah Oregon State University Extension Service, dikutip dari Oregon State University, menegaskan, "Pesan besarnya adalah bahwa orang umumnya terlalu bersemangat."

  1. Keringkan ampas terlebih dahulu: Pastikan ampas kopi sudah dingin dan kering agar tidak menggumpal serta tidak memicu pertumbuhan jamur.

  2. Taburkan tipis: Sebar ampas dalam lapisan sangat tipis, tidak lebih dari sekitar 1,25 cm, di sekitar pangkal tanaman.

  3. Aduk ke lapisan atas tanah: Campurkan ampas ke beberapa sentimeter lapisan atas tanah supaya tidak membentuk kerak yang menahan air dan udara.

  4. Tutup dengan mulsa kasar: Lapisi bagian atas dengan mulsa kasar seperti serpihan kayu atau sabut kelapa agar ampas tidak memadat.

  5. Hindari menempel di batang: Jangan menimbun ampas menempel pada pangkal batang untuk mencegah kelembapan berlebih dan pembusukan.

  6. Siram secukupnya: Basahi area setelah aplikasi agar hara mulai meresap dan mikroorganisme tanah aktif menguraikannya.

Mengacu pada Washington State University, ampas kopi bekas justru mendekati netral dengan pH sekitar 6,5 hingga 6,8 setelah diseduh, karena sebagian besar asamnya larut ke dalam air kopi. Karena itu, ampas segar sebaiknya dipakai hemat sebab kandungan kafeinnya dapat menghambat perkecambahan biji. Metode taburan tipis ini kerap dipraktikkan untuk memacu pertumbuhan tanaman cabai yang menyukai tanah gembur dengan pH ideal 5,5 hingga 6,5.

Aroma khas ampas kopi juga dipercaya sebagian orang membantu mengusir semut di sekitar tanaman, sekaligus berfungsi sebagai penyerap bau alami di ruangan.

4. Tanaman yang Cocok dan Kesalahan yang Perlu Dihindari

Tidak semua tanaman memberi respons sama terhadap ampas kopi, sehingga penting mengenali mana yang diuntungkan dan mana yang justru terganggu. Pemahaman ini menghindarkan kebun dari kesalahan umum yang membuat tanaman malah merana.

Amelia Rosser, pemilik Sheelytown Market, dikutip dari Elle Decor, mengingatkan, "tidak semua tanaman tumbuh subur dengan ampas kopi, jadi telitilah preferensi tanaman spesifik Anda."

  • Utamakan tanaman penyuka asam: Bluberi, azalea, rododendron, hydrangea, dan kamelia menyukai sedikit keasaman serta nitrogen dari ampas kopi.

  • Sayuran dan buah tertentu terbantu: Tomat, cabai, wortel, selada, bayam, mawar, dan stroberi merespons baik terhadap tambahan nitrogen.

  • Hindari tanaman penyuka basa: Lavender, rosemary, dan aneka herba Mediterania kurang cocok karena lebih menyukai tanah yang cenderung basa.

  • Jangan menaruh ampas segar tebal: Lapisan ampas segar yang tebal membentuk kerak kedap air dan udara yang menyesakkan akar.

  • Jangan berlebihan: Terlalu banyak ampas justru mengganggu proses penguraian dan berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.

  • Jangan berharap mengasamkan tanah: Ampas bekas nyaris netral sehingga tidak efektif menurunkan pH tanah secara permanen.

  • Waspada bagi hewan peliharaan: Kafein bersifat toksik bagi anjing, jadi hindari menaburnya di permukaan tanah bila memelihara anjing.

  • Manfaatkan untuk kascing: Cacing kompos menyukai ampas kopi karena teksturnya membantu proses pencernaan mereka.

Soal pengusir hama, hasilnya masih diperdebatkan. Sebagian pekebun memakai ampas kopi untuk menekan populasi siput, bekicot, atau semut, meski efektivitasnya bervariasi dan perlu diulang setelah hujan. Catherine Boeckmann, editor The Old Farmer's Almanac, dikutip dari The Old Farmer's Almanac, membagikan, "Untuk mencegah siput dan bekicot, saya membuat pembatas ampas kopi bekas mengelilingi seluruh kebun."

Ampas kopi paling ideal dipakai saat tanaman sedang tumbuh aktif, misalnya pada tomat sekitar 30 hari setelah semai. Pengetahuan ini melengkapi keterampilan berkebun lain, mulai dari menanam tomat dari biji hingga panen, budi daya tomat di polybag, sampai perawatan kacang panjang di lahan sempit. Untuk tanaman hias, kompos ampas kopi bisa menemani perawatan tanaman hias seperti aglonema maupun bunga melati.

Sebagai pupuk organik, ampas kopi memang tidak menggantikan seluruh kebutuhan hara, sehingga tetap bisa dipadukan dengan pupuk NPK maupun kompos lain sesuai kebutuhan tanaman. Sederet trik membuat tanaman cabai lebih subur dengan bahan dapur juga membuktikan bahwa limbah rumah tangga menyimpan potensi besar untuk kebun. Bahkan, mengubah sisa dapur menjadi pupuk kini menjadi bagian dari hobi berkebun yang menopang ketahanan pangan keluarga, sembari tetap menikmati beragam manfaat kopi hitam di secangkir seduhan pagi. Agar hasilnya maksimal, jangan lupa memahami dasar merawat tanaman hias seperti pengaturan cahaya, penyiraman, dan drainase pot.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk dari Ampas Kopi

Apakah ampas kopi bisa langsung ditaburkan ke tanaman?

Bisa, tetapi hanya dalam lapisan sangat tipis dan sebaiknya diaduk ke tanah atau ditutup mulsa kasar. Menaburkan ampas segar terlalu tebal dapat membentuk kerak yang menghalangi air dan udara ke akar, sehingga mengompos terlebih dahulu tetap menjadi pilihan paling aman.

Berapa lama proses ampas kopi menjadi pupuk?

Untuk metode kompos, ampas kopi umumnya matang dalam 1-3 bulan tergantung perawatan dan pengadukan. Adapun pupuk organik cair dari fermentasi ampas kopi biasanya siap dipakai setelah sekitar tujuh hari.

Tanaman apa saja yang cocok dengan pupuk ampas kopi?

Ampas kopi cocok untuk tanaman penyuka asam dan pemakan nitrogen, seperti bluberi, azalea, hydrangea, mawar, tomat, cabai, wortel, dan selada. Sebaliknya, tanaman penyuka tanah basa seperti lavender dan rosemary sebaiknya dihindari.

Daftar Referensi

  1. Oregon State University. Used appropriately, coffee grounds improve soil and kill slugs. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://news.oregonstate.edu/news/used-appropriately-coffee-grounds-improve-soil-and-kill-slugs
  2. Texas A&M AgriLife Today. Coffee grounds cover a lot of ground. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://agrilifetoday.tamu.edu/2021/04/05/coffee-grounds-cover-a-lot-of-ground
  3. BBC Gardeners' World Magazine. How to Use Coffee Grounds for Plants. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.gardenersworld.com/how-to/maintain-the-garden/coffee-grounds-for-plants/
  4. Homes & Gardens. Do coffee grounds deter slugs? Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/how-to-use-coffee-grounds-to-deter-slugs
  5. The Old Farmer's Almanac. How To Use Coffee Grounds for Plants. Diakses pada 7 Agustus 2026, dari https://www.almanac.com/coffee-grounds-for-plants

(kpl/ums)

Rekomendasi

Trending